Vol. 6, No. 2, 2026 | Hal 89-100 DOI: https://doi.org/10.55757/dimensi.v6i2.1124 Perancangan Desain Web Pelayanan Digital Desa Kejapanan Untuk Meningkatkan Efisiensi Layanan Desa Laila Indah Nur Safitri1, Amidatus Sholihat Jamil2 , Nuraviah Alfiana3 1* Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia 2* Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia 3* Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia Korespondensi*: lalilaindah@gmail.com Info Artikel Abstrak Riwayat artikel: Submited: Juni 05, 2025 Revision: Des 05, 2025 Accepted: Des 05,2025 Publish: Januari 15, 2026, Kemajuan teknologi informasi saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, salah satu bentuk teknologi informasi adalah website. Website adalah suatu media yang terdiri dari beberapa halaman yang saling berkaitan satu sama lain, dan berfungsi sebagai media untuk menampilkan suatu informasi, baik berbentuk gambar, video, teks, suara, ataupun gabungan dari semuanya. Dalam proses pembuatan web ini, dengan di desain yang menarik sehingga dapat bermanfaat untuk membantu masyarakat khususnya di Desa Kejapanan dalam melakukan proses pelayanan digital, untuk meningkatkan efisiensi layanan desa Kejapanan, maka diperlukan sebuah desain web pelayanan digital desa Kejapanan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik dan efisien. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan yang dikenal dengan Research and Development (R&D). Dalam penelitian dan pengembangan yang digunakan oleh peneliti yaitu 10 langkah yang dikembangkan oleh Sugiyono, diantaranya potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain,revisi desain, ujicoba produk, revisi produk, ujicoba pemakaian, revisi produk, produksi masal. Kata Kunci : Desain, Desa Kejapanan, web pelayanan digital Abstract The advancement of information technology is currently experiencing very rapid progress, one form of information technology is a website. A website is a media consisting of several pages that are interconnected with each other, and functions as a medium to display information, whether in the form of images, videos, text, sound, or a combination of all of them. In the process of creating this website, with an attractive design so that it can be useful to help the community, especially in Kejapanan Village in carrying out the digital service process, to increase the efficiency of Kejapanan village services, a digital service web design for Kejapanan village is needed, so that services to the community can be better and more efficient. This research is included in development research known as Research and Development (R&D). In the research and development used by researchers, namely 10 steps developed by Sugiyono, including potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, product revision, usage testing, product revision, mass production. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi informasi saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia modern (Alim Puspianto, 2022). Perubahan tersebut tercermin dari semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam berbagai sektor, termasuk dalam proses pengelolaan data dan informasi pada lembaga pemerintahan maupun masyarakat umum (Oktaviani & Puspito, 2025). Teknologi komputer kini telah digunakan hampir di semua bidang dan profesi untuk menunjang pengolahan data dan meningkatkan efektivitas kerja (Ummah, 2019). Lebih jauh, dalam era globalisasi yang ditandai oleh arus informasi yang cepat, sistem teknologi informasi menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam mendukung kegiatan manusia dan organisasi (Istiqomah et al., 2024). Sistem teknologi informasi pada era globalsisasi menjadi sesuatu yang penting dan menjadi salah satu penunjang kebutuhan dan kehidupan manusia (Pamungkas et al., 2023). Teknologi informasi saat ini sudah banyak merambat menjadi medium yang digunakan orang untuk melakukan kegiatan seperti transaksi, komunikasi, diskusi, maupun sebagai wadah penyedia informasi (Abbas & Sutrisno, 2022) Salah satu bentuk teknologi informasi adalah website (Rasyid & Rahmawati, 2023). Menurut Elgamar (2020), website adalah suatu media yang terdiri dari beberapa halaman yang saling berkaitan satu sama lain, dan berfungsi sebagai media untuk menampilkan suatu informasi, baik berbentuk gambar, video, teks, suara, ataupun gabungan dari semuanya. Website digunakan hampir di seluruh lapisan masyarakat maupun lembaga pemerintahan, salah satunya adalah pemerintah desa (Josi, 2017). Pemerintah desa merupakan salah satu bentuk pemerintahan yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat(Afifah Faiseh Sulis & Fajri Yanto, 2025). Namun, dalam kenyataannya, banyak desa di Indonesia yang belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi informasi dalam penyelenggaraan layanan publik. Pendekatan manual masih dominan digunakan dalam proses pelayanan administrasi seperti pengurusan surat menyurat, perizinan, dan penyampaian informasi penting lainnya (Nur et al., 2023). Model layanan tradisional tersebut sering kali menimbulkan hambatan seperti lamanya waktu proses, kurangnya transparansi, dan terbatasnya akses masyarakat terhadap data dan layanan desa (Huda et al., 2024). Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan masyarakat modern dengan layanan administrasi yang disediakan oleh pemerintahan desa (Santoso et al., 2019). Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan inovasi dalam sistem pelayanan desa melalui penerapan teknologi informasi yang tepat dan efektif. Salah satu solusi yang dapat dikembangkan adalah Website Pelayanan Digital Desa Kejapanan sebagai platform terintegrasi yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses informasi dan melakukan permohonan layanan secara online (Durrani et al., 2014). Website ini dirancang dengan antarmuka yang intuitif, fitur layanan yang lengkap, serta kemampuan untuk mempercepat proses administrasi sehingga meningkatkan efisiensi dan kepuasan masyarakat (Feriyansyah, 2016). Penerapan desain website yang baik juga berkontribusi dalam mendorong partisipasi masyarakat dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan desa (Marliana et al., 2022; Nirmala & Paramitha, 2020). Website pelayanan digital diharapkan dapat menjadi media efektif dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah desa dan warga, serta memfasilitasi layanan administratif yang lebih cepat, responsif, dan akuntabel (Nurrohmah & Andrian, 2023; Raray, 2022). Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini akan fokus pada perancangan desain web pelayanan digital di Desa Kejapanan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan desa. Penelitian ini juga menilai sejauh mana desain yang diusulkan mampu memenuhi kebutuhan pengguna dan mendukung peningkatan kualitas layanan publik di era digital saat ini. METODE Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Metode R&D merupakan pendekatan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk tertentu sekaligus menguji efektivitas produk tersebut dalam meningkatkan kualitas suatu proses atau sistem (Sugiyono, 2019). Dalam konteks penelitian ini, produk yang dikembangkan berupa desain website pelayanan digital Desa Kejapanan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi layanan administrasi desa serta kemudahan akses informasi bagi masyarakat. Metode penelitian dan pengembangan dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu tidak hanya menganalisis permasalahan yang ada, tetapi juga menghasilkan solusi konkret dalam bentuk rancangan sistem berbasis teknologi informasi (Borg & Gall, 1983; Sugiyono, 2019). Pendekatan ini banyak digunakan dalam pengembangan sistem informasi dan media digital karena mampu mengintegrasikan proses analisis kebutuhan pengguna, perancangan, pengujian, serta penyempurnaan produk secara berkelanjutan (Richey, R. C., & Klein, 2014). Dalam pelaksanaannya, penelitian ini mengadaptasi sepuluh langkah penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2019), diantaranya potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain,revisi desain, ujicoba produk, revisi produk, ujicoba pemakaian, revisi produk, produksi masal. Gambar 1 Desain Penelitian dan Pengembangan (R&D) HASIL PENELITIAN A. Konsep Perancangan 1. Mind Map Mind map ini memberikan gambaran tentang desain dan elemen penting dari desain web pelayanan digital Desa Kejapanan. Setiap cabang dan sub cabang memberi rincian spesifik, hal ini bertujuan agar dapat membantu dalam memahami struktur dan tujuan dari desain web ini(Nurfajriani et al., 2024). Gambar 2 Mind map 2. Bahasa Peneliti dalam membuat perancangan web ini menggunakan bahasa Indonesia dengan menyesuaiikan audiens yaiitu masyarakat yang tinggal di Negara Indonesia khususnya pada Desa Keijapanan dari berbagai kalangan yang dapat memahami isi dengan mudah atau informasi yang ada pada desain web. 3. Visual Dalam peimbuatan weib peneliti menggunakan visual atau gambar veiktor icon yang terdapat diibeiberapa sub menu untuk mempermudah pengguna dalam meimahami isi web tersebut. 4. Font Jenis font yang digunakan oleh peneliti yaitu font san serif inter semi bold yaitu jenis huruf yang tidak memiliki sirip pada kaki, pada desain web ini, font sans serif memberikan kesan modern, bersih, dan sederhana sehingga dapat dengan mudah dibaca oleih pengguna dalam isi weib. Font pada desain web menggunakan ukuran 11 dan 12 dengan menyesuaikan ukuran pada grid figma. 5. Warna Perancangan desain web ini menggunakan 3 warna, yang pertama menggunakan warna hiijau tua yaitu hijau yang lebih gelap dan pekat dengan kode warna #237058, warna ini memberikan kesan alami, segar, dan sering digunakan untuk latar belakang atau elemen interaktif yang dapat menonjolkan nuansa alami dan menenangkan, kemudian warna yang kedua adalah hijau tosca warna campuran hijau dan biru yang dapat menghasilkan warna cerah dan segar dengan kode warna #4DCFA2, pada desain web tampilan awal menggunakan gradasi 2 warna yaitu hijau tua dan hijau tosca. Warna ketiga pada desain web yaitu putih dengan kode #FDFDFE, warna putih memberi kesan bersih, terang, dan netral, warna ini digunakan agar dapat meningkatkan keterbacaan bagi pengguna karena warna putih adalah warna yang terang sehingga font dan elemen dalam desain web dapat terlihat dengan jelas. B. Proses Perancangan 1) Proses Perancangan pada Menu Login Gambar 3 Menu Login 2) Proses Perancangan pada Menu Beranda Gambar 4 Menu Beranda 3) Proses Perancangan pada Menu Pertanahan Gambar 5 Menu Pertanahan 4) Proses Perancangan pada Menu Umum Gambar 6 Menu Umum 5) Proses Perancangan pada Menu Pernikahan Gambar 7 Menu Pernikahan 6) Proses Perancangan pada Menu Layanan Kependudukan 1 Gambar 8 Menu Layanan Kependudukan 1 7) Proses Perancangan pada Menu Layanan Kependudukan 2 Gambar 9 Menu Layanan Kependudukan 2 C. Data Validasi Produk Tabel 1 Validasi Ahli Media No Indikator Penilaian Butir Penilaian 1 Tampilan Keseimbangan desain web 2 Kontras 3 Konsistensi desain web 4 Ruang kosong 5 Desain web memiliki kesesuaian warna 6 Typography (desain web menggunakan jenis dan ukuran tipografi yang sesuai) 7 Desain web memiliki tata letak / layout yang sesuai 8 Bentuk/asset 9 Navigasi (menu desain web dapat digunakan dengan mudah) 10 Usability 11 Design graphic (Tampilan desain web menarik) 12 Content (desain web memiliki informasi yang jelas) 13 Compatibility (desain web kompatibel dengan berbagai perangkat) 14 Loading time (desain web dapat bekerja dengan baik) 15 Fungsionality (desain web berfungsi dengan baik ) 16 Accesibility (desain web dapat diakses dengan mudah) 17 Intractivity 18 Kualitas Informasi Desain web dapat dipelajari, efisien, mudah diingat 19 Desain web memiliki kemudahan dalam navigasi 20 Kesesuaian tata letak halaman utama untuk 21 menarik perhatian pengunjung 22 Penggunaan warna yang menarik 23 Konsistensi visual antara halaman-halaman desain web 24 Kejelasan dan keterbacaan teks pada desain web 25 Desain web responsif pada perangkat mobile 26 Kemudahan pengunjung mencari informasi yang spesifik dalam desain web 27 Desain web memiliki strategi yang jelas dalam mengarahkan pengunjung menuju tindakan tertentu, seperti pengajuan surat 28 Kesesuaian ukuran font dan jenis font 29 Ketepatan pemilihan backgroun pada desain web 30 Konsistensi penggunaan warna 31 Konsistensi penggunaan teks 32 Pemilihan icon yang tepat dan mudah dipahami 33 Kesesuaian gambar pada desain web 34 Ketepatan tata letak teks pada web desain 35 Kemudahan memulai desain web Tabel 2 Validasi Ahli Materi No Indikator penilaian Butiran Penilaian 1 Kesesuaian Isi Kesesuaian informasi desain web 2 Informasi desain web mudah dipahami 3 Penggunaan bahasa pada desain web 4 Kelengkapan sajian informasi desain web 5 Keseluruhan tampilan desain web 6 Tingkat keterbacaan dalam gaya penulisan materi pada desain web 7 Kesesuaian bahasa dan gaya penulisan dengan audiens yang dituju 8 Kesesuaian Informasi Seberapa baik desain web menghadirkan materi yang sesuai dengan tingkat pemahaman target pembaca 9 Seberapa baik desain web menyampaikan pesan utama atau tema dengan jelas dan konsisten 10 Seberapa responsif navigasi pada desain web dalam membantu pengguna menemukan informasi yang dicari D. Hasil Validsasi Produk Hasil Validasi Ahli Media Percobaan uji kelayakan yang dievaluasi oleh validator ahli dalam media, berikut perhitungan hasil yang diperoleh : P=(?¦X)/N×100% Keterangan: P : Presentase skor ?X : Jumlah skor yang diperoleh N : Jumlah skor ideal Perhitungan hasil validasi ahli media yang diperoleh tersebut: P=110/140×100%= 78,57% Hasil Validasi Ahli Materi Percobaan uji kelayakan yang dievaluasi oleh validator ahli dalam materi, berikut perhitungan hasil yang diperoleh : P=(?¦X)/N×100% Keterangan: P : Presentase skor ?X : Jumlah skor yang diperoleh N : Jumlah skor ideal Perhitungan hasil validasi ahli materi yang diperoleh tersebut: P=44/48×100%= 91,6% E. Data Uji Coba Produk Hasil uji coba dilakukan kepada 10 orang pegawai desa dan 10 orang masyarakat Kejapanan sebagai subjek penelitian dalam pengisian kuesioner uji coba. Perhitungan hasil uji coba yang diperoleh tersebut : P=(?¦X)/N×100% Keterangan: P : Presentase skor ?X : Jumlah skor yang diperoleh N : Jumlah skor ideal Perhitungan hasil validasi ahli materi yang diperoleh tersebut: P=996/1184×100%= 84% F. Pembahasan Dari hasil yang telah dipaparkan, menunjukkan bahwa pengembangan website desa dilakukan secara sistematis melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan visual, validasi, hingga uji coba lapangan, sejalan dengan konsep R&D yang dikemukakan oleh Sugiyono (2019). Fokus utama desain diarahkan pada kemudahan akses masyarakat terhadap layanan administrasi desa, transparansi informasi, serta peningkatan efisiensi proses pelayanan sebagaimana dianjurkan dalam pengembangan sistem informasi pemerintahan desa berbasis digital (Abbas & Sutrisno, 2022; Afifah Faiseh Sulis & Fajri Yanto, 2025). Konsep perancangan diawali dengan penyusunan mind map yang berfungsi memetakan struktur menu, fitur layanan, serta alur navigasi website agar memiliki arsitektur informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh pengguna. Penggunaan mind map ini sejalan dengan prinsip perancangan sistem digital yang berorientasi pada kebutuhan pengguna, di mana kejelasan struktur informasi menjadi faktor utama dalam meningkatkan usability (Josi, 2017; Santoso et al., 2019). Dalam desain ini, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa utama antarmuka untuk menyesuaikan dengan karakteristik masyarakat Desa Kejapanan yang beragam, sehingga informasi layanan dapat dipahami dengan mudah. Strategi tersebut relevan dengan konsep aksesibilitas dalam pelayanan publik digital yang menekankan kesesuaian bahasa dengan audiens sasaran (Feriyansyah, 2016; Huda et al., 2024). Dari sisi visual, desain web memanfaatkan ikon vektor pada berbagai submenu untuk membantu pengguna mengenali fungsi layanan secara cepat dan intuitif. Pendekatan visual semacam ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi navigasi serta mempercepat pemahaman pengguna terhadap sistem digital pemerintahan (Nirmala & Paramitha, 2020). Pemilihan tipografi sans serif jenis Inter Semi Bold dengan ukuran 11-12 pt pada sistem grid Figma memberikan kesan modern, bersih, serta mudah dibaca, sesuai dengan prinsip desain antarmuka digital yang mengutamakan keterbacaan dan kenyamanan visua (Elgamar, 2020). Skema warna yang terdiri atas hijau tua (#237058), hijau tosca (#4DCFA2), dan putih (#FDFDFE) tidak hanya memperkuat identitas visual website, tetapi juga menghadirkan kesan alami, profesional, serta menenangkan. Warna putih yang dominan turut meningkatkan kontras sehingga informasi dapat terbaca dengan jelas, sebagaimana dianjurkan dalam desain komunikasi visual pelayanan publik (Raray, 2022). Struktur menu layanan yang meliputi menu login, beranda, pertanahan, umum, pernikahan, serta layanan kependudukan menunjukkan bahwa desain web diarahkan untuk menjawab kebutuhan administratif utama masyarakat desa. Keberadaan menu-menu tersebut mencerminkan orientasi sistem terhadap efisiensi pelayanan publik sebagaimana ditekankan dalam pengembangan e-government desa berbasis web (Pamungkas et al., 2023). Menu login berfungsi sebagai sistem autentikasi pengguna, sementara halaman beranda menjadi pusat informasi utama yang menghubungkan seluruh fitur layanan. Dengan demikian, desain ini tidak hanya berfokus pada aspek visual, tetapi juga pada efektivitas fungsi sistem dalam mendukung proses administrasi desa secara digital. Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa desain web memperoleh tingkat kelayakan sebesar 78,57 persen, yang mengindikasikan bahwa produk berada dalam kategori layak digunakan meskipun masih memerlukan penyempurnaan pada beberapa aspek visual dan teknis. Penilaian tersebut mencakup keseimbangan desain, konsistensi warna, navigasi, usability, kompatibilitas lintas perangkat, serta aksesibilitas, yang merupakan komponen utama dalam evaluasi kualitas antarmuka website pemerintahan (Santoso et al., 2019). Capaian ini menunjukkan bahwa secara umum desain telah memenuhi prinsip dasar perancangan web, namun masih memerlukan revisi minor sebagaimana dianjurkan dalam siklus pengembangan produk pada metode R&D (Sugiyono, 2019). Sementara itu, hasil validasi ahli materi menunjukkan persentase yang sangat tinggi, yaitu 91,6 persen, yang menandakan bahwa konten informasi yang disajikan pada desain web telah sesuai dengan kebutuhan pengguna, memiliki tingkat keterbacaan yang baik, serta konsisten dalam menyampaikan pesan layanan publik. Temuan ini menguatkan pendapat Pamungkas et al., (2023) bahwa keberhasilan digitalisasi pelayanan desa tidak hanya bergantung pada tampilan visual, tetapi juga pada kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Uji coba pengguna yang melibatkan aparatur desa dan masyarakat Desa Kejapanan menghasilkan persentase sebesar 84 persen, yang menunjukkan bahwa desain web dinilai sangat layak digunakan dalam kondisi nyata. Mayoritas pengguna menilai sistem mudah digunakan, navigasi jelas, serta fitur layanan membantu mempercepat proses administrasi. Hasil ini sejalan dengan penelitian Nur et al., (2023)) serta Huda et al., (2024) yang menyatakan bahwa penerapan website desa dapat meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus kepuasan masyarakat. Dalam kerangka metode R&D, capaian tersebut menandakan bahwa produk telah melewati tahap uji coba lapangan dengan hasil positif dan layak untuk dikembangkan dan diimplementasikan secara penuh (Richey, R. C., & Klein, 2014; Sugiyono, 2019). Secara keseluruhan, pembahasan ini menunjukkan bahwa desain web pelayanan digital Desa Kejapanan memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi layanan publik desa menuju sistem yang lebih cepat, transparan, dan responsif. Struktur menu yang sistematis, penggunaan elemen visual yang komunikatif, kualitas konten yang tinggi, serta hasil validasi dan uji coba yang positif memperkuat argumen bahwa website desa dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi di tingkat lokal, sebagaimana juga ditegaskan dalam berbagai penelitian sebelumnya (Abbas & Sutrisno, 2022; Afifah Faiseh Sulis & Fajri Yanto, 2025) KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa perancangan desain web pelayanan digital Desa Kejapanan yang dikembangkan melalui metode Research and Development (R&D) telah memenuhi prinsip dasar perancangan sistem layanan publik berbasis digital dan dinilai layak untuk digunakan. Penerapan pendekatan berpusat pada pengguna melalui penyusunan struktur menu yang sistematis, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, pemanfaatan ikon visual, tipografi yang jelas, serta kombinasi warna yang mendukung keterbacaan menunjukkan bahwa desain web dirancang secara komunikatif dan fungsional. Hasil validasi ahli media, validasi ahli materi, serta uji coba pengguna memperlihatkan bahwa desain web berada pada kategori layak hingga sangat layak sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi desa, mempercepat proses layanan, serta memperluas akses masyarakat terhadap informasi desa. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar desain web pelayanan digital Desa Kejapanan dikembangkan lebih lanjut menuju tahap implementasi penuh dengan melakukan penyempurnaan pada aspek navigasi, konsistensi visual, kecepatan akses, dan kompatibilitas lintas perangkat, disertai dengan pelatihan bagi aparatur desa serta sosialisasi kepada masyarakat agar sistem dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan jumlah responden yang lebih luas serta menambahkan fitur layanan lanjutan seperti pelacakan status pengajuan, integrasi data kependudukan, dan kanal pengaduan masyarakat untuk mengukur dampak penerapan website secara lebih komprehensif terhadap kualitas dan efektivitas pelayanan publik desa. PERNYATAAN ETIKA & PERAN PENULIS (CREDIT STATEMENT) REFERENSI Abbas, W., & Sutrisno, S. (2022). Pengembangan Website Desa sebagai Sistem Informasi dan Inovasi di Desa Indu Makkombong, Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.54082/jamsi.276 Afifah Faiseh Sulis, & Fajri Yanto. (2025). Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Sosialisasi Masyarakat BPBD Berbasis Web untuk Efisiensi Pengelolaan Data. Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi Dan Teknik Informatika, 3(5). https://doi.org/10.61132/merkurius.v3i5.1073 Alim Puspianto. (2022). Peran Media Baru Dalam Membentuk Cyber Society. An-Nida' : Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 11(1). https://doi.org/10.61088/annida.v11i1.439 Borg, W. R., & Gall, M. D. (1983). Educational Research an Introduction fourth edition. Longman Inc, 1(1). Durrani, B. A., Lecturer, S., Ivanauskien, N., Volung, J., Rahmani-Nejad, L., Firoozbakht, Z., Taghipoor, A., Arokiasamy, A. R. A., Pourdehghan, A., Tjan, S., Sukamto, R., Lumintan, D. B., Dhurup, M., Mafini, C., Dumasi, T., Kheng, L. L., Mahamad, O., Ramayah, T., Mosahab, R., ... Wirawan, V. (2014). Implementation of E-Government in Welcoming the Contemporary Industrial Revolution 4.0 Era in Indonesia. International Journal of Marketing Studies, 1(1). Elgamar. (2020). Website dan Perangkat Lunak Pendukung. Buku Ajar Konsep Dasar Pemrograman Website Dengan PHP. Feriyansyah, F. (2016). WARGA NEGARA DIGITAL SEBAGAI INSTRUMEN WARGA NEGARA GLOBAL (Penelitian Grounded Theory tentang Dampak Kemajuan TIK terhadap Praktik Kewarganegaraan). JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL, 24(1). https://doi.org/10.17509/jpis.v24i1.1606 Huda, M., Maulana, I., Uriva C, M., & Hidayati, L. (2024). Pemanfaatan literasi digital melalui pegelolaan website dan media sosial desa menuju desa go digital. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 7(1). https://doi.org/10.33474/jipemas.v7i1.21030 Istiqomah, N., Razak, A. R., & Wardah, W. (2024). PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP), 5(3). https://doi.org/10.26618/kimap.v5i3.14716 Josi, A. (2017). Penerapan Metode Prototyping Dalam Membangun Website Desa (Studi Kasus Desa Sugihan Kecamatan Rambang). Jti, 9(1). Marliana, R. R., Sejati, W., Nisa, W. A., Pujayanti, U., Sopian, R., & Noergana, W. (2022). Rancang Bangun Website Desa Citengah untuk Pengembangan Promosi Potensi Desa. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 6(1). https://doi.org/10.30595/jppm.v6i1.7667 Nirmala, B. P. W., & Paramitha, A. A. I. I. (2020). Digitalisasi Desa dan Potensi Wisata Di Desa Kerta, Kabupaten Gianyar Menuju Pariwisata 4.0. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 4(3). https://doi.org/10.22437/jkam.v4i2.11273 Nur, S., Waita, R., & Asa, B. J. (2023). RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI DESA FUDIMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPE DI DESA FUDIMA. EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi, 10(3). https://doi.org/10.47668/edusaintek.v10i3.862 Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Afgani, M. W., & Sirodj, R. A. (2024). Triangulasi data dalam analisis data kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17). Nurrohmah, S., & Andrian, R. (2023). Mendesain Ulang Tampilan UI Website Desa Sukamukti Menggunakan Metode Design Thinking. Jurnal Teknologi Dan Informasi, 13(1). https://doi.org/10.34010/jati.v13i1.8756 Oktaviani, A., & Puspito, T. A. (2025). Pengabdian Masyarakat dalam Digitalisasi Masjid: Implementasi Website untuk Meningkatkan Akses Informasi. Abdiformatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Informatika, 5(1). https://doi.org/10.59395/abdiformatika.v5i1.257 Pamungkas, R., Azis, Muh. N. L., Setiawan, D., Saputra, A. R., & Irawan, B. A. (2023). DIGITALISASI INFORMASI KELURAHAN BENDO DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DENGAN MEMBANGUN WEB PROFILE. Jurnal Terapan Abdimas, 8(2). https://doi.org/10.25273/jta.v8i2.13932 Raray, R. istianah. (2022). PERANCANGAN VIDEO IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SEBAGAI MEDIA PROMOSI UMKM SUKABUMI DI MEDIA SOSIAL. JURNAL DASARUPA: DESAIN DAN SENI RUPA, 3(2). https://doi.org/10.52005/dasarupa.v3i2.90 Rasyid, H. A. N., & Rahmawati, D. E. (2023). Pengelolaan Website Desa untuk Optimalisasi Data Potensi Desa dalam Sistem Informasi Desa (SID). JCOMENT (Journal of Community Empowerment), 4(1). https://doi.org/10.55314/jcoment.v4i1.497 Richey, R. C., & Klein, J. D. (2014). Design and Development Research: Methods, Strategies, and Issues. Routledge. In Routledge. (Vol. 1, Number 8). Santoso, H. B., Delima, R., & Wibowo, A. (2019). Pelatihan Pengembangan Web Profil Desa bagi Aparatur Pemerintah Desa. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(1). https://doi.org/10.26877/e-dimas.v10i1.2592 Sugiyono. (2019). Sugiyono, S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta. Prosding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Universitas Negeri Makassar. Ummah, M. S. (2019). Information Technology Konsep dan Implementasinya. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Number 1). Ashlach : Journal of Islamic Education Alfiya, Sandri & Nisa ¦ Integrasi Pendidikan Islam Berbasis Aswaja... Dimensi: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis Safitri, L. I. N., Jamil, A. S., & Alfiana, N. ¦ Perancangan Desain Web Pelayanan Digital..... 2| | 3 Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis p-ISSN: 2721-5091 https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/dimensi Copyright (c) 2025 The Author(s) | Published by: UNU Pasuruan.