Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Siswa Dalam Mendukung Profil Siswa Pancasila Di SDN Sumbersari 2 Malang Mujtahid *1 Ali Hasan Assidiqi 2 Dini Sadiyah 3 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,? INDONESIA Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,? INDONESIA Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang,? INDONESIA Korespondensi* : mujtahid@pai.uin-malang.ac.id; Telp: +62882009332044 Info Artikel Abstrak Riwayat artikel: Submit: Juni 10, 2023 Review: September 12, 2023 Publish: Oktober 25, 2023 Pada era modern saat ini karakter merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap manusia untuk menghadapi tantangan dan kemajuan di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan saat ini permasalahan karakter khususnya generasi muda masih tergolong tinggi. Sekolah menjadi salah satu kunci dalam menanamkan nilai-nilai karakter khususnya bagi guru pendidikan agama Islam. Hal ini juga sesuai dengan amanat kurikulum mandiri dalam upaya membangun karakter. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai karakter peserta didik dalam mendukung profil siswa Pancasila di SDN Sumbersari 2 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara dengan guru agama dan peserta didik serta observasi langsung. Hasil yang diperoleh adalah peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik dapat melalui kegiatan kelompok, pembelajaran, dan kegiatan sekolah baik harian maupun beberapa kali. Metode yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai karakter dapat melalui metode keteladanan, metode nasihat, metode demonstrasi, dan metode diskusi serta metode pembelajaran di luar kelas dan sekolah. Faktor pendukung dalam menanamkan nilai-nilai karakter adalah adanya sarana dan prasarana yang mendukung serta kualitas diri yang kuat dan kualitas dukungan orang tua terhadap anak sehingga sekolah dan keluarga saling mendukung dalam membentuk karakter siswa yang baik di masa mendatang. Kata Kunci : Guru Agama; Karakter Siswa; Peran PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang harus dimiliki oleh manusia. Pendidikan merupakan suatu upaya berupa pengajaran, pelatihan, dan bimbingan untuk menyiapkan peserta didik di masa mendatang, namun tidak hanya nilai-nilai pendidikan umum saja tetapi juga disertai dengan penanaman nilai-nilai karakter sejak dini (Pandia & Drew, 2023; Yusuf & Choirudin, 2024). Fungsi dan tujuan pendidikan nasional menurut Undang-Undang Sidiknas merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan usaha pendidikan di Indonesia. Pasal 3 Undang-Undang Sidiknas menyebutkan, "Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Anhar et al., 2023; Zamzam, Usmiyatun, Suharsiwi, ..., et al., 2023). Akan tetapi di era modern ini karakter generasi muda sudah mengalami kemerosotan dan tantangan zaman juga semakin maju (Yusuf & Choirudin, 2024; Zamzam, Usmiyatun, Suharsiwi, & ..., 2023). Hal ini dapat dibuktikan dengan salah satu contoh tindak kekerasan di Indonesia yang dilakukan oleh remaja, 50% nya dilakukan oleh remaja. Kemudian banyak juga remaja yang sudah berani melakukan seks bebas sehingga ada yang hamil di luar nikah. Hal ini dikarenakan selain minimnya ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter, mereka juga kurang mampu menghadapi hal-hal negatif dari tantangan zaman sekarang. Oleh karena itu, pendidikan karakter bagi remaja khususnya pelajar sangatlah penting dan diperlukan. Pendidikan karakter dilaksanakan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang merupakan nilai-nilai dasar yang diterapkan misalnya di sekolah (Haanurat, 2023; Suharsiwi et al., 2023). Setiap manusia dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan atau perkembangan, baik perubahan yang bersifat nyata atau menyangkut perubahan fisik, maupun perubahan yang bersifat abstrak atau perubahan yang berkaitan dengan aspek psikologis. Perubahan tersebut diaplikasikan dalam penerapan nilai-nilai karakter di dalam kelas (Ahmatika, 2023; Sugandi et al., 2020). Kedudukan pendidikan karakter sangat vital dalam membentuk manusia, ketika manusia yang memiliki kecerdasan intelektual paling tinggi tidak akan bermanfaat positif apabila tidak memiliki kecerdasan afektif emosional, sosial dan spiritual (Hayati & Setiawan, 2022; Zamzam, Usmiyatun, Suharsiwi, ..., et al., 2023). Untuk itu, menuju Indonesia yang lebih baik tentunya tidak hanya dibutuhkan manusia yang cerdas saja, tetapi juga dibutuhkan manusia yang memiliki nilai dan moral, mental tangguh, disiplin, mandiri, bertanggung jawab dan sebagainya (Ali Hardiyanti et al., 2020a; Hayati & Setiawan, 2022). Oleh karena itu upaya perbaikan proses dan 3 pembelajaran sangat penting sehingga dalam pembinaan kepribadian siswa diperlukan suatu bentuk strategi pendidikan yang mempunyai misi untuk membentuk kepribadian siswa serta pendidikan nilai dan karakter. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh pihak sekolah, P5 atau yang dikenal dengan proyek pemantapan siswa Pancasila di SDN Sumbersari 2 selalu dilaksanakan, termasuk bagi guru agama. Dimana guru agama selalu berkolaborasi dengan seluruh guru, termasuk guru kelas, dalam menanamkan nilai-nilai karakter, baik dari tujuan nasional ataupun tujuan karakter dalam profil siswa Pancasila. Oleh karena itu, dalam hal ini peneliti tertarik untuk membahas tentang Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai Karakter Siswa dalam Mendukung Profil Siswa Pancasila di SDN Sumbersari 2 Malang. Beberapa penelitian sejenis telah dilakukan seperti: 1) Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik (Irmawati et al., 2024); 2) Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum Mandiri di SMK Bina Patria 2 Sukoharjo (Hayati & Setiawan, 2022); 3) Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Peserta Didik Kelas V di Sdn 3 Adipuro (Prasetyono et al., 2020); 4) Peran Guru Pendidikan Agama Islam dan Etika dalam Membentuk Kepribadian Peserta Didik SMK Al-Bana Cilebut Bogor (Rivai, 2021); 5) Fungsi dan Peran Guru Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Disiplin Pelaksanaan Shalat Berjamaah Peserta Didik (Hidayati & Zulandri, 2021). Dari kelima penelitian di atas, kami menemukan bahwa belum ada pembahasan terkait karakter dalam mendukung profil siswa Pancasila di SDN Sumbersari 2 Malang. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas hal ini dari sudut pandang guru agama Islam. KAJIAN TEORI Peran Guru Agama Islam Guru Agama Islam berperan sebagai pendidik dan pengajar yang bertanggung jawab untuk menyampaikan pengetahuan tentang ajaran-ajaran Islam kepada siswa (Humammi et al., 2024; Zamzam, Usmiyatun, Suharsiwi, ..., et al., 2023). Mereka harus memastikan bahwa pembelajaran agama Islam disampaikan dengan cara yang dapat dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa (Arifin et al., 2023; Hotimah & Hasyim, 2024). Guru Agama Islam juga berperan sebagai pembimbing akhlak. Mereka bertugas untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika Islam kepada siswa. Ini termasuk mengajarkan pentingnya kejujuran, kesabaran, hormat, dan toleransi. Sebagai sosok yang dihormati, guru Agama Islam harus menjadi teladan dalam tingkah laku dan perbuatan sehari-hari. Mereka diharapkan dapat menunjukkan sikap dan karakter yang sesuai dengan ajaran Islam, sehingga dapat menjadi panutan bagi siswa. Guru Agama Islam sering kali berperan sebagai konselor spiritual bagi siswa. Mereka memberikan bimbingan dan dukungan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, serta membantu siswa memahami dan menghadapi masalah dengan pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Nilai Nilai Karakter Nilai-nilai karakter adalah prinsip-prinsip moral dan etika yang menjadi dasar bagi seseorang dalam bertindak dan bersikap (Ali Hardiyanti et al., 2020b; Susanto et al., 2022). Nilai-nilai ini membentuk kepribadian dan mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain dan menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan. Berikut adalah beberapa nilai karakter yang penting: 1) Kejujuran; 2) Tangung Jawab; 3) Hormat; 4) Kerja Sama; 5) Tanggung Jawab; 6) Toleransi; 7) Keadilan; 8) Kepedulian. Profil Pelajar Pancasila Profil Pelajar Pancasila merupakan upaya untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila (Sakir, 2024; Zamzam, Usmiyatun, Suharsiwi, ..., et al., 2023). Pelajar Pancasila adalah pelajar yang mengintegrasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap aspek kehidupannya. Peran Pendidikan Berkarakter Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam sistem pendidikan yang bertujuan untuk membentuk kepribadian dan moral peserta didik. Melalui pendidikan karakter, siswa diajarkan nilai-nilai etika dan moral yang menjadi landasan untuk bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari (Hayati & Setiawan, 2022). Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, kerjasama, dan kepedulian. Dengan demikian, pendidikan karakter membantu siswa menjadi individu yang berintegritas, yang mampu mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip moral yang kuat (Ali Hardiyanti et al., 2020b; Warsito & Saleh, 2019). Selain itu, pendidikan karakter juga memainkan peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dan damai, dimana setiap individu menghargai perbedaan dan bekerja sama untuk mencapai kesejahteraan bersama. Walaupun tantangan dalam penerapannya cukup besar, peran pendidikan karakter tetap menjadi pilar utama dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Integrasi Nilai Nilai Agama dan Pancasila Integrasi nilai-nilai agama dan Pancasila merupakan upaya strategis dalam membentuk individu yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia. Nilai-nilai agama, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian, selaras dengan nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan. Dalam praktiknya, integrasi ini terlihat dalam kehidupan sehari-hari di mana individu diharapkan untuk tidak hanya memiliki keimanan yang kuat, tetapi juga menghormati keragaman dan bekerja sama untuk kesejahteraan bersama. Pendidikan menjadi sarana utama dalam menanamkan nilai-nilai ini kepada generasi muda, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi warga negara yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana dalam bertindak dan bersikap. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai agama dan Pancasila dapat membangun masyarakat yang harmonis, damai, dan berkeadilan, di mana setiap individu saling menghormati dan bekerja sama demi kemajuan bangsa. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Pendekatan deskriptif merupakan pendekatan yang memungkinkan peneliti untuk menguraikan dan juga menginterpretasikan hasil yang dibahas secara terperinci. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif menurut Kirk dan Miller dalam buku Qualitative Research Methodology karya Lexy J Moleong mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai suatu tradisi tertentu dalam ilmu-ilmu sosial yang pada dasarnya bergantung pada pengamatan manusia baik dalam wilayahnya maupun dalam istilahnya Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti mencoba menjelaskan atau mendeskripsikan hasil penelitian tentang peran guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai karakter peserta didik untuk mendukung program kurikulum merdeka, khususnya terkait dengan P5 (Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila). Lokasi penelitian berada di SDN Sumbersari 2 Malang. Sumber data yang digunakan adalah data primer melalui wawancara dan observasi langsung kepada Guru Agama dan juga beberapa siswa kelas V dan VI. Sedangkan sumber data pendukung adalah arsip, buku-buku, termasuk dokumentasi dan laporan sekolah, dan lain-lain. Metode analisis yang digunakan adalah Matthew B. Miles dan Michael Huberman yang merupakan pakar pendidikan dari University of Geneva, Swiss yang meliputi: reduksi data terkait dengan hasil wawancara dan observasi langsung, penyajian data sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini yang nantinya akan membentuk suatu penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan kata-kata sebagai pengganti angka. Data dalam penelitian dikumpulkan berdasarkan hasil wawancara semi terstruktur dan diolah melalui pencatatan, perekaman, dan pengetikan, namun analisis tersebut tetap menggunakan kata-kata yang kemudian diucapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Dalam Menanamkan Nilai Karakter Pada Peserta Didik Pembentukan karakter pada siswa bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu diperlukan suatu metode atau cara yang baik agar guru dapat dengan mudah membentuk karakter siswa dalam kehidupannya. Metode merupakan suatu cara yang teratur dan dipikirkan secara matang untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Soleh et al., 2020; Sumartini & Maretha, 2020). Upaya yang dilakukan dengan beberapa cara antara lain: Metode Teladan Pendidikan dengan keteladanan artinya pendidikan dengan keteladanan, baik berupa perilaku, sifat, cara berpikir dan sebagainya (Wagai, 2021; Zamzam, Usmiyatun, Suharsiwi, ..., et al., 2023). Teladan dalam pendidikan merupakan cara yang paling menentukan keberhasilan dalam menyiapkan dan membentuk sikap, perilaku, akhlak, spiritual dan sosial anak. Hal ini karena pendidikan merupakan contoh yang terbaik dalam pandangan anak yang akan ditirunya dalam segala tindakan, baik disadari maupun tidak. Hal ini diungkapkan oleh guru PAI Bapak Ali yang mengatakan bahwa: "Menanamkannya dengan mengajarkan tutur kata yang baik dan santun, misalnya berbicara kepada guru, orang tua, atau teman." Hal ini diperkuat dengan pernyataan beberapa siswa kelas yang menjadi responden. Husein mengatakan bahwa: "Misalnya mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, tidak sombong kepada teman, harus menghargai orang lain yang berbeda pendapat, dan saling membantu". Berdasarkan hasil pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam adalah melalui metode keteladanan atau dapat dilakukan sebagai upaya penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Hal ini sesuai dengan Al-Qur'an bahwa keteladanan merupakan salah satu hal yang perlu dicontoh baik itu dari sebuah film, dari sebuah video atau pun dari seorang guru yang mengajar agar nantinya dapat ditiru oleh peserta didik. Dan orang tua juga menjadi panutan disini karena selain dari sekolah, keluarga juga menjadi contoh bagi anak. Maka tidak heran sebagaimana salah satu peserta didik mengatakan bahwa dirinya selalu mengikuti ibunya baik dalam belajar untuk materi sekolah maupun dalam prestasinya. "Dulu ibu saya suka belajar dan di rumah banyak piala ibu, jadi saya ingin terus belajar dan juga bisa meraih juara," tutur Aqila (kelas V). Metode Konsultasi Peran guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai karakter di SD Negeri 2 Sumbersari dilakukan melalui proses kegiatan belajar mengajar dengan metode nasehat. Dengan metode nasehat ini bertujuan untuk mengingatkan seseorang tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang harus dihindari karena segala macam perbuatan pasti ada sanksi dan akibatnya (Bauer, 2019; Jackson, 2020). Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh guru PAI mengatakan bahwa: "Sebelum memulai proses pembelajaran, selalu diawali dengan doa. Mereka juga diajarkan untuk berbakti kepada orang tua, menaati perkataan mereka." Hal ini diperkuat dengan pernyataan salah seorang siswa kelas V yang menjadi responden. Hasan mengatakan bahwa: "Pak Ali selalu mengajarkan kisah-kisah yang menarik, baik kisah yang berkaitan dengan nabi maupun kisah yang berkaitan dengan masa kini. Misalnya terkait dengan pemulung, orang minta-minta dan lain sebagainya. Dimana Pak Ali mengajarkan untuk menolong dan juga menjadi pemimpin yang baik" Metode Demonstrasi Peran guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter dapat dilakukan melalui metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu makna atau memperlihatkan bagaimana suatu proses pembentukan karakter berlangsung pada diri siswa (Freeman et al., 2020; Lhoest, 2021). Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh guru PAI yang mengatakan bahwa: "Metode yang digunakan adalah demonstrasi, misalnya penerapan tata cara shalat, wudhu. Dengan metode demonstrasi ini siswa semakin memahami tata cara shalat dan wudhu yang benar sesuai tuntunan syariat Islam sehingga nilai karakter religius dapat melekat pada diri siswa." Hal ini diperkuat dengan pernyataan beberapa siswa kelas V yang menjadi responden. Iqbal mengatakan bahwa: "Contohnya kalau pinjam buku atau pulpen harus dikembalikan, tidak boleh ngobrol waktu belajar, tidak boleh buang sampah pada tempatnya". Metode Diskusi Dengan memanfaatkan metode diskusi ini, guru PAI dapat mengajarkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada siswa dengan memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk memecahkan masalah, membantu siswa agar terbiasa mengemukakan pendapat, menciptakan suasana yang lebih santai dan informal namun tetap terarah (Aji, 2020; Riadi et al., 2024). Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh guru PAI, Bapak Ali yang mengatakan bahwa: "Metode diskusi misalnya dalam proses pembelajaran, siswa diajarkan untuk memiliki karakter pekerja keras dalam arti siswa dapat menyelesaikan kendala atau permasalahan dalam tugas dengan sebaik-baiknya." Dengan penerapan metode diskusi ini diharapkan peserta didik lebih bebas mengemukakan pendapat, mampu memecahkan masalah secara bersama-sama, selain itu dapat mendorong peserta didik untuk berfikir kritis dan membiasakan peserta didik untuk mendengarkan pendapat orang lain walaupun berbeda dengan pendapatnya sendiri serta bersikap toleran. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti, guru Pendidikan Agama Islam membentuk karakter peserta didik dengan beberapa metode yaitu metode keteladanan, metode Nasehat, metode demonstrasi, metode diskusi. Hal tersebut diperkuat dengan beberapa pernyataan peserta didik bahwa mereka senang ketika ada tugas diskusi apalagi ketika ada pembuatan karya dan pemecahan masalah. Karena memberikan dampak yang positif dan juga pembelajaran yang lebih menyenangkan. "Saya suka berdiskusi karena saya lebih bersemangat untuk belajar dan punya banyak teman" kata Jein "Kalau disuruh pilih suka berdiskusi dan nonton film karena lebih menarik" kata Aini Pembelajaran di luar kelas termasuk kegiatan P5 Hal yang menarik disini selain guru PAI dan hasil kerjasama dengan guru-guru lain di SDN Sumbersari 2 Malang banyak sekali kegiatan yang sifatnya pembelajaran di luar. Salah satunya seperti semester ini dimana kelas 1-3 melaksanakan kegiatan pembelajaran dan praktik P5 di Blitar termasuk di masjid agung yang di dalamnya terdapat bagian seperti di Makkah. Dimana siswa diajarkan terkait adab dan pembelajaran seperti di Makkah termasuk praktik yang lain. Kelas 4-6 melakukan kegiatan di museum umbul-umbul. Dimana disana siswa mengenal budaya dan juga perilaku umbul-umbul seperti pada masa lampau sehingga mampu menjadi salah satu wayang yang harus ditiru oleh siswa. Hal ini dimaksudkan selain sebagai kewajiban sebagaimana yang diarahkan dalam kurikulum mandiri, juga sebagai bentuk bekal dan hiburan bagi anak agar mereka senang dalam belajar dan dapat meningkatkan serta menanamkan karakter yang lebih baik. Faktor pendukung dan penghambat Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter dalam membentuk karakter siswa menjadi lebih baik, pasti ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor pendukung. Berikut ini beberapa hal yang mempengaruhi pelaksanaan di SDN Sumbersari 2 Malang: Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang mendukung dapat menjadi faktor pendukung dalam menanamkan nilai-nilai karakter (Sakir, 2024; Yusuf & Choirudin, 2024). Misalnya sarana yang memadai seperti kebersihan tempat wudhu, tersedianya perlengkapan sholat seperti mukenah, sarung, peci dan sajadah yang bersih. Sarana-sarana tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dalam praktik sholat. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh guru PAI, Bapak Ali mengatakan bahwa: "Harus ada faktor pendukung misalnya dengan menayangkan gambar pada layar proyektor tentang posisi sholat dan wudhu, agar siswa lebih memahami tata cara sholat yang benar. Selain itu kelengkapan sarana di Musholla membantu anak dalam praktik dan pembelajaran". Orang Tua dan Individu Hal ini tentunya merupakan salah satu kesalahan dalam pembelajaran di sekolah. Dimana diri sendiri dan orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan karakter di sekolah. Oleh karena itu, Guru PAI yang bekerja sama dengan seluruh guru di sekolah mengadakan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mendukung pembentukan karakter yang lebih efisien dan cepat. Bagi siswa secara individu selain pembelajaran, pihak sekolah juga melaksanakan berbagai kegiatan p5 atau yang dikenal dengan penguatan projek profil siswa pancasila dalam kurikulum mandiri. Dimana siswa di SDN Sumbersari melaksanakan berbagai kegiatan setiap minggu di dalam sekolah dan setiap semester di luar sekolah untuk mendukung pembentukan karakter. Demikian pula dengan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus juga ikut berpartisipasi dan tahun berikutnya juga diberikan pembekalan khusus untuk semua siswanya. Hal ini berkaitan dengan orang tua anak-anak, dan juga permohonan ketika anak-anak kecil sedang menghadapi masalah atau gangguan dalam masa magang, serta pembentukan dan sosialisasi dalam pendidikan anak-anak yang sehat ketika memasuki sekolah dan keluarga. aplikasi untuk pembentukan karakter Anak. Pada judul contoh pada tahun 2024, pembentukan dan sosialisasi terletak pada anak-anak yang tidak efektif oleh dokter Risa, psikolog, dan dokter. Hikmah juga mencakup fakta bahwa orang tua dan individu merupakan faktor utama kemajuan masa depan, dan mencakup budaya karakter anak-anak. KESIMPULAN Dari uraian dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik dapat melalui kegiatan kelompok, pembelajaran, dan kegiatan sekolah baik yang dilakukan setiap hari maupun beberapa kali. Metode yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai karakter dapat melalui metode keteladanan dari film, diri sendiri dan lingkungan, metode nasihat dalam film dan cerita lisan, metode demonstrasi, dan metode diskusi serta metode pembelajaran di luar kelas dan sekolah sebagaimana arahan kurikulum mandiri. Faktor pendukung dalam menanamkan nilai-nilai karakter yaitu adanya sarana dan prasarana yang mendukung serta kualitas diri yang kuat dan kualitas dukungan orang tua terhadap anak sehingga sekolah dan keluarga saling mendukung dalam membentuk karakter peserta didik yang baik di kemudian hari. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu dapat menganalisis seberapa besar pengaruh penerapan P5 pada kurikulum mandiri terhadap penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik. REFERENSI Ahmatika, D. (2023). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Handayani, 4(2). Aji, H. M. (2020). The effects of subjective norm and knowledge about riba on intention to use e-money in Indonesia. Journal of Islamic Marketing, 12(6), 1180-1196. https://doi.org/10.1108/JIMA-10-2019-0203 Ali Hardiyanti, R., Roza, Y., & Maimunah. (2020a). Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswan Di Tinjau Dari Self Confidence Siswa MTs. Jurnal Pendidikan Matematika APOTEMA, 7(1), 1. Ali Hardiyanti, R., Roza, Y., & Maimunah. (2020b). Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswan Di Tinjau Dari Self Confidence Siswa MTs. Jurnal Pendidikan Matematika APOTEMA, 7(1). Anhar, J., Darmayanti, R., & ... (2023). Pengaruh Kompetensi Guru Agama Islam Terhadap Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Di Madrasah Tsanawiyah. Assyfa Journal of Islamic .... https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/136 Arifin, Z., Saputra, A. B., & Jaenullah, J. (2023). Model Pembelajaran Berbasis Web (E Learning) Pada Pembelajaran PAI. Assyfa Journal of .... https://journal.assyfa.com/index.php/ajme/article/view/553 Bauer, B. (2019). Model uncertainty and simulated multispecies fisheries management advice in the Baltic Sea. PLoS ONE, 14(1). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0211320 Freeman, B., Higgins, K. N., & Horney, M. (2020). How Students Communicate Mathematical Ideas: An Examination of Multimodal Writing Using Digital Technologies. Contemporary Educational Technology, 7(4), 281-313. https://doi.org/10.30935/cedtech/6178 Haanurat, A. I. (2023). Problems of Investment Literacy and Utilization of Security Crowdfunding in Digital Age Through the Islamic Capital Market. Assyfa Journal of Multidisciplinary Education. https://journal.assyfa.com/index.php/ajme/article/view/498 Hayati, N., & Setiawan, D. (2022). Dampak Rendahnya Kemampuan Berbahasa dan Bernalar terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(5), 8517-8528. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3650 Hidayati, B. N., & Zulandri, Z. (2021). Efektifitas LKPD elektronik sebagai media pembelajaran pada masa pandemi covid-19 untuk guru di YPI Bidayatul Hidayah Ampenan. Jurnal Pengabdian Magister .... https://jppipa.unram.ac.id/index.php/jpmpi/article/view/668 Hotimah, L. H., & Hasyim, U. A. A. (2024). Implementasi Pendidikan Agama Islam Dalam Penanaman Akhlak Siswa Kelas V SD Negeri 4 Simbarwaringin. Assyfa Journal of Multidisciplinary Education. Humammi, H., Syafei, I., & Janah, S. R. (2024). Efektivitas Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Platfrom Merdeka Mengajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Pringsewu. Assyfa Journal of Islamic Studies. Irmawati, I., Mispani, M., & Amirudin, A. (2024). Guru Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pasca Pandemi Covid-19 Di SD Mutiara Bangsa School Pringsewu Lampung. Assyfa Journal of Islamic Studies. Jackson, S. D. (2020). Intersectional Experiences, Stigma-Related Stress, and Psychological Health Among Black LGBQ Individuals. Journal of Consulting and Clinical Psychology. https://doi.org/10.1037/ccp0000489 Lhoest, Q. (2021). Datasets: A Community Library for Natural Language Processing. EMNLP 2021 - 2021 Conference on Empirical Methods in Natural Language Processing: System Demonstrations, 175-184. Pandia, W. S. S., & Drew, A. (2023). Identifying and solving Islamic religious education challenges for special needs children. Assyfa Journal of Islamic Studies. https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/321 Prasetyono, H., Ramdayana, I. P., & ... (2020). Peningkatan kinerja guru SMK melalui lingkungan kerja dengan mengoptimalkan efektifitas kepemimpinan dan komitmen tugas. ... Jurnal Manajemen Dan .... https://journal-fip.um.ac.id/index.php/jmsp/article/view/2107 Riadi, S., Syefi'i, I., & Jannah, S. R. (2024). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Merdeka Belajar di SMPN 2 Semaka Kabupaten Tanggamus. Assyfa Journal of Multidisciplinary .... https://journal.assyfa.com/index.php/ajme/article/view/607 Rivai, A. (2021). Pengaruh pengawasan, disiplin dan motivasi terhadap kinerja guru. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen. Sakir, A. (2024). Esensi Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Profil Pelajar Pancasila. Assyfa Journal of Multidisciplinary Education. https://journal.assyfa.com/index.php/ajme/article/view/632 Soleh, E. R. A., Setiawan, W., & Haqi, R. (2020). Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Aktivitas Belajar Siswa Menggunakan Model Problem Based Learning. Prisma, 9(1), 1. https://doi.org/10.35194/jp.v9i1.798 Sugandi, A. I., Linda, L., & Bernard, M. (2020). Pengembangan Bahan Ajar Berbantuan Media Tubomatika Untuk Meningkatkan Kemampuan Abstraksi Matematis Siswa. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 9(3), 809. https://doi.org/10.24127/ajpm.v9i3.2918 Suharsiwi, S., Lestari, J. T., & Karim, S. (2023). Islamic content-based learning: Kindergarten illustrated narrative song" Lulu and Tom". Assyfa Journal of Islamic .... https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/331 Sumartini, S., & Maretha, V. (2020). Efektifitas Peer Education Method dalam Pencegahan HIV/AIDS terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja. repository.unar.ac.id. https://repository.unar.ac.id/jspui/handle/123456789/833 Susanto, N. C. P., Hartati, S. J., & Setiawan, W. (2022). Peningkatan Literasi Numerasi Dan Karakter Berpikir Kritis Siswa Sd Berbasis Etnomatematika. JIPMat, 7(2), 48-69. https://doi.org/10.26877/jipmat.v7i2.12534 Wagai, J. N. (2021). Erratum: Implementing WHO guidance on conducting and analysing vaccination coverage cluster surveys: Two examples from Nigeria (PLoS ONE (2021) 16:2 (e0247415) DOI: 10.1371/journal.pone.0247415). PLoS ONE, 16(6). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0253670 Warsito, & Saleh, H. (2019). ANALISIS ABSTRAKSI MATEMATIS MELALUI MATEMATISASI PROGRESIF DENGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI. SEMINAR NASIONAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA (SNP2M) 2019 UMT, 198-199. https://doi.org/10.37058/jarme.v2i2.1789 Yusuf, M., & Choirudin, C. (2024). PENGARUH POLA PARENTING ISLAMI DAN PEMAHAMAN AGAMA ORANGTUA TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL ANAK PADA KELUARGA .... Assyfa Journal of Islamic Studies. Zamzam, R., Usmiyatun, U., Suharsiwi, S., & ... (2023). Helping young children believe by exposing Asmaul Husna through learning media. Assyfa Journal of .... https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/335 Zamzam, R., Usmiyatun, U., Suharsiwi, S., ..., Asmawati, D., Aziz, I., Wijaya, A., Mubarok, M. Z., Subandi, M., Yusuf, M., ..., Pandia, W. S. S., Naim, M. A., ..., Anhar, J., Darmayanti, R., ..., Abidin, M. Z., Mispani, M., ... Guo, X. (2023). Problems of Investment Literacy and Utilization of Security Crowdfunding in Digital Age Through the Islamic Capital Market. Assyfa Journal of ..., 103. https://doi.org/10.1016/j.jag.2021.102493 Ashlach : Journal of Islamic Education Mujtahid, Ali Hasan Assidiqi, Dini Sadiyah ¦ Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Siswa Dalam Mendukung Profil Siswa Pancasila Di SDN Sumbersari 2 Malang Ashlach : Journal of Islamic Education Mujtahid, Ali Hasan Assidiqi, Dini Sadiyah ¦ Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Siswa Dalam Mendukung Profil Siswa Pancasila Di SDN Sumbersari 2 Malang 2| | 3 Journal of Islamic Education Vol. 01 No. 02 Oktober 2023 | Hal. 01-09 e-ISSN/p- ISSN : 2988-1285/2988-1277 https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/ashlach Hak cipta (c) 2025 Ashlach : Jurnal Pendidikan Islam. Karya ini dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 .