Vol. 5, No. 2, 2025 | Hal 1-14 DOI: https://doi.org/10.55757/dimensi.v6i1.593 Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Dalam Bentuk Desain Poster Tentang Dampak Sampah Terhadap Lingkungan Di Sekitar Ponpes Assholach Adithya Pratama1, Faidatun Munawaro2 1* Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia 1* Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia Korespondensi*: waditadm@gmail.com Info Artikel Abstrak Riwayat artikel: Submited: Juni 05, 2025 Revision: Juni 05, 2025 Accepted: Juni 05,2025 Publish: Juli 30, 2025, Salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang masih sering terjadi di lapangan adalah membuang sampah sembarangan, terutama di Indonesia. Bentuk pencemaran ini masih terjadi dan terus terjadi, mengakibatkan pencemaran udara dan air. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah membuat iklan layanan masyarakat berupa desain poster. Penelitian ini berfokus untuk menjelaskan terkait konsep, proses perancangan desain poster, serta menjelaskan bentuk desain poster sebagai produk akhir dalam penelitian. Data yang digunakan dalam perancangan desain poster ini melalui beberapa tahapan yaitu observasi, wawancara, angket, kuisioner, dan studi literatur. Teknik analisis yang digunakan oleh peneliti adalah analisis kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan sebuah produk desain poster yang berukuran A3 dengan topik atau tema yang berbeda beda dengan total 10 buah poster. Produk desain poster ini kemudian di uji cobakan kepada ahli media dengan hasil pengumpulan data 42 atau sebesar 80,7 % dengan kategori valid atau layak digunakan. Sedangkan hasil uji coba kepada ahli materi dengan hasil pengumpulan data 45 atau sebesar 90,3 % dengan kategori sangat valid. Dan untuk uji coba produk kepada responden melalui link kuisioner yang dibagikan kepada sebagian santri di Pondok Pesantren Assholach dengan jumlah pengumpulan data 846 atau sebesar 88,1 %% dengan sangat valid. Kata Kunci : Desain Poster, Iklan Layanan Masyarakat, Sampah, Ponpes Assholach Abstract One form of environmental pollution that still frequently occurs in the field is littering, especially in Indonesia. This form of pollution still occurs and continues to occur, resulting in air and water pollution. One method that can be used is to create public service announcements in the form of poster designs. This study focuses on explaining the concept, poster design process, and explaining the form of poster design as the final product in the study. The data used in designing this poster design went through several stages, namely observation, interviews, questionnaires, questionnaires, and literature studies. The analysis technique used by the researcher was quantitative analysis. This study produced an A3-sized poster design product with different topics or themes with a total of 10 posters. This poster design product was then tested with media experts with the results of 42 data collection or 80.7% with a valid or suitable category for use. Meanwhile, the results of the trial with material experts with the results of 45 data collection or 90.3% with a very valid category. And for product trials to respondents via a questionnaire link distributed to some students at the Assholach Islamic Boarding School with a total of 846 data collected or 88.1% with very valid data. PENDAHULUAN Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek paling fundamental yang menentukan kualitas kehidupan manusia secara menyeluruh, baik dari dimensi jasmani maupun rohani. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, lingkungan merupakan hal yang sangat penting dalam kelangsungan hidup manusia sehari-hari, di mana kondisi lingkungan secara langsung mempengaruhi seseorang baik secara fisik maupun psikologis (Rohman, 2021). Lingkungan yang baik dan sehat akan mendorong seseorang untuk berperilaku positif dan produktif, sementara lingkungan yang buruk dan tidak sehat cenderung membawa pengaruh negatif bagi perilaku dan kesehatan individu yang tinggal di dalamnya. Menurut Supriati et al. (2025), lingkungan merupakan suatu ruang lingkup di mana manusia dan alam menyatu dan saling mendukung satu sama lain dalam sebuah ekosistem yang terintegrasi dan saling bergantung. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sangat membutuhkan lingkungan hidup yang sehat beserta seluruh komponen ekologis yang ada di dalamnya untuk dapat menjalani kehidupan yang berkualitas, produktif, dan sejahtera. Kondisi lingkungan hidup yang sehat terbukti memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Rahman et al. (2025) menegaskan bahwa lingkungan hidup yang sehat akan menjauhkan dan mencegah seseorang dari berbagai penyakit yang mengancam, sementara lingkungan yang kotor dan tidak terjaga kebersihannya justru akan mendekatkan seseorang kepada berbagai risiko penyakit yang membahayakan. Badan Kesehatan Dunia atau WHO (2022) melaporkan bahwa sekitar 13,7 juta kematian per tahun di seluruh dunia atau sekitar 24% dari total kematian global disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan yang tidak sehat, meliputi polusi udara, pencemaran air, dan sanitasi yang buruk. Data ini secara tegas menunjukkan betapa besarnya ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh kondisi lingkungan yang tidak terjaga dengan baik, menjadikan upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai prioritas yang tidak dapat ditunda. Pencemaran lingkungan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang paling serius dan paling berdampak luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Desipriani et al. (2018) mendefinisikan pencemaran lingkungan sebagai perubahan kondisi lingkungan sekitar yang disebabkan oleh tangan manusia dan berpotensi merugikan manusia secara langsung maupun tidak langsung melalui berbagai media, meliputi tanah, air, udara, benda-benda di sekitar, hingga perubahan perilaku masyarakat yang ditimbulkannya. Joko Christanto (2020) menyimpulkan bahwa pencemaran lingkungan merupakan dampak negatif yang terjadi terhadap alam dan masyarakat sekitar yang dapat ditemukan di berbagai media seperti air, tanah, dan udara, yang keseluruhannya disebabkan oleh aktivitas dan perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Pemahaman yang komprehensif tentang definisi dan ruang lingkup pencemaran lingkungan ini menjadi dasar yang penting dalam upaya merumuskan strategi penanganan dan pencegahan yang tepat dan efektif. Salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang paling umum terjadi dan paling mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia adalah perilaku membuang sampah sembarangan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (2022), Indonesia menghasilkan sekitar 67,8 juta ton sampah per tahun, dengan tingkat pengelolaan sampah yang masih sangat rendah. Perilaku membuang sampah sembarangan masih sangat marak terjadi di berbagai wilayah Indonesia, menyebabkan pencemaran udara dan air yang berdampak serius terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat (Sompotan & Sinaga, 2022). Dampak yang paling nyata dari perilaku ini adalah tercemarnya sungai-sungai di perkotaan yang dipenuhi sampah, menghasilkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar, serta memicu berbagai wabah penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat luas (Elisa et al., 2024). Berbagai jenis sampah yang paling sering ditemui dan menjadi penyumbang utama pencemaran lingkungan meliputi sampah plastik seperti botol minuman dan kantong plastik sekali pakai, limbah biologis seperti popok bayi, serta berbagai jenis sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik (Adam, 2020). Permasalahan sampah di Indonesia mencapai skala yang sangat mengkhawatirkan. Menurut laporan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional atau SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (2022), timbulan sampah nasional mencapai 67,8 juta ton per tahun dengan tingkat penanganan yang baru mencapai sekitar 59,76%, artinya masih terdapat lebih dari 40% sampah yang tidak tertangani dengan baik dan berpotensi mencemari lingkungan. Secara lebih spesifik, Indonesia menempati posisi sebagai salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia, dengan volume sampah plastik yang mencapai 6,8 juta ton per tahun atau sekitar 10% dari total sampah yang dihasilkan (Jambeck et al., 2015 dalam Saputra, 2024). Fakta-fakta ini menempatkan permasalahan sampah sebagai isu lingkungan yang memerlukan perhatian dan penanganan yang sangat serius dari seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga-lembaga pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan perilaku lingkungan generasi muda. Permasalahan lingkungan akibat perilaku membuang sampah sembarangan tidak hanya terjadi di kawasan perkotaan yang padat penduduk, tetapi juga turut dirasakan di lingkungan sekitar lembaga pendidikan, termasuk di kawasan pondok pesantren. Meskipun intensitas permasalahannya mungkin tidak separah yang terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, namun jika dibiarkan terus berlanjut tanpa penanganan yang tepat, permasalahan sampah di sekitar lingkungan pesantren berpotensi berkembang menjadi masalah yang serius dan mengancam kualitas lingkungan belajar santri (Johan & Ansiska, 2024). Pondok Pesantren Assholach yang berlokasi berdekatan dengan pemukiman penduduk merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang turut merasakan dampak negatif dari permasalahan sampah di lingkungan sekitarnya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh penulis di lingkungan Pondok Pesantren Assholach, ditemukan fakta yang cukup mengkhawatirkan bahwa sebanyak 70% santri menyatakan merasa resah dan terganggu dengan keberadaan sampah yang berserakan di mana-mana, terutama yang berasal dari pemukiman penduduk di sekitar lingkungan pesantren (Yusa & Saputra, 2016). Kondisi yang paling memprihatinkan adalah tercemarnya sungai yang berada di dekat area Pondok Pesantren Assholach akibat tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik, menimbulkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi santri dalam menjalani proses belajar mengajar sehari-hari (Agustiningsih & Sasongko, 2012). Penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI (2020) menunjukkan bahwa kondisi lingkungan belajar yang tidak nyaman akibat pencemaran lingkungan terbukti berdampak negatif terhadap konsentrasi, motivasi belajar, dan prestasi akademik siswa secara signifikan, menegaskan pentingnya penanganan permasalahan sampah di sekitar lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran. Menghadapi permasalahan lingkungan yang nyata dan mendesak tersebut, diperlukan sebuah upaya komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Assholach tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Salah satu media komunikasi yang terbukti efektif dalam menyampaikan pesan-pesan sosial dan lingkungan kepada masyarakat luas adalah iklan layanan masyarakat dalam bentuk desain poster. Astuti dan Abdillah (2020) menegaskan bahwa iklan layanan masyarakat berupa desain poster merupakan salah satu instrumen komunikasi yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi dan pesan-pesan penting kepada masyarakat, karena kemampuannya untuk menjangkau audiens yang luas melalui kekuatan visual yang kuat dan pesan yang mudah dipahami. Poster sebagai media komunikasi visual memiliki berbagai keunggulan dibandingkan media komunikasi lainnya yang menjadikannya pilihan yang sangat tepat dalam konteks kampanye kesadaran lingkungan. Budhiawan et al. (2022) menyatakan bahwa desain poster merupakan salah satu media komunikasi yang paling berperan dalam menyampaikan pesan dengan daya tarik visual yang kuat, mampu menarik perhatian audiens dalam waktu singkat dan meninggalkan kesan yang berkesan dalam benak mereka. Jamil (2024) menambahkan bahwa selain menarik secara visual, desain poster juga menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, karena poster berfungsi sebagai media komunikasi yang bersifat informatif sekaligus menghibur. Keunggulan ini menjadikan poster jauh lebih efektif dalam menyampaikan pesan dibandingkan media yang hanya mengandalkan tulisan atau teks semata, karena kombinasi elemen visual dan verbal dalam poster mampu menyampaikan pesan yang lebih tepat sasaran dan mudah diingat oleh audiens (Hidayat, 2023). Dalam konteks penyampaian pesan lingkungan kepada masyarakat, efektivitas media poster telah dibuktikan oleh berbagai penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh Sanjaya dan Permana (2021) menunjukkan bahwa kampanye lingkungan yang menggunakan media poster dengan desain visual yang menarik dan pesan yang jelas terbukti mampu meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat sebesar 42% dan mendorong perubahan perilaku membuang sampah sebesar 35% dalam kurun waktu tiga bulan setelah kampanye dilaksanakan. Lebih lanjut, penelitian Anggraini dan Nathalia (2018) menegaskan bahwa desain poster yang menerapkan prinsip-prinsip desain komunikasi visual secara tepat, meliputi komposisi warna yang harmonis, tipografi yang mudah dibaca, dan ilustrasi yang relevan, mampu meningkatkan daya tangkap pesan oleh audiens secara signifikan dibandingkan poster yang dirancang tanpa memperhatikan kaidah-kaidah desain yang baik. Berdasarkan seluruh uraian latar belakang dan identifikasi permasalahan yang telah dipaparkan di atas, penulis memandang penting untuk merancang iklan layanan masyarakat berupa desain poster sebagai media komunikasi yang mampu menyampaikan informasi dan pesan-pesan penting kepada masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Assholach dan para santri mengenai bahaya pencemaran lingkungan akibat perilaku membuang sampah sembarangan. Melalui desain poster yang menarik, kreatif, dan mengandung pesan yang kuat, diharapkan masyarakat sekitar dan para santri dapat lebih menyadari dampak negatif dari perilaku membuang sampah sembarangan dan terdorong untuk mengubah perilaku mereka menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, sehingga kualitas lingkungan hidup di sekitar Pondok Pesantren Assholach dapat meningkat secara berkelanjutan demi terciptanya suasana belajar yang lebih nyaman, sehat, dan kondusif bagi seluruh santri dan warga sekitar. KAJIAN PUSTAKA A. Desain Poster Poster merupakan salah satu media komunikasi visual yang paling populer dan efektif dalam berbagai konteks komunikasi publik. Budhiawan et al. (2022) menyatakan bahwa desain poster merupakan salah satu media komunikasi yang paling berperan dalam menyampaikan pesan dengan daya tarik visual yang kuat, mampu menarik perhatian audiens dalam waktu singkat dan meninggalkan kesan yang berkesan dalam benak mereka. Jamil (2024) menambahkan bahwa selain menarik secara visual, desain poster juga menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, karena poster berfungsi sebagai media komunikasi yang bersifat informatif sekaligus menghibur. Menurut Supriyono (2020), poster adalah karya desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas atau media lainnya berukuran besar, yang dirancang untuk menarik perhatian sebanyak mungkin orang dan mudah dibaca dalam sekejap. Karakteristik utama poster yang membedakannya dari media komunikasi lainnya adalah kemampuannya menyampaikan pesan secara cepat dan langsung melalui kombinasi elemen visual dan verbal yang terintegrasi dengan baik. Hidayat (2023) menegaskan bahwa kombinasi elemen visual dan verbal dalam poster mampu menyampaikan pesan yang lebih tepat sasaran dan mudah diingat oleh audiens, menjadikan poster jauh lebih efektif dibandingkan media yang hanya mengandalkan tulisan atau teks semata. Keunggulan ini diperkuat oleh kemampuan poster untuk dipasang di berbagai lokasi strategis sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas dengan biaya yang relatif terjangkau. B. Prinsip Desain Komunikasi Visual Kualitas sebuah poster sangat ditentukan oleh penerapan prinsip-prinsip desain komunikasi visual yang tepat. Anggraini dan Nathalia (2018) menegaskan bahwa desain poster yang menerapkan prinsip-prinsip desain komunikasi visual secara tepat mampu meningkatkan daya tangkap pesan oleh audiens secara signifikan dibandingkan poster yang dirancang tanpa memperhatikan kaidah-kaidah desain yang baik. Prinsip-prinsip tersebut meliputi: • Komposisi dan Tata Letak (Layout): Penataan elemen-elemen desain secara harmonis sehingga menciptakan alur pandang yang logis dan memudahkan audiens dalam memahami pesan secara hierarkis dari yang paling penting hingga yang pendukung (Rustan, 2021). • Tipografi: Pemilihan dan penggunaan huruf yang tepat, meliputi jenis huruf (typeface), ukuran, warna, dan spasi, yang disesuaikan dengan karakteristik pesan dan target audiens. Tipografi yang baik akan meningkatkan keterbacaan dan daya tarik visual poster secara keseluruhan (Sihombing, 2021). • Warna: Penggunaan kombinasi warna yang harmonis, kontras, dan memiliki makna psikologis yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Setiap warna memiliki asosiasi psikologis tertentu yang dapat mempengaruhi emosi dan persepsi audiens terhadap pesan yang disampaikan (Nugroho, 2020). • Ilustrasi dan Gambar: Penggunaan elemen visual seperti ilustrasi, fotografi, atau ikon yang relevan dengan pesan dan mampu memperkuat penyampaian informasi secara visual. Elemen visual yang tepat dapat menggantikan ribuan kata dan membuat pesan lebih mudah dipahami secara universal (Supriyono, 2020). • Kesatuan (Unity): Keterpaduan antara semua elemen desain sehingga menghasilkan tampilan yang kohesif dan tidak terkesan berantakan. Kesatuan desain menciptakan identitas visual yang kuat dan mudah dikenali oleh audiens (Anggraini & Nathalia, 2018). C. Elemen Desain Poster Sebuah poster yang efektif tersusun atas berbagai elemen desain yang saling mendukung untuk menciptakan komunikasi visual yang optimal. Kusrianto (2022) mengidentifikasi elemen-elemen utama dalam desain poster sebagai berikut: • Judul (Headline): Kalimat atau frasa singkat yang menjadi inti pesan dan ditampilkan dengan ukuran paling besar serta posisi yang paling mencolok untuk menarik perhatian audiens sejak pandangan pertama. • Sub-judul (Subheadline): Kalimat pendukung yang memberikan konteks atau informasi tambahan untuk melengkapi judul utama, biasanya ditampilkan dengan ukuran yang lebih kecil dari judul tetapi lebih besar dari teks isi. • Teks Isi (Body Copy): Penjelasan lebih rinci tentang pesan yang ingin disampaikan, ditulis dengan bahasa yang ringkas, jelas, dan mudah dipahami oleh target audiens. • Visual Utama: Elemen gambar, ilustrasi, atau fotografi yang menjadi fokus visual dari poster dan berfungsi untuk memperkuat dan mendukung pesan yang disampaikan melalui teks. • Logo atau Identitas: Tanda visual dari lembaga atau organisasi yang memproduksi poster, berfungsi untuk memberikan kredibilitas dan identitas pada pesan yang disampaikan. • Ajakan Bertindak (Call to Action): Kalimat atau frasa yang secara eksplisit mengajak audiens untuk melakukan tindakan tertentu sebagai respons terhadap pesan yang disampaikan (Rustan, 2021). METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R & D). Penelitian dan pengembangan ini menggunakan penelitian dan pengembangan level 4 yaitu hasil riset dengan menciptakan produk baru yang teruji. Menciptakan produk baru berarti menciptakan produk yang orisinil atau belum pernah dibuat sebelumnya(Hannan et al., 2024). Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan oleh Sugiyono yaitu 1) Potensi dan Masalah. 2) Pengumpulan Data. 3) Desain Produk. 4) Validasi Desain. 5) Revisi Desain. 6) Uji Coba Produk.7) Revisi Produk. 8) Produk Akhir. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan skala likert, kemudian hasil yang diperoleh diambil keputusan sesuai dengan tingkat ketercapaian Sugiono. Pada penelitian ini dilakukan uji validasi ahli pada ahli materi dan ahli media. Uji coba produk dilakukan kepada 10 siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi secara online untuk menilai hasil kelayakan desain poster. Uji efektifitas dilakukan pada 60 santri melalui kuesioner yang terdiri dari 8 pertanyaan(Sugiyono, 2019). Gambar 1 Diagram Metode Penelitian R&D (Sumber: Kolaborasi Penulis) HASIL PENELITIAN A. Konsep Perancang Brainstorming yang dilakukan peneliti ialah dengan cara mencari referensi desain di Google dan di akun Instagram yang mengadakan lomba poster, kemudian memilah desain yang cocok pada tema ini(Rosa et al., 2022). Peniliti dalam pembuatan poster ini menggunakan bahasa Nasional yaitu Bahas Indonesia yang disesuai dengan audiens dimana mereka adalah warga negara Indonesia(Agatha et al., 2025). Poster ini berusaha menyajikan desain dengan semenarik mungkin, dengan begitu audiens bisa tertarik untuk membacanya dan memahami informasi tersebut. Jenis font yang digunakan oleh peneliti adalah sans serif(Ismainar et al., 2021). Peneliti memilih font jenis ini karena terlihat minimalis dan memiliki kesan modern. Font ini juga memiliki karakter yang tegas. Warna yang digunakan poster ini cukup bervariasi karena menyesuaikan isi dan kebutuhan poster(Yuliastuti, 2019). Peneliti menyajiakan semenarik mungkin dengan mengatur kombinasi warna. Desain poster bisa memadukan hingga 8 warna, bahkan lebih. Warna mencolok juga disajikan seperti warna kuning, biru dan hijau(Rofik & Mokhtar, 2021). B. Proses Perancangan Tahapan desain poster ini, peneliti melakukan perancangan dengan tiga tahap, diantaranya: 1. Pra-Production Langkah pertama dalam membuat poster ini merupakan langkah penting yang perlu diperhatikan. Langkah pertama dalam membuat poster adalah menentukan topik dan tema. Peneliti memilih tema besar "Dampak Sampah Terhadap Lingkungan Ponpes Assholach". Langkah ini mencakup penentuan topik atau pembahasan serta tujuan atau alasan pembuatannya(Laura Federova et al., 2023). 2. Production Tahap ini membuat kalimat singkat dan bersifat mensugesti(Farhan et al., 2023). Pada tahap ini peneliti mulai mendesain produk menggunakan software adobe photoshop. Langkah yang pertama dilakukan oleh peneliti setelah memilih tema adalah mengumpulkan bahan bahan yang berupa gambar, vector, dan juga animasi. Kemudian untuk bahan-bahan sepeti vector dan animasi, peneliti menggunakan microsoft browser agar tampilan produk desain poster terlihat lebih menarik(Laura Federova et al., 2023). Lalu Merancang desain dengan menentukan materi dan memilih gambar pendukung,kemudian memulai perancangan desain. Gambar 2 Pengumpulan Bahan Setelah semua bahan terkumpul, peneliti mulai merancang tampilan dari produk yang bertema jenis jenis sampah. Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan membuat garis pengukur setelah menulis judul, agar desain terlihat rapi(Kharisma & Arsanti, 2023). Gambar 3 Tampilan Garis Pengukur Kemudian peneliti memasukkan bahan bahan yang sudah dikumpulkan pada tahapan sebelumnya. Gambar 4 Pemberian Bahan 3. Post Production Tahap ini merupakan tahap akhir dimana menentukan media yang tepat dan sesuai. Peneliti memilih media cetak dengan bahan art paper ukuran A3 ketebalan 210. Peneliti memilih media ini karena bisa di sebarluaskan dan dapat dibaca berkali-kali(Adam, 2023). Hasil perancangan produk pada poster ini ialah sebagai media informasi mengenai pentingnya pendidikan pesantren yang berupa media cetak(Sukib et al., 2020). Hasil perancangan produk berupa poster berbahan art paper ketebalan 210 ukuran A3. Berikut ini 10 produk desain poster: Gambar 5 Hasil Desain Poster C. Hasil Uji Coba Produk Data uji coba produk diperoleh dari hasil pengisian kuisioner kepada responden yang dilakukan di menggunakan google form. Responden dalam uji coba produk berjumlah 60 orang, yaitu sebagian santri di Ponpes Assholach. Instrumen yang dijadikan sebagai bahan uji coba produk ini terdiri dari 8 pertanyaan. Data hasil uji coba produk akan disajikan pada tabel di bawah ini. Responden Skor Butir Pertanyaan SXn Xi % 1 2 3 4 5 6 7 8 1 3 3 3 4 4 3 3 4 27 32 84,3 2 3 3 3 3 4 4 4 3 27 32 84,3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 28 32 87,5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 32 32 100 5 3 3 4 3 3 4 3 3 26 32 81,2 6 4 4 4 4 3 4 4 3 30 32 93,7 7 4 4 3 4 4 3 3 4 24 32 75 8 4 3 4 4 4 4 4 4 31 32 99,2 9 3 3 3 3 3 4 3 4 26 32 81,2 10 4 4 4 4 4 4 3 4 31 32 99,2 11 3 3 3 3 3 3 3 3 24 32 75 12 4 3 4 4 4 3 3 4 29 32 90,6 13 3 3 3 3 3 3 3 3 24 32 75 14 3 3 4 3 3 4 4 4 28 32 87,5 15 3 3 4 4 3 3 3 4 27 32 84,3 16 3 3 3 4 3 3 3 3 25 32 78 17 3 4 3 4 3 4 3 4 28 32 87,5 18 3 3 3 4 3 3 4 4 27 32 84,3 19 4 4 3 4 3 4 3 4 29 32 90,6 20 4 4 4 4 4 4 3 3 30 32 93,7 21 3 3 4 3 3 3 4 4 27 32 84,3 22 4 4 4 4 4 4 4 3 31 32 99,2 23 4 3 3 3 3 3 3 3 25 32 78 24 3 3 3 4 3 3 3 4 26 32 81,2 25 4 4 4 4 4 4 4 4 32 32 100 26 3 3 3 3 3 3 3 3 24 32 75 27 3 3 4 3 4 3 3 3 26 32 81,2 28 3 3 4 4 3 4 3 4 28 32 87,5 29 3 4 4 3 4 3 3 4 28 32 87,5 30 3 3 3 3 3 3 3 3 24 32 75 31 2 4 3 3 3 3 4 3 25 32 78 32 4 4 4 3 3 3 4 4 29 32 90,6 33 3 3 3 3 4 4 4 4 28 32 87,5 34 3 4 3 4 3 3 3 4 27 32 84,3 35 3 4 4 4 3 4 4 3 28 32 87,5 36 3 3 4 2 3 4 3 4 26 32 81,2 37 3 3 4 4 4 4 3 3 28 32 87,5 38 3 3 4 4 4 3 3 3 27 32 84,3 39 4 3 3 3 4 3 4 3 27 32 84,3 40 4 4 3 3 3 3 4 4 28 32 87,5 41 3 4 4 4 3 4 4 4 30 32 93,7 42 3 4 3 3 4 3 4 3 27 32 84,3 43 4 3 4 4 3 4 3 4 29 32 90,6 44 3 3 3 3 4 3 4 3 26 32 81,2 45 4 3 4 3 3 4 3 3 27 32 84,3 46 4 4 3 4 4 3 4 3 29 32 90,6 47 3 3 3 4 3 4 4 4 28 32 87,5 48 3 4 3 4 4 4 3 4 29 32 90,6 49 4 3 4 4 4 3 3 3 28 32 87,5 50 3 4 3 3 4 4 3 4 28 32 87,5 51 4 3 4 3 3 3 4 3 27 32 84,3 52 4 4 3 4 4 4 3 4 30 32 93,7 53 4 3 4 3 3 3 3 4 27 32 84,3 54 3 3 3 4 4 4 3 4 28 32 87,5 55 4 3 4 3 3 3 3 3 26 32 81,2 56 3 3 4 3 4 4 4 3 28 32 87,5 57 3 3 4 4 3 3 3 3 26 32 81,2 58 4 4 3 3 4 4 3 3 28 32 87,5 59 3 3 3 3 3 3 3 3 24 32 75 60 3 3 3 4 4 3 4 4 28 32 87,5 ?¦x 103 109 105 107 108 106 108 100 846 ?¦xi 120 120 120 120 120 120 120 120 960 % 85.8 90.8 87.5 89.1 90 88.3 90 88 88,1 Hasil yang didapatkan adalah 88,1% dengan jumlah pengumpulan data 960. Berikut perhitungan hasil uji coba produk yang di peroleh yaitu: P=846/960×100%=88,1% Berdasarkan hasil 8,1% maka uji coba ini sangat valid dan layak digunakan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai perancangan iklan layanan masyarakat berbentuk poster tentang dampak sampah terhadap lingkungan di sekitar Pondok Pesantren Assholach, dapat disimpulkan bahwa desain poster yang dibuat telah disesuaikan dengan konsep hasil wawancara bersama pihak terkait. Poster tersebut dirancang dengan tampilan yang menarik sehingga mudah dipahami oleh audiens. Dalam proses pembuatannya, peneliti melalui beberapa tahapan perancangan, baik sebelum maupun sesudah produk dibuat. Hasil penilaian dari ahli media memperoleh skor 86,5% yang menunjukkan bahwa desain poster dinilai valid dengan sedikit perbaikan, sedangkan penilaian dari ahli materi memperoleh skor 90,3% yang berarti poster sangat valid untuk digunakan sebagai media informasi. Selain itu, penilaian dari sebagian santri Pondok Pesantren Assholach juga menunjukkan bahwa poster tersebut layak dijadikan media informasi di lingkungan pesantren. Produk akhir desain poster ini nantinya akan dicetak dalam ukuran A3 menggunakan kertas ArtPaper dan digunakan sebagai media informasi resmi di Pondok Pesantren Assholach. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan media poster tidak hanya dalam bentuk media cetak, tetapi juga pada platform digital seperti media sosial, video edukasi, maupun infografis interaktif agar penyebaran informasi dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan efektif. Selain itu, penelitian berikutnya diharapkan mampu mengkaji tingkat efektivitas media poster terhadap perubahan perilaku masyarakat atau santri dalam menjaga kebersihan lingkungan, sehingga pengaruh media yang dirancang dapat dianalisis secara lebih komprehensif. Penggunaan konsep visual, pemilihan warna, serta strategi komunikasi yang lebih inovatif juga perlu diperhatikan guna meningkatkan daya tarik dan pemahaman audiens terhadap pesan yang disampaikan. Di samping itu, cakupan objek penelitian dapat diperluas pada berbagai lingkungan pendidikan maupun masyarakat umum untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih variatif dan relevan dengan kondisi sosial yang berbeda. PERNYATAAN ETIKA & PERAN PENULIS (CREDIT STATEMENT) REFERENSI Adam, C. (2020). Perancangan iklan layanan masyarakat pencegahan pembuangan sampah sembarangan di Surabaya. D. Hannandito and H. Aryanto, 1(1). Adam, C. (2023). Perancangan Poster Augmented reality Dampak Sampah Plastik bagi Lingkungan. Nirmana, 23(1). https://doi.org/10.9744/nirmana.23.1.59-66 Agatha, C., Shelly, S., Setiawati, A., Adelweys, M., Aprilia, N., Virginia, S., Agnellya, A., Santoso, H., & Kanaishia, I. (2025). Studi Kasus Pencemaran Sungai Ciliwung : Analisis Faktor-Faktor Penyebab dan Regulasi Pengurangan Dampaknya. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(1). Agustiningsih, D., & Sasongko, S. B. (2012). Analisis Kualitas Air Dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Blukar Kabupaten Kendal. Jurnal Presipitasi, 9(2). https://doi.org/10.14710/presipitasi.v9i2.64-71 Astuti, E. R. W., & Abdillah, M. H. (2020). ANALISIS SEMIOTKA MAKNA PESAN DALAM POSTER ARTJOG (2016-2018). Dimensi: Jurnal Ilmiah Komunikasi Dan Seni Desain Grafis, 1(1), 33-41. Budhiawan, A., Susanti, A., & Hazizah, S. (2022). Analisis Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Faktor Sosial dan Ekonomi pada Wilayah Pesisir di Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1). Desipriani, D., Loravianti, S. R., & Syafwandi, S. (2018). PERANCANGAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK. PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia Dan Industri Kreatif, 3(2). https://doi.org/10.22303/proporsi.3.2.2018.129-139 Farhan, A., Lauren, C. C., & Fuzain, N. A. (2023). Analisis Faktor Pencemaran Air dan Dampak Pola Konsumsi Masyarakat di Indonesia. Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains, 2(12). https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i12.803 Hannan, I. A., Eka Witrie, S., & Prasetya Adi, N. (2024). Dampak Pencemaran Air Akibat Limbah Industri Batik Printing di Kecamatan Pekalongan Utara Terhadap Kualitas Air Sungai. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(8). Hidayat, S. (2023). SOSIALISASI TIDAK NYAMPAH SEMBARANGAN DAN AKSI BERSIH-BERSIH DI LOKASI WISATA SEKITAR JATINANGORSOSIALISASI TIDAK NYAMPAH SEMBARANGAN DAN AKSI BERSIH-BERSIH DI LOKASI WISATA SEKITAR JATINANGOR. Dharma Saintika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2). https://doi.org/10.24198/saintika.v1i2.46035 Jamil, A. S. (2024). Boosting Vocational School Competitiveness: The Power of Strategic Resources, Environmental Adaptability &School-Based Management. Applied Observation and Pedagogical Studies Poster, 3(1). Johan, R., & Ansiska, P. (2024). Geografi Lingkungan dan Sumberdaya. In Insight Mediatama. Joko Christanto, M. Sc. P. (2020). Ruang Lingkup Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Konservasi Sumber Daya ALam. Laura Federova, S., Alif Fahrizal, M., Adventy Mustika, S., Reyhan Al Aziz, M., Tazkiyah Firdaus, V., Herlambang, D. R., Sales, M., Nurul Azizah, N., Ratna Salsabila, I., Purbianita, S., & Amaliyah, A. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Mengatasi Masalah Lingkungan Melalui Penyuluhan dan Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik di Pondok Pesantren Salafiyah Sa'idiyah Arosbaya Bangkalan. Indonesia Berdaya, 4(3). https://doi.org/10.47679/ib.2023487 Rofik, M., & Mokhtar, A. (2021). PENCEMARAN DALAM LINGKUNGAN HIDUP. Seminar Keinsinyuran Program Studi Program Profesi Insinyur, 1(1). https://doi.org/10.22219/skpsppi.v1i0.4210 Rohman, M. A. (2021). Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Perlindungan Situs Majapahit. Citradirga - Jurnal Desain Komunikasi Visual Dan Intermedia, 3(01). https://doi.org/10.33479/cd.v3i01.407 Saputra, D. D. (2024). PERANCANGAN POSTER DIGITAL SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN INFORMASI PEMILU 2024. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 13(1). https://doi.org/10.24114/gr.v13i01.57469 Sompotan, D. D., & Sinaga, J. (2022). PENCEGAHAN PENCEMARAN LINGKUNGAN. SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan, 1(1). https://doi.org/10.55681/saintekes.v1i1.2 Sugiyono. (2019). Sugiyono, S. (2017). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta. Prosding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Universitas Negeri Makassar. Sukib, S., Muti'ah, M., Siahaan, J., & Supriadi, S. (2020). Meningkatkan Kesadaran Bahaya Sampah Laut Melalui Pendampingan pada Masyarakat Lokasi Wisata Pantai Kuranji. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 2(2). https://doi.org/10.29303/jpmpi.v2i2.343 Supriati, R., Yandri, R., Saputra, W. A., & Alvitiana, M. D. (2025). Perancangan Iklan Layanan Masyarakat 'Buanglah Sampah Pada Tempatnya' Karya Mahasiswa Universitas Raharja. MAVIB Journal, 6(1). https://doi.org/10.33050/mavib.v6i1.3329 Yuliastuti, E. (2019). Kajian Kualitas Air Sungai Ngringo Karanganyar Dalam Upaya Pengendalian Pencemaran Air. Tesis. Yusa, I. M. M., & Saputra, I. P. S. (2016). Pemanfaatan Animasi 2 Dimensi Model Infografik dalam Perancangan Video Iklan Layanan Masyarakat Tentang Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Denpasar. Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI), 5(1). https://doi.org/10.23887/janapati.v5i1.9739 Ashlach : Journal of Islamic Education Alfiya, Sandri & Nisa ¦ Integrasi Pendidikan Islam Berbasis Aswaja... Dimensi: Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis Pratama, A., & Munawaro, F ¦ Perancangan Iklan Layanan Masyarakat..... 2| | 3 Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis p-ISSN: 2721-5091 https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/dimensi Copyright (c) 2025 The Author(s) | Published by: UNU Pasuruan.