PENGARUH PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 BAMBALAMOTU
DOI:
https://doi.org/10.55757/cejou.v5i2.523Abstract
Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis kepraktisan penerapan model pembelajaran penemuan
terbimbing di SMAN I Bambalamotu, (2) secara umum menganalisis perbedaan hasil belajar Fisika
antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan pembelajaran
konvensional, (3) secara khusus untuk siswa dengan minat belajar tinggi, menganalisis perbedaan hasil
belajar Fisika antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan
pembelajaran konvensional, (4) secara khusus untuk siswa dengan minat belajar rendah, menganalisis
perbedaan hasil belajar Fisika antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran penemuan
terbimbing dan pembelajaran konvensional, (5) menganalisis pengaruh interaksi antara pemanfaatan
model pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar Fisika siswa. Penelitian ini merupakan
penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Penelitian ini menggunakan dua kelas sampel, yaitu
satu kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan satu kelas
kontrol yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh
kelas XI SMAN 1 Bambalamotu yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa 98 siswa. Pengambilan
sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh dua kelas dengan jumlah
sampel 64 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan model pembelajaran penemuan
terbimbing di SMAN 1 Bambalamotu berada pada kategori tinggi dan praktis, (2) terdapat perbedaan
hasil belajar Fisika antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan
siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada kelas XI SMAN I Bambalamotu, (3) pada
siswa dengan minat belajar tinggi terdapat perbedaan hasil belajar Fisika antara siswa yang diajar
dengan model pembelajaran penemuan terbimbing dan siswa yang diajar dengan pembelajaran
konvensional pada kelas XI SMAN 1 Bambalamotu, (4) pada siswa dengan minat belajar rendah
terdapat perbedaan hasil belajar Fisika antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran penemuan
terbimbing dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada kelas XI SMAN 1
Bambalamotu, (5) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan minat belajar terhadap
capaian hasil belajar Fisika siswa kelas XI SMAN 1 Bambalamotu.
Downloads
References
Adhim, A. Y & Budi Jatmiko. 2015. Penerapan Model Pembelajran Guided Discafery dengan
Kegiatan Laboraturium untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA pada Materi
Suhu dan Kalor. Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Negeri Surabaya. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF). Vol. 04 No. 03, September 2015, 77-
ISSN:2302-4496.
Ali, M. S, & Khaeruddin. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Arikunto, S. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidik. Jakarta:PT. Bumi Aksara
Djaali & Muljono, Pudji. 2008. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo.
Djamarah S,B, 2008. Psikologi Belajar, Edisi 2. Jakarta: Rineka Cipta
Hamalik, O. (Ed). 2001. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Johnson, E B. 2009. Contextual Teaching and Learning; Menjadikan Kegiatan Belajar-
Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Terjemahan Ibnu Setiawan. Contextual Teaching
and Learning: What it is and why it’s here to stay. 2002. Bandung: MLC
Joyce & B. Weil. 2004. Model of Teaching. Boston: Allyn and Bacon.
Karim, A. 2011. Penerapan Metode Penemuan Terbimbing dalam Pembelajaran Matematika untuk
Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar ,
Jurnal Pendidikan. [Online]. Edisi Khusus No.1, [http://jurnal.upi.edu/file/3 -Asrul_Karim. pdf,
Desember 2012].
Markaban. 2006. Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing,
[Online]. Tersedia: [http://p4tkmatematika.org/downloads/ppp/PPP-Penemuan Terbimbing.pdf,
Juli 2016].
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 Tentang
Standar Penilaian Pendidikan. 2016. Jakarta.
Purwanto. 2011. Statistika untuk Penelitian. Surakarta: Pustaka Pelajar.
Putrayasa I M. 2014. Pengaruh Pembelajaran Discovery Learning dan minat belajar terhadap hasil
belajar IPA Siswa. Jurnal. Vol. 2 No. 1.
Rahayu, N. H & Admoko S. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Quided Discavery untuk Melatih
Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Fluida Statis di Kelas X SMA Negeri 1 Waru
Sidoario. Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri
Surabaya. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) 32-37. Vol. 05 No. 01, Februari 2015.
ISSN: 2302-4496.
Ratna T. & Indah Dewi Mentari. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing
terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Suhu dan Kalor Kelas X Semester II SMA
Negeri 19 Medan T.A 2014/2015. Jurnal Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan. Vol
No 1 Januari 2016. ISSN.2461-1247.
Ratumanan, Tanwey Gerson dan Theresia Laurens. 2003. Evaluasi Hasil Beajar yang Relevan
dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Surabaya: Unesa University Press
Restasari. 2016. Hubungan Minat Belajar tehadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI MA
Mazro’illah Buklinggau Tahun Ajaran 2015/2016. Lubuklinggau:Indonesia.
Ruslan. 2009. Validitas Isi. Makassar: Buletin LPMP Sulawesi Selatan Pa'biritta Media Informasi &
Komunikasi Pendidikan.
Setiawan. (2009). Strategi Pembelajaran Matematika SMA.Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan
Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika.
Siregar, S. 2013. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kualitatif. Bumi Aksara: Jakarta.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Slavin, R.E. 2000. Education Phychologi: Theory and Practice. Six Editional. Baston: Allyn and
Bacon
Sudjana, N. 2005. Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung : PT Remaja Ros.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitan Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta
Bandung: Bandung.
Supardi. 2013. Aplikasi Statistika dalam Penelitian: Konsep Statistika yang Lebih Komperhensif.
Jakarta: PT. Prima Ufuk Semesta.
Suprapto Edy. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual, Pembelajaran Langsung dan
Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Kognitif. Pendidikan Teknik Mesin, FKIP
Universitas Nusa Cendana. Vol. XI, No 1.
Tanjung dan mentari. 2016. Pengaruh Model Pembelajran Penemuan Terbimbing terhadap Hasil
Belajar Siswa pada Materi Suhu dan Kalor di Kelas X Semester II SMA Negeri 19 Medan T.A
/2015. Jurnal . Vol. 2 januari 2016. ISSN:2461-1247.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya: Kencana.
Trowbridge. 2004. Teaching Science by Inquiry in the Secondary SchoolOhio: Merrill Pblishing
Company.
Trowbridge, L e s t i W , B u b e e , R o d g e r W , & C a r l s o n . 2004. Becoming a
Secondary School Science Teacher.Ohio: Merrill Publishing. Company.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tnetang Sistem Pendidikan Nasional.
Jakarta: Sekretaris Negara Republik Indonesai.
Wasti, Sriana. 2013. Hubungan Minat Belajar dengan Hasil Belajar. Artikel, 1-8.
Wasty. S. 2009. Psikologi pendidikan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta
Winkell. W. S. 2005. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia
Winkell, W.S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Taufiq Riandhana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



