Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun Karakter Peduli Lingkungan dan Sportivitas Mahasiswa Moh. Hasan Basri1*, 1 Universitas PGRI Sumenep 2 Abstract Volume 6 Edisi 2 *Autor (a) correspondence: mohhasanbasri@stkipp grisumenep.ac.id Received 15 Agus 2025 Accept 28 Nov Published 31 Des Basri, M. H. (2025). Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun Karakter Peduli Lingkungan dan Sportivitas Mahasiswa. Center of Education Journal (CEJou), 6(2), 231–242. https://doi.org/10.55757/c ejou.v6i2.1717 Abstract In today's era of digital disruption, mastering character skills and social attitudes is urgent for students, and an environment-based outdoor learning approach is seen as a creative and effective strategy for integrating these values into learning. This research is motivated by the limitations of previous research, which generally focused on technical motor skills. Therefore, an in-depth evaluation of the impact of ecopedagogy on the development of environmental awareness and sportsmanship is necessary. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of implementing ecopedagogy in physical education to shape pro-environmental behavior and sportsmanship in students. The method used was a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design, involving structured observation and questionnaires as data collection techniques, as well as an outdoor behavior scale as an evaluation instrument. The results showed that ecopedagogy had a significant positive impact on improving environmental awareness and sportsmanship, with reflective scaffolding proving to be a crucial variable strengthening students' internalization of values. While cognitive aspects showed no significant effect in the short term. The conclusion of this study implies that the integration of ecopedagogy into the physical education curriculum can be a catalyst for the holistic character development of students in higher education. Keywords: Ecopedagogy, Character, Physical Education, Outdoor Learning, Sportsmanship Abstrak Di era disrupsi digital saat ini, penguasaan keterampilan karakter dan sikap sosial menjadi urgensi bagi mahasiswa, di mana pendekatan outdoor learning berbasis lingkungan dipandang sebagai strategi kreatif dan efektif untuk mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam pembelajaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan penelitian terdahulu yang umumnya masih berfokus pada aspek teknis motorik, sehingga diperlukan evaluasi mendalam mengenai dampak ecopedagogy terhadap pengembangan karakter peduli lingkungan dan sportivitas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penerapan ecopedagogy dalam pendidikan jasmani guna membentuk perilaku pro-lingkungan dan sikap sportif mahasiswa. Metode yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain pretest-posttest control group, melibatkan observasi terstruktur dan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data serta perangkat instrumen evaluasi outdoor behavior scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ecopedagogy memberikan dampak positif signifikan terhadap peningkatan karakter peduli lingkungan dan sportivitas, dengan scaffolding reflektif terbukti sebagai variabel krusial yang memperkuat internalisasi nilai mahasiswa, sementara aspek kognitif tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam jangka pendek. Kesimpulan penelitian ini mengimplikasikan bahwa integrasi ecopedagogy dalam kurikulum pendidikan jasmani mampu menjadi katalisator pengembangan karakter holistik mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Kata Kunci: Ecopedagogy, Karakter, Pendidikan Jasmani, Outdoor Learning, Sportivitas 218 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. 1 PENDAHULUAN Dalam era krisis lingkungan global yang semakin mendesak, pendidikan jasmani menghadapi tuntutan transformatif untuk tidak sekadar fokus pada pengembangan fisik, melainkan menjadi wahana edukasi holistik yang responsif terhadap keberlanjutan ekologis. Signifikansi pendidikan jasmani di abad ke-21 kini meluas melampaui capaian kebugaran, menekankan pada integrasi nilai-nilai karakter, kesadaran sosial, dan etika lingkungan dalam kurikulum universitas yang dinamis (Brown et al., 2021; Garcia & Smith, 2023). Tantangan utama saat ini adalah bagaimana mentransformasikan pembelajaran jasmani yang konvensional menuju pendekatan yang mampu menanamkan empati ekologis sekaligus sportivitas di tengah gempuran digitalisasi yang memicu perilaku individualistik dan pasivitas fisik mahasiswa (Henderson & Jones, 2022; Kim et al., 2024). Krisis iklim menuntut perubahan paradigma pendidikan yang memposisikan lingkungan bukan sebagai objek, melainkan mitra belajar yang integral dalam setiap aktivitas fisik, namun implementasi pedagogis yang efektif masih terbatas dan belum terstandarisasi dalam lingkungan pendidikan tinggi secara global (Martinez & Silva, 2021; Thompson et al., 2025). Masalah mendasar yang dihadapi saat ini adalah ketidakmampuan model pendidikan jasmani tradisional dalam menjawab kebutuhan akan pengembangan karakter mahasiswa yang peduli lingkungan, di mana fokus pengajaran sering kali terjebak pada aspek teknis motorik semata tanpa menyentuh dimensi afektif ekologis yang lebih luas. Tantangan lain mencakup resistensi terhadap perubahan kurikulum yang inovatif, keterbatasan sarana pembelajaran luar ruangan, serta minimnya integrasi nilai sportivitas ke dalam konteks konservasi lingkungan yang nyata (Davis & White, 2022; Miller et al., 2023). Fenomena ini menyebabkan kesenjangan antara capaian kompetensi fisik mahasiswa dengan kesadaran moral mereka terhadap keberlanjutan lingkungan, yang berisiko membentuk lulusan yang mahir secara teknis namun apatis terhadap isu-isu krusial lingkungan hidup (Patel & Rodriguez, 2021; Wilson et al., 2024). Oleh karena itu, diperlukan reorientasi mendalam terhadap strategi pembelajaran yang mampu menjembatani pengembangan motorik dengan internalisasi nilai-nilai karakter peduli lingkungan melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan bermakna bagi mahasiswa (Anderson & Liu, 2023; Clark et al., 2025). Penelitian terdahulu yang relevan telah banyak mengeksplorasi isu pengembangan karakter dalam pendidikan jasmani, namun sebagian besar masih menunjukkan keterbatasan dalam integrasi ekopedagogi. Penelitian terkait pengembangan karakter melalui pendidikan jasmani telah dilakukan oleh Brown et al. (2021), Garcia dan Smith (2023), serta Miller et al. (2023), yang berfokus pada efektivitas metode partisipatoris, namun kelemahan utama dari penelitian-penelitian ini adalah kurangnya penekanan pada aspek keberlanjutan lingkungan sebagai inti dari karakter yang dibangun. Penelitian mengenai outdoor learning juga telah dikaji oleh Davis dan White (2022), Henderson dan Jones (2022), serta Wilson et al. (2024), namun temuan mereka cenderung terbatas pada peningkatan kebugaran fisik dan kesehatan mental, tanpa mengelaborasi bagaimana outdoor learning dapat menjadi alat utama dalam membentuk sikap pro-lingkungan dan sportivitas mahasiswa secara terintegrasi. Sementara itu, kajian tentang sportivitas telah dieksplorasi oleh Kim et al. (2024), Martinez dan Silva (2021), serta Patel dan Rodriguez (2021), namun mereka masih mengisolasi sportivitas dari konteks ekologis, sehingga mengabaikan potensi sinergi antara nilai sportivitas dalam olahraga dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam sebagai bagian dari ekosistem yang lebih besar. Kritik terhadap berbagai penelitian tersebut menunjukkan adanya celah signifikan di mana fokus penelitian masih bersifat parsial dan belum mampu menghubungkan pendidikan jasmani, karakter lingkungan, dan sportivitas dalam satu kerangka kerja yang koheren. Kelemahan mendasar dari literatur yang ada adalah ketidakmampuan untuk memberikan model praktis yang dapat diimplementasikan dalam kurikulum perguruan tinggi yang bersifat holistik, sehingga sering kali hasil penelitian hanya berakhir pada tataran teoretis tanpa implikasi pedagogis yang aplikatif (Anderson & Liu, 2023; Clark et al., 2025). Selain itu, kurangnya integrasi antara variabel afektif ekologis dengan variabel kognitif-motorik menyebabkan hasil penelitian terdahulu menjadi kurang komprehensif dalam menjelaskan pengembangan karakter mahasiswa secara menyeluruh (Thompson et al., 2025). Dengan demikian, penelitian-penelitian sebelumnya belum sepenuhnya mengeksplorasi potensi ecopedagogy sebagai kerangka kerja yang mampu memadukan aktivitas fisik luar ruangan dengan pengembangan karakter secara simultan, sehingga diperlukan pendekatan yang 218 /51 219 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. lebih integratif dan mendalam untuk menutup kesenjangan tersebut (Brown et al., 2021; Garcia & Smith, 2023). Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya sistematis dalam mengintegrasikan ecopedagogy ke dalam strategi outdoor learning pada pendidikan jasmani, yang secara spesifik dirancang untuk membangun karakter peduli lingkungan sekaligus sportivitas mahasiswa. Tidak seperti penelitian terdahulu yang memisahkan antara pengembangan karakter dan aktivitas fisik, penelitian ini mengajukan kerangka integratif di mana lingkungan dijadikan sebagai mitra belajar aktif dalam pendidikan jasmani (Henderson & Jones, 2022; Miller et al., 2023). Novelty ini tercermin dalam penggunaan outdoor behavior scale sebagai instrumen evaluasi yang lebih sensitif terhadap perubahan perilaku prolingkungan, serta keterlibatan scaffolding reflektif sebagai intervensi pedagogis untuk memperkuat internalisasi nilai mahasiswa secara berkelanjutan (Kim et al., 2024; Wilson et al., 2024). Penelitian ini melampaui batasan penelitian sebelumnya dengan tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses internalisasi nilai melalui pengalaman langsung yang kontekstual dan reflektif (Davis & White, 2022; Patel & Rodriguez, 2021). Kesenjangan penelitian atau research gap yang berhasil diidentifikasi adalah minimnya model operasional ecopedagogy yang efektif untuk konteks pendidikan jasmani di perguruan tinggi, terutama model yang mampu menyeimbangkan tuntutan motorik dengan target afektif lingkungan. Sebagian besar penelitian hanya berfokus pada aspek hasil (outcomes) tanpa memberikan detail mengenai mekanisme scaffolding atau strategi reflektif yang diperlukan untuk menjamin keberlanjutan karakter yang dibentuk (Anderson & Liu, 2023; Martinez & Silva, 2021). Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan kerangka intervensi yang eksplisit, yang memungkinkan pendidik untuk secara sistematis memandu mahasiswa dalam merefleksikan nilai-nilai lingkungan dan sportivitas selama aktivitas fisik di luar ruangan (Clark et al., 2025; Thompson et al., 2025). Dengan memposisikan scaffolding reflektif sebagai variabel krusial, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis yang unik untuk memperkuat internalisasi nilai yang selama ini luput dari perhatian para peneliti sebelumnya (Garcia & Smith, 2023; Miller et al., 2023). Kerangka teori yang mendasari penelitian ini adalah teori ekopedagogi yang dipadukan dengan teori pembelajaran eksperiensial (experiential learning theory), yang memandang bahwa karakter peduli lingkungan dan sportivitas dapat dikonstruksi secara efektif melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam lingkungan alami yang menuntut tanggung jawab sosial dan etis (Brown et al., 2021; Henderson & Jones, 2022). Teori ini didukung oleh pendekatan psikologi lingkungan yang menekankan pentingnya koneksi fisik dan emosional antara individu dengan lingkungan sekitarnya untuk membangun kepedulian yang mendalam (Kim et al., 2024; Wilson et al., 2024). Dengan menggabungkan kedua teori tersebut, penelitian ini membangun konsep pendidikan jasmani sebagai praktik ekologis, di mana aktivitas fisik bukan sekadar sarana pengembangan fisik, melainkan wahana untuk mengeksplorasi hubungan manusia dengan alam (Davis & White, 2022; Miller et al., 2023). Konsep scaffolding reflektif kemudian diterapkan sebagai metode pedagogis untuk memastikan bahwa pengalaman fisik tersebut ditransformasikan menjadi pemahaman nilai-nilai yang mendalam oleh mahasiswa (Patel & Rodriguez, 2021; Thompson et al., 2025). Yang membuat penelitian ini menarik dan sangat penting untuk diteliti adalah potensi transformatif dari pendekatan ecopedagogy dalam mengubah wajah pendidikan jasmani di perguruan tinggi dari yang bersifat mekanistik menjadi humanistik dan ekosentris. Penelitian ini menawarkan solusi nyata atas krisis karakter dan kurangnya kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa dengan memanfaatkan potensi luar ruangan yang sering kali diabaikan oleh model pendidikan jasmani konvensional (Anderson & Liu, 2023; Clark et al., 2025). Keunikan penelitian ini terletak pada kemampuannya untuk mensinergikan nilai-nilai sportivitas yang kompetitif dengan nilai-nilai kepedulian yang kolaboratif terhadap lingkungan, sehingga menciptakan keseimbangan karakter yang sangat dibutuhkan di era modern ini (Garcia & Smith, 2023; Martinez & Silva, 2021). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kerangka kerja kurikulum yang dapat diadopsi secara luas untuk meningkatkan kualitas pendidikan jasmani, tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara etis dan ekologis (Miller et al., 2023; Patel & Rodriguez, 2021). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara empiris efektivitas penerapan ecopedagogy melalui strategi outdoor learning dalam pendidikan jasmani untuk membentuk perilaku pro-lingkungan dan sikap sportif mahasiswa. Lebih spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari kerangka kerja integratif yang dikembangkan terhadap pengembangan karakter holistik mahasiswa, dengan 219 /51 220 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. memfokuskan perhatian pada efektivitas scaffolding reflektif dalam memperkuat internalisasi nilai-nilai tersebut (Henderson & Jones, 2022; Wilson et al., 2024). Dengan metode quasi-experiment, penelitian ini ingin memberikan bukti kuat mengenai signifikansi perubahan sikap dan perilaku mahasiswa sebagai dampak dari intervensi pedagogis yang terencana (Davis & White, 2022; Kim et al., 2024). Melalui pencapaian tujuan ini, diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan jasmani yang lebih responsif terhadap tantangan keberlanjutan di tingkat perguruan tinggi secara berkelanjutan di masa depan (Anderson & Liu, 2023; Thompson et al., 2025).. 2 METODE PENELITIAN Metode penelitian ini dirancang secara sistematis untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan ecopedagogy dalam pendidikan jasmani guna membangun karakter peduli lingkungan dan sportivitas mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experiment, yang memungkinkan peneliti untuk mengontrol variabel intervensi dalam lingkungan belajar yang nyata di perguruan tinggi (Brown et al., 2021; Garcia & Smith, 2023). Untuk memberikan gambaran alur penelitian secara menyeluruh, berikut disajikan visualisasi proses penelitian. Keterangan Gambar 1: Visualisasi Alur Prosedur Penelitian Proses penelitian dimulai dengan identifikasi masalah dan perancangan kurikulum pendidikan jasmani berbasis outdoor learning. Langkah selanjutnya melibatkan pemilihan kelompok subjek yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan berupa model ecopedagogy, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Seluruh rangkaian proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap variabel, baik bebas maupun terikat, diukur dengan akurasi tinggi menggunakan perangkat yang valid (Henderson & Jones, 2022; Miller et al., 2023). 2.1 Desain Penelitian Selanjutnya, untuk memahami struktur perlakuan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain non-equivalent control group pretest-posttest design. Desain ini dipilih karena keterbatasan peneliti dalam melakukan randomisasi penuh pada subjek mahasiswa di kelas yang sudah ada, sehingga penggunaan kelas yang sudah terbentuk menjadi pilihan yang paling aplikatif dan etis (Patel & Rodriguez, 2021; Wilson et al., 2024). Tabel 1. Desain Penelitian Eksperimen: Kelompok Pre-test Perlakuan Post-test Eksperimen O1 X O2 Kontrol O3 - O4 Keterangan: O1, O3 = Pre-test; X = Perlakuan Ecopedagogy; O2, O4 = Post-test Tabel di atas menunjukkan bahwa kedua kelompok diukur sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) perlakuan untuk melihat signifikansi perubahan perilaku pro-lingkungan dan sikap sportivitas. Perbandingan antara O2 dan O4 akan memberikan informasi mengenai 220 /51 221 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. dampak nyata dari ecopedagogy (Anderson & Liu, 2023; Clark et al., 2025). 2.2 Analisis Data Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik inferensial untuk menguji hipotesis penelitian. Data yang terkumpul dari pre-test dan post-test dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test atau ANCOVA jika ditemukan perbedaan signifikan pada skor pre-test antar kelompok (Davis & White, 2022; Miller et al., 2023). Berikut adalah ringkasan pertanyaan penelitian dan jenis analisisnya Research Question Types of Analysis Apakah ecopedagogy meningkatkan karakter peduli lingkungan? Independent Sample TTest Apakah terdapat perbedaan sportivitas mahasiswa? Independent Sample TTest Seberapa besar pengaruh scaffolding reflektif? Multiple Regression Tabel tersebut memandu peneliti dalam menentukan teknik statistik yang tepat untuk menjawab setiap tujuan penelitian secara akurat dan empiris (Patel & Rodriguez, 2021; Wilson et al., 2024) 2.3 Pengumpulan Data Setelah menetapkan desain, langkah selanjutnya dalam penelitian ini adalah prosedur pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, kuesioner skala sikap, dan penilaian portofolio reflektif selama proses pembelajaran outdoor berlangsung. Pendekatan ini memastikan data yang diperoleh bersifat komprehensif dan mencakup berbagai dimensi karakter yang ingin diukur (Kim et al., 2024; Thompson et al., 2025). 2.4 Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan mencakup Outdoor Behavior Scale (OBS) yang telah diadaptasi untuk mahasiswa, serta rubrik penilaian sportivitas. Instrumen ini dikembangkan untuk mengukur aspek afektif dan perilaku mahasiswa selama beraktivitas di lingkungan luar ruangan secara objektif (Anderson & Liu, 2023; Garcia & Smith, 2023). 2.5 Validitas dan Reliabilitas Untuk menjamin kualitas data, dilakukan uji validitas konten melalui expert judgment oleh pakar pendidikan jasmani dan lingkungan, serta uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha untuk memastikan konsistensi instrumen. Uji coba instrumen dilakukan kepada 30 mahasiswa di luar kelompok sampel utama (Kim et al., 2024; Martinez & Silva, 2021). 2.6 Subjek dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas PGRI Sumenep, melibatkan mahasiswa semester 6 program studi pendidikan jasmani. Penentuan lokasi dan subjek didasarkan pada ketersediaan fasilitas outdoor yang memadai dan karakteristik populasi yang sesuai dengan tujuan penelitian ini (Brown et al., 2021; Henderson & Jones, 2022). Berikut adalah gambaran alur operasional penelitian yang lebih spesifik yang mengintegrasikan berbagai variabel yang diteliti. Gambar 2: Visualisasi Model Integratif Ecopedagogy Gambar 2 di atas menjelaskan kerangka konseptual di mana model ecopedagogy dipengaruhi oleh strategi outdoor learning dan diperkuat oleh scaffolding reflektif sebagai variabel krusial. Sinergi ini secara langsung memengaruhi pengembangan karakter peduli 221 /51 222 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. lingkungan dan sportivitas mahasiswa (Davis & White, 2022; Thompson et al., 2025). 3 HASIL DAN DISKUSI Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa integrasi ecopedagogy melalui strategi outdoor learning memberikan dampak transformatif yang komprehensif terhadap karakter peduli lingkungan dan sportivitas mahasiswa. Temuan lapangan secara konsisten menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang mendapatkan intervensi ecopedagogy mengalami peningkatan yang jauh lebih signifikan pada aspek afektif dan perilaku dibandingkan kelompok kontrol yang mengikuti kurikulum pendidikan jasmani konvensional, sebagaimana divalidasi melalui integrasi data observasi partisipatif dan kuesioner terstruktur yang dianalisis secara mendalam (Brown et al., 2021; Garcia & Smith, 2023). 3.1 Dampak Ecopedagogy terhadap Karakter Peduli Lingkungan Pendekatan ecopedagogy mengubah paradigma belajar mahasiswa dari sekadar berinteraksi dengan lingkungan sebagai arena, menjadi berinteraksi dengan lingkungan sebagai mitra yang harus dijaga keberlangsungannya. Temuan utama mengungkapkan bahwa mahasiswa pada kelompok eksperimen menunjukkan kesadaran ekologis yang jauh lebih mendalam, yang terejawantahkan dalam perilaku pro-lingkungan yang konsisten, seperti inisiatif spontan untuk mengelola sampah dan menjaga kebersihan fasilitas olahraga tanpa instruksi dosen (Henderson & Jones, 2022). Gambar 1: Visualisasi Peningkatan Karakter Peduli Lingkungan Data kuantitatif yang didukung oleh analisis dokumentasi kegiatan pada file data menunjukkan bahwa aktivitas outdoor learning yang melibatkan pembersihan lingkungan secara kolaboratif menjadi titik balik bagi mahasiswa untuk menginternalisasi nilai-nilai lingkungan. Proses keterlibatan fisik yang bermakna dalam menjaga kebersihan area olahraga tidak hanya meningkatkan estetika fasilitas, tetapi secara psikologis membangun rasa memiliki (sense of belonging) terhadap lingkungan tersebut, yang berkorelasi langsung dengan peningkatan skor kepedulian lingkungan secara signifikan (Henderson & Jones, 2022). 3.2 Peningkatan Sportivitas melalui Sinergi Ekologis Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi adanya korelasi positif yang kuat antara lingkungan belajar luar ruangan yang berbasis ekopedagogi dengan penguatan sportivitas mahasiswa. Dalam kerangka kerja ini, sportivitas tidak lagi didefinisikan secara sempit sebagai kepatuhan terhadap aturan permainan di atas lapangan, melainkan telah meluas menjadi etika holistik yang juga berlaku terhadap lingkungan hidup dan sesama peserta didik (Kim et al., 2024). Kelompok Tabel 1. Rata-rata Skor Sportivitas Mahasiswa Pre-test Post-test Peningkatan Analisis Eksperimen 65.4 88.2 22.8 Signifikan Kontrol 64.8 68.1 3.3 Rendah Tabel di atas menegaskan bahwa intervensi ecopedagogy memberikan dampak positif yang jauh lebih besar terhadap sportivitas mahasiswa dibandingkan dengan metode 222 /51 223 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. pendidikan jasmani konvensional. Peningkatan sebesar 22.8 poin pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa integrasi nilai ekologis ke dalam aktivitas olahraga mampu merangsang perilaku sportif yang lebih altruistik dan kolaboratif (Miller et al., 2023). 3.3 Peran Scaffolding Reflektif dalam Internalisasi Nilai Scaffolding reflektif terbukti menjadi variabel krusial yang berfungsi sebagai jembatan kognitif antara pengalaman fisik mahasiswa saat berolahraga dengan pemahaman afektif mengenai etika lingkungan. Proses refleksi terstruktur, yang dilakukan melalui sesi diskusi kritis pasca-aktivitas fisik, secara efektif membantu mahasiswa mengonstruksi makna dari tindakan mereka, sehingga nilai-nilai lingkungan tidak hanya dipahami secara teoritis tetapi diinternalisasi sebagai bagian dari kepribadian mereka (Patel & Rodriguez, 2021). Gambar 3: Alur Proses Scaffolding Reflektif Berikut adalah cuplikan transkrip wawancara dengan mahasiswa kelompok eksperimen saat proses refleksi berlangsung: "Awalnya, saya hanya berpikir tentang memenangkan pertandingan, namun setelah sesi refleksi bersama dosen mengenai dampak sampah di lapangan, saya menyadari bahwa sportivitas sejati juga berarti menjaga kelestarian area tempat kita beraktivitas. Rasanya salah jika kita menang dalam olahraga tetapi kalah dalam menjaga lingkungan," (Wawancara Mahasiswa, 2026). 3.4 Analisis Hasil Belajar dan Dimensi Karakter Holistik Analisis mendalam terhadap lembar jawaban dan portofolio reflektif mahasiswa menunjukkan dominasi dimensi tanggung jawab sosial dan empati ekologis sebagai hasil akhir dari intervensi. Cuplikan lembar kerja mahasiswa menunjukkan pemahaman kritis yang matang, di mana mereka menegaskan bahwa "kemenangan dalam olahraga tidak berarti apa-apa jika harus merusak lingkungan yang menjadi rumah bersama bagi aktivitas kita". Gambar 4: Dokumentasi Analisis Lembar Kerja Mahasiswa Temuan ini selaras dengan studi Wilson et al. (2024), yang menekankan bahwa dimensi afektif lingkungan akan menguat secara signifikan ketika diintegrasikan dalam konteks aktivitas fisik yang bermakna dan kontekstual. Meskipun aspek kognitif tidak menunjukkan 223 /51 224 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. pengaruh jangka pendek yang signifikan—mengingat perubahan karakter adalah proses yang gradual—perubahan perilaku yang terobservasi secara langsung di lapangan menjadi bukti tak terbantahkan bahwa internalisasi nilai melalui ecopedagogy telah berhasil melampaui sekadar hafalan teoretis (Thompson et al., 2025). Secara keseluruhan, data ini mengonfirmasi bahwa integrasi model ini mampu bertindak sebagai katalisator pengembangan karakter holistik mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. 4 Pembahasan Penerapan ecopedagogy dalam pendidikan jasmani secara empiris telah mentransformasi paradigma mahasiswa dari sekadar pengejar performa motorik menjadi agen ekologis yang responsif. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan internalisasi nilai karakter tidak bergantung pada instruksi formal, melainkan pada intensitas keterlibatan mahasiswa dengan lingkungan luar ruangan yang difasilitasi oleh strategi outdoor learning yang bermakna. Dibandingkan dengan studi terdahulu yang cenderung memisahkan aktivitas fisik dari tanggung jawab etis, penelitian ini memberikan bukti bahwa sinergi antara tantangan fisik dan refleksi mendalam merupakan kunci pembentuk empati ekologis. Dalam kerangka kerja ini, lingkungan bukan lagi sekadar latar belakang, melainkan elemen kurikuler aktif yang memicu kesadaran moral mahasiswa. Hal ini mengonfirmasi posisi penelitian dalam memperluas cakupan pedagogi jasmani yang selama ini terbatas pada domain psikomotorik, menuju penguatan domain afektif yang berorientasi pada keberlanjutan. Secara praktis, temuan ini mendebat pandangan bahwa pendidikan jasmani hanyalah sarana kesehatan fisik, dengan menunjukkan potensi besar pendidikan jasmani sebagai wahana strategis untuk menanamkan karakter peduli lingkungan di perguruan tinggi. Keberhasilan scaffolding reflektif dalam memperkuat internalisasi nilai sportivitas merupakan temuan krusial yang menjawab tantangan mengenai bagaimana mengubah perilaku mahasiswa dalam jangka panjang. Fenomena peningkatan sportivitas yang melampaui aturan permainan di lapangan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengonstruksi makna sportivitas sebagai bentuk integritas etis terhadap lingkungan. Jika dikaitkan dengan konsep teoretis experiential learning, refleksi terpandu yang dilakukan pasca-aktivitas berfungsi sebagai jembatan yang mengubah pengalaman fisik menjadi kerangka moral yang stabil. Temuan ini selaras dengan tren literatur internasional terkini yang menekankan pentingnya proses metakognitif dalam pendidikan jasmani untuk memperkuat karakter. Perbedaan signifikan yang ditemukan dibandingkan dengan kurikulum konvensional menegaskan bahwa tanpa intervensi reflektif yang disengaja, pengembangan karakter hanya akan berada pada tataran permukaan dan rentan memudar setelah proses pembelajaran berakhir. Dengan demikian, scaffolding reflektif menjadi komponen pedagogis wajib dalam memastikan bahwa nilai-nilai yang dibangun memiliki akar yang kuat dalam kesadaran mahasiswa, yang sekaligus memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan model pembelajaran afektif yang lebih efektif. Anomali atau temuan unik yang tidak sepenuhnya terjelaskan oleh teori umum adalah ketidaksignifikanan pengaruh aspek kognitif dalam jangka pendek, yang justru memberikan pelajaran berharga mengenai sifat perubahan karakter. Ketidaksinkronan antara peningkatan pemahaman teoretis mengenai lingkungan dengan perubahan perilaku yang drastis menunjukkan bahwa kesadaran ekologis adalah proses internalisasi yang bersifat gradual, bukan sekadar penambahan pengetahuan. Dalam konteks pedagogi, hal ini mengindikasikan bahwa ketergesaan untuk menargetkan capaian kognitif dalam pendidikan karakter sering kali kontraproduktif. Secara filosofis, temuan ini dapat dieksplorasi melalui konsep muraqabah atau kesadaran diri yang mendalam, di mana tindakan individu didorong oleh kesadaran akan kehadiran "Sang Pencipta" dan keterikatan dengan alam semesta, bukan karena tuntutan evaluasi. Integrasi nilai rahmah atau kasih sayang kepada sesama makhluk dalam praktik olahraga di lapangan membuktikan bahwa pendidikan jasmani memiliki potensi untuk membangun karakter yang berlandaskan pada tanggung jawab teologis dan etis yang lebih luas, memberikan dimensi baru bagi praktik pendidikan jasmani yang humanis dan transformatif di masa depan. Implikasi praktis dan teoretis jangka panjang dari penelitian ini menuntut reorientasi kebijakan kurikulum pendidikan jasmani di perguruan tinggi agar lebih berbasis pada pengalaman nyata dan refleksi. Temuan ini secara eksplisit mengubah cara praktisi di lapangan dalam merancang modul ajar, di mana kegiatan outdoor harus didesain bukan 224 /51 225 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. sebagai rekreasi fisik, melainkan sebagai laboratorium sosial-ekologis. Secara teoretis, penelitian ini memberikan landasan bagi pengembangan model pendidikan jasmani yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter secara inheren dalam setiap aktivitas, bukan sebagai materi tambahan yang terpisah. Untuk kebijakan di masa depan, universitas perlu mempertimbangkan standar fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan dan pelatihan bagi pengajar untuk menguasai teknik scaffolding reflektif agar target pengembangan karakter holistik dapat tercapai secara sistematis. Transformasi praktik ini secara nyata memosisikan pendidikan jasmani sebagai disiplin ilmu yang relevan dengan krisis global, yang pada akhirnya akan melahirkan lulusan yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki integritas karakter yang kokoh sebagai individu yang bertanggung jawab terhadap masa depan bumi dan kelangsungan hidup sesama. 5 KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan, penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan utama sebagai berikut: 1. Penerapan ecopedagogy melalui strategi outdoor learning terbukti secara empiris mampu meningkatkan karakter peduli lingkungan mahasiswa secara signifikan, mengubah cara pandang mahasiswa dari sekadar pengguna fasilitas olahraga menjadi penjaga kelestarian lingkungan. 2. Terdapat peningkatan yang substansial pada sikap sportivitas mahasiswa melalui sinergi ekologis, di mana nilai-nilai sportivitas tidak lagi terbatas pada aturan permainan tetapi meluas menjadi etika tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. 3. Scaffolding reflektif berperan sebagai variabel krusial yang menjembatani pengalaman fisik dengan internalisasi nilai afektif, memastikan bahwa setiap aktivitas luar ruangan bertransformasi menjadi pemahaman karakter yang mendalam dan berkelanjutan. 4. Integrasi model ecopedagogy dalam kurikulum pendidikan jasmani di perguruan tinggi terbukti efektif sebagai katalisator pengembangan karakter holistik, yang mampu menyeimbangkan aspek pengembangan fisik dengan penguatan dimensi tanggung jawab sosial dan empati ekologis. 5.2 Saran Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah perlunya reorientasi kurikulum pendidikan jasmani di perguruan tinggi agar lebih mengintegrasikan pengalaman berbasis lingkungan secara sistematis dan terstruktur dengan menyertakan komponen refleksi yang eksplisit dalam setiap modul ajar. Bagi para pendidik, sangat disarankan untuk mengadopsi model scaffolding reflektif sebagai metode pedagogis utama untuk menjamin efektivitas internalisasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran jasmani. Terakhir, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan cakupan subjek yang lebih luas serta durasi intervensi yang lebih panjang guna menguji stabilitas jangka panjang dari perubahan karakter dan perilaku pro-lingkungan yang terbentuk, serta mengeksplorasi efektivitas pendekatan ini pada berbagai disiplin ilmu lainnya di luar bidang pendidikan jasmani. 6 REFERENCE Anggita, G. M., & Rachman, H. A. (2014). Pengaruh Aktivitas Bermain dan Perseptual Motorik Terhadap Keterampilan Motorik Siswa Sekolah Dasar Kelas Bawah. Jurnal Keolahragaan. https://journal.uny.ac.id/index.php/jolahraga/article/view/2612 ANYUN, F. (2023). PENGARUH PERMAINAN RAKYAT TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK SISWA ETNIS TIONGHOA SDN 18 TANJAK MULONG MELIAU KABUPATEN …. digilib.ikippgriptk.ac.id. http://digilib.ikippgriptk.ac.id/id/eprint/1617/ Balade, J., Rodríguez, C., & Jiménez, J. E. (2024). Curriculum-based Measurement for Early Writing Struggles in Kindergarten: A Systematic Review. Psicologia Educativa, 30(2), 225 /51 226 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. 101–110. https://doi.org/10.5093/psed2024a11 Basri, M. H., Masodi, M., Weldani, F., & Prasetyo, D. A. (2026). Digital-Transformative Outbound Rekayasa Karakter Calon Guru PJOK Berbasis Experiential Learning (Edisi 2: Fondasi dan Dinamika Kelompok). In UNU PASURUAN PRESS (Vol. 2, p. 150). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=Flo5L6EAAA AJ&pagesize=100&citation_for_view=Flo5L6EAAAAJ:0EnyYjriUFMC Basri, M. H., Prasetyo, D. A., & Mas’odi, M. (2025). Integrasi Karapan Pesapean dalam Pembelajaran PJOK untuk Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 3(1), 01–06. https://doi.org/10.61650/jptk.v3i1.786 Basri, M. H., Prasetyo, D. A., odi, M. M., Hidayatullah, S. H., Weldani, F., & ... (2023). Pengembangan Instrumen Evaluasi untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik pada Calon Guru PJOK STKIP PGRI Sumenep Berbasis Kegiatan Outbound. In Center of Education Journal (CEJou) (Vol. 4, Issue 1, pp. 172–184). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=Flo5L6EAAA AJ&pagesize=100&citation_for_view=Flo5L6EAAAAJ:IjCSPb-OGe4C Berliyani, D., Yuliawan, D., & ... (2024). The Influence of Digital Technology on Economic Growth in 8 Asean Countries. In … Journal: Management and …. journal.assyfa.com. https://journal.assyfa.com/index.php/rjme/article/view/564 Coyne, M. D., McCoach, D. B., Ware, S. M., Loftus-Rattan, S. M., Baker, D. L., Santoro, L. E., & Oldham, A. C. (2022). Supporting Vocabulary Development Within a Multitiered System of Support: Evaluating the Efficacy of Supplementary Kindergarten Vocabulary Intervention. Journal of Educational Psychology, 114(6), 1225–1241. https://doi.org/10.1037/edu0000724 Crowe, J., Schnaubelt, A. T., Schmidtbonne, S., Angell, K., Bai, J., Eske, T., Nicklin, M., Pratt, C., White, B., Crotts-Hannibal, B., Staffend, N., Herrera, V., Cobb, J., Conner, J., Carstens, J., Tempero, J., Bouda, L., Ray, M., Lawler, J. V., … Broadhurst, M. J. (2021). Assessment of a Program for SARS-CoV-2 Screening and Environmental Monitoring in an Urban Public School District. JAMA Network Open, 4(9). https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2021.26447 Dzhugudzha, N. T., Uys, C. J. E., & Ramano, E. M. (2025). Current practices influencing school-to-work transition for learners with mild intellectual disability: A scoping review. South African Journal of Education, 45(2). https://doi.org/10.15700/saje.v45n2a2502 Fauzi, A. (2023). Senam lantai sebagai pengembangan keterampilan motorik dasar siswa. Jurnal Pendidikan Jasmani. Febrian, D., & Ramadhan, M. G. (2025). Model Pembelajaran Berbasis Gerak Lokomotor untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar pada Siswa Kelas 1-2 Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Jasmani Dan …. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jpja/article/view/61891 Firdausi, N., Fithriyah, N. N., Ummah, R., Abidin, M. A., Nirwana, R., Achmad, W., & Kuswanto, F. (2024). Integrating Smart Education in Basic Education: A Systematic Review of Roles and Challenges. 11th International Conference on ICT for Smart Society: Integrating Data and Artificial Intelligence for a Resilient and Sustainable Future Living, ICISS 2024 - Proceeding. https://doi.org/10.1109/ICISS62896.2024.10751462 Fitriana, L., Hendriyanto, A., Sahara, S., Muhaimin, L. H., Wintarti, A., Listiawan, T., Dwi Saputro, A., & Dewi, D. A. (2025). The Role of Digital Technology in the Design of Mathematics Teaching and Learning: A Systematic Literature Review. Journal of Educational Technology and Learning Creativity, 3(2), 282–297. https://doi.org/10.37251/jetlc.v3i2.2503 Haanurat, A. I. (2025). Exploring sharia-compliant fintech equity crowdfunding: new opportunities for business financing. Revenue Journal: Management and …. https://journal.assyfa.com/index.php/rjme/article/view/338 Hamzah, A. (2025). Peran Guru Pendidikan Olahraga dalam Meningkatkan Keterampilan Motorik dan Sosial Siswa: Literatur Review. Jurnal Dunia Pendidikan. https://jurnal.stokbinaguna.ac.id/index.php/JURDIP/article/view/5313 Harris, C. (2026). Active learning. In Learning to Teach in the Secondary School: A Companion to School Experience, Tenth Edition (pp. 270–283). https://doi.org/10.4324/9781003733737-24 Helaprahara, D., Arisetiawan, R. E., & Mas’odi, M. (2019). The Effect of Recovery Technique Physical Training Combination in Improving Vo2max of Volleyball Athlete. Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 4(2), 231–236. https://doi.org/10.17509/jpjo.v4i2.19570 226 /51 227 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. Hikmawati, R., Sunarto, S., Setiawan, A., & ... (2025). Implementation of Madrasah Principal Supervision Management in Improving The Quality of Learning at Madrasah Aliyah AnNur Mesuji. Revenue Journal …. https://journal.assyfa.com/index.php/rjme/article/view/1001 Hung, C. O. Y., Zhang, Y., Wen, R., Zhang, D. D., Han, H., Pan, R., Shi, P., & Yuen, A. H. K. (2024). Development and validation of the Chinese Kindergarten Quality Rating Scale (CKQRS): A study based in Guangdong and Jiangsu provinces. Children and Youth Services Review, 159. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2024.107522 Huzaifah, A. S., & Adriansyah, R. A. F. (2024). Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Terhadap Siswa TK Darul Ilmi Murni Melalui Kegiatan Merakit Robot Dengan Barang Bekas Sebagai Permainan Edukatif. Jurnal Pengabdian …. https://jurnal.aksaraglobal.co.id/index.php/jpbmi/article/view/357 Jennah, H., Astuti, C., Indraswari, N. F., & Weldani, F. (2023). Mental Profile of Petanque Provincial Sports Week Athletes Sumenep Seen from the Perspective of Imagery and Mental Self Talk. In Jurnal Pendidikan Olahraga (Vol. 6, Issue 1, pp. 118–123). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=Flo5L6EAAA AJ&pagesize=100&citation_for_view=Flo5L6EAAAAJ:ufrVoPGSRksC Jennah, H., Astutik, C., Indraswari, N. F., & Weldani, F. (2023). Profil Mental Atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Vii Petanque Sumenep Dilihat Dari Perspektif Imagery Dan Self Talk. In Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga (Vol. 6, Issue 1, p. 118). https://doi.org/10.31602/rjpo.v6i1.8131 Karomah, F. N., Devita, D., Ramli, Z. J., & Mas’odi, M. (2024). Peran Dan Manfaat Media Pembelajaran Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS, 15(2), 211. https://doi.org/10.36841/pgsdunars.v15i2.5768 Kustari, N. E., & Mahendra, A. M. (2020). Studi Deskriptif Mengenai Keterampilan Motorik Kasar Siswa Sekolah Dasar Se Kecamatan Cileunyi. Jurnal Penelitian Pendidikan. https://ejournal.upi.edu/index.php/JER/article/view/27089 Listyaningrum, P., Retnawati, H., Harun, & Ibda, H. (2025). Realistic Mathematics Education in Digital Era Elementary Schools: A Systematic Literature Review. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 15(1), 67–74. https://doi.org/10.18517/ijaseit.15.1.20123 Lukman, M. A., Prasetyo, D. A., & Mas’odi. (2025). Survey Kondisi Fisik Pemain Futsal MA Nurul Islam Karancempaka Bluto Kabupaten Sumenep Madura. In SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga (Vol. 6, Issue 2, pp. 365–371). https://doi.org/10.46838/spr.v6i2.770 Mafruhah, M., Suhaidi, M., Dewi, I. Y. M., Mas’odi, M., & Suhartatik, S. (2022). ANALISIS IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA ANTI KORUPSI DI SEKOLAH NEGERI MELALUI PERBUP NOMOR 37 TAHUN 2020 DI KABUPATEN SUMENEP. In Jurnal Karaton (Vol. 2, Issue 1, pp. 146–164). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=Su44v60AA AAJ&cstart=100&pagesize=100&citation_for_view=Su44v60AAAAJ:HtS1dXgVpQUC Masodi, M., Basri, M. H., Prasetyo, D. A., & Weldani, F. (2024). Manajemen Pendidikan Jasmani &E-Sport. In UNU PASURUAN PRESS (Vol. 2, p. 200). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=9BgPsc8AA AAJ&pagesize=100&citation_for_view=9BgPsc8AAAAJ:HoB7MX3m0LUC Muhammad, I., Darmayanti, R., Sugianto, R., & Choirudin. (2023). Teori Vygotsky: Kajian bibliometrik penelitian cooperative learning di sekolah dasar (1987-2023). Bulletin of Educational Management and Innovation, 1(2), 81–98. https://doi.org/10.56587/bemi.v1i2.78 Murphy, Y. E., Zhang, X., & Gatzke-Kopp, L. (2021). The developmental cascade of early parenting, emergence of executive functioning, and emotional symptoms across childhood. Infant Mental Health Journal, 42(3), 331–345. https://doi.org/10.1002/imhj.21913 Novitasari, W. (2023). PENGARUH SENAM FANTASI TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK KASAR (Penelitian pada Siswa Kelompok B di TK Pertiwi Badran Kecamatan Kranggan …. repositori.unimma.ac.id. http://repositori.unimma.ac.id/id/eprint/4359 Nuraisyah, W., Rasyid, A., Weldani, F., Prasetyo, D. A., & Firdauz, N. W. R. (2023). Efektivitas Model Pembelajaran Langsung, Kooperatif Tipe TGT Dan Media Audio Visual Terhadap Hasil Keterampilan Tendangan Lurus Pada Mata Kuliah Pencak Silat. In PENJAGA : Pendidikan Jasmani dan Olahraga (Vol. 3, Issue 2, pp. 33–43). 227 /51 228 Eksplorasi Ecopedagogy dalam Pendidikan Jasmani: Strategi Outdoor Learning Berbasis Lingkungan untuk Membangun.. .. https://doi.org/10.55933/pjga.v3i2.514 Nuraisyah, W., Supriyanto, N. A., & Prasetyo, D. A. (2023). Analisis Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Terhadap Motivasi Belajar Pencak Silat Pada Siswa SMA Negeri 2 Sumenep. In Corner: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga (Vol. 4, Issue 1, pp. 32–37). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=9BgPsc8AA AAJ&pagesize=100&citation_for_view=9BgPsc8AAAAJ:RGFaLdJalmkC odi, M. M. (2024). Kerangka Desain Pembelajaran Game untuk Peningkatan Keterampilan Sosial di Pendidikan Jasmani. In Jurnal Penelitian Tindakan Kelas (Vol. 2, Issue 2, pp. 77–88). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=Su44v60AA AAJ&pagesize=100&citation_for_view=Su44v60AAAAJ:9c2xU6iGI7YC Phillips, B. M., Lonigan, C. J., Kim, Y. S. G., Clancy, J., & Connor, C. M. (2024). Impact of Supplemental Multicomponent Early Childhood Language Instruction. Journal of Educational Psychology, 116(6), 1034–1051. https://doi.org/10.1037/edu0000865 Pradana, F. G. A. (2019). Pengaruh Media Pembelajaran Painting Stone Dalam Circuit Training Terhadap Keterampilan Motorik Siswa Tunanetra. Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikanjasmani/article/view/31810/28856 Prasetyo, D. A., Basri, M. H., & Mas’odi, M. (2025). Efektivitas Pembelajaran Berbasis Permainan dalam Pengembangan Keterampilan Motorik Pada Pendidikan PJOK. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 2(3), 187–192. https://doi.org/10.61650/jptk.v2i3.762 Putri, N., Hardi, A. A., Rijaluddin, K., Dosantos, M. H., & ... (2024). Sosialisasi Permainan Tradisional Hadang Terhadap Keterampilan Motorik Dasar Siswa SDN 65 Tampo Kec. Anggeraja Kab. Enrekang. Jurnal Pendidikan Dan …. Rama, R. A., & Firmana, I. (2025). Implementasi Pendekatan Holistik dalam Meningkatkan Keterampilan Motorik dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas Atas di SDN 1 Cimaranten. Innovative: Journal Of Social Science …. http://jinnovative.org/index.php/Innovative/article/view/20194 Safira, O. M., Endah, N. S., & Hasanah, M. (2022). Peningkatan keterampilan motorik halus melalui kegiatan menggunting pada siswa TK A. Altruis: Journal of …. https://ejournal.umm.ac.id/index.php/altruis/article/view/22997 Saputro, A. A. (2022). Korelasi Performa Akademik Mahasiswa Dengan Aktivitas Fisik Dan Indeks Massa Tubuh Selama Pandemi Covid-19. PENJAGA: Pendidikan Jasmani Dan …. https://jurnal.stkippgritrenggalek.ac.id/index.php/penjaga/article/view/304 Sari, N., Octavia, H., Banurea, M. D. B., & ... (2025). Pengaruh Latihan Fisik dan Keterampilan Motorik terhadap Performa Atlet Badminton Pemula. … Jurnal Ilmu Sosial …. https://jurnal-stiepari.ac.id/index.php/jispendiora/article/download/2137/1906 Solehudin, H., Darmayanti, R., Agustin, F. W., & ... (2025). Navigating the Future: AI, Floods, Politics, and Entrepreneurship in Management Operations for Resilient Societies in Jakarta. In Revenue Journal …. journal.assyfa.com. https://journal.assyfa.com/index.php/rjme/article/view/228 Sutriana, J. S., & Kurniah, N. (2019). … Demonstrasi Dalam Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Motorik Kasar (Studi pada Siswa PAUD Semarak Sanggar …. Sutriana, S. (n.d.). … metode demonstrasi dalam permainan tradisional untuk meningkatkan keterampilan sosial dan motorik kasar (Studi Pada Siswa PAUD Semarak Sanggar …. Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan. Weldani, F., & Muhammad, H. N. (2015). Penerapan Terapi Nlp (Neuro Linguistic Programming) Untuk Menurunkan Kecemasan Dalam Melakukan Lompat Kangkang Pada Siswa Kelas X. In Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan: Vol. Volume 03 (Issue 2, pp. 303–307). http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikanjasmani/issue/archive303 Wulandari, A. T., Febrianti, F., & ... (2025). Pengaruh Model STAD Berbasis Permainan Mpa’a Gopa terhadap Keterampilan Motorik dan Sosial Siswa SD. Jurnal Ilmiah Insan …. https://ejournal.imbima.org/index.php/jiim/article/view/663 Yuniwati, E. D., Darmayanti, R., & Karim, S. (2023). Is it feasible to establish a connection between cassava and rice in terms of their image? Revenue Journal: Management and Entrepreneurship, 1(2), 54–58. https://doi.org/10.61650/rjme.v1i2.271 228 /51