PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA
SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI
PEDAGOGIK PENDIDIK DI SEKOLAH DASAR
Ika Dwi Lestari1, Jaka Nugraha2, Islam Ali Akbar3
1
2
3

Universitas Pamulang
Universitas Pamulang
Universitas Pamulang

Abstrak

Volume 6
Edisi 1
*Autor (a)
correspondence:
dosen03051@unpam.ac
.id

Submit 4 mei
2024
Accept 15 Mei 2025
Published 6 Juni
2025
Ika Dwi Lestari,
Jaka Nugraha &
Islam Ali Akbar .
(2025). Pengaruh
Kompetensi
Manajerial Kepala
Sekolah terhadap
Peningkatan
Kompetensi
Pedagogik Pendidik
di Sekolah Dasar
(CEJou), 6(1). 1-8.
php/cejou/article/vie
w/603.

Pelaksanaan proses pendidikan tentu membutuhkan manajemen berbasis sekolah, yang mana kepala sekolah
diharuskan menguasai kompetensi manajerial yang terstruktur, sistematis dan komprehensif agar mampu
mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan yang ditegaskan oleh kurikulum merdeka yaitu menciptakan
sumber daya manusia yang berkompeten dan memiliki sikap dinamis dan adaptif. Kompetensi manajerial sekolah
merupakan kompetensi yang merujuk pada kemampuan menggali informasi, menganalisis, merancang, menyusun,
mengembangkan dan mengaplikasikan baik aspek akademik maupun administrasi pada aktivitas belajar dalam
kurun waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memaparkan pengaruh kompetensi
manajerial kepala sekolah terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik di sekolah dasar. Metode
penelitian yang digunakan sebagai pedoman yaitu kuantitatif dengan desain penelitian quase experimente. Teknik
pengumpulan data yang dilaksanakan melalui observasi, wawancara dan penyebaran angket. Sampel penelitian
ini yaitu 13 orang kepala sekolah dan 26 pendidik di jenjang pendidikan dasar di wilayah Kecamatan Pamulang,
Kota Tangerang Selatan, Banten. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa nilai Adjusted R Squere (Koefisien
Determinasi) memperoleh nilai sebesar 0,500. Hal tersebut menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara
implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik
sebanyak 50%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
positif yang cukup signifikan antara implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap peningkatan
kompetensi pedagogik pendidik.

Kata kunci:

Manajemen berbasis sekolah, Kompetensi manajerial kepala sekoah, Kompetensi pedagogik,
Sekolah dasar

Abstract
The implementation of the education process certainly requires school based management, in which the principal
is required to master structured, systematic and comprehensive managerial competencies in order to achieve
educational goals. The educational goal emphasized by the independent curriculum is to create competent human
resources who have dynamic and adaptive attitudes. School managerial competence is a competence that refers
to ability to explore information, analyze, design, compile, develop and apply both academic and administrative
aspects to learning activities within a certain period of time. This study aims to analyze and describe the influence
of pedagógical managerial competence of educators in primary school. The research method use a guidline is
quantitative with a quasi-experimental research design. Data collection techniques were carried out through
observation, interviews and questionnaires. The sample of this study was 13 principals and 26 educators at primary
school level in Pamulang District, South Tangerang City, Banten. The results of this study state that the Adjusted R
Squere (Coefficient of Determination) value is 0.500. This states that there is a positive influence between the
implementation of the principal’s managerial competence on increasing the pedagogical competence of educator
by 50%. Based on the research result that have been presented, it can be concluded that there is significant positive
influence between the implementation of the principal’s managerial competence on improving the pedagogical
competence of educators.
Keywords: Project-Based Learning, Educational Entrepreneurship, 4C Skills, Independent Curriculum

1 PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya
manusia di era abad 21 (Supriyoko et al., 2022). Manusia di abad 21 dituntut untuk
beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi dan komunikasi
agar memiliki sikap yang tangguh dan mampu bersaing secara global. Penyesuian diri yang
cepat dan tepat tentu menjadi landasan bagi sebuah negara untuk melaksanakan
pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan (Hidayah et al., 2022).

2

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

Pembagunan sumber daya manusia baik di negara maju maupun negara berkembang
tentu memiliki orientasi yang sama yaitu menciptakan sumber daya manusia yang unggul
dan mampu bersaing di era society 5.0 (Solikhah, 2022). Pembangunan sumber saya
manusia berorietasi pada beberapa aspek di antaranya; 1) Memiliki kemampuan adaptasi
yang tinggi, 2) Memiliki kemampuan memcahkan masalah secara tepat dan cermat, 3)
Memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif, 4) Memiliki kemampuan inovasi yang tinggi,
4) Memiliki kemampuan kepekaan sosial yang tinggi, 5) Memiliki kemampuan analitis yang
logis (Zhao & Wang, 2022).
Berdasarkan kemampuan yang dibutuhkan, tentu menjadi sebuah pedoman agar
kemampuan siswa dapat disah dan dikembangkan dengan baik. Di sebuah negara, bidang
pendidikan menjadi penggerak pertama dan utama dalam mengasah kemampuan
manusia (Aditiya et al., 2023). Kemampuan ini tentu merujuk pada tiga aspek yaitu afektif
(sikap/emosional, 2) kognitif (pengetahuan) dan 3) psikomotorik (keterampilan). Beberapa
kemampuan ini tentu harus dikembangkan dalam proses pembelajaran (Maulana et al.,
2022).
Proses pembelajaran menekankan pada beberapa aspek yaitu merencanakan,
merancang, menyusun, mengembangkan bahkan melaksanakan proses pembelajaran
secara sistemstis dan kondusif (Julia et al., 2022). Oleh karena itu, diperlukan pendidik
yang memiliki kompetensi yang tinggi sehingga mampu melaksanakan proses
pembelajaran yang tepat secara komperehensif. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki
pendidik sebagai landasan pengetahuan yaitu kompetensi pedagogik (Sadykhan et al.,
2022).
Secara etimologi kata pedagogik berasal dari Bahasa Yunanti yaitu paedos yang artinya
adalah membimbing anak. Membimbing tentuk merujuk pada transfer ilmu pengetahuan,
keterampilan bahkan pengenalan teknologi, informasi dan komunikasi yang komprehensif
(Aulia et al., 2023). Selain itu, tentu menanamkan moral, nilai-nilai dan norma yang berlaku
di masyarakat. Kembali ditekankan bahwa melalui kompetensi pedagogik, seorang
pendidik mampu melaksanakan perannya dengan baik yaitu sebagai pendidik, pengajar,
fasilitator dan motivasi (Kairgozhin et al., 2023).
Hal ini diperkuat oleh PP Nomor 19 Tahun 2017 pasal 2 ayat 4 yang menyatakan bahwa,
kompetensi pedagogic mencakup; 1) Pemahaman wawasan secara kompleks tentang
landasan kependidikan, 2) Memahami karakteristik peserta didik, 3) Melaksanakan
pengembangan kurikulum yang merujuk pada program tahunan, semester bahkan silabus,
4) Merancang pembelajaran yang relevan, 5) Melaksanakan pembelajaran yang maksimal,
6) Memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi, 7) Evaluasi hasil belajar, 8)
Mengembangkan kompetensi peserta didik (Kondrashova, 2022).
Kompetensi pedagogik tentu dipengaruhi oleh dua hal di antaranya; 1) Faktor internal,
faktor ini merujuk pada kemampuan dan kualitas pengetahuan pendidikan. Dikatakan
bahwa faktor ini berorientasi pada diri sendiri, 2) Faktor eksternal, fakto ini merujuk pada
kompetensi manajerial kepala sekolah serta sarana dan prasarana yang memfasilitasi dan
mendukung proses pembelajaran. Berdasatrkan beberapa tinjauan lapang yang
dilaksanakan, faktor ekternal memiliki pengaruh yang besar. Salah satunya adalah
kompetensi manajerial yang dilaksanakan oleh kepala sekolah dan sebuah instansi
pendidikan (Sumantri & Whardani, 2017).
Melalui kompetensi manajerial yang diimplementasikan oleh Kepala Sekolah tentunya
harus mampu memberikan pengaruh yang positif guna memberikan motivasi dan dorongan
bagi pendidik untuk mengembangkan kemampuan pedagogik. Melalui fungsi manajerial,
Kepala Sekolah tentu telah menciptakan berbagai strategi yang tepat dan optimal untuk
meningkatkan kompetensi pendidik (Gamala & Marpa, 2022).
Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kinerja dan hasil belajar peserta didik.
Kompetensi manajerial kepala sekolah diwujudkan melalui agenda yang terstruktur yang
merujuk pada pelaksanaan tugas Kepala Sekolah dalam pengkoornasian kependidikan
dan melaksanakan tugas manajerial, serta pemberian hadiah dan peringatan bagi
pendidikan kurang disiplin dalam melaksanakan perannya dengan baik (Gian & Bao,
2020).
Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilaksanakan di beberapa sekolah dasar di
Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten pada bulan Mei 2025. Peneliti
menemukan beberapa fakta yang menunjukkan tentang kompetensi manajerial yang
2/8

3

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

diimplementasikan, di antaranya; 1) Kepala Sekolah mampu merancang, menyusun,
mengembangkan dan mencipta program kerja dalam jangka waktu tertentu secara
testruktur dan sistematis, 2) Kepala Sekolah mampu berpikir dan melaksanakan tindakan
secara logis, rasional, cekatan dan sistematis, 3) Kepala Sekolah mampu menganalisis
dan meminimalisir masalah yang terjadi baik secara akademik maupun administrasional
dengan baik, 4) Kepala Sekolah mampu memberikan arahan dan bimbingan yang
komunikatif dan mudah dilaksanakan, 5) Kepala Sekolah mampu mengkoordinasi peran
dan tanggung jawabnya dengan baik dan maksimal, 6) Kepala Sekolah mampu
menganalisis dan mamahmi sikap, perilaku dan tindakan pendidik dalam melaksanakan
proses pembelajaran, 7) Kepala Sekolah mampu bekerja sama dengan pendidik dalam
bidang akademik dan administrasi, 8) Kepala Sekolah mampu berkomunikasi dan bekerja
sama dengan wali murid dan komite sekolah secara baik dan maksimal.
Observasi dan wawancara menunjukkan bahwa kompetensi manajerial yang dimiliki dan
diimplementasikan Kepala Sekolah sudah mencapai taraf baik, sistematis dan terstruktur,
namun tentunya masih membutuhkan upaya peningkatan kompetensi pendidik di sekolah
dasar di beberapa sekolah dasar di Kecamatan Pamulan, Kota Tangerang Selatan. Hal ini
didasarkan pada beberapa fenomena dan fakta yang ditemukan peneliti saat observasi
dan wawancara, di antaranya; 1) Beberapa pendidik belum mampu memahami dan
menganalisis karakteristik peserta didik, 2) Beberapa pendidik belum memahami dan
menguasai teori belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik, 3) Beberapa
pendidik belum memahami prinsip-prinsip pembelajaran, 4) Beberapa pendidik belum
mampu mengembangkan perangkat pembelajaran dengan sistematis, 5) Beberapa
pendidik belum menciptakan aktivitas belajar yang bervariasi dengan mengacu pada model
pembelajaran, 6) Beberapa pendidik belum mengaplikasikan pendekatan, strategi dan
metode yang merangsang kemampuan berpikir peserta didik.
Sebagaimana latar belakang yang telah dipaparkan bahwa, pendidik dirasa belum
maksimal dalam mengimplementasikan dan mengembangkan kompetensi pedagogik.
Padahal kompetensi ini sangat penting dalam proses pembelajaran, utamanya dalam; 1)
Memahami karakteristik peserta didik, 2) Menganalisis kebutuhan belajar, 3) Menentukan
tujuan pembelajaran yang akan dicapai, 4) Menentukan model, pendekatan, metode,
strategi dan teknik yang relevan, 5) Menentukan pengembangan media pembelajaran dan
bahan ajar, 6) Menentukan alat evaluasi yang relevan, 7) Pemberian tindak lanjut dalam
pembelajaran (Arifah et al., 2016). Hal ini tentu berorientasi pada peningkatan efektivitas
pembelajaran
Dengan demikian, penelitian ini berkonstrasi pada tinjauan penekanan implementasi
kompetensi manajerial yang lebih sistematis dan trestruktur agar mampu meningkatkan
kompetensi pedagogik dalam diri pendidik di sekolah dasar. Sebagaimana, kontribusi
Kepala Sekolah sebagai user dalam manajemen berbasis sekolah melalui implementasi
kompetensi manajerial yang lebih tegas dan terukur, maka diharapkan mampu
meningkatkan dan mengembangkan kualitas pendidik utamanya dalam kompetensi
pedagogik.

2 METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang diimplementasikan yaitu metode kuantitatif dengan spesifikasi
desain penelitian quasi experimental (Waruwu, 2023). Metode penelitian kuantitatif
merupakan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dan mengukur pengaruh
yang diberikan oleh variabel X terhadap variabel Y (John W. Creswell, 2012; Waruwu,
2023) \Penelitian ini dilaksanakan di tiga sekolah dasar di Kecamatan Pamulang, Kota
Tangerang Selatan, Banten. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025.
Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling melalui pengumpulan data
observasi, wawancara, penyebaran angket dan pemberian pretest dan posttest. Sampel
dalam penelitian ini yaitu 13 orang Kepala Sekolah dan 26 Pendidik di tingkat sekolah
dasar. Instrumen yang diimplementasikan dalam penelitian ini yaitu untuk implementasi
kompetensi manajerial terhadap peningkatan kompetensi pedagogik di sekolah dasar.
Analisa data yang dilaksanakan dalam penelitian meliputi; 1) Uji normalitas, 2) Uji
liniearitas, 3) Uji korelasi sederhana, 4) Uji regresi linier sederhana, 5) Uji koefisien
determinasi.

3/8

4

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

3 HASIL DAN DISKUSI
Berikut pemaparan hasil penelitian yang telah dilaksanakan. Tahap analisis hasil penelitian
yaitu pelaksanaan uji normalitas. Uji normalitas dilaksanakan guna memaparkan persebaran
data dalam sebuah variabel terdistribusi normal atau tidak. Pengambilan kepurusan pada uji
normalitas menyatakan bahwa jika Sig > 0,05 maka data terdistribusi normal. Namun,
apabila jika nilai Sig < 0,05 maka data terdistribudi tidak normal. Berikut paparan hasil uji
normalitas yang disajikan pada tabel 1.1.
Tabel 1.1 Hasil uji normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandard
ized
Residual
N
15
Normal
Parametersa,b

Mean

,0000000

Std.
Deviation
Absolute

2,56349636

Positive
Negative

Test Statistic

,131
-,215
,215

Asymp. Sig. (2-tailed)

,046c

Most Extreme
Differences

,215

a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.

Sumber: Olahan peneliti
Berdasarkan hasil uji normalitas yang telah dipaparkan, menyatakan bahwa hasil Sig yaitu
0,46 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual terdistribusi normal. Setelah
mengetahui bahwa data uji normalitas terdistribusi normal, maka dilanjutkan ke uji linieritas.
Uji liniearitas pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedua variabel bersifat linier
atau tidak. Pengujian ini bertujuan untuk memaparkan hubungan antara kompetensi
manajerial Kepala Sekolah terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik disekolah
dasar. Pengambilan keputusan pada uji linieritas menyatakan bahwa jika nilai p > 0,05 maka
terdapat pengaruh, namun apabila nilai p < 0,05 maka tidak ada tidak ada pengaruh. Berikut
paparan hasil uji liniearitas yang disajikan pada tabel 1.2.
Tabel 1.2 Hasil uji liniearitas
ANOVA Table
Sum
of
Mean
Squar
Squar
es
df
e
Manaje Betw (Com 52,60
9 5,844
rial
een
bined
0
Kepse Grou )
k*
ps
Linea
,082
1
,082
Kema
rity
mpuan
Devia 52,51
8 6,565
pedag
tion
8
ogik
from
Linea
rity
Within
47,00
5 9,400
Groups
0
Total
99,60 14
0

F Sig.
,62 ,74
2
8
,00
9
,69
8

,92
9
,69
0

Sumber: Olahan peneliti

Berdasarkan uji liniearitas yang telah dipaparkan, menyatakan bahwa hasil Sig 0,690 > 0,05.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat dipaparkan bahwa terdapat hubungan antara kompetensi
manajerial kepala sekolah terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik. Setelah
4/8

5

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

mengetahui bahwa data bersifat linier dan memiliki pengaruh. Oleh karena itu, tahap
selanjutnya yaitu uji korelasi sederhana guna mengetahui sejauhmana hubungan di antara
kedua variabel.
Uji korelasi sederhana dilakukan guna mengukur dan mamaparkan seberapa besar
pengaruh diantara kedua variabel, serta bertujuan untuk mengetahui bentuk pengaruh
antara kompetensi manajerial kepala sekolah (X) terhadap peningkatan kompetensi
pedagogik (Y). Pengambilan keputusan pada uji korelasi sederhana menyatakan bahwa jika
nilai Sig. (2-tailed) > 0,05 maka terdapat hubungan yang merujuk pada pengaruh antar
variabel tidak signifikan. Namun, jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 maka terdapat hubungan
yang merujuk pada pengaruh yang signifikan. Berikut paparan hasil uji korelasi sederhana
yang disajikan pada tabel 1.3.
Tabel 1.3 Hasil uji korelasi
Coefficientsa
Standa
rdized
Unstandardize Coeffic
d Coefficients
ients
Std.
Model
B
Error
Beta
t
Sig.
1 (Cons 252,5 7,371
34,2 ,000
tant)
26
59
Manaj
erialX

-,105

,032

-,672

- ,006
3,27
4
a. Dependent Variable: KemampuanPedagogiY

Sumber: Olahan peneliti
Berdasarkan output pada tabel 1.3 menyatakan bahwa nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,006 < 0,05.
Berdasarkan data tersebut, maka terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara
kompetensi manajerial Kepala Sekolah dengan peningkatan kompetensi pedagogik. Apabila
kompetensi manajerial Kepala Sekolah semakin terstruktur dan sistematis maka semakin
tinggi pula peningkatan kompetensi pedagogik.
Maka tahap selanjutnya yang dilaksanakan yaitu regresi linier sederhana. Uji bertujuan untuk
memaparkan pengaruh antara variabel X dan variabel Y. Pengambilan keputusan dilakukan,
jika nilai Sig > 0,05 maka terdapat pengaruh antara variabel X dengan Y, namun jika nilai
Sig < 0,05 maka tidak terdapat pengaruh variabel X dengan Y. Berikut paparan hasil uji
regresi sederhana yang disajikan pada tabel 1.4
Tabel 1.4 Hasil uji regresi sederhana
ANOVAa
Sum of
Mean
Model
Squares
df
Square
F
1
Regres
3,734
1
3,734 10,7
sion
17
Residu
4,530
13
,348
al
Total
8,264
14
a. Dependent Variable: KemampuanPedagogiY

Sig.
,007b

b. Predictors: (Constant), ManajerialX

Berdasarkan output pada tabel 1.4 menyatakan bahwa nilai Sig pada variabel X terhadap
variabel Y yaitu sebesar 0,007 < 0,05. Berdasarkan paparan data tersebut, disimpulkan
bahwa terdapat pengaruh positif yang diberikan oleh variabel X dan variabel Y. Kemudian
tahap selanjutnya yaitu uji koefisiensi determinasi.
Uji koefisiensi determinasi bertujuan untuk mengukur dan memaparkan seberapa besar
pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah (X) terhadap peningkatan kompetensi
pedagogik pendidik (Y). Berikut paparan hasil koefisiensi determinasi yang disajikan pada
tabel 1.5.

5/8

6

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

Tabel 1.5 Hasil koefisiensi determinasi
Model Summary
Std. Error
Mode
l

R

1

,672a

R

Adjusted R

of the

Square

Square

Estimate

,452

,500

,59029

a. Predictors: (Constant), ManajerialX

Sumber: Olahan peneliti

Berdasarkan tabel 1.5 menyatakan bahwa nilai Adjudted R Squere (Koefisiensi Determinasi)
sebesar 0,500. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada kompetensi manajerial
Kepala Sekolah (X) berpengaruh pada peningkatan kompetensi pedagogik (Y) sebesar 50%.
Kompetensi manajerial Kepala Sekolah merupakan sebuah kompetensi yang terdapat pada
manajemen berbasis sekolah dan harus dimiliki, dipahami dan aplikasikan oleh Kepala
Sekolah dalam menjalankan fungsinya baik secara akademik maupun administrasi dengan
efektif dan efisien (MİNAZ et al., 2022). Hal ini didukung oleh PERMENDIKBUD Nomor 40
Tahun 2021 yang menyatakan bahwa Kepala Sekolah harus memiliki beberapa kompetensi.
Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh Kepala Sekolah yaitu; 1) Kepribadian dan
kompetensi sosial yang unggul, 2) Menguasai manajemen berbasis sekolah, 3) Menguasai
kompetensi manajerial sekolah, 4) Memiliki jiwa kewirausahaan, 5) Memahami dan
melaksanakan supervisi sekolah dengan baik, 6) Mampu mengayomi pendidik di
sekolahnya, 7) Memiliki kemampuan problem solving, 8) Mampu berpikir kritis, kreatif, logis
dan analitis (Azainil et al., 2021).
Beberapa kompetensi tersebut tentu membantu Kepala Sekolah dalam menjalankan tugas
dan fungsinya dengan baik. Adapun tugas dan fungsi Kepala Sekolah di antaranya; 1)
Merancang, menyusun dan mengembangkan perencanaan akademik, pelatihan pendidik
bahkan sarana dan prasarana, 2) Mengembangkan organisasi yang ada disekolah, 3)
Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal, 4)
Pengelolaan perubahan dan pengembangan sekolah menuju instansi yang bermutu, efektif
dan efisien, 5) Menciptakan budaya dan iklmin sekolah yang kondusif, inovatif dan
menyenangkan, 6) Menciptakan sistem dalam mengasah dan mengembangkan sumber
daya manusia yang dinamis, 7) Mengelola dan mengembangkan sarana prasarana guna
mendukung proses pembelajaran, 8) Membina hubungan baik antara sekolah dan
masyarakat, 9) Mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan belajar, 10)
Mengelola keuangan sekolah yang transparan dan akuntabel (Nurlaili et al., 2021).
Sedangkan kompetensi pedagogik merupakan sebuah kompetensi yang merujuk pada
keterampilan pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sederhananya adalah
bagaimana strategi dan cara yang dilaksanakan pendidik dalam menyajikan materi
pembelajaran (Kairgozhin et al., 2023). Kompetensi ini merujuk pada beberapa aspek yang
harus dikuasai oleh pendidik, di antaranya; 1) Memahami karakter peserta didik secara
komprehensif, baik kemampuannya secara akademik maupun gaya belajarnya, 2)
Menguasai teori belajar dengan baik, 3) Mampu mengembangkan kurikulum dalam aplikasi
model, pendekatan, strategi, metode dan teknik yang relevan dalam proses pembelajaran,
4) Mampu menganalisis kebutuhan dan kesulitan belajar, 5) Menciptakan lingkungan belajar
yang mendidik dan kondusif, 6) Mampu membantu peserta didik mengembangkan bakat,
minat dan potensinya, 7) Mampu menyajikan materi pembelajaran yang menarik,
menyenangkan dan komunikatif, 8) Melaksanakan evaluasi belajar yang komprehensif
(Hamilton et al., 2021).
Sebagaimana hasil penelitian yang telah dipaparkan, bahwa hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat pengaruh pada kompetensi manajerial Kepala Sekolah (X) berpengaruh
pada peningkatan kompetensi pedagogik (Y) sebesar 50%. Berdasarkan paparan hasil uji
yang telah dilakukan, menyatakan bahwa kompetensi manajerial Kepala Sekolah memiliki
relevansi yang tinggi dalam manajemen berbasis sekolah, sehingga mampu memberikan
pengaruh yang positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik pendidik di tingkat
sekolah dasar.

6/8

7

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

4 PENGAKUAN
Terima kasih kepada Universitas Pamulang yang telah mendukung penelitian ini.

5 KESIMPULAN
Kompetensi manajerial Kepala Sekolah menjadi faktor eksternal yang sangat
mempengaruhi kualitas dan peningkatan kompetensi pedagogik dalam diri pendidik di
tingkat sekolah dasar. Pengorganisasian kompetensi manajerial yang dilaksanakan oleh
Kepala Sekolah tentu terstruktur dan sistematis, sehingga memudahkannya dalam
menggali informasi tentang kebutuhan belajar, merancang, mengembangkan, menyusun,
mencipta dan mengaplikasikan program pembelajaran dalam kurun waktu tertentu dengan
baik, efektif, efisien dan maksimal.
Aplikasi kompetensi manajerial yang baik tentu memudahkan Kepala Sekolah dan
mengorganisir pengelolaan administrasi sekolah dalam sebuah sistem informasi
manajemen pendidikan yang sistematis. Hal ini tentu memaksimalkan kinerja Kepala
Sekolah dalam memaksimalkan tugas pokok dan fungsinya (Menteşe, 2021).
Sebagaimana hasil penelitian yang memaparkan bahwa nilai Adjudted R Squere
(Koefisiensi Determinasi) sebesar 0,500. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
pada kompetensi manajerial Kepala Sekolah (X) berpengaruh pada peningkatan
kompetensi pedagogik (Y) sebesar 50%. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh pada kompetensi manajerial Kepala Sekolah (X) berpengaruh pada peningkatan
kompetensi pedagogik (Y) sebesar 50%.

6 REFERENSI
Aditiya, N., Fatonah, S., Sunan, N., & Yogyakarta, K. (2023). Efforts to Develop The Competence of Mobile
Teacher in Elementary Schools in The Independent Learning Curriculum. Scholaria: Jurnal Pendidikan
Dan Kebudayaab, 13(2), 108–116.
Arifah, E. N., Suciptaningsih, O. A., & Geografi, P. (2016). PENTINGNYA MEDIA PEMBELAJARAN
BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP PGRI 2
SINGOSARI. Centre of Education Journal, 4(2), 3–8.
Aulia, I., Pertiwi, A., Athallah S, R., & Rustini, T. (2023). Analisis Pedagogical Content Knowledge Buku
Guru IPAS Muatan IPS SD Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(1), 69–77.
https://doi.org/10.33603/.v6i1.7984
Azainil, A., Komariyah, L., & Yan, Y. (2021). The Effect of Principal’s Managerial Competence and Teacher
Discipline on Teacher Productivity. Cypriot Journal of Educational Sciences, 16(2), 563–579.
https://doi.org/10.18844/CJES.V16I2.5634
Gamala, J. J., & Marpa, E. P. (2022). School Environment and School Heads’ Managerial Skills: Looking
into their Relationships to School’s Performance. International Journal on Social and Education
Sciences, 4(2), 218–235. https://doi.org/10.46328/ijonses.285
Gian, P. M., & Bao, D. Q. (2020). The Competences of Teaching Staff and Principals in the Context of
Educational Innovation and School Development. International Education Studies, 14(1), 65.
https://doi.org/10.5539/ies.v14n1p65
Hamilton, D., McKechnie, J., Edgerton, E., & Wilson, C. (2021). Immersive virtual reality as a pedagogical
tool in education: a systematic literature review of quantitative learning outcomes and experimental
design. Journal of Computers in Education, 8(1), 1–32. https://doi.org/10.1007/s40692-020-00169-2
Hidayah, R., Wangid, M. N., & Wuryandani, W. (2022). Elementary School Teacher Perception of
Curriculum Changes in Indonesia. Pegem Egitim ve Ogretim Dergisi, 12(2), 77–88.
https://doi.org/10.47750/pegegog.12.02.07
John W. Creswell. (2012). Educational Research. University of Nebraska-Lincoln, 1–576.
Julia, J., Gunara, S., Supriyadi, T., Agustian, E., Ali, E. Y., & Budiman, A. (2022). Improving Elementary
School Teachers’ Competence in Composing Thematic Songs: An Action Research. Pegem Journal
of Education and Instruction, 12(1), 131–141. https://doi.org/10.47750/pegegog.12.01.12
Kairgozhin, D., Kuzembayeva, G., Maydangalieva, Z., Bakhtiyarova, S., & Mugauina, G. (2023).
Pedagogical conditions for the development of cognitive independence in physical education lessons.
Journal
of
Education
and
E-Learning
Research,
10(3),
539–547.
https://doi.org/10.20448/jeelr.v10i3.4952
7/8

8

Pembelajaran Edupreneurship Berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Keterampilan 4c Siswa Dalam Kurikulum Merdeka

Kondrashova, E. (2022). Construct of the Quality of Preschool Education in the Representation of School
Principals (Evidence from Moscow). Journal of Curriculum and Teaching, 11(3), 1–16.
https://doi.org/10.5430/jct.v11n3p1
Maulana, M., Rahman, A. A., & Aminah, M. (2022). Developing Creative Characters of Elementary School
Prospective
Teachers.
International
Journal
of
Instruction,
15(1),
547–564.
https://doi.org/10.29333/iji.2022.15131a
Menteşe, S. (2021). School Principals’ Levels of Administrative Competences based on the Perceptions of
Principals
and
Teachers.
The
European
Educational
Researcher,
4(1),
43–62.
https://doi.org/10.31757/euer.413
MİNAZ, Öğr. Ü. M. B., ÖZEL, Y., & AY, M. (2022). The Relationship Between Principals’ Technological
Leadership Competence and School Effectiveness. Education Quarterly Reviews, 5(4).
https://doi.org/10.31014/aior.1993.05.04.570
Nurlaili, N., Warman, W., & Raolah, R. (2021). Improvement of principals’ supervision competence through
accompaniment in principal working groups. Cypriot Journal of Educational Sciences, 16(4), 1704–
1720. https://doi.org/10.18844/cjes.v16i4.6033
Sadykhan, K., Azizkhoja, K., Gulnar, K., Nurlan, K., Askar, M., & Azimkhuzha, P. (2022). Research of
pedagogical conditions for the development of students’ educational independence. Cypriot Journal of
Educational Sciences, 17(5), 1838–1851. https://doi.org/10.18844/cjes.v17i5.7348
Solikhah, I. (2022). Journal of Social Studies Education Research Revisiting the EFL curriculum in the
outcome-based education framework and freedom to learn program. Journal of Social Studies
Education Research, 13(2), 243–264. www.jsser.org
Sumantri, M. S., & Whardani, P. A. (2017). Relationship between Motivation to Achieve and Professional
Competence in the Performance of Elementary School Teachers. International Education Studies,
10(7), 118–125. https://doi.org/10.5539/ies.v10n7p118
Supriyoko, Rochmiyati, S., Irfan, M., & Ghazali, I. (2022). Online Survey: Evaluation of Indonesian Higher
Education Curriculum. Pegem Journal of Education and Instruction, 12(4), 235–240.
https://doi.org/10.47750/pegegog.12.04.24
Waruwu, M. (2023). Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian
Kuantitatif dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1),
2896–2910.
Zhao, Y., & Wang, L. (2022). A case study of student development across project-based learning units in
middle school chemistry. Disciplinary and Interdisciplinary Science Education Research, 4(1), 1–20.
https://doi.org/10.1186/s43031-021-00045-8

8/8

