Vol. 6, No. 2, 2026 | Hal 101-110 DOI: https://doi.org/10.55757/dimensi.v6i2.112 Perancangan Environmental Graphic Design Pada Klinik Utama Rawat Inap Permata Ibu Di Kota Pasuruan Nila Fadhila Alvikarima1, Kharisma Nanda Zenmira2 , Fitria Maudy Wardhani3 1* Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia 2* Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia 3* Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia Korespondensi*: fitriamaudyw@gmail.com Info Artikel Abstrak Riwayat artikel: Submited: Juni 05, 2025 Revision: Des 05, 2025 Accepted: Des 05,2025 Publish: Januari 15, 2026, Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi visual berbasis Environmental Graphic Design (EGD) di Klinik Utama Rawat Inap Permata Ibu, Kota Pasuruan. Sebagai fasilitas kesehatan yang relatif baru, klinik ini membutuhkan lingkungan pelayanan yang nyaman, efisien, dan informatif melalui pendekatan desain visual yang sistematis dan terintegrasi. Penerapan EGD dalam fasilitas kesehatan dinilai sangat strategis karena terbukti mampu membantu pengunjung, pasien, dan tenaga medis dalam memahami tata ruang serta alur layanan secara cepat dan tepat. Lebih dari sekadar memperindah tampilan ruangan, EGD juga berperan dalam meningkatkan efektivitas komunikasi visual di seluruh area klinik sehingga setiap informasi penting dapat tersampaikan dengan jelas kepada pengguna. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Model ini dipilih karena mampu menghasilkan produk desain yang tervalidasi secara ilmiah melalui proses evaluasi yang terstruktur di setiap tahapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen-elemen EGD, meliputi signage, sistem wayfinding, dan peta informasi, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kenyamanan pengunjung serta efisiensi pelayanan di lingkungan klinik. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan sistem informasi visual berbasis EGD merupakan langkah strategis yang berdampak positif nyata bagi kualitas layanan fasilitas kesehatan secara menyeluruh. Kata Kunci : Environmental Graphic Design, Sistem Informasi Visual, Signage, Wayfinding, Fasilitas Kesehatan Abstract This study aims to design a visual information system based on Environmental Graphic Design (EGD) at Permata Ibu Inpatient Main Clinic, Pasuruan City. As a relatively new health facility, this clinic requires a comfortable, efficient, and informative service environment through a systematic and integrated visual design approach. The implementation of EGD in health facilities is considered very strategic because it has been proven to be able to help visitors, patients, and medical personnel in understanding the layout and service flow quickly and accurately. More than just beautifying the room's appearance, EGD also plays a role in increasing the effectiveness of visual communication throughout the clinic area so that every important information can be conveyed clearly to users. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model which includes five stages, namely Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This model was chosen because it is able to produce scientifically validated design products through a structured evaluation process at each stage. The results of the study show that the implementation of EGD elements, including signage, wayfinding systems, and information maps, has a significant impact on increasing visitor comfort and service efficiency in the clinic environment. These findings confirm that the development of an EGD-based visual information system is a strategic step that has a real positive impact on the overall quality of health facility services. PENDAHULUAN Fasilitas pelayanan kesehatan sebagai ruang publik yang bersifat kompleks memerlukan sistem informasi visual yang efektif untuk memfasilitasi pergerakan dan orientasi pengunjung. Environmental graphic design (EGD) merupakan pendekatan desain komunikasi visual yang mengintegrasikan elemen grafis, arsitektural, dan informasional untuk menciptakan pengalaman ruang yang intuitif dan fungsional (Calori & Vanden-Eynden, 2015; Cooper, 2017). Dalam konteks fasilitas kesehatan, penerapan EGD yang tepat tidak hanya meningkatkan efisiensi navigasi, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan stres pasien, efektivitas layanan medis, dan penguatan identitas institusi (Gibson, 2009). Sistem wayfinding yang dirancang dengan baik memungkinkan pengguna untuk memahami lingkungan kompleks secara intuitif melalui kombinasi strategi grafis dan navigasional yang terkoordinasi (Berger, 2009). Sistem wayfinding dan signage yang terstruktur menjadi komponen krusial dalam operasional fasilitas kesehatan modern. Penelitian menunjukkan bahwa 20-30% waktu kunjungan di rumah sakit atau klinik terbuang akibat disorientasi spasial, yang berdampak pada keterlambatan layanan medis dan penurunan kepuasan pasien (Carpman & Grant, 2016). Desain lingkungan kesehatan yang berbasis bukti menunjukkan bahwa sistem informasi visual yang efektif dapat meningkatkan outcome pasien dan mengurangi stres dalam lingkungan medis (Devlin & Arneill, 2003; Ulrich et al., 2008). Lebih lanjut, sistem informasi visual yang tidak memadai dapat meningkatkan beban kerja staf administratif yang harus memberikan arahan berulang, serta menimbulkan kecemasan pada pasien dan pengunjung yang mengalami kesulitan menemukan lokasi yang dituju (Budiarto et al., 2021). Kota Pasuruan sebagai salah satu kota berkembang di Jawa Timur mengalami pertumbuhan signifikan dalam sektor layanan kesehatan. Klinik Utama Rawat Inap Permata Ibu yang didirikan pada tahun 2022 merupakan fasilitas kesehatan pertama dengan layanan rawat inap tingkat klinik utama di wilayah ini (Klinik Permata Ibu, 2022). Sebagai institusi yang relatif baru, klinik ini menghadapi tantangan dalam penyediaan sistem informasi visual yang komprehensif dan terstandarisasi. Observasi awal menunjukkan beberapa permasalahan mendasar: (1) inkonsistensi elemen visual pada penanda ruang, (2) ketiadaan sistem hierarki informasi yang jelas, (3) minimnya integrasi antara signage, wayfinding, dan peta denah, serta (4) keterbatasan penerapan prinsip-prinsip desain universal yang mempertimbangkan aksesibilitas bagi berbagai kelompok pengguna, termasuk mereka dengan keterbatasan visual (Aulia, 2024; Huelat, 2007; Rousek & Hallbeck, 2011; Widakdo et al., 2023). Permasalahan sistem informasi visual di Klinik Permata Ibu berdampak pada beberapa aspek operasional. Pertama, pengunjung kerap mengalami kebingungan dalam menemukan ruang layanan spesifik, yang mengakibatkan pemborosan waktu dan energi, terutama bagi pasien dengan kondisi mobilitas terbatas atau lansia. Desain bangunan dan tata letak ruang yang didukung sistem wayfinding yang baik dapat mempengaruhi pola pergerakan dan efisiensi aktivitas fisik pengguna di dalam fasilitas (Zimring et al., 2005). Kedua, ketidakjelasan penanda ruang menurunkan persepsi profesionalisme dan kredibilitas klinik di mata pengunjung. Ketiga, beban kerja tambahan pada staf resepsionis dan petugas informasi yang harus berulang kali memberikan arahan kepada pengunjung yang tersesat atau bingung. Kondisi ini menegaskan urgensi pengembangan sistem EGD yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga mencerminkan identitas visual dan nilai-nilai profesionalisme klinik. Environmental graphic design sebagai disiplin yang menggabungkan desain grafis, arsitektur interior, dan desain industri, menawarkan solusi holistik untuk mengatasi permasalahan tersebut. EGD mencakup perancangan berbagai elemen visual mulai dari signage identifikasi (identification signage), signage pengarah (directional signage), peta dan denah (maps), hingga elemen dekoratif yang memperkuat identitas visual (Ajis et al., 2021). Dalam perancangan EGD untuk fasilitas kesehatan, beberapa prinsip fundamental perlu diperhatikan: keterbacaan (legibility), konsistensi visual, hierarki informasi, aksesibilitas, dan kesesuaian dengan konteks budaya lokal (Arthur & Passini, 1992). Pemilihan warna dan pencahayaan yang tepat menjadi elemen krusial dalam desain fasilitas kesehatan karena dapat mempengaruhi suasana, orientasi, dan kenyamanan pengguna (Dalke et al., 2006). Konsep wayshowing yang menekankan pada pemberian petunjuk visual aktif melengkapi pendekatan wayfinding tradisional dalam memandu pengguna melalui ruang kompleks (Mollerup, 2013). Implementasi sistem EGD yang efektif memerlukan pendekatan sistematis yang mengintegrasikan riset, perancangan, dan evaluasi. Model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dipandang sesuai untuk konteks ini karena menyediakan kerangka kerja yang terstruktur dan iteratif dalam proses perancangan (Sugiyono, 2013). Tahap analisis melibatkan pengumpulan data terkait kondisi eksisting, kebutuhan pengguna, dan karakteristik lingkungan fisik. Tahap perancangan mencakup pengembangan konsep visual, pemilihan tipografi dan skema warna, serta desain elemen-elemen signage. Tahap pengembangan melibatkan pembuatan prototipe dan validasi oleh ahli. Tahap implementasi berupa uji coba terbatas, dan tahap evaluasi mengukur efektivitas sistem yang dirancang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem environmental graphic design yang komprehensif bagi Klinik Utama Rawat Inap Permata Ibu dengan fokus pada tiga elemen utama: (1) sistem signage pengarah (directional signage) yang memfasilitasi navigasi dari area parkir hingga ruang layanan spesifik, (2) sistem signage identifikasi (orientation signage) yang menandai ruang-ruang klinik dengan jelas dan konsisten, serta (3) peta denah (floor plan/map) yang memberikan gambaran komprehensif mengenai tata letak fasilitas. Pengembangan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional klinik, memperbaiki pengalaman pengguna, dan memperkuat citra profesional institusi sebagai penyedia layanan kesehatan yang berkualitas. Kontribusi penelitian ini tidak hanya terbatas pada aspek praktis berupa produk desain yang dapat langsung diimplementasikan, tetapi juga memberikan referensi metodologis bagi pengembangan sistem EGD di fasilitas kesehatan sejenis, khususnya di wilayah yang mengalami pertumbuhan sektor layanan kesehatan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan sistem informasi visual yang dapat diadaptasi dan diterapkan pada konteks fasilitas kesehatan lainnya di Indonesia. Environmental graphic design (EGD) mencakup elemen visual seperti tipografi, warna, ikon, serta struktur penanda ruang yang berfungsi memastikan kemudahan orientasi dalam suatu lingkungan. Dalam fasilitas kesehatan, EGD menjadi kunci untuk menciptakan pengalaman ruang yang aman, informatif, dan profesional (Ajis et al., 2021). Pengembangan sistem EGD yang efektif diperlukan agar klinik mampu menyediakan layanan yang nyaman dan efisien bagi pengunjung. METODE Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Model ini dipilih karena mampu mengarahkan proses desain secara sistematis dan memungkinkan revisi berkelanjutan pada setiap tahap sehingga hasil perancangan lebih optimal (Sugiyono, 2013). Tahap analisis dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terkait kondisi sign system dan wayfinding di Klinik Permata Ibu. Pada tahap perancangan, elemen visual seperti warna, tipografi, ikon, dan media material dirancang agar sesuai identitas visual klinik. Tahap pengembangan melibatkan validasi ahli media dan ahli materi untuk menilai kelayakan produk. Implementasi dilakukan melalui uji coba kepada pengunjung dan pegawai klinik, sedangkan tahap evaluasi dilakukan dengan pengolahan data kualitatif serta persentase kelayakan menggunakan skala Likert (Budiaji, 2013). Gambar 1 Desain Model ADDIE HASIL PENELITIAN A. Konsep Perancangan Konsep EGD yang dikembangkan berfokus pada konsistensi identitas visual klinik melalui pemilihan warna biru-putih, tipografi sans-serif modern, serta ikon universal untuk mempermudah proses navigasi. Warna biru dipilih karena melambangkan ketenangan dan profesionalisme, sedangkan tipografi Arial Rounded MT Bold, Verdana, dan Franklin Gothic digunakan untuk memastikan keterbacaan pada berbagai jarak pandang (Fadiah & Satriadi, 2024). B. Hasil Desain Produk desain terdiri atas tiga elemen utama: (1) petunjuk arah, (2) orientation sign, dan (3) peta (denah). Petunjuk arah dirancang menggunakan akrilik berwarna biru-putih dengan ikon kontras untuk memudahkan penglihatan. Orientation sign dibuat dalam tiga ukuran untuk menandai kamar, fasilitas umum, serta ruang pelayanan medis. Peta denah dirancang dalam format neon box dengan visualisasi area klinik secara sederhana dan mudah dipahami oleh pengguna (Ramadhana et al., 2025). 1) Orientation Sign Gambar 2 Orientation Sign (Kode Kamar Persegi Panjang) Gambar 3 Orientation Sign (Penanda Ruangan) Gambar 4 Orientation Sign (Ikon) Gambar 5 Orientation Sign (Kode Kamar) 2) Petunjuk Arah Gambar 6 Petunjuk Arah 3) Peta Gambar 7 Peta (Denah) 4) Mockup Gambar 8 Mockup Petunjuk Arah Gambar 9 Mockup Penanda Gambar 10 Mockup Peta C. Validasi dan Uji Coba a. Hasil Validasi Ahli Media Pada tabel 3.1 terdapat terdapat 14 aspek yang dinilai validator dengan memberikan total skor sebesar 48, maka persentase yang diperoleh adalah: P=48/70×100%=68,57% Persentase hasil validasi tersebut kemudian dikonversikan ke dalam kategori tingkat pencapaian dengan menggunakan skala lima, sebagaimana tercantum pada Tabel berikut: Tabel 1 Tingkat Ketercapaian Validasi Ahli Media Nilai Validasi Kualifikasi Keterangan 0% - 20% Sangat Tidak Layak Tidak valid perlu perbaikan menyeluruh sebelum digunakan 21% - 40% Tidak Layak Tidak valid, membutuhkan banyak revisi 41% - 60% Cukup Layak Cukup valid, namun masih perlu revisi di beberapa aspek 61% - 80% Layak Valid, dapat digunakan dengan sedikit revisi 81% - 100% Sangat Layak Sangat valid, dapat digunakan tanpa revisi Berdasarkan hasil validasi sebesar 68,57%, desain environmental graphic Klinik Utama Permata Ibu dinyatakan layak dan layak digunakan dengan sedikit revisi, karena telah memenuhi seluruh kriteria kelayakan yang ditetapkan menurut penilaian ahli media. b. Hasil Validasi ahli materi Selanjutnya, terdapat 14 aspek yang dinilai validator ahli materi dengan memberikan total skor sebesar 58, maka persentase yang diperoleh adalah: P=58/70×100%=82,85% Persentase hasil validasi tersebut kemudian dikonversikan ke dalam kategori tingkat pencapaian dengan menggunakan skala lima, sebagaimana tercantum pada tabel berikut: Tabel 2 Tingkat Ketercapaian Validasi Ahli Materi Nilai Validasi Kualifikasi Keterangan 0% - 20% Sangat Tidak Layak Tidak valid perlu perbaikan menyeluruh sebelum digunakan 21% - 40% Tidak Layak Tidak valid, membutuhkan banyak revisi 41% - 60% Cukup Layak Cukup valid, namun masih perlu revisi di beberapa aspek 61% - 80% Layak Valid, dapat digunakan dengan sedikit revisi 81% - 100% Sangat Layak Sangat valid, dapat digunakan tanpa revisi Berdasarkan hasil validasi sebesar 82,85%, desain environmental graphic Klinik Utama Permata Ibu dinyatakan sangat valid dan layak digunakan tanpa revisi, karena telah memenuhi kriteria kelayakan isi dan materi berdasarkan penilaian dari ahli materi. Validasi oleh ahli media dan ahli materi menunjukkan kategori "layak" dengan persentase kelayakan di 80%. Para ahli menilai bahwa desain telah memenuhi aspek keterbacaan, kesesuaian warna, konsistensi identitas visual, dan efektivitas pesan. Uji coba lapangan menunjukkan bahwa pengunjung mampu menemukan lokasi ruang lebih cepat, memahami simbol, serta merasa lebih terbantu dalam navigasi lingkungan klinik (Suwardana & Dwija, 2024). KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan proses perancangan, penerapan Environmental Graphic Design (EGD) di Klinik Utama Rawat Inap Permata Ibu terbukti meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengguna. Sistem informasi visual yang dirancang secara efektif dan estetis berhasil mengatasi persoalan orientasi ruang serta memperkuat identitas visual klinik. Desain signage, peta navigasi, dan elemen grafis lainnya mampu memberikan arah yang jelas, mempercepat mobilitas pengunjung, dan menciptakan kesan profesional terhadap institusi. Penelitian ini menegaskan bahwa desain komunikasi visual memiliki peran strategis dalam mendukung fungsi dan citra fasilitas kesehatan. Implementasi EGD layak dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi perencanaan ruang publik, khususnya di lingkungan pelayanan kesehatan. Hasil ini dapat menjadi referensi untuk pengembangan sistem visual serupa di masa depan PERNYATAAN ETIKA & PERAN PENULIS (CREDIT STATEMENT) REFERENSI Ajis, M., Alimuddin, & Arifin, I. (2021). Perancangan Environmental Graphic Design (EGD) Pantai Tanjung Bira Bulukumba. Universitas Negeri Makassar. Arthur, P., & Passini, R. (1992). Wayfinding: People, Signs, and Architecture. McGraw-Hill. Aulia, M. F. (2024). Skema Perancangan Wayfinding - Signage bagi Desain Komunikasi Visual Pendahuluan. Jurnal Desain, 11(2). Berger, C. M. (2009). Wayfinding: Designing and Implementing Graphic Navigational Systems. Rotovision. Budiaji, W. (2013). Skala Pengukuran dan Jumlah Respon Skala Likert. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 2(2). Budiarto, M., Desrianti, D. I., & Cahyani, R. (2021). Desain Komunikasi Visual Sign System Sebagai Sarana Penunjang Informasi Pada Universitas Raharja. MAVIB Journal, 2(2). Calori, C., & Vanden-Eynden, D. (2015). Signage and Wayfinding Design. John Wiley & Sons, Inc. Carpman, J. R., & Grant, M. A. (2016). Design That Cares: Planning Health Facilities for Patients and Visitors (3rd ed.). Jossey-Bass. Cooper, C. (2017). Environmental Graphic Design. Laurence King Publishing. Dalke, H., Little, J., Niemann, E., Camgoz, N., Steadman, G., Hill, S., & Stott, L. (2006). Colour and lighting in hospital design. Optics & Laser Technology, 38(4-6), 343-365. https://doi.org/10.1016/j.optlastec.2005.06.040 Devlin, A. S., & Arneill, A. B. (2003). Health care environments and patient outcomes: A review of the literature. Environment and Behavior, 35(5), 665-694. https://doi.org/10.1177/0013916503255102 Fadiah, S. N., & Satriadi. (2024). Peran warna dalam meningkatkan daya tarik visual logo. Gibson, D. (2009). The Wayfinding Handbook: Information Design for Public Places. Princeton Architectural Press. Huelat, B. J. (2007). Wayfinding: Design for understanding. The Center for Health Design. Klinik Permata Ibu. (2022). Klinik Permata Ibu. https://www.klinikpermataibu.com/ Mollerup, P. (2013). Wayshowing > Wayfinding: Basic and Interactive. BIS Publishers. PARATIWI: Jurnal Seni Rupa Dan Desain, 3(2). Ramadhana, A. M., Febriyanto, R., Mahesti, D., Putri, A. T., Hidayah, R. N., & Widyasari. (2025). Perancangan Branding Fisik Berupa Environmental Graphic Design Kopi Mbah Jebres di Kabupaten Sidoarjo. J--CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(2). Rousek, J. B., & Hallbeck, M. S. (2011). The use of simulated visual impairment to identify hospital design elements that contribute to wayfinding difficulties. International Journal of Industrial Ergonomics, 41(5), 447-458. https://doi.org/10.1016/j.ergon.2011.05.002 Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Suwardana, L. N., & Dwija, I. D. A. P. (2024). Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Inovasi Sign System untuk Meningkatkan Pengunjung di Kampung Blekok Rancabayawak Bandung. Jurnal Desain Komunikasi Kreatif, 6(1). https://doi.org/10.35134/judikatif.v4i2.1 Ulrich, R. S., Zimring, C., Zhu, X., DuBose, J., Seo, H. B., Choi, Y. S., Quan, X., & Joseph, A. (2008). A review of the research literature on evidence-based healthcare design. HERD: Health Environments Research & Design Journal, 1(3), 61-125. https://doi.org/10.1177/193758670800100306 Widakdo, D. T., Moussadecq, A., & Muryasari, D. (2023). Perancangan Sign System sebagai Sarana Informasi bagi Klinik Flora Bandar Lampung Pendahuluan. Jurnal Desain, 11(1). https://doi.org/dx.doi.org/10.30998/jd.v11i1.15118 Zimring, C., Joseph, A., Nicoll, G. L., & Tsepas, S. (2005). Influences of building design and site design on physical activity: Research and intervention opportunities. American Journal of Preventive Medicine, 28(2S2), 186-193. https://doi.org/10.1016/j.amepre.2004.10.025 Ashlach : Journal of Islamic Education Alfiya, Sandri & Nisa ¦ Integrasi Pendidikan Islam Berbasis Aswaja... Dimensi: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis Alvikarima, N. F., Zenmira, K. N., & Wardhani, F. M ¦ Perancangan Environmental Graphic Design..... 2| | 3 Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis p-ISSN: 2721-5091 https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/dimensi Copyright (c) 2025 The Author(s) | Published by: UNU Pasuruan.