Journal of Islamic Education Vol. 01 No. 01 April 2023 | Hal. 01-10 e-ISSN/p- ISSN : 2988-1285/2988-1277 https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/ashlach Upaya Orang Tua Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Al-Qur'an Hadits Muhammad Muhlis *1 Akhmad Saifulloh Az 2 Haidar Idris 3 Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan , Indonesia Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan, Indonesia Insitut Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia Korespondensi muhlis@staispasuruan.ac.id; Telp: +628560666526 Info Artikel Abstrak Riwayat artikel: Pendidikan agama, khususnya pelajaran Al-Qur'an Hadits, mengalami penurunan minat di kalangan siswa, yang mengakibatkan motivasi belajar mereka berkurang. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya orang tua dalam memotivasi anak-anak mereka di SMK AL-AYYUBI Pohjentrek Pasuruan. Penelitian ini berfokus pada dua pertanyaan utama: bagaimana orang tua memotivasi anak dalam belajar Al-Qur'an Hadits, dan apa saja faktor pendukung serta penghambat dalam upaya tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Penelitian ini dilakukan di lingkungan sekolah untuk mendapatkan gambaran yang akurat mengenai dinamika motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar anak melalui berbagai cara, seperti memberikan kasih sayang, menjadi teladan yang baik, membimbing, serta memberikan nasihat dan dukungan emosional. Selain itu, menceritakan kisah inspiratif dan mendoakan anak di waktu-waktu tertentu juga terbukti efektif. Namun, terdapat faktor penghambat yang mempengaruhi upaya ini, seperti pengaruh teman, kecanggihan teknologi, serta kondisi keluarga dan lingkungan. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan lingkungan sekitar untuk menciptakan suasana belajar yang lebih baik bagi siswa. Submit: Januari 12, 2023 Review: Maret 03, 2023 Publish: April 24, 2023 Kata Kunci : Belajar, Motivasi, orang tua PENDAHULUAN Keluarga adalah lingkup dunia pendidikan yang sangat besar pengaruhnya bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Interaksi anatara orang tua dan anak atau interaksi dalam keluarga termasuk kegiatan sosial yang pertama bagi anak dalam upaya penanaman atau pembentukan karakter anak agar sesuai dengan nilai atau norma social, (Simanullang et al., 2017) Di dalam rumah tangga bukan hanya berfungsi penerus keturunan saja namun Dibidang pendidikan keluarga merupakan pendidik pertama, karena segala pengetahuan dan kecerdasan intelektual anak pertamatama diperoleh dari pola asuh atau pola didik orang tuanya. Di dalam rumah tangga merupakan tempat pendidikan yang paling dominan terhadap anak. Karakter yang dimiliki anak sebagian besar dipengaruhi ajaran orang tuanya. Oleh karena itu orang tua harus memperhatikan kegiatan- kegiatan dan pendidikan anak-anaknya karena pendidikan anak yang menjadi dasar pembinaan kepribadian anak selanjutnya. Namun berjalan tanpa bimbingan, perhatian dan arahan orangtua, diserahkan kepada guru-guru di sekolah. Sebab apabila terjadi dalam rumah tangga akan mengakibatkan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri, dimana anak kurang merasa diperhatikan dan kurang disayagi oleh orang tuanya. Hak cipta (c) 2025 Ashlach : Jurnal Pendidikan Islam. Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 . Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris │ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits Orang tua merupakan uswah atau teladan terdekat dari anak-anaknya (Safitri & Yuniwati, 2019), segala yang diperbuat orang tua secara tidak langsung akan ditiru oleh anak-anaknya karena anak akan merekam sikap dan ucapan yang ditunjukkan orangtua, sikap orang tua yang bermalasmalasan dan perilaku tidak baik, seharusnya dibuang jauh-jauh karena akan menjadi perilaku anak juga. Orang tua yang lebih mementingkan pekerjaannya menandakan anak tidak mendapatkan pengawasan atau bimbingan dari orang tua, hal itu akan berdampak pada anak bahkan dampaknya akan sangat fatal dihari mendatang, bukan hanya itu bahkan dampaknya bisa dirasakan seketika itu juga. (Shaleh, 2016) Orang tua perlu memperhatikan konsep perilaku mereka karena segala Pengalaman-pengalaman yang didapat anak melalui interaksi sosial yang dimulai dari rumah tangga akan ikut menentukan tingkah laku anaknya untuk berinteraksi sosial di luar lingkungan keluarga yang merupakan aplikasi dari proses interaksinya dalam keluarga. Perkembangan anak tidak mungkin dapat berlangsung secara normal tanpa adanya interpensi dari luar, akan tetapi secara alami anak memiliki potensi bawaan Anak yang masih berada dalam pertumbuhan masih memerlukan berbagai persyaratan tertentu serta pemeliharaan yang berkesinambungan. ini menunjukkan bahwa tanpa bimbingan dan pengawasan yang teratur pada anak akan menyebabkan hilangnya kemampuan untuk berkembang secara normal walaupun anak sudah memiliki potensi dari bawaan, kemapuan atau kompetensi itu akan tumpul dengan sendirinya jika tidak diasah. Dengan demikian perkembangan anak sangat berkaitan erat dengan pengawasan dan dampingan orang tua termasuk perkembangan anak pada proses Pendidikan yang dilalui, dalam proses belajar anak apabila orang tua tidak memperhatikan belajar anak maka anak tidak dikatakan berhasil dalam belajar. Sebagai orang tua semestinya membimbing anaknya dalam belajar dan memberikan motivasi bagi anak- anaknya, karena upaya orang tua sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan anak terlebih dalam bidang pendidikannya. Orang tua harus memberi dorongan kepada anak supaya tercapai tujuan pendidikan dan apa yang menjadi harapan mereka. Motivasi belajar merupakan dorongan yang berasal dari dalam maupun luar diri siswa untuk melakukan kegiatan belajar secara aktif dan berkelanjutan. Dalam konteks pendidikan agama Islam, khususnya pelajaran Al-Qur'an Hadits, motivasi sangat berperan dalam membentuk kesadaran spiritual dan akhlak peserta didik. Salah satu faktor penting dalam menumbuhkan motivasi belajar tersebut adalah peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak. Oleh karena itu, memahami strategi dan upaya orang tua dalam meningkatkan semangat belajar anak menjadi relevan untuk dikaji secara ilmiah. Motivasi adalah faktor yang menentukan sejauh mana seorang siswa akan terlibat dalam proses belajar. Tanpa motivasi yang cukup, usaha untuk memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dan Hadits bisa terhambat. Hal ini sering kali disebabkan oleh kurangnya ketertarikan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pelajaran tersebut dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran Al-Qur'an Hadits menjadi salah satu tantangan besar yang perlu diatasi. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi motivasi belajar adalah peran orang tua. Dalam teori pendidikan, keluarga dianggap sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak, di mana nilai-nilai, sikap, dan kebiasaan pertama kali diperkenalkan. Orang tua yang secara aktif terlibat dalam proses pendidikan anak, memberikan dukungan emosional, serta memberikan contoh yang baik melalui perilaku religius mereka, dapat meningkatkan motivasi anak untuk belajar. Namun, meskipun peran orang tua sangat besar, banyak keluarga yang tidak sepenuhnya menyadari dampak dari keterlibatan mereka dalam pendidikan agama anak-anak mereka. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana orang tua dapat berperan secara aktif dalam meningkatkan motivasi belajar AlQur'an Hadits, agar anak tidak hanya menganggap pelajaran ini sebagai kewajiban, tetapi sebagai kesempatan untuk memperdalam pemahaman dan pengamalan ajaran agama. Selain itu, faktor eksternal seperti dukungan dari sekolah dan lingkungan sosial juga turut berpengaruh dalam meningkatkan motivasi siswa. Kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan lembaga pendidikan lainnya sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim yang mendukung semangat belajar yang positif. Dengan demikian, kajian tentang upaya orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar Al-Qur'an Hadits menjadi sangat penting untuk membantu orang tua, 2| Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris│ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits guru, dan pihak terkait lainnya dalam memahami dan mengoptimalkan peran mereka dalam pendidikan agama. Dalam perjalannya mata pelajaran pendidikan agama Islam semakin berkurang peminatnya, karena banyak yang merasa bahwa mempelajari ilmu pendidikan agama islam sudah biasa dan kurang dibutuhkan ketika mereka lulus sekolah dan bekerja, padahal pada kenyataannya ilmu agama dalam keseharian pasti diamalkan atau diterapkan hanya saja sedikit yang mengetahui hal itu, disinilah pentingnya keberadaan orang tua, orang tua yang baik akan mengarahkan motivasi belajar anaknya pada materi pendidikan agama terutama al-qur’an hadist, sebab materi al-qur’an hadist adalah mata pelajaran yang dinukil dari sumber utama hukum islam yakni alqur’an dan hadist. Dari kajian tersebut peneliti tertarik untuk mendalami upaya yang dilakukan orang tua agar anaknya termotivasi untuk belajar materi agama terlebih lagi al-qur’an hadist, pada ahirnya peneliti menunjuk lembaga SMK AL-AYYUBI sebagai tempat peneliti akan melakukan penelitian dan peneliti mengangkat judul “Upaya Orang Tua Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Al-Qur’an Hadits Di Smk Al-Ayyubi Warung Dowo Pohjentrek Pasuruan” KAJIAN TEORI Motivasi Belajar Motivasi belajar adalah dorongan internal maupun eksternal yang mendorong individu untuk melakukan kegiatan belajar, demi mencapai tujuan tertentu (Hamzah B. Uno, 2009). Dalam konteks pembelajaran Al-Qur’an Hadits, motivasi berperan penting dalam membentuk sikap positif, kegigihan, dan semangat siswa dalam memahami serta mengamalkan ajaran agama. Sardiman (Sardiman, 2004) menekankan bahwa motivasi belajar terbagi menjadi dua, yakni: Motivasi intrinsik, yaitu dorongan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri, seperti keinginan memahami nilai-nilai Al-Qur’an. Motivasi ekstrinsik, yaitu dorongan yang berasal dari luar, misalnya dorongan dari orang tua, guru, atau hadiah. Motivasi belajar memainkan peran penting dalam pembentukan perilaku belajar siswa. Siswa yang termotivasi akan lebih berusaha keras dalam mengatasi tantangan akademik, lebih bersikap positif terhadap pelajaran, serta lebih gigih dalam mencapai tujuan belajarnya. Dalam konteks pembelajaran Al-Qur’an Hadits, motivasi yang tinggi tidak hanya berdampak pada pemahaman materi, tetapi juga pada pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Faktor yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain: 1. Faktor Internal a. Minat dan Rasa Penasaran: Siswa yang memiliki rasa ingin tahu dan minat tinggi terhadap materi pelajaran akan lebih termotivasi untuk mempelajarinya dengan baik (Aziza & Yunus, 2020). b. Kepercayaan Diri (Self-Efficacy): Menurut Bandura (Darmayanti et al., 2024), siswa yang merasa mampu untuk berhasil dalam tugas-tugas akademik akan memiliki motivasi yang lebih besar. c. Tujuan Belajar: Siswa yang memiliki tujuan yang jelas dan terarah akan lebih terdorong untuk berusaha mencapai tujuan tersebut (Asih Ria Ningsih, 2021). 2. Faktor Eksternal a. Peran Guru: Guru yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang menarik, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta menggunakan metode pembelajaran yang variatif, dapat meningkatkan motivasi siswa. b. Peran Orang Tua: Dukungan moral dan fisik dari orang tua dalam bentuk perhatian, pujian, dan keterlibatan dalam proses belajar anak sangat berperan dalam meningkatkan motivasi belajar (Sardiman, 2004). c. Lingkungan Belajar: Lingkungan yang kondusif, baik di sekolah maupun di rumah, dapat memperkuat motivasi belajar siswa. Faktor-faktor seperti fasilitas yang memadai, suasana |3 Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris │ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits yang mendukung, serta hubungan yang harmonis dengan teman dan guru dapat meningkatkan semangat belajar siswa. Peran Keluarga dalam Pendidikan Agama Islam Keluarga, khususnya orang tua, merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Menurut Tilaar (Nugraha & Rahman, 2017a), keberhasilan pendidikan formal sangat dipengaruhi oleh pendidikan dalam keluarga. Dalam konteks pembelajaran Al-Qur’an Hadits, peran orang tua menjadi kunci dalam membentuk kebiasaan spiritual anak sejak dini. Orang tua yang memberikan perhatian terhadap pengajaran Al-Qur’an akan mendorong anak untuk memiliki motivasi kuat dalam belajar agama. Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Al-Qur’an Hadits Beberapa strategi yang dapat dilakukan orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar anak dalam pelajaran Al-Qur’an Hadits, antara lain: 1. Memberikan teladan yang baik (uswah hasanah) Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua. Orang tua yang terbiasa membaca AlQur’an, mendiskusikan isinya, atau menjaga ibadah harian, secara tidak langsung akan membentuk sikap religius anak (Mahmud Gunawan dkk, 2013). 2. Memberikan dukungan emosional dan perhatian Perhatian dari orang tua dalam bentuk pujian, pendampingan belajar, dan komunikasi terbuka, dapat membangkitkan semangat belajar anak. Sikap empatik dan apresiatif dari orang tua memperkuat motivasi intrinsik siswa. 3. Menciptakan lingkungan rumah yang religius Rumah yang dihiasi dengan nilai-nilai Islami seperti rutinitas tadarus bersama, salat berjamaah, atau mendengarkan ceramah Islam, dapat menjadi stimulan positif bagi motivasi belajar Al-Qur’an Hadits (Azra, n.d.). 4. Memberikan fasilitas dan sarana belajar yang memadai Orang tua dapat menyediakan mushaf Al-Qur’an, buku tafsir anak, media pembelajaran interaktif, atau mengikutkan anak dalam les mengaji, agar proses pembelajaran lebih menarik dan terstruktur. 5. Membangun komunikasi dan kerja sama dengan guru atau lembaga pendidikan Orang tua yang aktif menjalin komunikasi dengan guru Al-Qur’an Hadits di sekolah akan mengetahui perkembangan anak serta bisa mendampingi belajar secara tepat. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan atau field research. Adapun kehadiran peneliti berperan sebagai peneliti non partisipan di SMK ALAYYUBI pohjentrek Pasuruan, dari studi pendahuluan yang dilakukan peneliti menemukan bahwa semangat peserta didik pada mata pelajaran al-qur’an hadist lebih tinggi disbanding mapel-mapel yang lain, dengan sumber data primer diambil dari wawancara kepada kepala sekolah, guru, siswa dan wali murid yang disertai dengan observasi. Adapun Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, observasi dan dokumentasi. Pada tahap analisis data peneliti mengolah, mengelompokkan dan memilah data-data yang dihasilkan dengan Reduksi Data, Penyajian Data, Verifikasi Data dan penulisan laporan dengan Pengecekan Keabsahan Data: Uji Kredibilitas (credibility) dengan Ketekunan pengamatan, perpanjangan kehadiran atau pengamatan, dan triangulasi (Juliansyah Noor, 2001; metode penelitian kuantitatif, kualitatif,dan R&D, 2016; Satori Djam’an, 2009; Sugiyono, 2010). 4| Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris│ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits HASIL DAN PEMBAHASAN A. Upaya Orang Tua Memotivasi Belajar Anak 1. Kasih sayang. Seorang anak pastinya memiliki orang tua, baik yang masih utuh atau sudah terpecah atau bahkan ada yang sudah tiada, dari setiap orag tua memiliki perbedaan tersendiri, perbedaan it bisa dalam berbagai hal diantaranya yakni dalam hal pola asuh, didikan, atau cara mereka memberikan kasih sayang. Seorang anak membutuhkan partisipasi dalam kehidupan mereka, dalam perkembangan dan pertumbuhan mereka (Simanullang et al., 2017). Dalam perjalanan seorang anak pada jenjang pendidikan sangat emerlukan keberadaan orang tua terlebih dalam pemberian kasih sayang, apalagi anak yang masih belum dewasa, dalam proses pendidikan yang mereka jalani memerlukan kehangatan kasih sayang orang tua untuk mengingatkan, mengarahkan dan mendampingi mereka dalam berproses. Anak yang mendapat kasih sayang dari kedua orang tua, mendapat arahan dan bimbingan serta dampingan orang tua akan melakukan proses pendidikan secara maksimal, bahkan dengan kasih sayang orang tua yang ditampakkan dalam dampingan dan bimbingan akan mampu emotivasi anak agar semakin semangat dalam belajar, namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa anak yang memiliki orang tua yang tidak lengkap atau sudah tiada tida bisa memiliki motivasi dalam belajar, mereka juga bisa dan sangat mungkin untuk memiliki motivasi belajar dan bahkan motivasi mereka lebih tinggi dari anak yang memiliki orang tua yang masih lengkap. Hal ini juga ditemui pada lembaga SMK AL AYYUBI, di lembaga tersebut ada peserta didik dengan motivasi belajar yang bisa dibilang tinggi dengan adanya kasih sayang orang tu yang selalu mendampingi dan membimbing anak tersebut, sehingga motivasi belajar aak tersebut berasal dari kasih sayang orang tua, selain itu di sana juga tedapat anak yang orang tuanya sudah tidak lengkap, namun dia juga anak yang berprestasi dan semangat belajarnya tinggi, hal itu juga karena kasih sayang dari orang tuanya juga utu walau hanya dari satu pihak yakni ibu. Dapat dipahami bahwa kasih sayang orang tua juga berpengaruh dalam memicu timbulnya motivasi belajar anak. 2. Teladan. Seorang juga memiliki panca indra yang akan merekam aktivitas disekitar mereka, terlebih lagi mereka yang sudah dewasa,anak akan mendengar dan merekam apa yang disampaikan orang tua dan diperbuat oleh orang tua, orang tua yang hanya bisa menyuruh dan melarang namun mereka sendri melakukan apa yang mereka larang dan mengabaikan apa yang mereka perintahkan kepada anak akan menyebabkan anak akan berbalik arah dari orang tua, atau anak tersebut akan tertekan atas sikap orang tua yang seperti itu. (Mawarsih et al., 2013) Orang tua seharusnya menjadi contoh yang baik kepada anak, alangkah baiknya jika orang tua melaksanakan terlebih dahulu sebelum memerintah anak agar apa yang diperintahkan memang benar-benar juga dilaksnakan oleh orag tua, orang tua yang mampu bersikap dan berujar baik pada anak akan direkam dan ditiru oleh mereka, sehingga seorang anak tidak perlu lagi mendambakan teladan dari orang lain karena orang tua mereka sendiri sudah menjadi teladan yang baik kepada mereka termasuk sikap orang tua saat belajar, mereka juga akan menirunya jika memang orang tua menjadi teladan yang baik seorang anak. Teladan yang ditinjukkan orang tua sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar anak terhadap materi al-qur’an hadist, karena hal ini sudah terbukti dilembaga SMK AL|5 Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris │ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits AYYUBI, di sana ada beberapa anak yang bersemangat belajar karena mereka mendapat bimbingan dari orang tua mereka, orang tua mereka berhasil mencuri hati anaknya dengan teladan yang mereka tunjukkan kepada anak, sehingga dengan hal itu orang tua dapat mempengaruhi dan menstimulus motivasi belajar anak. 3. Bimbingan. Kewajiban orang tua salah satunya adalah membimbing seorang anak, namun dalam membimbing anak ada porsinya tersendiri, anak kecil cara membimbingnya berbeda dengan anak dewasa, sehingga orang tua tahu harus bagaimana harus bersikap. (Safitri & Yuniwati, 2019) Orang tua yang bisa membimbing anak dengan baik, penuh dengan kebijaksanaan penuh dengan kasih sayang pasti apa yang mereka sarankan kepada anak akan dilakukan, termasuk dalam saran mempelajari ilmu pengetahuan (Fahriantini, 2016; Hidayat, 2013; Iftitah & Anawaty, 2020; Sukiman, 2016). Orang tua yang berhasil membimbing anak dengan baik akan membuahkan hasil yang sagat luar biasa karena akan menjadikan anak berbakti pada orang tua dan melaksnakan apa yang disarankan kepada anak, seperti halnya memfokuskan pembelajaran pada bidang kegaamaan terlebih lagi pada mata pelajara al-qur’an hadist, anak akan dengan senang hati melakukan hal itu, karena orang tua yang membimbing dengan baik dan memerintah serta melarang anak disertai dengan alasan kuat sehingga anak dengan lapang dada menerimanya dan melaksanakannya, dengan bimbingan yang bijaksana dapat membangkitkan motivasi belajar anak seperti yang terjadi di SMK AL AYYUBI, anak yang mendapat bimbingan dari orang tua memiliki motivasi belajar yang tinggi walaupun tingkat kecerdasan yang menghalangi prestasi mereka namun motivasi belajar tersebut Nampak dari cara mereka merespon nan mennggapi materi yang disampaikan. 4. Teguran. Kesalahan merupakan perbuatan yang pasti dilakukan oleh setiap orang, apalagi anak kecil dan juga anak dewasa, ketika mereka bersikap salah aka kwajiban orang tua adalah menegurnya, menegur bukan berarti harus membentak mereka, ataupun mencaci mereka, namun menegur dengan bijak dan dengan kasih sayang agartidak ada diskomunikasi antara anak dan orang tua, ketika orang tua sudah bisa menegur anak dengan rasa belas kasih maka anak tidak akan tersinggung dan menyadari atas kesalahannya, Sama halnya ketika anak malas belajar mata pelajaran al-qur’an hadist dan nilainya merosot orang tua tidak perlu untuk membentak mereka, mencaci dan menyalahkan anak, tapi orang tua menegurnya agar tetap semangat dan tidak pantang menyerah dan lain sebagainya, teguran yang baik adalah teguran yang mengarah pada ranah diskusi atau musyawaroh, sehingga anak mengetahui yang menjadi titik kesalahannya dimana dan yang menjadi titik pembenahannya dimana. 5. Nasehat Nasehat adalah tutur kata yang berisi saran-saran tertentu agar bisa dilaukan, nasehat bisa disampaikan kepada siapa saja dengan tujuan untuk membenahi dan agar lebih baik lagi, (Muhlis, 2019) seorang anak juga membutuhkan nasehat dari orang tua, nasehat baik yang disampaikan kepada anak suatu saat akan berbuah dan akan kembali pada orang tua. Nasehat mungkin kelihatannya sama seperti perintah, namun pada posrsinya nasehat lebih memberikan kewenangan memilih dan bertindak, sedangkan perintah lebih menekankan pada tekanan untuk harus dilaksanakan, Orang tua yang sering menasehati anak agar fokus belajar dan mendalami ilmu al-qur’an hadist akan dilaksanakan oleh anak walau tidak secara spontan, anak akan semakin lama semakin mendalami apa yang dinasehatkan orang tua jika orang tua menyampaikan nasehat diiringi dengan penjelasan walau tidaksemua nasehat diiringi dengan nasehat , sehingga lambat laun anak dengan 6| Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris│ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits sendirinya akan mendalami ilmu agama asalkan orang tua tetap mengawal perjalanan belajar anak dengan nasehat yang bijak dan dengan kasih sayang. 6. Doa Doa merupakan sebuah permintaan seorang makhluk kepada penciptanya, (Muhlis, 2019) doa adalah perintah Allah SWT, dengan meminta kepada-NYA maka apa yang diinginkan akan terkabul, orang tua tidak akan terlepas dari mendoakan yang terbaik buat seorang anak, karena sesungguhnya orang tua selalu mendoakan anak dalam munajatnya agar menjadi anak yang sukses selamat dunia aherat dan lain sebagainya, termasuk mendoakan agar menjadi anak yang selalu semangat menimba ilmu pengetahuan. Doa orang tua kepada anak yang terkabul akan nampak dari perubahan sikap anak seperti halnya anak yang malas belajar kemudian lebih lama lebih giat dan lebih semangat belajar, hal itu mungkin karena ada perantara tertentu, namun doa merupakan salah satu upaya orang tua agar serrang anak memiliki motivasi dalam belajar dan dalam mengarungi kehidupannya. Salah seorang wali murid telah mengamalkan kehebatan doa, dia melakukan munajat atau berdoa disepertiga malam demi kesuksesan anaknya, (Mulyasih & Suryani, 2016)dan hasilnya juga sangat memuaskan, anak si wali murid tersebut memiliki kepribadian yang baik serta motivasi belajar yang tinggi, sehingga selalu mendapatkan prestasi dilembaga. 7. Bercerita orang sukses Upaya orang tua dalam memotivasi belajar anak pada matei alqu’an hadist adalah menceritakan kisah-kisah orang yang sudah sukses dengan mengamalkan ajaran yang ada dipelajaran al qur’an hadist, orang tua menceritakan perjalanan pendidikan orang yang sukses pada jamannya dengan cerita tersebut orang tua berharap agar anak termotivasi untuk mengikuti proses pendidikan yang telah dilakukan orang-orang sukses dan membuat anak lebih semangat dan memiliki motivasi belajar lebih tinggi. B. Faktor Yang Mempengaruhi Upaya Orang Tua Memotivasi Belajar Anak. 1. Teman Bicara tentang faktor yang mempengaruhi upaya orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar anak yang pasti tidak terlepas dari teman, seorang anak pasti banyak memiliki teman terlebih lagi mereka yang sudah dewasa pasti punya banyak teman diluar sana, namun teman seorang anak pasti memiliki latar belakang keluarga yang berbeda, ada yang baik, ada pula yang kurang baik. (Shaleh, 2016) Teman yang baik akan memberikan pengaruh yang baik, karena teman yang baik tidak akan mengajak pada suatu perbuatan yang tidak terpuji melainkan akan mengajak kepada hal yang baik, walaupun teman tidak secara langsung mengajak seorang anak melakukan perbuatan namun dengan sikap baiknya akan menarik motivasi anak untuk mengikuti jejaknya. Seorang anak yang berteman dengan anak yang memiliki motivasi belajar dengan seiring berjalannya waktu seorang anak akan juga memiliki motivasi belajar yang semakin tinggi. Karena teman sangat berpengaruh terhadap pola kehidupan seoorang anak dan memang menjadi faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar seorang anak. Sebaliknya jika seorang anak berteman dengan teman yang malas, suka bermain dan melakukan hal yang kurang baik maka anak juga akan melakukannya juga, seandainya anak tidak ikut melakukan perbuatan yang kurang baik itu dia akan tetap terseret atas perbuatan temannya, karena dianggap satu komplotan dengannya, pengaruh teman yang kurang baik sangatlah kuat lebih kuat pengaruh teman yang kurang baik dari pada teman yang memiliki sikap yang baik.hal itu disebebkan karena teman yang tidak baik akan bertindak dan berkata sesuka hati mereka tanpa memilah antara sikap yang baik dan yang tidak yang penting mereka bisa tertawa ria dan bahagia. Anak yang bergaul dengan yang seperti itu jika tidak |7 Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris │ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits memiliki pondasi pergaulan yang kuat maka akan tertular sikap buruk mereka karena ada pepatah yang mengatakan orang yang dekat dengan penjual parfum maka akan berbau wangi namunorang yang dekat dengan pengembala kambing maka akan berbau kurang sedap. Salah seorang teman peserta didik di lembaga SMK AL AYYUBI serng mengajak untuk pergike warkop untuk wifi an, untuk nongkton dan untuk bermain, hal itu berdampak pada waktu belajar peserta didik, peserta didik yang seharusnya belajar ahirnya mereka tidak belajar, upayaorang tua harusbisa mengimbangi pergaulan mereka agar peserta didik bisa kembali mengatur ewaktu untuk belajar, hal inilah yang sangat mempengaruhi upaya orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik 2. Teknologi Di era yang semakin lama semakin serba canggih banyak memunculkan terobosanterobosan baru, (Mulyasih & Suryani, 2016) banyak menciptakan karya-karya baru dibidang teknologi salahsatunya adalah handphone, adanya handphone membuat perubahan yang sangat drastis dikalangan masyarakat, teknologi merupakan salah satu yang mempengaruhi upaya orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar seorang anak, Teknologi akan memberikan pengaruh baik jika pemakainya dapat memanfaaatkannya dengan benar dan baik, handphone yang sekarang dilengkapi dengan berbagai fitur ditambah lagi dengan jaringan internet yang memadai dapat mempermudah semua orang mengakses apa yang mereka inginkan, orang yang mampu memanfaatkan teknologi demi kepentingan dan kebutuhan kehidupan akan sangat terbantu dengannya, karena teknologi memberikan bantuan bagi seseorang yang mampu memanfaatkannya dengan benar seperti halnya mengakses informasi terkini, informasi tentang kesehatan, pertanian, penjualan dan termasuk informasi materi pelajaran yang dibutuhkan, didunia internet semua bisa diakses, seorang dapat belajar secara otodidak melalui internet sangatlah mungkin jika memang benr-benar dimanfaatkan dengan baik, karena disana banyak tutorial yang bisa anak terapkan dalam kehidupan merka untuk keperluan mereka. Selain memberikan pengaruh positif perkembangan teknologi juga memberikan pengaruh yang kurang baik dan banyak yang terjerumus dalam hal ini, seorang anak yang masih belum bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi hanya akan mengguakannya untuk hiburan semata, seperti game, bermian media social, melihat kionten video dan lain sebagainya, kegiatan mereka hanya akan membuang waktu meeka tanpa ada manfaat yang diperoleh, terlebih lagi untuk masa sekarang game adalah hal yang sangat digemari oleh para pelajar baik yang masih di tingkat sekolah dasar hingga yang sudah duduk di bangku kuliah. Krangnya pengetahuan tentang pemanfaatan teknologimembuat mereka hanya menggunakan kecanggihan teknologi untuk kesenangan mereka saja tanpa bisa memanfaatkan untuk kepentingan belajar mereka, untuk bisnis mereka dan lain-lain. Akhir-akhir ini, di bulan februari banyak peserta didik SMK AL AYYUBI saat dikelas yang membahas tentang game, bahkan saat jam istirahat peserta didik adayang bermain game free fire, ada yang bermain mobile legend, mereka terpengaruh akan hal itu dan semakin minim waktu yang digunakan untuk belajar, jika hal itu terus dibiarkan maka dampak negatif dari teknologi akan merambat kemana-mana. 3. Lingkungan Lingkungan adaah kawasan yang ditempati seseorang, lingkungan disetiap daerah memiliki perbedaan, termasuk para penduduknya juga, lingkungan yang memiliki penduduk dengan sumber daya manusia yang baik akan menciptakan lingkungan yang baik terutama bagi seorang pelajar, karena lingkungan yang terdapat banyak orang yang ber SDM tinggi akan menampilkan sikap dan tutur kata yang baik dan hal itu juga akan berpengaruh kepada 8| Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris│ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits pelajar atau bagi seorang anak, bahkan dapat memacu timbulnya motivasi dari dalam diri seorang anak. (Mawarsih et al., 2013) Pada lingkungan yang memiliki penduduk yang kurang baik atau memiliki penduduk dengan sumber daya manusia yang rendah akan serig terjadi pelanggaran-pelanggaran social didalamnya, hal ini akan berdampak pada pertumbuhan anak dan pelajar, penduduk yang memiliki sumber daya manusia yang rendah cendrung bertindak dan berttur kata kurang baik bahkan mengajak-ajak kepada hal yang kurang baik sehingga motivasi belajar seorang anakt tidak bisa meningkat namun terus berkurang. Lingkungan yang kurang baik akan mempengaruhi upaya orang tua, bahkan dapat menggagalkan upaya orang tua dalam menngkatkan motivasi belajar peserta didik, namun sebaliknya jika lingkungan itu didominasi oleh penduduk yang cara berpikirnya baik makaupaya orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik semakin mudah, maka dari itu lingkungan juga berpengaruh bagi segala upaya orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. 4. Kondisi anak Motivasi belajar seorang anak adakalanya bertambah adakalanya tetap dan adakalanya menurun, hal itu bisa terjadi akibat faktor internal, kondisi seorang anak dapat mempengaruhi motivasi belajar ketika seorang dalam keadaan sehat motivasi belajarnya bisa bertambah dan terus bertambah, namun dikala kondisi seorang anak sedang kurang sehat maka motivasi belajar itu bisa jadi menurun, bahkan ketika mental mereka terganggu seperti ketika sedang gelisah atau sedih motivasi belajar mereka juga dapat berkurang, oleh karenanya kondisi seorang anak juga mempengaruhi dalam motivasi belajar anak. Dan juga mempengaruhi upaya orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, walaupun orang tua melakukan segala cara agar anaknya semangat belajar tapi kalau kondisi mereka sakit maka akan sia-sia. 5. Keluarga Keluarga adalah tempat seorang anak menghabiskan waktu mereka selain dilembaga pendidikan, namun yang demikian berlaku untuk anak seusia sekolah dasar hingga SMP kelas 2, ketka mereka beranjak dewasa mereka sudah mengenal dunia luar dan sering berada di dunia mereka sendiri, Keluarga yang harmonis akan berpengaruh baik bagi perkembangan seorang anak termasuk dalam kegiatan pembelajaran mereka, karena keluarga yang harmonis tidak memberikan beban pikiran terhadap seorang anak, sehingga anak idak terbebani masalah keluarga dan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan lebih maksimal dan mampu memacu motivasi belajar mereka. Anak yang berada dalam keluargayang penuh dengan pertikaian akan mempengaruhi motivasi belajar mereka, karena keluarga yang tidak harmonis akan memberikan beban pikiran kepada anak, sehingga focus anak akan bercabang-cabang terlebih lagi bagi anak yang sudah dewasa, bukan hanya itu ekonomi yang dimiliki keluarga juga dapat menurunkan motivasi belajar mereka bahkan menghilangkan motivasi belajar seornag anak, apalagi anak yang sudah duduk disekolah menengah atas atau di bangku kuliah mereka cendrung akan mencari ekonomi dari pada meneruskan pendidikan yang membutuhkan biaya, dengan demikian kondisi keluarga juga menetukan upaya orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, namun tidak menutup kemungkinan peserta didik dengan latar belakang keluarga yang kurang mampu atau keluarga yang kurang harmonis bisa memiliki motivasi belajar yang tinggi (Mulyasih & Suryani, 2016; Nugraha & Rahman, 2017b; Subarto, 2020; Subianto, 2013). |9 Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris │ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits 6. Pendidik Pendidik adalah seorang yang berjas dalam kehidupan para peserta didik, namun disamping itu pendidik juga berpengaruh terhadap motivasi belajar anak, karena setiap pendidik memiliki perbedaan kemampuan mengajar, ada yang meiliki kompetensi yang baik dan ada pula yang memiliki kompetensi yang rendah. Pendidik yang memiliki pengetahuan, pengelaman dan kompetensi yang baik akan mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik, karena dengan cara pendidik menyampaikan materi dengan berbagai metode akan memberikan stimulus terhadap peserta didik. Ketika stimulus itu dilakukan dan diterima secara terus menerus oleh peserta didik maka motivasi belajarpeserta didik akan semakin tinggi Sedangkan pendidik yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan komptenesi yang rendah akan mempengaruhi motivasi belajar peserta didik, Karena pendidik yang seperti itu akan melakukan pembelajaran dengan monoton yakni hanya menggunakan satu metode tanpa mengkolaborasikan metode-metode yang ada. Jika pembelajaran sudah monoton maka proses pembelajaran akan membosanka dan jika terus menerus seperti itu akan mengakibatkan timbulnya rasa malas untuk mengikuti pembelajaran sehingga motivasi belajar peserta didik semkain lama semakin menurun dan hilang (Arifin et al., 2022; Ning Mukaromah, 2019; Sari, 2018; Wahyono et al., 2020) 7. Pemerintah Pemerintah jga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar seorag anak, pemerintah yang memberikan kebijakanyang tepat akan mempermudah proses pendidikan, seperti yang telah terjadi pad sat Indonesia dilanda covid kegiatan belajar mengajar diliburkan, kegiatan belajar mengajar diganti menjadi DARING, pemberian dan pengerjaan tugas melalui online, pada kenyataannya seorang anak ketika sudah memegang hp akan lebih banyak bermainnya dari pada belajarnya, sehingga konsep pembelajaran yang seperti itu tidak maksimal. (Fitriayani, 2013; Fitriyani et al., 2020; Jusmawati et al., 2020; Lestari, 2020; Ningsih, 2020; Nugraheny & Mahasiswi, 2020; Zhafira et al., 2020) Hasil yang diperoleh adalah menurunnya motivasi belajar seorang anak, karena pada saat itu anak lebih suka bermain hp dan memang waktunya lebih banyak bermain hp dengan alasan DARING padahal sebenarnya bermain game Selain itu kebijakan pemerintah yang menyulitkan para pendidik dengan membuat silabus rpp dan perangkat pembelajaran lainnya juga mempengaruhi motivasi belajar seorang anak, guru yang dituntut untu berpegang pada pedoman pengajaran yang harus terselesaikan tidak akan mengabaikan perkembangan peserta didik, pendidik hanya akan focus pada target yang telah ditetapkan pemerintah dalam pendidikan sehingga anak yang belum paham dengan materi materinya akan semakin merasa malas belajar dan tidak ada perkembangan pemhaman sama sekali (Asih Ria Ningsih, 2021; Cahyani et al., 2020; ISP, 2020; Jusmawati et al., 2020; Kholil, 2021; Khusniyah & Hakim, 2019; Tri Handayani, 2020) KESIMPULAN 1. Upaya orang tua memotivasi belajar anak yaitu dengan kasih sayang, teladan, bimbingan, teguran, nasehat, doa dan bercerita orang sukses 2. Faktor yang mempengaruhi upaya orang tua memotivasi belajar adalah anak teman, teknologi, lingkungan, kondisi anak, keluarga, pendidik, dan pemerintah 10| Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris│ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits REFERENSI Arifin, Z., Surindra, B., Irmayanti, E., Afandi, T. Y., Lukiani, E. R. M., & Prastyaningtyas, E. W. (2022). Pendampingan Guru dalam Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi untuk Optimalisasi Pembelajaran. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 6(2), 486–496. https://doi.org/10.29407/ja.v6i2.17629 Asih Ria Ningsih, dkk. (2021). GURU SEBAGAI MENTOR PADA PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19. Jurnal Masyarakat Negeri Rokania, 2(1), 18–22. Aziza, F. N., & Yunus, M. (2020). Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak Pada MasaStudy From Home Selama Pandemi Covid 19. Konferensi Nasional Pendidikan. Azra, A. (n.d.). Esei-esei Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam. Cahyani, A., Listiana, I. D., & Larasati, S. P. D. (2020). Motivasi Belajar Siswa SMA pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19. IQ (Ilmu Al-Qur’an): Jurnal Pendidikan Islam. https://doi.org/10.37542/iq.v3i01.57 Darmayanti, R., In’am, A., Eriyanti, R. W., & Effendi, M. (2024). Development of 4C Skills and SelfEfficacy of High School Students through. Development of 4C Skills and Self-Efficacy of High School Students through" PIZZA" Paper Media in Mathematics Learning: A Control-Based Experimental Study (November 05, 2024). Fahriantini, E. (2016). Peranan Orang tua dalam Pengawasan Anak Pada Penggunaan Blackberry Messenger di Al Azhar Syifa Budi Samarinda. Ilmu Komunikasi, 4(4), 44–55. Fitriayani, A. T. dan. (2013). Pengaruh PEMBELAJARAN sistem DARING. Journal of Chemical Information and Modeling. Fitriyani, Y., Fauzi, I., & Sari, M. Z. (2020). MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMIK COVID-19. Profesi Pendidikan Dasar. https://doi.org/10.23917/ppd.v7i1.10973 Hamzah B. Uno. (2009). Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Hidayat, H. S. (2013). Pengaruh Kerjasama Orang Tua dan Guru Terhadap Disiplin Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kecamatan Jagakarsa - Jakarta Selatan. Jurnal Ilmiah Widya. Iftitah, S. L., & Anawaty, M. F. (2020). PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK DI RUMAH SELAMA PANDEMI COVID-19. JCE (Journal of Childhood Education). https://doi.org/10.30736/jce.v4i2.256 ISP, S. M. D. (2020). PERAN ORANG TUA SEBAGAI GURU DI RUMAH PADA PEMBELAJARAN DARING DI SD NEGERI KEBONROMO 3 SRAGEN SELAMA PANDEMI COVID-19 [UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA]. http://eprints.ums.ac.id/87038/1/ Juliansyah Noor. (2001). Metodelogi Penelitian. Kencana Prenada Media Group. Jusmawati, J., Satriawati, S., & Sabilah, B. (2020). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Daring Terhadap Minat. Jurnal Kajian Pendidikan Dasar. Kholil, A. (2021). Kolaborasi Peran serta Orang Tua dan Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Daring. Jurnal Pendidikan Guru. https://doi.org/10.47783/jurpendigu.v2i1.191 Khusniyah, N. L., & Hakim, L. (2019). EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS DARING: SEBUAH BUKTI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS. Jurnal Tatsqif. https://doi.org/10.20414/jtq.v17i1.667 Lestari, M. D. (2020). Peran Orang Tua Siswa Sekolah Dasar Dalam Proses Pembelajaran Daring Selama Wabah Covid-19. Academia.Edu. Mahmud Gunawan dkk. (2013). Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga. Mawarsih, S. E., Susilaningsih, & Hamidi, N. (2013). Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri Jumapolo. Jupe Uns, 1(3), 1–13. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,Dan R&D, Alfabeta, cv. ___ (2016). Muhlis, M. (2019). Dimensi Syirik Dalam Konteks Privatisasi Beragama Islam. Pancawahana, 14(2), 114–122. Mulyasih, P. S., & Suryani, N. (2016). Pengaruh disiplin belajar, lingkungan keluarga, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran pengantar administrasi. Economic Education Analysis Journal, 5(2), 602–615. Ning Mukaromah. (2019). PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI DAN MOTIVASI | 11 Ashlach : Journal of Islamic Education Muhammad Muhlis, Akhmad Saifulloh Az, Haidar Idris │ Upaya Orang Tua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar A-qur’an Hadits BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA TERPADU BUMI DARUN NAJAH LEKOK PASURUAN. Tarbawi, Jurnal Studi Pendidikan Islami, 07(02), 35. http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/tarbawi/article/view/3488 Ningsih, S. (2020). Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid19. JINOTEP (Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pembelajaran): Kajian Dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran. https://doi.org/10.17977/um031v7i22020p124 Nugraha, A., & Rahman, F. A. (2017a). Strategi Kolaborasi Orangtua Dengan Konselor Dalam Mengembangkan Sukses Studi Siswa. Jurnal Konseling GUSJIGANG. Nugraha, A., & Rahman, F. A. (2017b). Strategi Kolaborasi Orangtua Dengan Konselor Dalam Mengembangkan Sukses Studi Siswa. Jurnal Konseling GUSJIGANG, 3(1). Nugraheny, A. R., & Mahasiswi. (2020). Peran teknologi, guru dan orang tua dalam pembelajaran daring di masa pandemi. Peran Teknologi, Guru Dan Orang Tua Dalam Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi. Safitri, F., & Yuniwati, C. (2019). Pengaruh Motivasi dan Dukungan Keluarga terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II Prodi D-III Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 2(2), 154. https://doi.org/10.33143/jhtm.v2i2.248 Sardiman, A. . (2004). Interaksi dan Motivasi Belajar. Sari, N. (2018). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Lampung. Journal of Social Science Education, 4(1), 39–52. https://ejournal.metrouniv.ac.id/index.php/social-pedagogy/article/view/6612/3245 Satori Djam’an, K. A. (2009). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Shaleh, M. (2016). Pengaruh Motivasi, Faktor Keluarga, Lingkungan Kampus Dan Aktif Berorganisasi Terhadap Prestasi Akademik. Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA, 4(2), 109–141. https://doi.org/10.21580/phen.2014.4.2.122 Simanullang, H., Wahjoedi, W., & Ari, S. (2017). Peran Lingkungan Keluarga Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Peran Lingkungan Keluarga Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. In Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Kerjasama Direktorat Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud 2016., 1–9. Subarto. (2020). Momentum Keluarga Mengembangkan Kemampuan Belajar Peserta Didik Di Tengah Wabah Pandemi Covid-19. Adalah: Buletin Hukum Dan Keadilan. Subianto, J. (2013). PERAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BERKUALITAS. Edukasia : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam. https://doi.org/10.21043/edukasia.v8i2.757 Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Sukiman, S. (2016). Menjadi Orang Tua Hebat. Tri Handayani. (2020). Peran Orang Tua dalam Membimbing Anak Pada Pembelajaran Daring Tahun 2019/2020. http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/ Wahyono, P., Husamah, H., & Budi, A. S. (2020). Guru profesional di masa pandemi COVID-19: Review implementasi, tantangan, dan solusi pembelajaran daring. Jurnal Pendidikan Profesi Guru. Zhafira, N. H., Yenny, E., & Chairiyaton. (2020). Daring Sebagai Sarana Pembelajaran Selama Masa Karantina Covid-19. Jurnal Bisnis Dan Kajian Strategi Manajemen. 12|