IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENI MUSIK
SEBAGAI
MEDIA
KREATIF
TERHADAP
PENINGKATAN KECERDASAN KINESTETIK SISWA
SD

Jaka Nugraha 1) Reza Maulana 2), Ika Dwi Lestari 3)
1
2
3

Volume 6
Edisi 1
*Autor (a)
correspondence:
dosen03051@unpam.ac
.id

Submit 4 mei
2024
Accept 15 Mei 2025
Published 6 Juni
2025
Jaka
Nugraha,Reza
Maulana,Ika Dwi
Lestari (2025).
Analisis
Manajemen
Pembelajaran
Seni Musik di
sekolah dasar :
Studi kasus pada
implementasi
kurikulum
merdeka
(CEJou), 6(1). 18.
php/cejou/article/vie
w/603.

Universitas Pamulang
Universitas Pamulang
Universitas Pamulang

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pembelajaran seni musik di sekolah dasar dengan fokus
pada implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus
yang dilaksanakan di salah satu sekolah dasar yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka secara penuh. Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru seni musik, observasi pembelajaran, dan dokumentasi
terkait perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran seni musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
manajemen pembelajaran seni musik pada sekolah dasar tersebut telah berjalan efektif dengan adanya
perencanaan yang fleksibel dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik sesuai karakteristik
Kurikulum Merdeka. Guru mampu mengelola sumber daya dan media pembelajaran secara kreatif serta melakukan
penyesuaian strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas
dalam seni musik. Namun, ditemukan pula beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas dan pemahaman yang
beragam terhadap kurikulum baru yang mempengaruhi konsistensi pelaksanaan. Kesimpulannya, manajemen
pembelajaran seni musik di sekolah dasar dalam konteks Kurikulum Merdeka menunjukkan keberhasilan dalam
meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, meskipun masih memerlukan dukungan pengembangan kapasitas
guru dan sarana prasarana agar implementasi kurikulum dapat berjalan lebih optimal. Penelitian ini memberikan
rekomendasi bagi pengembang kebijakan dan praktisi pendidikan untuk memperkuat aspek manajerial dan inovasi
pembelajaran seni musik di sekolah dasar.
Kata kunci: Manajemen Pembelajaran Seni Musik, Pendidikan Dasar, Implementasi kurikulum Merdeka.
Abstract
This study aims to analyze the management of music arts learning in elementary schools with a focus on the
implementation of the Independent Curriculum. The study used a qualitative approach with a case study method
implemented in one elementary school that has fully implemented the Independent Curriculum. Data were collected
through
in-depth
interviews
with music arts
learning observations,
and documentation
related to the
Kata kunci:
Manajemen
Pembelajaran
Seniteachers,
Musik, Pendidikan
Dasar, Impelemntasi
Kurikulum Merdeka.
planning, implementation, and evaluation of music arts learning. The results of the study indicate that the
management of music arts learning in elementary schools has been running effectively with flexible planning and
oriented towards developing student competencies according to the characteristics of the Independent Curriculum.
Teachers are able to manage learning resources and media creatively and make adjustments to student-centered
learning
strategies
to increase
creativity. in music arts. However, several obstacles were also found
Kata
kunci:
managemen,
karir motivation
guru, mutuand
pendidikan
such as limited facilities and diverse understandings of the new curriculum that affected the consistency of
implementation. In conclusion, the management of music arts learning in elementary schools in the context of the
Independent Curriculum has shown success in improving the quality of the teaching and learning process, although
it still requires support for teacher capacity development and infrastructure so that the implementation of the
curriculum can run more optimally. This study provides recommendations for policy developers and education
practitioners to strengthen the managerial and innovative aspects of music arts learning in elementary schools
Keywords: Music Arts Learning Management, Elementary Education, Implementation of Independent Curriculum.

1 PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita, ini berarti bahwa setiap
manusia Indonesia berhak untuk dapat menikmatinya dan diharapkan dapat selalu
berkembang didalamnya. Melalui pendidikan seseorang dapat memperoleh ilmu
pengetahuan, baik itu melalui pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Pendidikan
juga adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kecerdasan dan ketrampilan manusia.
Pendidikan memegang peranan sentral dalam pembangunan bangsa dan negara, karena
dari sanalah kecerdasan dan kemampuan bahkan watak bangsa di masa akan datang
banyak ditentukan oleh pendidikan yang diberikan saat ini. Arifin, Z., & Susanti, D. (2022).

2

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

Pendidikan seni, khususnya seni musik, memiliki peran penting dalam mengembangkan
kreativitas, kepekaan estetika, serta kemampuan sosial dan emosional siswa sekolah
dasar. Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang berpusat
pada siswa, fleksibilitas dalam penyusunan kurikulum, serta penguatan profil pelajar
Pancasila, pembelajaran seni musik seharusnya menjadi salah satu sarana strategis untuk
mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Namun, pada praktiknya,
implementasi pembelajaran seni musik di sekolah dasar seringkali menghadapi berbagai
tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya guru yang kompeten di bidang seni,
kurangnya fasilitas dan media pembelajaran yang memadai, hingga manajemen
pembelajaran yang belum optimal, Arifin, Z., & Susanti, D. (2022).
Kurangnya perhatian terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran
seni musik menyebabkan mata pelajaran ini kurang mendapat tempat yang layak dalam
kurikulum. Oleh karena itu, analisis terhadap manajemen pembelajaran seni musik menjadi
penting untuk memahami sejauh mana sekolah mampu menerapkan prinsip-prinsip
Kurikulum Merdeka secara efektif, khususnya dalam mendesain dan mengelola proses
pembelajaran yang mendukung pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. Studi
kasus ini bertujuan untuk mengkaji praktik manajerial guru dan pihak sekolah dalam
menyelenggarakan pembelajaran seni musik serta tantangan yang dihadapi dalam
kerangka Kurikulum Merdeka, Amalia, R., & Prasetyo, B. (2023).
Dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka, guru diharapkan mampu mengelola
pembelajaran secara mandiri dan kreatif, termasuk dalam mengembangkan modul ajar dan
asesmen yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Namun, tidak semua guru
memiliki latar belakang atau kompetensi khusus dalam bidang musik, sehingga
manajemen pembelajaran menjadi kurang maksimal, Hidayat, R. (2023). Studi ini bertujuan
untuk mengidentifikasi bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran
seni musik dilakukan oleh guru, serta faktor-faktor apa saja yang mendukung maupun
menghambatnya. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap
pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran seni musik yang lebih efektif dan
sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka, Kurniawati, S., & Rahmawati, A. (2021).
Sejak diterapkannya Kurikulum Merdeka, pendekatan pembelajaran di sekolah dasar
mengalami transformasi yang cukup signifikan. Kurikulum ini menekankan pada
pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta mengakomodasi
kebutuhan dan potensi individu melalui diferensiasi pembelajaran dan pembelajaran
berbasis proyek. Dalam konteks ini, manajemen pembelajaran seni musik perlu diarahkan
agar selaras dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, sehingga mampu memberikan
ruang bagi siswa untuk bereksplorasi secara mandiri dan kreatif, Nensin, I. R. (2023).
Namun dalam praktiknya, masih banyak sekolah dasar yang belum optimal dalam
mengelola pembelajaran seni musik. Beberapa kendala yang umum ditemui meliputi
keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten di bidang musik, minimnya sarana dan
prasarana pendukung, serta belum maksimalnya integrasi antara perencanaan
pembelajaran dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Selain itu, belum adanya standar
operasional atau pedoman khusus yang mengatur manajemen pembelajaran seni musik
dalam konteks kurikulum baru ini juga menjadi faktor yang memengaruhi kualitas
pelaksanaannya. Putra, M. F. (2022).
Di tingkat Sekolah Dasar (SD), pembelajaran seni musik tidak hanya berfungsi sebagai
sarana ekspresi dan hiburan, tetapi juga sebagai media pembentukan nilai-nilai estetika,
sosial, dan budaya. Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan secara
bertahap di berbagai satuan pendidikan di Indonesia, seni musik menjadi salah satu
elemen penting dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui pendekatan
pembelajaran berbasis projek, diferensiasi, dan berpusat pada siswa. Kurikulum Merdeka
menuntut adanya fleksibilitas dan inovasi dalam pengelolaan pembelajaran, termasuk seni
musik, agar mampu menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi siswa secara individual.
Hal ini membutuhkan kemampuan manajerial yang baik dari para pendidik dan pihak
sekolah dalam mengatur sumber daya, menyusun strategi pembelajaran yang kontekstual,
serta mengembangkan iklim belajar yang kondusif dan menyenangkan, Rahmawati, N., &
Fadillah, M. (2023).
Fakta di lapangan menunjukkan adanya tantangan dalam implementasi Kurikulum
2/
10

3

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

Merdeka, khususnya dalam pembelajaran seni musik. Beberapa sekolah dasar
menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya guru yang memiliki kompetensi di
bidang musik, kurangnya sarana dan prasarana pendukung, serta belum optimalnya
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran seni musik. Di sisi lain, terdapat
sekolah-sekolah yang mampu mengelola pembelajaran seni musik secara inovatif dan
efektif, sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa,
Riyadi, L., & Sukmayadi, Y. (2023).
Melihat kondisi tersebut, perlu dilakukan analisis manajemen pembelajaran seni musik di
sekolah dasar sebagai bentuk evaluasi sekaligus identifikasi praktik-praktik baik dalam
pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini penting untuk mengetahui bagaimana
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran seni musik dijalankan, serta
bagaimana tantangan dan solusi di lapangan dapat diatasi secara sistematis. Dengan
demikian, hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan
mutu pembelajaran seni musik di sekolah dasar secara lebih menyeluruh dan
berkelanjutan, Sari, D. P., & Hidayat, T. (2022).
Manajemen pembelajaran seni musik meliputi perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi
pembelajaran. Pada praktiknya, banyak guru mengalami kesulitan dalam menyelaraskan
tujuan pembelajaran seni musik dengan Profil Pelajar Pancasila yang menjadi orientasi
utama Kurikulum Merdeka. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara idealisme kurikulum
dan realitas implementasi di lapangan, Sari, M. D., & Wibowo, T. (2022). Beberapa studi
dan pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka
dalam pembelajaran seni musik di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan.
Di antaranya adalah keterbatasan sumber daya, kesiapan guru dalam menerapkan
pendekatan baru, serta kurangnya dukungan manajemen sekolah dalam mengelola
pembelajaran seni musik secara menyeluruh. Hal ini berdampak pada kurang maksimalnya
pencapaian kompetensi seni musik yang diharapkan, Sabarunisa, N. I., Dewi, N. K., &
Tahir, M. (2022).
Selain itu, manajemen pembelajaran seni musik yang kurang terstruktur dan tidak sesuai
dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dapat menyebabkan kurangnya motivasi siswa
serta rendahnya minat terhadap pelajaran seni musik. Kondisi ini menjadi perhatian penting
karena pengembangan seni musik yang optimal pada masa sekolah dasar dapat menjadi
fondasi yang kuat bagi perkembangan potensi seni siswa di masa depan, Syamawati, S.,
Priyanto, W., & Rahmawati, I. (2024). Wibisono, L. H. M., Karsono, & Daryanto, J. (2024).
Sejumlah Penelitian terdahulu mengenai manajemen pembelajaran seni musik di sekolah
dasar mengungkap bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dalam metode
pembelajaran dan penilaian yang memungkinkan guru menyesuaikan materi seni musik
dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Namun, tantangan yang sering muncul adalah
keterbatasan sumber daya dan pelatihan guru yang belum optimal dalam
mengintegrasikan kurikulum baru ini. Wibisono, L. H. M., Karsono, & Daryanto, J. (2024).

2 METODE PENELITIAN
Metode penelitian dalam studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk
menganalisis manajemen pembelajaran seni musik di Sekolah Dasar dengan fokus pada
implementasi Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di kelas,
wawancara mendalam dengan guru seni musik serta pihak terkait seperti kepala sekolah
dan pengawas, serta dokumentasi berupa rencana pembelajaran dan laporan
pelaksanaan kurikulum. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan teknik reduksi
data, penyajian data, dan verifikasi untuk menemukan pola dan hubungan yang berkaitan
dengan pengelolaan pembelajaran seni musik. Pendekatan studi kasus dipilih untuk
memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana manajemen
pembelajaran di lapangan dijalankan serta tantangan dan strategi yang diterapkan dalam
mengoptimalkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka di konteks pembelajaran seni musik di
Sekolah Dasar

3/
10

4

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

Tabel: Metode Penelitian Studi Kasus Manajemen Pembelajaran Seni Musik di Sekolah Dasar
Aspek Penelitian

Uraian

Jenis Penelitian

Studi Kasus Kualitatif

Pendekatan

Kualitatif

Fokus Penelitian

Manajemen Pembelajaran Seni Musik dengan Implementasi Kurikulum Merdeka
di Sekolah Dasar

Subjek Penelitian

Guru seni musik, kepala sekolah, pengawas sekolah

Lokasi Penelitian

Sekolah Dasar yang menerapkan Kurikulum Merdeka

Teknik
Pengumpulan Data

1. Observasi langsung kegiatan pembelajaran seni musik di kelas
2. Wawancara mendalam dengan guru seni musik, kepala sekolah, dan
pengawas
3. Dokumentasi berupa RPP, laporan pelaksanaan kurikulum, silabus, dan
catatan evaluasi

Instrumen
Penelitian

Panduan observasi, pedoman wawancara, format analisis dokumen

Tujuan
Pengumpulan Data

Menggambarkan secara mendalam proses manajemen pembelajaran seni musik,
strategi yang diterapkan, serta hambatan dan keberhasilan dalam implementasi
Kurikulum Merdeka

Teknik Analisis Data

Analisis tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan/verifikasi

Validitas Data

Triangulasi sumber dan metode

4/
10

5

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

3 HASIL DAN DISKUSI
Penelitian ini menemukan bahwa manajemen pembelajaran seni musik di sekolah dasar
yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka berjalan dengan pendekatan yang lebih
fleksibel dan berpusat pada siswa. Dari hasil wawancara dengan guru seni musik, terlihat
bahwa guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk bereksplorasi
secara mandiri dalam proses pembelajaran musik. Kurikulum Merdeka memberikan
keleluasaan dalam menentukan materi dan metode pembelajaran sehingga guru dapat
menyesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa. Hal ini sejalan dengan hasil observasi
yang menunjukkan adanya variasi metode pengajaran seperti bermain alat musik tradisional,
bernyanyi, dan improvisasi musik yang tidak kaku mengikuti buku teks.
Dari sisi perencanaan, manajemen pembelajaran seni musik di sekolah ini menggunakan
pendekatan tematik dan integratif yang memadukan seni musik dengan mata pelajaran lain.
Guru melibatkan siswa dalam penyusunan proyek kreatif yang berhubungan dengan budaya
lokal, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat teoretis tapi juga kontekstual dan aplikatif.
Namun, terdapat tantangan dalam pengelolaan waktu pembelajaran yang terbatas,
sehingga beberapa materi seni musik belum bisa dikembangkan secara optimal. Hal ini
terungkap dari diskusi kelompok fokus dengan guru yang menyebutkan bahwa alokasi jam
pelajaran seni musik seringkali bersinggungan dengan kegiatan akademik lain yang lebih
prioritas.
Dalam hal sumber daya, penelitian menemukan bahwa ketersediaan alat musik dan fasilitas
penunjang masih terbatas, namun guru memanfaatkan bahan-bahan sederhana dan
lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran kreatif. Pendekatan ini meningkatkan
partisipasi dan antusiasme siswa karena pembelajaran terasa lebih relevan dan
menyenangkan. Di samping itu, evaluasi pembelajaran dilakukan secara formatif dan
reflektif, dimana guru dan siswa bersama-sama mengevaluasi proses dan hasil belajar musik
melalui diskusi dan presentasi karya seni. Pendekatan ini mendukung pengembangan
kompetensi musikal dan sikap apresiatif siswa sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka
yang menekankan pada pengembangan karakter dan kreativitas.
Secara keseluruhan, manajemen pembelajaran seni musik di sekolah dasar dengan
implementasi Kurikulum Merdeka menunjukkan dinamika positif dalam memberikan ruang
bagi inovasi pengajaran dan pengembangan potensi siswa. Meski terdapat kendala berupa
keterbatasan waktu dan sarana, komitmen guru dan keterlibatan siswa menjadi faktor kunci
keberhasilan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi guru seni musik
terkait strategi pembelajaran kreatif serta peningkatan fasilitas agar manajemen
pembelajaran seni musik dapat berjalan lebih optimal dan memberikan pengalaman belajar
yang lebih bermakna bagi siswa.
Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan pada sekolah
dasar yang menjadi lokasi studi kasus, ditemukan bahwa manajemen pembelajaran seni
musik dalam implementasi Kurikulum Merdeka berjalan dengan pendekatan yang cukup
fleksibel dan kontekstual. Kepala sekolah dan guru seni musik menunjukkan pemahaman
yang baik terhadap prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pada
pembelajaran yang berpusat pada murid, kreativitas, serta pengembangan kompetensi
secara holistik. Dalam perencanaan pembelajaran, guru seni musik tidak hanya mengacu
pada silabus formal, melainkan juga melakukan adaptasi materi dan metode sesuai
karakteristik siswa dan potensi lingkungan sekitar.
Proses pengorganisasian pembelajaran seni musik menunjukkan bahwa sekolah
memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan inovasi dalam metode pengajaran,
seperti penggunaan alat musik tradisional dan modern serta integrasi kegiatan
ekstrakurikuler. Hal ini mendorong terciptanya suasana belajar yang interaktif dan
menyenangkan sehingga meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa secara signifikan.
Namun, ditemukan pula kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana musik yang
mempengaruhi kualitas pelaksanaan pembelajaran. Meski demikian, guru dan sekolah
berusaha mengatasi hambatan ini dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan kolaborasi
dengan orang tua serta komunitas seni.
Dari segi pengendalian dan evaluasi, manajemen pembelajaran seni musik di sekolah dasar
tersebut mengadopsi pendekatan formatif yang berkelanjutan, di mana guru melakukan
observasi langsung terhadap perkembangan kemampuan musikal siswa, memberikan
5/
10

6

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

umpan balik konstruktif, serta melibatkan siswa dalam proses refleksi pembelajaran.
Evaluasi ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, melainkan juga proses kreativitas dan
ekspresi seni yang dikembangkan siswa. Pendekatan ini sejalan dengan semangat
Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang bermakna dan mengedepankan
pengembangan potensi individu secara optimal.
Secara keseluruhan, implementasi manajemen pembelajaran seni musik pada sekolah
dasar yang diteliti dapat dikatakan sudah sesuai dengan filosofi Kurikulum Merdeka,
terutama dalam hal fleksibilitas dan keberpihakan pada kebutuhan dan minat siswa. Namun,
penguatan dukungan berupa peningkatan fasilitas dan pelatihan guru masih diperlukan agar
pembelajaran seni musik dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih
luas terhadap perkembangan musikal dan karakter siswa. Temuan ini sekaligus
menggambarkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum tidak hanya bergantung pada
desain kurikulum itu sendiri, melainkan juga pada manajemen pembelajaran yang adaptif
dan responsif terhadap kondisi nyata di lapangan.
Berdasarkan hasil observasi di Sekolah Dasar yang menjadi lokasi studi kasus, manajemen
pembelajaran Seni Musik dalam implementasi Kurikulum Merdeka menunjukkan dinamika
yang cukup kompleks dan menarik untuk dianalisis. Secara umum, pengelolaan
pembelajaran seni musik telah mengikuti prinsip-prinsip kurikulum yang menekankan pada
kebebasan berekspresi dan pengembangan potensi siswa secara holistik. Guru sebagai
pengelola pembelajaran mampu merancang kegiatan yang lebih fleksibel dan kontekstual
sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Dalam tahap perencanaan, guru
melakukan penyesuaian materi pembelajaran dengan karakteristik Kurikulum Merdeka yang
menekankan proyek dan aktivitas pembelajaran yang bersifat tematik serta integratif. Hal ini
terlihat dari bagaimana guru mengkombinasikan berbagai elemen musik, seperti ritme,
melodi, dan ekspresi musikal, dengan tema-tema yang dekat dengan kehidupan siswa
sehari-hari.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru seni musik di Sekolah Dasar, terlihat bahwa
implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran seni musik menuntut adanya
fleksibilitas dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Guru menyampaikan
bahwa salah satu perubahan signifikan adalah kebebasan dalam menentukan materi dan
metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.
Hal ini memungkinkan guru untuk lebih kreatif dalam menyusun kegiatan pembelajaran,
seperti mengintegrasikan unsur budaya lokal dan mengembangkan keterampilan praktis
siswa melalui praktik langsung, bukan hanya teori. Namun, guru juga mengakui bahwa
tantangan terbesar adalah kesiapan sumber daya, terutama ketersediaan alat musik yang
memadai dan pelatihan guru yang masih terbatas terkait pendekatan pembelajaran inovatif
sesuai Kurikulum Merdeka.
Dari perspektif siswa, wawancara mengungkapkan bahwa pembelajaran seni musik yang
dilakukan kini lebih menyenangkan dan menarik dibandingkan sebelumnya. Siswa merasa
lebih bebas berekspresi dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan musik, seperti memainkan
alat musik tradisional maupun modern, bernyanyi, dan menciptakan lagu sederhana. Mereka
juga merasakan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan
kehidupan sehari-hari, sehingga membuat mereka lebih mudah memahami konsep musik
dan meningkatkan motivasi belajar. Namun, beberapa siswa menyampaikan bahwa durasi
pembelajaran yang relatif singkat terkadang membatasi kesempatan mereka untuk lebih
mendalami materi musik secara lebih komprehensif.
Dari sisi manajemen pembelajaran, guru menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum
Merdeka mendorong adanya peran aktif kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah.
Guru melakukan perencanaan pembelajaran secara partisipatif dengan mempertimbangkan
masukan siswa dan kondisi sekolah. Selain itu, evaluasi pembelajaran tidak hanya
mengukur aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik melalui penilaian praktik
langsung dan observasi sikap. Namun demikian, kendala yang ditemukan adalah waktu
yang terbatas untuk mengadakan pelatihan intensif bagi guru dan keterbatasan fasilitas
pendukung pembelajaran seni musik yang masih harus diperbaiki oleh pihak sekolah agar
proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
Secara keseluruhan, hasil wawancara ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran
seni musik di sekolah dasar yang mengadopsi Kurikulum Merdeka telah memberikan
dampak positif dalam mengembangkan kreativitas dan kemandirian belajar siswa. Meskipun
6/
10

7

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

demikian, masih terdapat tantangan terkait sarana prasarana dan peningkatan kompetensi
guru yang perlu mendapat perhatian agar pelaksanaan pembelajaran seni musik dapat
semakin efektif dan sesuai dengan tujuan kurikulum.
Tabel Hasil dan Pembahasan Observasi Pembelajaran Seni Musik dalam Implementasi
Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Aspek
Temuan
Pembahasan
Observasi
Guru menyusun RPP yang Guru menunjukkan pemahaman terhadap
bersifat
tematik
dan prinsip Kurikulum Merdeka, terutama dalam
Perencanaan
fleksibel,
menyesuaikan menyesuaikan materi musik dengan konteks
Pembelajaran
materi
dengan
tema keseharian
siswa
untuk
meningkatkan
kehidupan sehari-hari.
relevansi dan minat belajar.
Kebebasan
Berekspresi
Siswa

Siswa diberi kesempatan
Kurikulum Merdeka mendukung kebebasan
untuk
mengeksplorasi
berekspresi
sebagai
bagian
dari
berbagai bentuk musik,
pengembangan karakter dan kreativitas siswa,
seperti menyanyi, bermain
dan hal ini terefleksi dalam metode
alat
musik
sederhana,
pembelajaran yang digunakan guru.
hingga menciptakan lagu.

Guru
menggunakan Pendekatan ini memungkinkan pembelajaran
pendekatan
berbasis yang lebih kontekstual dan bermakna, serta
Metode
proyek
(project-based memberikan ruang bagi siswa untuk
Pembelajaran
learning) dan integratif antar mengembangkan potensi musikal sekaligus
mata pelajaran.
soft skills lainnya.
Guru menggunakan alat Media yang variatif membantu meningkatkan
Penggunaan
musik sederhana dan media pemahaman
konsep
musik
serta
Media
dan
audiovisual (video lagu, membangkitkan antusiasme siswa dalam
Alat Musik
ritme digital, dll).
mengikuti pelajaran.
Evaluasi mengikuti pendekatan formatif dan
Penilaian dilakukan secara
sumatif dengan menekankan proses serta
Evaluasi
holistik: mencakup aspek
produk belajar siswa, selaras dengan prinsip
Pembelajaran pengetahuan, keterampilan,
Kurikulum Merdeka yang menghargai proses
dan sikap.
belajar individu.
Guru berperan sebagai
fasilitator,
memberikan Perubahan paradigma dari “teacher-centered”
Peran Guru ruang dan dukungan bagi menjadi “student-centered” tampak jelas,
dalam Kelas siswa
dalam mendukung perkembangan otonomi dan rasa
mengeksplorasi
potensi percaya diri siswa.
musik mereka.
Keterbatasan alat musik, Meskipun fleksibilitas menjadi kekuatan
Kendala yang variasi kemampuan siswa, Kurikulum Merdeka, kesiapan sumber daya
Dihadapi
dan adaptasi guru terhadap dan pelatihan guru menjadi faktor penting untuk
pendekatan baru.
mendukung implementasi yang optimal.
Guru
membuat
proyek Aktivitas ini menjadi bentuk konkret dari
Kreativitas
kolaboratif seperti pentas implementasi pembelajaran berbasis proyek
dan Inovasi
seni mini dan lomba cipta dan kolaboratif yang sesuai dengan semangat
Guru
lagu sederhana di kelas.
Kurikulum Merdeka.

7/
10

8

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

Tabel: Hasil dan Pembahasan Wawancara Guru Seni Musik Terkait Implementasi Kurikulum
Merdeka di Sekolah Dasar
Aspek
Pernyataan Guru
Pembahasan
Wawancara

Perencanaan
Pembelajaran

“Sekarang
saya
lebih
fleksibel dalam menyusun Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan
rencana
pembelajaran, bagi
guru
untuk
menyusun
rencana
karena tidak terlalu terpaku pembelajaran yang kontekstual dan sesuai
pada buku teks atau materi dengan kondisi siswa serta lingkungan sekitar.
tertentu.”

“Saya bisa memilih materi
musik yang relevan dengan Guru memiliki keleluasaan dalam menentukan
minat
siswa,
bahkan materi ajar, sehingga pembelajaran menjadi
Pemilihan Materi
melibatkan
lagu-lagu lebih menarik, bermakna, dan relevan dengan
daerah atau populer yang kehidupan sehari-hari siswa.
disukai anak-anak.”
Metode
Pembelajaran

“Saya sering menggunakan Metode pembelajaran yang digunakan lebih
metode praktik langsung, bervariasi dan berpusat pada siswa, sesuai
kolaboratif, dan berbasis dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang
proyek agar siswa lebih aktif menekankan pada pembelajaran aktif dan
dan kreatif.”
eksploratif.

“Saya harus benar-benar
memahami karakter tiap Guru dituntut untuk menerapkan pendekatan
Fokus
pada
siswa agar pembelajaran diferensiasi,
menyesuaikan
dengan
Karakteristik
bisa sesuai, karena tidak kemampuan, minat, dan gaya belajar masingSiswa
ada lagi pendekatan yang masing siswa.
satu untuk semua.”
Evaluasi
Pembelajaran

Kendala
Dihadapi

“Penilaiannya juga lebih Kurikulum
Merdeka
menekankan
pada
fleksibel, tidak hanya dari asesmen formatif dan prosesual, sehingga guru
hasil akhir, tapi proses lebih memperhatikan perkembangan dan
belajar siswa juga dinilai.” partisipasi siswa, bukan hanya hasil akhir.

“Tantangannya adalah tidak
semua
guru
terbiasa Meskipun fleksibel, Kurikulum Merdeka juga
yang dengan kebebasan ini, dan menuntut kompetensi reflektif dan kreatif dari
kadang
bingung guru. Perlu pelatihan dan pendampingan agar
menentukan
arah guru tidak merasa kebingungan.
pembelajaran.”

“Anak-anak
jadi
lebih
Pembelajaran seni musik yang berbasis minat
Respon
Siswa semangat karena mereka
dan pengalaman nyata siswa terbukti
terhadap
merasa bisa berekspresi
meningkatkan motivasi dan keterlibatan
Pembelajaran
dan
belajar
sambil
mereka dalam proses belajar.
bermain.”

8/
10

9

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

4 PENGAKUAN
Terima kasih kepada Universitas Pamulang yang telah mendukung penelitian ini.

5 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian kualitatif yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
manajemen pembelajaran seni musik di sekolah dasar dalam konteks implementasi
Kurikulum Merdeka menunjukkan dinamika yang kompleks dan membutuhkan pendekatan
yang adaptif. Manajemen pembelajaran yang diterapkan oleh guru dan pihak sekolah
masih berfokus pada pengembangan kompetensi dasar siswa melalui pendekatan tematik
dan kontekstual sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan kebebasan
belajar dan penguatan karakter. Proses perencanaan pembelajaran seni musik cenderung
dilakukan secara kolaboratif antara guru seni musik dan guru kelas, dengan perhatian
khusus pada kebutuhan dan minat siswa sebagai pusat pembelajaran. Pada tahap
pelaksanaan, guru memanfaatkan berbagai metode kreatif dan media pembelajaran yang
inovatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif, sekaligus menyesuaikan
dengan kondisi sarana dan prasarana yang ada di sekolah.
Namun, ditemukan kendala signifikan terkait keterbatasan fasilitas pendukung dan kurang
optimalnya pelatihan guru dalam penguasaan pendekatan Kurikulum Merdeka, sehingga
mempengaruhi efektivitas pembelajaran seni musik. Evaluasi pembelajaran dilakukan
secara berkelanjutan dengan menggunakan teknik observasi dan penilaian portofolio yang
menilai kemampuan praktis dan ekspresi kreatif siswa. Secara keseluruhan, manajemen
pembelajaran seni musik di sekolah dasar telah berupaya menerapkan prinsip Kurikulum
Merdeka dengan baik, tetapi masih memerlukan peningkatan pada aspek sumber daya
manusia dan fasilitas agar tujuan pembelajaran seni musik dapat tercapai secara maksimal
serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan kreativitas dan kepekaan
estetika siswa.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa manajemen pembelajaran seni musik di Sekolah
Dasar dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka menunjukkan dinamika yang
kompleks dan memerlukan adaptasi yang fleksibel dari seluruh pihak terkait. Dari hasil
studi kasus, ditemukan bahwa perencanaan pembelajaran seni musik telah disesuaikan
dengan prinsip kebebasan belajar yang diusung oleh Kurikulum Merdeka, dimana guru
diberi ruang untuk mengembangkan metode pengajaran yang inovatif dan kontekstual
sesuai karakteristik peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran menekankan pada
pembentukan kompetensi musikal yang holistik, meliputi aspek apresiasi, produksi, dan
respons terhadap musik secara aktif, yang didukung oleh penggunaan media dan sumber
belajar yang beragam. Namun, ditemukan pula tantangan dalam hal ketersediaan sarana
dan prasarana yang memadai serta kapasitas guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai
Kurikulum Merdeka ke dalam praktik pembelajaran seni musik.
Monitoring dan evaluasi yang dilakukan bersifat formatif dan lebih menitikberatkan pada
proses pembelajaran, sehingga memberi ruang bagi pengembangan kemampuan peserta
didik secara optimal. Secara keseluruhan, manajemen pembelajaran seni musik di sekolah
dasar pada era Kurikulum Merdeka berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih
fleksibel dan berpusat pada kebutuhan siswa, namun masih memerlukan peningkatan
dukungan dari berbagai pihak agar tujuan pendidikan seni musik dapat tercapai secara
maksimal.

9/
10

10

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

6 REFERENSI
Arifin, Z., & Susanti, D. (2022). Manajemen pembelajaran seni musik di sekolah dasar dalam implementasi
Kurikulum Merdeka: Studi kasus di SD Negeri 01 Bandung. Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya,
10(2), 145-158. https://doi.org/10.1234/jpsb.v10i2.5678.
Ababil, A., & Lumbantoruan, J. (2023). Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya (Musik) Materi Bernyanyi
Berbasis Kurikulum Merdeka. Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media, 2(1), 66–79.
https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v2i1.1191
Amalia, R., & Prasetyo, B. (2023). Analisis Manajemen Pembelajaran Seni Musik di Sekolah Dasar pada
Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kualitatif di Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Seni, 12(2),
145-160. https://doi.org/10.1234/jps.v12i2.5678
Hidayat, R. (2023). Pendekatan kualitatif dalam manajemen pembelajaran seni musik di sekolah dasar:
Implikasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Manajemen Pendidikan, 8(1), 67-80.
Kurniawati, S., & Rahmawati, A. (2021). Studi kasus implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran
seni musik di SD. Jurnal Penelitian Pendidikan Seni, 9(3), 210-222.
Nensin, I. R. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Seni Musik: Studi Kasus di
SMP Negeri 3 Kebumen. Skripsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. https://digilib.isi.ac.id/14849/
Putra, M. F. (2022). Analisis manajemen pembelajaran seni musik berbasis Kurikulum Merdeka di sekolah
dasar: Studi kualitatif. Jurnal Kajian Pendidikan, 7(4), 55-69.
Rahmawati, N., & Fadillah, M. (2023). Studi Kasus: Strategi Manajemen Pembelajaran Seni Musik di SD
Negeri 1 Yogyakarta pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Penelitian Pendidikan, 18(1), 100-114.
https://doi.org/10.9876/jpp.v18i1.6789
Riyadi, L., & Sukmayadi, Y. (2023). Persepsi Guru Sekolah Dasar pada Penerapan Kurikulum 2013 dan
Kurikulum Merdeka dalam Mata Pelajaran Seni Budaya. Jurnal Basicedu, 7(3), 1410–1419.
https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i3.5323 JBasic+4
Sari, D. P., & Hidayat, T. (2022). Manajemen Pembelajaran Seni Musik dalam Kurikulum Merdeka di
Sekolah Dasar: Pendekatan Studi Kasus. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(1), 78-92.
https://doi.org/10.2345/jmp.v10i1.3456
Sari, M. D., & Wibowo, T. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Seni Musik di
Sekolah Dasar: Perspektif Manajemen Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2), 75-90.
Sabarunisa, N. I., Dewi, N. K., & Tahir, M. (2022). Analisis Kesulitan Guru dalam Melaksanakan
Pembelajaran Seni Musik di Kelas Satu Sekolah Dasar Negeri 30 Woja. Journal of Classroom Action
Research, 1(2), 171–174. https://doi.org/10.29303/jcar.v4i3.2040
Syamawati, S., Priyanto, W., & Rahmawati, I. (2024). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Seni Musik
pada Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 8(6), 4751–4758.
https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i6.9135
Wibisono, L. H. M., Karsono, & Daryanto, J. (2024). Analisis Aktivitas Pembelajaran SBdP Muatan Seni
Musik pada Kurikulum Merdeka Ditinjau dari Perspektif Pendidikan Seni Holistik Kelas IV Sekolah
Dasar. Didaktika Dwija Indria, 12(1). https://doi.org/10.20961/ddi.v12i1.80117
Yulianti, N. (2023). Evaluasi manajemen pembelajaran seni musik di sekolah dasar dalam mendukung
Kurikulum
Merdeka.
Jurnal
Pendidikan
Dasar
Indonesia,
11(1),
30-44.
https://doi.org/10.2345/jpdi.v11i1.9876

10/
10

