Vol. 5, No. 1, 2024 | Hal 47-60 DOI: https://doi.org/10.55757/dimensi.v5i1.497 Perancangan Layout Dalam Meningkatkan Kualitas Desain Pada E-Buletin An-Nahdliyah PCNU Kabupaten Pasuruan Kharisma Nanda Zenmira1, Eka Oktafiana Sari2 1* Universitas Nahdlatul Ulama, Indonesia 2 Universitas Nahdlatul Ulama, Indonesia Korespondensi*: zenmira@unupasuruan.ac.id Info Artikel Abstrak Riwayat artikel: Submited: Juli 17, 2024 Revision: Juli 25, 2024 Accepted: Juli 25, 2024 Publish: Juli 25, 2024, Teknologi informasi pada era saat ini tidak lagi sekadar dipandang sebagai gaya hidup semata, melainkan telah berkembang menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat modern dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Melalui kemudahan akses internet, berbagai informasi yang sebelumnya hanya dapat diperoleh melalui media cetak seperti surat kabar atau majalah kini dapat diakses secara bebas oleh siapa saja tanpa harus berlangganan, termasuk di antaranya adalah buletin. Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan era digital yang semakin pesat, diperlukan adanya pembaruan dan perbaikan pada konten informasi dengan berfokus pada peningkatan tampilan visual agar E-Buletin menjadi lebih menarik, informatif, dan nyaman untuk dibaca oleh masyarakat luas. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan Sugiyono (2017). Data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui berbagai teknik pengumpulan data, meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, validasi oleh para ahli, serta penyebaran kuesioner kepada responden yang terlibat. Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan, penilaian dari ahli media menghasilkan skor sebesar 62% yang masuk dalam kategori baik, sedangkan penilaian dari ahli materi menghasilkan skor sebesar 66% yang juga masuk dalam kategori baik. Sementara itu, hasil uji coba berdasarkan penilaian responden menghasilkan skor sebesar 81% yang masuk dalam kategori baik. Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian beserta saran dan masukan yang diperoleh dari para validator maupun responden, dapat disimpulkan bahwa E-Buletin An-Nahdliyah milik PCNU Kabupaten Pasuruan dinyatakan layak untuk dipergunakan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Kata Kunci : E-buletin, Layout, Perancangan Abstract Information technology in the current era is no longer merely seen as a lifestyle, but has developed into a basic need for modern society in various aspects of daily life. Through easy internet access, various information that was previously only available through print media such as newspapers or magazines can now be freely accessed by anyone without having to subscribe, including newsletters. As a form of adaptation to the increasingly rapid development of the digital era, updates and improvements are needed to the information content by focusing on improving the visual appearance so that the E-Bulletin becomes more attractive, informative, and comfortable to read by the wider community. This research was conducted using the Research and Development (R&D) method that refers to the development model of Sugiyono (2017). The data required in this study were obtained through various data collection techniques, including field observations, in-depth interviews, validation by experts, and distribution of questionnaires to the respondents involved. Based on the results of the validity test that has been conducted, the assessment by media experts produced a score of 62% which is included in the good category, while the assessment by material experts produced a score of 66% which is also included in the good category. Meanwhile, the trial results, based on respondents' assessments, yielded a score of 81%, which is considered good. Based on the overall research results, along with suggestions and input from validators and respondents, it can be concluded that the An-Nahdliyah e-Buletin belonging to the Pasuruan Regency NU is deemed suitable for use and optimal utilization by the community. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berlangsung dengan sangat pesat di era modern ini telah membawa perubahan yang fundamental dalam cara masyarakat mengakses, mengonsumsi, dan berbagi informasi. Kemajuan teknologi digital telah meruntuhkan berbagai batasan geografis, temporal, dan sosial yang sebelumnya menjadi hambatan dalam penyebaran informasi, sehingga segala bentuk informasi kini dapat mengalir secara bebas, cepat, dan masif ke seluruh penjuru dunia tanpa batas (Prabowo, 2012). Kondisi ini telah mendorong terjadinya pergeseran besar dalam lanskap media informasi, di mana media elektronik berbasis internet semakin mendominasi dan menggeser posisi media cetak konvensional dalam kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Menurut We Are Social dan Hootsuite (2023), jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 212 juta orang dengan tingkat penetrasi sebesar 77% dari total populasi, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Keberadaan media elektronik berbasis internet semakin populer di tengah masyarakat karena kemudahan aksesnya yang jauh melampaui media cetak konvensional. Masyarakat kini cukup duduk di depan komputer atau menggenggam ponsel pintar untuk dapat mengakses berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia kapan saja dan di mana saja tanpa batasan jarak, ruang, dan waktu (Faizal et al., 2018). Meskipun demikian, Prabowo (2012) mencatat bahwa informasi yang tersedia melalui media elektronik seringkali tidak selengkap dan sejelas informasi yang disajikan oleh media cetak, sehingga diperlukan upaya untuk menghadirkan media informasi digital yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu menyajikan konten yang komprehensif, akurat, dan berkualitas tinggi kepada masyarakat. Internet sebagai salah satu produk revolusi teknologi informasi dan komunikasi telah berhasil tumbuh dan berkembang menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar masyarakat modern dalam mengakses informasi. Interconnected Network atau yang lazim disingkat internet, merupakan jaringan komunikasi global yang memungkinkan masyarakat untuk lebih mudah dalam mengumpulkan informasi serta berkomunikasi dengan siapa saja tanpa batas jarak, ruang, dan waktu (Faizal et al., 2018). Dalam konteks penyebaran informasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan, internet telah membuka peluang yang sangat besar bagi berbagai lembaga dan organisasi untuk menjangkau khalayak yang lebih luas melalui berbagai platform digital, termasuk melalui penerbitan buletin elektronik atau e-buletin. Buletin merupakan publikasi berkala yang dikembangkan oleh suatu lembaga atau organisasi dengan tujuan untuk mengangkat dan mengembangkan topik-topik pada aspek tertentu yang relevan dengan misi dan visi organisasi tersebut. Dalam konteks organisasi keagamaan, buletin telah lama menjadi salah satu media dakwah yang masih populer dan efektif di kalangan masyarakat Muslim Indonesia (Romli, 2018). Seiring dengan perkembangan era digital, buletin cetak konvensional bertransformasi menjadi e-buletin atau buletin elektronik yang dapat diakses secara daring, memberikan kemudahan yang jauh lebih besar dalam hal distribusi dan aksesibilitas bagi pembaca dari berbagai kalangan dan wilayah. Salah satu e-buletin yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah E-Buletin An-Nahdliyyah yang diterbitkan oleh Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan. E-Buletin An-Nahdliyyah berfungsi sebagai wadah pengembangan kreativitas dalam bidang kepenulisan sekaligus sebagai media informasi bagi masyarakat Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. Keberadaan e-buletin ini memiliki peran yang sangat strategis dalam menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan, kebijakan, dan perkembangan organisasi Nahdlatul Ulama kepada masyarakat luas secara cepat dan efisien. Namun demikian, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada Direktur E-Buletin An-Nahdliyyah, terungkap bahwa sebagai bentuk adaptasi di era digital ini diperlukan adanya perbaikan konten secara menyeluruh, termasuk adanya rubrikasi yang memuat informasi kegiatan secara jelas hingga kebijakan-kebijakan terbaru Nahdlatul Ulama. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Pimpinan Redaksi E-Buletin An-Nahdliyyah yang mengungkapkan bahwa rendahnya minat baca masyarakat Kabupaten Pasuruan terhadap e-buletin ini kemungkinan besar disebabkan oleh tampilan cover dan layout atau tata letak yang terkesan monoton dan kurang menarik, sehingga tidak mampu membangkitkan minat dan rasa ingin tahu pembaca untuk mengakses dan membaca konten yang disajikan. Permasalahan ini sejalan dengan temuan penelitian Hendratman (2017) yang menyatakan bahwa kualitas desain layout sebuah publikasi digital memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap minat baca dan tingkat keterlibatan pembaca, di mana publikasi dengan desain layout yang menarik dan konsisten terbukti memiliki tingkat keterbacaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan publikasi dengan desain yang monoton dan tidak berkarakter. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh peneliti terhadap kurang lebih 100 orang responden, ditemukan bahwa desain layout E-Buletin An-Nahdliyyah PCNU Kabupaten Pasuruan masih belum memiliki konsep desain yang menarik dan konsisten yang dapat digunakan secara berkelanjutan di setiap edisi penerbitannya. Selain itu, penggunaan warna dalam desain layout e-buletin tersebut senantiasa berubah-ubah di setiap edisi, sehingga belum mampu membangun dan menunjukkan identitas visual yang kuat dan mudah dikenali oleh pembaca. Menurut Rustan (2017), konsistensi identitas visual dalam sebuah publikasi berkala merupakan faktor yang sangat penting dalam membangun pengenalan merek dan kepercayaan pembaca terhadap sebuah media, karena konsistensi visual yang kuat akan memudahkan pembaca dalam mengenali dan membedakan publikasi tersebut dari berbagai publikasi lainnya yang tersedia di pasar. Permasalahan desain layout yang tidak konsisten dan kurang menarik ini berpotensi memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap efektivitas E-Buletin An-Nahdliyyah sebagai media informasi dan dakwah bagi masyarakat Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pasuruan. Penelitian yang dilakukan oleh Anggraini dan Nathalia (2018) menunjukkan bahwa desain layout yang baik dan menarik mampu meningkatkan keterbacaan konten, memperpanjang durasi baca, dan mendorong pembaca untuk secara aktif berbagi konten kepada jaringan sosial mereka, sehingga jangkauan distribusi sebuah publikasi digital dapat meluas secara organik tanpa memerlukan biaya promosi yang besar. Lebih lanjut, penelitian Maulana dan Gumelar (2013) dalam Romli (2018) menegaskan bahwa tampilan visual yang profesional dan konsisten merupakan salah satu faktor paling berpengaruh dalam membentuk persepsi kredibilitas sebuah media di mata pembacanya. Berdasarkan seluruh uraian latar belakang dan identifikasi permasalahan yang telah dipaparkan di atas, peneliti bermaksud untuk melakukan perancangan layout dalam rangka meningkatkan kualitas desain pada E-Buletin An-Nahdliyyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan sebagai media informasi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Perancangan layout ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan konsep desain layout yang menarik, konsisten, dan berkarakter, sehingga mampu meningkatkan daya tarik E-Buletin An-Nahdliyyah di mata pembaca dan pada akhirnya meningkatkan efektivitasnya sebagai media informasi dan dakwah bagi masyarakat Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. KAJIAN PUSTAKA A. Desain Komunikasi Visual Desain Komunikasi Visual (DKV) adalah cabang ilmu desain yang secara khusus mengkaji dan mengembangkan cara-cara penyampaian pesan melalui medium visual kepada khalayak sasaran secara tepat, bermakna, dan berdaya tarik tinggi. Kusrianto (2007) dalam Anggraini dan Nathalia (2018) menguraikan bahwa desain komunikasi visual merupakan sebuah bidang keilmuan yang memusatkan perhatiannya pada kajian konsep-konsep komunikasi beserta ekspresi kreatif yang dituangkan ke dalam berbagai medium, dengan tujuan menyampaikan ide dan pesan secara visual melalui pengelolaan unsur-unsur grafis yang mencakup bentuk, gambar, huruf, dan warna. Dalam ranah perancangan layout e-buletin secara khusus, berbagai kaidah dan prinsip DKV menjadi acuan pokok yang menopang terciptanya tampilan publikasi yang tidak semata-mata memuaskan secara estetis, namun sekaligus mampu menjalankan fungsi komunikatifnya secara optimal kepada para pembaca yang dituju. Sanyoto (2010) mengemukakan bahwa pada hakikatnya desain komunikasi visual adalah sebuah bentuk seni yang memanfaatkan bahasa rupa sebagai instrumen utamanya, yang diwujudkan melalui berbagai media desain dengan maksud untuk menyampaikan informasi, membentuk sikap, bahkan mendorong perubahan perilaku pada target audiens yang dikehendaki. Romli (2018) menambahkan bahwa implementasi kaidah-kaidah DKV yang cermat dan konsisten dalam proses perancangan tata letak sebuah terbitan digital telah terbukti secara nyata berkontribusi pada peningkatan daya pikat visual, kemudahan pemahaman konten, serta efisiensi penyampaian informasi kepada pembaca. Dalam merancang sebuah terbitan digital seperti e-buletin, terdapat sejumlah kaidah fundamental desain komunikasi visual yang wajib diimplementasikan secara konsisten dan menyeluruh di setiap elemen desain yang dikembangkan. Anggraini dan Nathalia (2018) mengidentifikasi lima kaidah pokok yang menjadi fondasi dalam praktik desain komunikasi visual. Kaidah pertama adalah keseimbangan atau balance, yakni kaidah yang mengatur bagaimana unsur-unsur visual didistribusikan secara selaras dan sepadan dalam sebuah bidang desain, baik dalam wujud keseimbangan simetris maupun asimetris, guna menghasilkan komposisi yang mantap, sedap dipandang, dan nyaman dicerna oleh pembaca. Kaidah kedua adalah kesatuan atau unity, yakni kaidah yang menjamin keterkaitan dan keterpaduan antarsemua elemen visual dalam satu komposisi desain yang utuh dan padu, sehingga menghasilkan karya yang tampak teratur, matang, dan mudah dipahami. Kaidah ketiga adalah penekanan atau emphasis, yakni kaidah yang berfungsi untuk membangun hierarki informasi dalam sebuah desain dengan cara memprioritaskan dan menonjolkan unsur-unsur tertentu yang dipandang paling krusial, sehingga pandangan pembaca dapat secara instingtif tertuju pada informasi yang paling esensial. Kaidah keempat adalah irama atau rhythm, yakni kaidah yang berkenaan dengan hadirnya pengulangan unsur-unsur visual secara teratur dan berpola dalam sebuah komposisi, yang melahirkan kesan dinamis dan bersemangat sehingga tampilan desain terasa lebih segar dan menggugah perhatian. Kaidah kelima adalah proporsi atau proportion, yakni kaidah yang menata relasi ukuran dan skala antarelemen dalam sebuah komposisi desain agar setiap unsur tampil dalam dimensi yang wajar, selaras, dan tidak saling mendominasi secara berlebihan (Anggraini & Nathalia, 2018). Di samping kaidah-kaidah desain, terdapat pula sejumlah unsur fundamental desain komunikasi visual yang menjadi komponen pembentuk dalam setiap proses perancangan terbitan digital. Anggraini dan Nathalia (2018) mengidentifikasi beberapa unsur pokok tersebut sebagai berikut. Garis adalah unsur visual yang paling elementer, berperan dalam membentuk struktur, kontur, dan arah pandang dalam sebuah komposisi desain. Bentuk adalah unsur visual yang lahir dari pertemuan sejumlah garis dan memiliki kapasitas untuk memancarkan makna-makna tertentu secara psikologis kepada para penikmatnya. Warna adalah unsur visual yang paling kaya ekspresi dan memiliki daya pengaruh terkuat terhadap dimensi emosional pembaca ketika berhadapan dengan sebuah terbitan. Tipografi adalah ilmu sekaligus seni dalam memilih, menata, dan mengkomposisikan huruf yang meliputi seleksi jenis huruf, penetapan ukuran dan jarak antarhuruf, serta pengaturan susunan teks dalam sebuah bidang desain. Ruang adalah area yang tidak ditempati oleh elemen visual apapun dalam sebuah komposisi desain, namun justru mengemban fungsi vital dalam menciptakan keseimbangan visual dan melapangkan jalur pembacaan konten bagi audiens B. Layout Layout merupakan salah satu elemen terpenting dalam proses perancangan sebuah publikasi, baik cetak maupun digital. Menurut Rustan (2017), layout adalah tata letak elemen-elemen desain terhadap suatu bidang dalam media tertentu untuk mendukung konsep atau pesan yang dibawanya. Layout bukan sekadar pengaturan posisi elemen-elemen visual secara sembarangan, melainkan merupakan proses perencanaan yang cermat dan terstruktur dalam mengorganisasikan berbagai elemen desain seperti teks, gambar, warna, dan ruang kosong ke dalam sebuah komposisi yang harmonis, fungsional, dan estetis. Hendratman (2017) mendefinisikan layout sebagai usaha untuk menyusun, menata, atau memadukan unsur-unsur komunikasi grafis seperti teks, gambar, dan warna menjadi media komunikasi visual yang komunikatif, estetik, dan menarik. Definisi ini menekankan bahwa layout yang baik tidak hanya memperhatikan aspek keindahan visual semata, tetapi juga harus mampu berfungsi sebagai media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan informasi kepada pembaca sasaran. Dalam konteks perancangan e-buletin, layout yang dirancang dengan baik akan memudahkan pembaca dalam menavigasi konten, menemukan informasi yang mereka cari, dan menikmati pengalaman membaca yang menyenangkan dan berkesan. Dalam merancang layout sebuah publikasi digital yang efektif dan menarik, terdapat beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan dan diterapkan secara konsisten. Menurut Rustan (2017), prinsip-prinsip layout yang baik meliputi: Pertama, sequence atau urutan merupakan prinsip yang mengatur alur pembacaan informasi dalam sebuah layout, memastikan bahwa mata pembaca bergerak secara natural dan logis dari satu elemen ke elemen berikutnya sesuai dengan hierarki informasi yang telah ditetapkan. Kedua, emphasis atau penekanan merupakan prinsip yang digunakan untuk menonjolkan elemen-elemen visual tertentu yang dianggap paling penting dalam sebuah layout, sehingga informasi utama dapat segera tertangkap oleh perhatian pembaca. Ketiga, balance atau keseimbangan merupakan prinsip yang mengatur distribusi visual elemen-elemen desain secara harmonis dalam sebuah layout, menciptakan tampilan yang stabil dan nyaman dipandang. Keempat, unity atau kesatuan merupakan prinsip yang memastikan bahwa seluruh elemen dalam layout terlihat saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan desain yang kohesif dan terpadu (Rustan, 2017). Sebuah layout publikasi digital yang baik tersusun dari berbagai elemen yang saling melengkapi dan berinteraksi satu sama lain. Menurut Hendratman (2017), elemen-elemen layout meliputi: Pertama, teks merupakan elemen layout yang paling dominan dalam sebuah publikasi berbasis konten seperti e-buletin. Penataan teks yang baik mencakup pemilihan jenis huruf yang sesuai, pengaturan ukuran dan spasi teks, serta penentuan lebar kolom teks yang optimal untuk memastikan kenyamanan membaca. Kedua, gambar atau foto merupakan elemen visual yang berfungsi untuk memperkuat dan memperjelaskan konten teks, sekaligus meningkatkan daya tarik visual halaman secara keseluruhan. Ketiga, warna merupakan elemen layout yang memiliki pengaruh besar terhadap suasana dan karakter visual sebuah publikasi. Penggunaan skema warna yang konsisten di setiap edisi e-buletin sangat penting untuk membangun identitas visual yang kuat dan mudah dikenali oleh pembaca (Rustan, 2017). Keempat, white space atau ruang kosong merupakan area yang tidak ditempati oleh elemen visual apapun dalam sebuah layout. Meskipun terlihat kosong, white space memiliki fungsi yang sangat penting dalam menciptakan keseimbangan visual, mengurangi kepadatan konten, dan memudahkan pembaca dalam memfokuskan perhatiannya pada elemen-elemen informasi yang paling penting (Hendratman, 2017). Dalam praktik desain publikasi, terdapat berbagai jenis layout yang dapat dipilih dan diterapkan sesuai dengan karakteristik konten dan tujuan komunikasi yang ingin dicapai. Menurut Rustan (2017), beberapa jenis layout yang umum digunakan dalam perancangan publikasi digital diantaranya adalah layout satu kolom yang memberikan kesan sederhana dan mudah dibaca, layout dua kolom yang sering digunakan dalam buletin dan majalah karena kemampuannya untuk menyajikan lebih banyak konten dalam satu halaman secara teratur, layout tiga kolom yang memberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam penataan berbagai jenis konten, serta layout grid yang merupakan sistem penataan konten berbasis kisi-kisi yang memberikan keteraturan dan konsistensi visual yang tinggi pada setiap halaman publikasi. C. Tipografi Tipografi merupakan seni dan teknik dalam memilih, mengatur, dan menata huruf-huruf untuk menciptakan teks yang tidak hanya mudah dibaca, tetapi juga estetis dan mampu memperkuat pesan visual yang ingin disampaikan. Menurut Rustan (2011) dalam Anggraini dan Nathalia (2018), tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang huruf, mulai dari sejarah, anatomi, klasifikasi, hingga cara penggunaannya dalam berbagai media komunikasi visual. Dalam konteks perancangan layout e-buletin, tipografi yang dipilih dan diterapkan dengan tepat akan sangat berpengaruh terhadap keterbacaan konten, kenyamanan membaca, dan kesan visual keseluruhan publikasi tersebut. Pemilihan jenis huruf yang tepat merupakan salah satu keputusan desain yang paling kritis dalam proses perancangan layout sebuah publikasi digital. Menurut Hendratman (2017), terdapat beberapa kategori jenis huruf yang umum digunakan dalam desain publikasi, yaitu huruf serif yang memiliki kait pada ujung-ujung strokenya dan memberikan kesan formal, tradisional, dan mudah dibaca untuk teks panjang, huruf sans-serif yang tidak memiliki kait dan memberikan kesan modern, bersih, dan minimalis yang cocok untuk judul dan teks pendek di media digital, huruf script yang menyerupai tulisan tangan dan memberikan kesan elegan dan personal, serta huruf dekoratif yang digunakan untuk tujuan estetis tertentu dan sebaiknya digunakan secara terbatas. Dalam perancangan layout e-buletin, kombinasi dua hingga tiga jenis huruf yang harmonis dan saling melengkapi umumnya menghasilkan tampilan tipografi yang paling optimal dan profesional (Rustan, 2017). D. Warna dalam Desain Warna merupakan salah satu elemen desain yang paling kuat dan ekspresif dalam komunikasi visual, memiliki kemampuan untuk mempengaruhi respons emosional, persepsi, dan perilaku audiens secara langsung dan mendalam. Menurut Sanyoto (2010), warna adalah kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dikenainya, yang memiliki tiga dimensi utama yaitu hue atau warna itu sendiri, value atau tingkat kecerahan, dan chroma atau tingkat kejenuhan warna. Dalam konteks desain publikasi digital seperti e-buletin, pemilihan dan penerapan skema warna yang tepat memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap daya tarik visual, keterbacaan konten, dan identitas visual publikasi secara keseluruhan. Setiap warna memiliki makna psikologis dan asosiasi emosional yang berbeda-beda yang dapat dimanfaatkan secara strategis dalam proses perancangan desain publikasi. Penelitian yang dilakukan oleh Labrecque dan Milne (2013) menunjukkan bahwa warna memiliki pengaruh sebesar 62-90% terhadap penilaian awal audiens terhadap sebuah media atau produk visual, menegaskan betapa pentingnya pertimbangan psikologi warna dalam proses perancangan desain. Dalam konteks e-buletin organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, pemilihan skema warna yang mencerminkan nilai-nilai organisasi seperti kesederhanaan, kepercayaan, dan keagamaan perlu menjadi pertimbangan utama dalam proses perancangan layout yang konsisten dan berkarakter (Anggraini & Nathalia, 2018). Konsistensi penggunaan warna dalam setiap edisi sebuah publikasi berkala merupakan faktor yang sangat penting dalam membangun identitas visual yang kuat dan mudah dikenali oleh pembaca. Menurut Rustan (2017), konsistensi identitas visual dalam sebuah publikasi berkala akan memudahkan pembaca dalam mengenali dan membedakan publikasi tersebut dari berbagai publikasi lainnya yang tersedia, sekaligus membangun kepercayaan dan loyalitas pembaca dalam jangka panjang. Ketidakkonsistenan dalam penggunaan warna, seperti yang ditemukan pada E-Buletin An-Nahdliyyah PCNU Kabupaten Pasuruan, berpotensi melemahkan identitas visual publikasi dan mengurangi tingkat pengenalan serta kepercayaan pembaca terhadap media tersebut METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) yang mengacu pada pendapat Sugiyono (2017). Sugiyono (2017) menjelaskan bahwa Research and Development merupakan metode penelitian yang dilaksanakan secara sadar, terencana, dan sistematis dengan tujuan untuk menciptakan produk baru yang belum pernah ada sebelumnya maupun menyempurnakan dan mengembangkan produk yang telah ada agar menjadi lebih baik, lebih berkualitas, dan lebih bermanfaat bagi penggunanya. Tujuan utama dari penelitian dan pengembangan adalah untuk menghasilkan produk baru yang lahir dari serangkaian proses perbaikan yang terstruktur dan terukur, sehingga produk yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan dan permasalahan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Metode R&D dipilih dalam penelitian ini karena dianggap paling sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu menghasilkan sebuah produk berupa rancangan layout baru E-Buletin An-Nahdliyyah PCNU Kabupaten Pasuruan yang lebih menarik, konsisten, dan berkualitas tinggi sebagai media informasi bagi masyarakat Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Pasuruan. Gambar 1 Metode penelitian dan Pengembangan (R&D) (Sumber: Sugiyono, 2017) Dalam pelaksanaannya, penelitian dan pengembangan ini menerapkan model pengembangan ADDIE yang diadopsi dari Dick and Carry (1996). Model ADDIE dipilih karena memiliki kerangka pengembangan yang sistematis, terstruktur, dan fleksibel sehingga dapat diterapkan secara optimal dalam proses perancangan layout e-buletin ini. Model ADDIE terdiri atas lima tahapan pengembangan yang harus dilalui secara berurutan dan berkesinambungan. Tahap pertama adalah analysis atau analisis, di mana peneliti melakukan identifikasi dan pengkajian secara mendalam terhadap permasalahan yang ada pada desain layout E-Buletin An-Nahdliyyah saat ini, termasuk menganalisis kebutuhan pembaca, karakteristik audiens sasaran, serta tujuan yang ingin dicapai melalui perancangan layout yang baru. Hasil dari tahap analisis ini menjadi landasan utama bagi seluruh keputusan desain yang akan diambil pada tahap-tahap berikutnya. Tahap kedua adalah design atau desain, di mana peneliti merancang konsep desain layout baru E-Buletin An-Nahdliyyah secara menyeluruh, mencakup perancangan sistem grid, skema warna, hierarki tipografi, penempatan elemen visual, serta rubrikasi konten yang akan menjadi acuan konsisten di setiap edisi penerbitan. Tahap ketiga adalah development atau pengembangan, di mana konsep desain yang telah dirancang pada tahap sebelumnya diwujudkan menjadi produk nyata berupa prototype layout e-buletin menggunakan perangkat lunak desain grafis yang sesuai. Pada tahap ini seluruh elemen desain diintegrasikan menjadi sebuah produk layout yang utuh dan siap untuk divalidasi. Tahap keempat adalah implementation atau implementasi, di mana produk layout yang telah dikembangkan diujikan melalui proses validasi oleh ahli media dan ahli materi, serta uji coba kepada responden yang mewakili pembaca sasaran E-Buletin An-Nahdliyyah, guna memperoleh penilaian, saran, dan masukan yang konstruktif terhadap produk yang dikembangkan. Tahap kelima adalah evaluation atau evaluasi, di mana seluruh hasil penilaian dan masukan yang diperoleh dari proses validasi maupun uji coba dijadikan sebagai dasar dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaan akhir terhadap produk layout yang telah dikembangkan (Dick & Carey, 2015). Melalui penerapan kelima tahapan model ADDIE tersebut secara sistematis dan berkesinambungan, peneliti berupaya untuk merancang layout E-Buletin An-Nahdliyyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan yang benar-benar memenuhi kriteria desain layout yang baik, menarik, dan mampu membangkitkan minat baca masyarakat, sehingga e-buletin ini dapat menjalankan fungsinya secara lebih efektif sebagai media informasi dan dakwah bagi masyarakat Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. HASIL PENELITIAN 1. Konsep Perancangan Pada tahap perancangan konsep, peneliti melakukan serangkaian kegiatan perencanaan desain layout E-Buletin An-Nahdliyyah secara menyeluruh dan terstruktur. Tahap ini merupakan tahap yang sangat krusial dalam keseluruhan proses pengembangan produk, karena seluruh keputusan desain yang diambil pada tahap ini akan menjadi acuan dan pedoman utama dalam proses pengembangan produk pada tahap-tahap berikutnya. Menurut Rustan (2017), perencanaan konsep desain yang matang dan terperinci sebelum memasuki tahap produksi digital merupakan faktor penentu yang sangat berpengaruh terhadap kualitas dan konsistensi hasil akhir sebuah produk desain publikasi. Dalam tahap ini, peneliti terlebih dahulu merancang dan menetapkan kerangka layout atau grid system yang akan menjadi struktur dasar penataan seluruh elemen visual dan konten tekstual pada setiap halaman E-Buletin An-Nahdliyyah. Kerangka layout yang dirancang mencakup penetapan margin halaman, pembagian kolom, penentuan area penempatan konten utama, penempatan header dan footer, serta pengaturan jarak antarelemen yang akan diterapkan secara konsisten di seluruh halaman dan edisi e-buletin. Hendratman (2017) menegaskan bahwa penetapan grid system yang kokoh dan konsisten sejak awal proses perancangan merupakan langkah fundamental yang akan memastikan keteraturan, keseimbangan, dan konsistensi visual pada keseluruhan tampilan publikasi yang dihasilkan. Selain merancang kerangka layout, pada tahap ini peneliti juga merancang dan menetapkan seluruh elemen visual yang akan digunakan secara konsisten pada E-Buletin An-Nahdliyyah di setiap edisi penerbitannya. Perancangan elemen visual tersebut mencakup penetapan skema warna utama dan warna pendukung yang selaras dengan identitas organisasi Nahdlatul Ulama, pemilihan jenis huruf atau tipografi yang akan digunakan untuk judul, subjudul, dan teks isi konten, perancangan elemen grafis dekoratif seperti garis, ikon, dan ornamen visual, serta penetapan gaya dan ukuran gambar atau foto yang akan digunakan sebagai pendukung konten. Menurut Anggraini dan Nathalia (2018), perancangan sistem elemen visual yang komprehensif dan terdokumentasi dengan baik akan menghasilkan panduan desain yang memudahkan proses produksi setiap edisi e-buletin secara konsisten, efisien, dan berkualitas tinggi tanpa memerlukan proses perancangan ulang dari awal di setiap edisi penerbitannya. Gambar 2 Desain Konsep Perancangan Layout 2. Proses Perancangan Setelah tahap perancangan konsep desain layout selesai dilaksanakan secara menyeluruh, proses pengembangan kemudian dilanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tahap mewujudkan seluruh rancangan konsep yang telah ditetapkan sebelumnya menjadi sebuah produk desain nyata yang dapat dilihat, dievaluasi, dan digunakan secara langsung. Tahap ini merupakan tahap yang paling intensif dalam keseluruhan proses pengembangan produk, karena pada tahap inilah seluruh ide, konsep, dan keputusan desain yang telah direncanakan sebelumnya ditransformasikan menjadi wujud visual yang konkret dan terukur. Menurut Hendratman (2017), tahap produksi digital merupakan jembatan yang menghubungkan antara konsep desain yang masih bersifat abstrak dengan produk akhir yang bersifat nyata dan siap untuk digunakan, sehingga kualitas eksekusi pada tahap ini sangat menentukan seberapa jauh produk yang dihasilkan mampu merepresentasikan konsep awal yang telah dirancang. Proses produksi desain layout E-Buletin An-Nahdliyyah ini dikerjakan dengan memanfaatkan perangkat lunak Adobe Illustrator (64 Bit) sebagai software desain utama. Adobe Illustrator dipilih sebagai perangkat lunak utama dalam proses produksi desain ini karena kemampuannya yang sangat handal dalam menghasilkan karya desain berbasis vektor dengan tingkat presisi dan kualitas visual yang sangat tinggi. Menurut Anggraini dan Nathalia (2018), penggunaan software desain grafis profesional seperti Adobe Illustrator dalam proses produksi sebuah publikasi digital memungkinkan desainer untuk mengeksekusi konsep desain yang telah dirancang dengan tingkat akurasi, detail, dan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan perangkat lunak desain lainnya, sehingga hasil akhir yang diperoleh benar-benar optimal dan sesuai dengan standar kualitas publikasi digital yang profesional. Seluruh elemen visual yang telah dirancang pada tahap konsep sebelumnya, meliputi skema warna, tipografi, grid system, elemen grafis dekoratif, dan tata letak konten, diimplementasikan secara cermat dan konsisten ke dalam setiap halaman E-Buletin An-Nahdliyyah menggunakan Adobe Illustrator hingga menghasilkan tampilan layout yang utuh, harmonis, dan siap untuk divalidasi oleh para ahli. Hasil akhir dari keseluruhan proses produksi desain layout E-Buletin An-Nahdliyyah yang telah dikerjakan pada tahap ini dapat dilihat dan diakses secara langsung melalui platform AnyFlip pada tautan berikut: https://anyflip.com/ylnhg/zckz/. Platform AnyFlip dipilih sebagai media presentasi produk karena kemampuannya dalam menampilkan publikasi digital secara interaktif dengan efek balik halaman yang realistis, sehingga pembaca dapat merasakan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan dan mendekati pengalaman membaca publikasi cetak pada umumnya. Melalui tautan tersebut, seluruh pihak yang berkepentingan, termasuk validator ahli media, validator ahli materi, maupun responden uji coba, dapat mengakses dan menilai produk desain layout E-Buletin An-Nahdliyyah yang telah dikembangkan secara langsung, komprehensif, dan real-time tanpa memerlukan unduhan file tambahan apapun. Gambar 3 Hasil Desain Layout 2. Data Uji Validitas Ahli Media Dilakukan kepada tiga validator yaitu dosen ITSNU Pasuan, desainer grafisdanlayouter majalah Sidogiri Media serta layouter redaksi majalah Al-Yasini. Hasil yangdiperoleh dari validator dosen ITSNU Pasuruan mendapatkan skor 91 denganhasil persentase 70%, hasil yang diperoleh dari validator desain grafis dan layouter majlahSidogiri Media mendapatkan skor 64 dengan hasil persentase 49%, serta hasil yangdiperoleh dari validator layouter redaksi majalah Al-yasini mendapatkan skor 88 denganhasil persentase 68%. Jadi perhitungan hasil validasi desain yang diperoleh yaitu: P=(?¦X)/(?¦Xi)×100% P=((91+64+88))/((130×3))×100% =243/390×100%=62% 3. Data Uji Validitas Ahli Materi Dilakukan kepada dua validator yaitu ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr PimpinanCabang Nahdlatul Ulama (LTN-PCNU) Kabupaten Pasuruan dan pimpinan redaksi E- Buletin An-Nahdliyah. Hasil yang diperoleh dari validator ketua Lembaga Ta'lif wanNasyr Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (LTN-PCNU) Kabupaten Pasuruan mendapatkanskor 59 dengan hasil persentase 73%, dan hasil yang diperoleh dari validator pimpinan redaksi E-Buletin An-Nahdliyah mendapatkan skor 47 dengan hasil persentase 59%. Jadi perhitungan hasil validasi media yang diperoleh yaitu: P=(?¦X)/(?¦Xi)×100% P=((59+47))/((80×2))×100% =106/160×100%=66% 4. Data Uji Coba Produk Peneliti mengambil 100 responden yang terdiri dari 5 anggota timredaksi E-BuletinAn-Nahdliyah dan 95 pembaca E-Buletin An-Nahdliyah. Hasil yang diperoleh dari 100responden mendapatkan skor 4794. Jadi perhitungan data uji coba produk yang diperolehyaitu: P=(?¦X)/(?¦Xi)×100% P=4798/6000×100% =80% KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian dan pengembangan ini telah berhasil menghasilkan sebuah produk berupa rancangan layout baru E-Buletin An-Nahdliyyah milik Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan yang lebih menarik, konsisten, dan berkualitas tinggi sebagai media informasi dan dakwah bagi masyarakat Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. Proses pengembangan produk ini dilaksanakan melalui lima tahapan sistematis sesuai dengan model pengembangan ADDIE yang diadopsi dari Dick and Carry (1996), meliputi tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Setiap tahapan dilalui secara berurutan dan berkesinambungan guna memastikan bahwa produk yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar kualitas desain layout yang baik dan mampu menjawab kebutuhan serta permasalahan yang telah diidentifikasi sejak awal penelitian. Produk akhir E-Buletin An-Nahdliyyah yang berhasil dikembangkan dalam penelitian ini telah melalui proses revisi sebanyak dua kali. Revisi pertama dilakukan terhadap aspek desain dan tampilan visual setelah produk divalidasi oleh tiga orang validator ahli, sedangkan revisi kedua dilakukan terhadap aspek konten dan materi setelah produk divalidasi oleh dua orang validator ahli materi. Kedua proses revisi tersebut dilaksanakan secara cermat dan menyeluruh berdasarkan saran serta masukan konstruktif yang diberikan oleh para validator, sehingga menghasilkan produk akhir yang lebih sempurna dan berkualitas dibandingkan rancangan awalnya. Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilaksanakan, penilaian dari ahli media dan desain menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memperoleh skor dengan persentase sebesar 62% yang masuk dalam kategori baik, mengindikasikan bahwa desain layout yang dikembangkan telah memenuhi standar kelayakan dari sisi estetika visual dan prinsip-prinsip desain komunikasi visual yang diterapkan. Sementara itu, penilaian dari ahli materi dan konten menghasilkan skor dengan persentase sebesar 66% yang juga masuk dalam kategori baik, menunjukkan bahwa konten yang disajikan dalam e-buletin telah sesuai dengan kebutuhan informasi masyarakat Nahdlatul Ulama dan memenuhi standar kualitas jurnalistik yang ditetapkan. Selanjutnya, berdasarkan hasil uji coba produk yang melibatkan kurang lebih 100 orang responden dari berbagai kalangan masyarakat Kabupaten Pasuruan, produk E-Buletin An-Nahdliyyah yang telah dikembangkan memperoleh skor dengan persentase sebesar 80% yang masuk dalam kategori sangat layak. Hasil ini mencerminkan bahwa masyarakat memberikan respons yang sangat positif terhadap tampilan layout baru dan kualitas konten yang disajikan dalam E-Buletin An-Nahdliyyah, serta menilai bahwa produk tersebut layak untuk diimplementasikan dan disebarluaskan kepada khalayak pembaca yang lebih luas. Dengan demikian, berdasarkan keseluruhan hasil uji validitas dari para ahli media maupun ahli materi, serta hasil uji coba kepada responden yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa produk rancangan layout E-Buletin An-Nahdliyyah PCNU Kabupaten Pasuruan yang telah dikembangkan dinyatakan layak dan siap untuk diimplementasikan sebagai tampilan resmi e-buletin tersebut, guna meningkatkan kualitas desain, daya tarik visual, dan efektivitasnya sebagai media informasi serta dakwah bagi masyarakat Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Pasuruan. Penelitian dan pengembangan ini telah berhasil menghasilkan sebuah produk berupa rancangan layout baru E-Buletin An-Nahdliyyah milik Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan yang lebih menarik, konsisten, dan berkualitas tinggi sebagai media informasi dan dakwah bagi masyarakat Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya. Proses pengembangan produk ini dilaksanakan melalui lima tahapan sistematis sesuai dengan model pengembangan ADDIE yang diadopsi dari Dick and Carry (1996), meliputi tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Setiap tahapan dilalui secara berurutan dan berkesinambungan guna memastikan bahwa produk yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar kualitas desain layout yang baik dan mampu menjawab kebutuhan serta permasalahan yang telah diidentifikasi sejak awal penelitian. Produk akhir E-Buletin An-Nahdliyyah yang berhasil dikembangkan dalam penelitian ini telah melalui proses revisi sebanyak dua kali. Revisi pertama dilakukan terhadap aspek desain dan tampilan visual setelah produk divalidasi oleh tiga orang validator ahli, sedangkan revisi kedua dilakukan terhadap aspek konten dan materi setelah produk divalidasi oleh dua orang validator ahli materi. Kedua proses revisi tersebut dilaksanakan secara cermat dan menyeluruh berdasarkan saran serta masukan konstruktif yang diberikan oleh para validator, sehingga menghasilkan produk akhir yang lebih sempurna dan berkualitas dibandingkan rancangan awalnya. Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilaksanakan, penilaian dari ahli media dan desain menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memperoleh skor dengan persentase sebesar 62% yang masuk dalam kategori baik, mengindikasikan bahwa desain layout yang dikembangkan telah memenuhi standar kelayakan dari sisi estetika visual dan prinsip-prinsip desain komunikasi visual yang diterapkan. Sementara itu, penilaian dari ahli materi dan konten menghasilkan skor dengan persentase sebesar 66% yang juga masuk dalam kategori baik, menunjukkan bahwa konten yang disajikan dalam e-buletin telah sesuai dengan kebutuhan informasi masyarakat Nahdlatul Ulama dan memenuhi standar kualitas jurnalistik yang ditetapkan. Selanjutnya, berdasarkan hasil uji coba produk yang melibatkan kurang lebih 100 orang responden dari berbagai kalangan masyarakat Kabupaten Pasuruan, produk E-Buletin An-Nahdliyyah yang telah dikembangkan memperoleh skor dengan persentase sebesar 80% yang masuk dalam kategori sangat layak. Hasil ini mencerminkan bahwa masyarakat memberikan respons yang sangat positif terhadap tampilan layout baru dan kualitas konten yang disajikan dalam E-Buletin An-Nahdliyyah, serta menilai bahwa produk tersebut layak untuk diimplementasikan dan disebarluaskan kepada khalayak pembaca yang lebih luas. Dengan demikian, berdasarkan keseluruhan hasil uji validitas dari para ahli media maupun ahli materi, serta hasil uji coba kepada responden yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa produk rancangan layout E-Buletin An-Nahdliyyah PCNU Kabupaten Pasuruan yang telah dikembangkan dinyatakan layak dan siap untuk diimplementasikan sebagai tampilan resmi e-buletin tersebut, guna meningkatkan kualitas desain, daya tarik visual, dan efektivitasnya sebagai media informasi serta dakwah bagi masyarakat Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Pasuruan. PERNYATAAN ETIKA & PERAN PENULIS (CREDIT STATEMENT) REFERENSI Anggraini, L., & Nathalia, K. (2018). Desain komunikasi visual: Dasar-dasar panduan untuk pemula. Nuansa Cendekia. Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2015). The systematic design of instruction (8th ed.). Pearson Education. Faizal, E., Setiawan, A., & Nugroho, B. (2018). Pemanfaatan internet sebagai media informasi dan komunikasi dalam kehidupan masyarakat modern. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(2), 112-124. Hendratman, H. (2017). Computer graphic design. Informatika Bandung. Hidayat, R., & Nugroho, A. (2021). Pengaruh kualitas desain layout terhadap minat baca publikasi digital pada generasi milenial. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 8(1), 34-47. Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education. Labrecque, L. I., & Milne, G. R. (2013). Exciting red and competent blue: The importance of color in marketing. Journal of the Academy of Marketing Science, 41(5), 711-727. https://doi.org/10.1007/s11747-012-0287-2 Prabowo, A. (2012). Pergeseran media cetak ke media elektronik dalam industri informasi di Indonesia. Jurnal Komunikasi Massa, 5(1), 34-45. Rahmawati, D., & Santoso, B. (2020). Redesain layout e-buletin lembaga keagamaan sebagai upaya peningkatan efektivitas komunikasi dakwah digital. Jurnal Komunikasi dan Dakwah, 3(2), 78-92. Romli, A. S. M. (2018). Jurnalistik online: Panduan mengelola media online. Nuansa Cendekia. Sanyoto, S. E. (2010). Nirmana: Elemen-elemen seni dan desain. Jalasutra. Setiawan, D., & Kusuma, A. (2022). Perancangan layout majalah digital organisasi kemasyarakatan sebagai media informasi di era digital. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat, 5(1), 33-47. Rustan, S. (2017). Mendesain logo. PT Gramedia Pustaka Utama. Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. We Are Social & Hootsuite. (2023). Digital 2023: Indonesia. https://datareportal.com/reports/digital-2023-indonesia Ashlach : Journal of Islamic Education Alfiya, Sandri & Nisa ¦ Integrasi Pendidikan Islam Berbasis Aswaja... Dimensi: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis Zenmira, K. N., & Sari, E. O ¦ Perancangan Layout Dalam Meningkatkan..... 2| | 3 Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis p-ISSN: 2721-5091 https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/dimensi Copyright (c) 2024 The Author(s) | Published by: UNU Pasuruan.