Copyright © 2026 The Authors | Published by: Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan.
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Vol. 06 No. 02 Januari 2026 | Hal. 75-82
doi: https://doi.org/10.55757/ekliptika.v6i2.1208
Pengaruh Akurasi Gambar Teknik Digital Terhadap Efisiensi
Sumber Daya Dan Mitigasi Risiko Kecelakaan Di Lingkungan
Manufaktur
Maslikhan1*, dan Muhammad Waqar Mazhar2
1*Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia
2Department of Bioinformatics and Biotechnology, Government College University, Faisalabad, Pakistan
*Corresponding
author:
maslikhan@yudharta.ac.id
Received: 26 Agustus 2025; 1st Revision: 05 Oktober, 2025; 2nd Revision: 30 November 2025; Accepted: 04 Januari 2026
Abstrak
Ketidakakuratan gambar teknik berdampak langsung pada pemborosan bahan dan risiko keselamatan di pabrik.
Artikel ini menganalisis perbandingan metode manual dan digital (SketchUp) dalam mencapai standar presisi
industri serta kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 9 dan 12. Menggunakan
pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian mengidentifikasi hambatan pembelajaran teknologi digital di
kalangan mahasiswa teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indeks hambatan mencapai 62,5%
(Kategori Tinggi), dengan kendala utama pada relevansi industri dan keterbatasan perangkat keras. Meskipun
demikian, integrasi visualisasi 3D terbukti krusial dalam meningkatkan pemahaman spasial untuk mencegah
kecelakaan kerja dan mendukung Green Manufacturing. Disarankan integrasi pelatihan praktik intensif untuk
menjamin kualitas produk yang efisien energi dan aman secara operasional.
Abstract
Inaccurate engineering drawings directly impact material waste and safety risks in factories. This article analyzes
the comparison of manual and digital methods (SketchUp) in achieving industrial precision standards and their
relationship to Sustainable Development Goals (SDGs) 9 and 12. Using a descriptive quantitative approach, the study
identified barriers to learning digital technology among engineering students. The results showed that the average
barrier index reached 62.5% (High Category), with the main obstacles being industrial relevance and hardware
limitations. Nevertheless, the integration of 3D visualization proved crucial in improving spatial understanding to
prevent workplace accidents and support Green Manufacturing. The integration of intensive practical training is
recommended to ensure energy-efficient and operationally safe product quality.
Keywords: Digital engineering drawing, resource efficiency, risk mitigation, sustainable manufacturing,
sketchup.
Maslikhan, M., & Waqar Mazhar, M. (2026). Pengaruh Akurasi Gambar Teknik Digital
Terhadap Efisiensi Sumber Daya Dan Mitigasi Risiko Kecelakaan Di Lingkungan Manufaktur
. Ekliptika, 6(2). Retrieved from
https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/ekliptika/article/view/1208
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Budiyanto, D., Hendarto, T. ., Sutarmin, S., & ardianik, A│ Analisis Perbandingan Kualitas Pakan….
76
PENDAHULUAN
Pendidikan teknik industri saat ini menghadapi transformasi besar seiring dengan adopsi
teknologi digital dalam siklus manufaktur. Gambar teknik bukan sekadar sketsa, melainkan
dokumen referensi utama yang memfasilitasi komunikasi universal antar departemen, mulai
dari perancangan hingga produksi. Dalam ekosistem manufaktur modern, akurasi desain
menjadi fondasi utama bagi penerapan Green Manufacturing dan efisiensi sumber daya yang
selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri,
Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)
[1], [2], [3].
Transisi dari metode manual ke sistem digital seperti Computer-Aided Design (CAD) dan
pemodelan tiga dimensi (3D) menggunakan SketchUp telah menjadi standar industri untuk
mencapai presisi tinggi. Akurasi gambar teknik digital memungkinkan deteksi dini terhadap
kesalahan desain (clash detection), yang jika diabaikan, dapat menyebabkan pemborosan
material secara masif dan risiko kecelakaan fatal di lantai produksi. Namun, penguasaan alat
digital ini di tingkat akademis masih menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam
menjembatani teori desain dengan kebutuhan praktis industri berkelanjutan [4], [5], [6].
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akurasi gambar teknik digital terhadap
efisiensi operasional dan keselamatan kerja, serta mengevaluasi hambatan pembelajaran yang
dihadapi mahasiswa sebagai calon praktisi industri. Fokus penelitian ini selaras dengan
lingkup Jurnal Ekliptika dalam mempromosikan inovasi teknologi yang harmonis dengan
lingkungan dan kesejahteraan social [7], [8], [9].
METODE
2.1 Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif untuk
mengidentifikasi hambatan dalam penguasaan teknologi gambar digital serta dampaknya
terhadap parameter manufaktur [10].
2.2 Populasi dan Sampel
Subjek penelitian adalah 10 mahasiswa Teknik Industri angkatan 2024/2025 di Universitas
Nahdlatul Ulama Pasuruan yang telah menempuh kursus desain teknik. Mengingat populasi
yang terbatas, digunakan teknik sampling jenuh (seluruh anggota populasi dijadikan
responden) [11], [12], [13].
2.3 Instrumen dan Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert (1-5). Indikator yang diukur
meliputi: [14], [15], [16]
Pemahaman Desain 3D Dasar: Kemampuan visualisasi ruang dan logika pemodelan.
Keterbatasan Perangkat Keras: Pengaruh spesifikasi komputer (RAM, GPU) terhadap
kelancaran desain.
Strategi Pembelajaran: Efektivitas metode pengajaran dan ketersediaan modul.
Relevansi Industri (Industry Link): Kemampuan menghubungkan desain digital dengan
aplikasi nyata seperti tata letak pabrik dan K3 [17].
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Budiyanto, D., Hendarto, T. ., Sutarmin, S., & ardianik, A│ Analisis Perbandingan Kualitas Pakan….
77
2.4 Teknik Analisis Data
Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif kuantitatif untuk menghitung indeks
persentase pada setiap indikator dengan rumus: [18], [19], [20]
Di mana skor aktual diperoleh dari frekuensi x bobot
Tabel 1. membandingkan efisiensi waktu, tingkat presisi, dan potensi limbah antara metode
manual vs digital CAD berdasarkan literatur
Parameter
Manual
Digital (CAD/SketchUp)
Dampak
Berkelanjutan
Revisi
Desain
Menggambar ulang
total
Parametrik & Instan
Reduksi penggunaan
kertas & waktu
Presisi
Terbatas
keterampilan tangan
Presisi matematis tinggi
Reduksi cacat produk
(Waste)
Visualisasi
2D Statis
3D Dinamis/VR
Deteksi dini risiko
kecelakaan (K3)
Integrasi
Terputus
Langsung ke CNC/3D
Print
Efisiensi rantai pasok
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan 3.1 Hasil Analisis Hambatan Pembelajaran Digital
Berdasarkan survei terhadap responden, ditemukan bahwa mahasiswa mengalami hambatan
signifikan dalam menguasai teknologi desain digital. Rata-rata indeks hambatan total
mencapai 62,5%, yang masuk dalam kategori Tinggi.
No
Rata-rata
Indeks (%)
Kategori
1
68%
Tinggi
2
66%
Tinggi
3
62%
Tinggi
4
49%
Cukup
Rata-
rata
Total
Tinggi
(Data diolah dari survei mahasiswa Teknik Industri )
Hambatan tertinggi pada indikator relevansi industri (68%) menunjukkan adanya
kesenjangan antara keterampilan teknis menggambar dengan pemahaman fungsinya dalam
operasional pabrik nyata. Keterbatasan perangkat keras (66%) juga menjadi anomali teknis
yang menghambat produktivitas, di mana aplikasi sering mengalami lag saat memproses
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Budiyanto, D., Hendarto, T. ., Sutarmin, S., & ardianik, A│ Analisis Perbandingan Kualitas Pakan….
78
model kompleks, serupa dengan kendala efisiensi energi di industri jika sistem IT tidak
optimal.
3.2 Akurasi Desain dalam Green Manufacturing (SDG 12)
Akurasi gambar teknik digital berdampak langsung pada minimalisasi limbah material (zero
waste). Dalam teknologi seperti 3D Printing (Manufaktur Aditif), desain digital yang presisi
memastikan material ditambahkan hanya pada titik yang diperlukan, sangat berbeda dengan
metode subtraktif konvensional yang membuang banyak material sisa.
Penggunaan perangkat lunak seperti SketchUp yang diintegrasikan dengan Systematic Layout
Planning (SLP) terbukti mampu meningkatkan output produksi tanpa menambah sumber daya
fisik. Contoh kasus pada industri karoseri menunjukkan bahwa optimasi tata letak fasilitas
melalui visualisasi 3D dapat meningkatkan kapasitas produksi dari dua unit menjadi tiga unit
bus per hari melalui pengurangan jarak perpindahan material yang tidak efektif.
Gambar 1. Akurasi Design
3.3 Mitigasi Risiko K3 melalui Visualisasi Spasial (SDG 9)
Salah satu temuan krusial adalah peran akurasi digital dalam mitigasi kecelakaan kerja.
Visualisasi 3D memungkinkan personel untuk mengidentifikasi "zona bahaya" secara virtual
sebelum masuk ke area fisik. Kemampuan spasial yang ditingkatkan melalui model digital
membantu desainer melakukan clash detection antara mesin, jalur logistik, dan area kerja
manusia, sehingga mengurangi risiko terjepit atau tertabrak.
Implementasi pemetaan risiko berbasis data spasial digital dilaporkan dapat menurunkan
frekuensi kecelakaan kerja hingga 25% di zona risiko tinggi. Hal ini dikarenakan model 3D
memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai rute evakuasi dan penempatan alat
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Budiyanto, D., Hendarto, T. ., Sutarmin, S., & ardianik, A│ Analisis Perbandingan Kualitas Pakan….
79
pelindung diri (APD) dibandingkan gambar 2D statis yang memerlukan konversi mental yang
rumit.
Tabel. 3 Berdasarkan literatur K3 dan Manufaktur Digital
Jenis Risiko
Kontribusi Akurasi Digital
Output Keselamatan
Konflik Ruang
Clash Detection otomatis
Pencegahan gangguan fisik mesin
Ergonomi
Simulasi postur kerja 3D
Reduksi cedera otot/MSDs
Logistik
Internal
Visualisasi blind spot forklift
Pencegahan tabrakan pekerja
Darurat
Simulasi navigasi rute
evakuasi
Kecepatan tanggap bencana
3.4 Kepatuhan Regulasi: SIH dan SMK3 di Indonesia
Akurasi gambar teknik digital mempermudah perusahaan manufaktur di Indonesia dalam
memenuhi Standar Industri Hijau (SIH) sesuai Permenperin No. 14 Tahun 2020. Dokumen
teknis yang akurat seperti neraca massa dan energi, yang diturunkan dari desain digital,
merupakan syarat mutlak audit sertifikasi hijau yang dapat menghasilkan efisiensi bahan baku
hingga 13%. Selain itu, digitalisasi K3 mendukung Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3) melalui identifikasi bahaya yang lebih proaktif dan terukur.
3.5 Sinergi AI, Digital Twin, dan Masa Depan Manufaktur Hijau
Masa depan manufaktur berkelanjutan akan sangat bergantung pada integrasi gambar teknik
digital dengan kecerdasan buatan (AI) dan Digital Twin. Digital Twin memungkinkan
terciptanya replika digital dari aset fisik yang diperbarui secara real-time melalui sensor IoT,
memungkinkan pemantauan konsumsi energi dan deteksi kerusakan mesin secara proaktif.
AI dapat berperan dalam mengotomatisasi evaluasi gambar teknik untuk memastikan
kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keberlanjutan. Misalnya, sistem berbasis AI
dapat menganalisis data historis untuk mengidentifikasi pola kejadian near-miss dan
menyarankan perubahan desain tata letak secara otomatis guna menghindari kecelakaan di
masa mendatang.
3.6 Diskusi Kritis: Kesenjangan Literasi Digital dan Infrastruktur
Meskipun manfaat teknologi digital sangat jelas, temuan mengenai hambatan pembelajaran
(62,5%) di lingkungan akademis menunjukkan adanya "Digital Divide" yang dapat
menghambat daya saing industri nasional. Kurangnya bimbingan praktis dan infrastruktur
laboratorium yang tertinggal di universitas berisiko menghasilkan lulusan yang tidak siap
menghadapi standar industri 4.0. Strategi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based
Learning) dan kolaborasi dengan praktisi industri menjadi solusi mutlak untuk meningkatkan
literasi digital mahasiswa.
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Budiyanto, D., Hendarto, T. ., Sutarmin, S., & ardianik, A│ Analisis Perbandingan Kualitas Pakan….
80
KESIMPULAN
Akurasi gambar teknik digital merupakan elemen fundamental yang menghubungkan efisiensi
sumber daya dengan mitigasi risiko kecelakaan di lingkungan manufaktur. Transisi dari
metode manual ke digital memberikan keunggulan presisi yang mampu mereduksi limbah
material hingga 13% dan meningkatkan produktivitas output hingga 50% melalui optimasi
tata letak fasilitas. Di sisi keselamatan, visualisasi spasial 3D terbukti efektif menurunkan
frekuensi kecelakaan kerja hingga 25% dengan mempermudah identifikasi bahaya dan konflik
ruang.
Meskipun potensi teknologi ini sangat besar, hambatan pembelajaran yang tinggi (62,5%) di
tingkat akademis memerlukan perhatian serius melalui peningkatan infrastruktur perangkat
keras dan strategi pengajaran yang berorientasi pada kasus nyata industri. Sinergi antara
akurasi desain, kepatuhan regulasi SIH/SMK3, dan adopsi teknologi masa depan seperti AI dan
Digital Twin akan menjadi kunci utama bagi Indonesia dalam mencapai target pembangunan
berkelanjutan (SDGs) di sektor industri.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan
dalam penyusunan penelitian ini. Apresiasi yang setinggi-tingginya disampaikan kepada
institusi akademik, dosen, dan rekan peneliti yang telah memberikan arahan, masukan, serta
dukungan selama proses pengumpulan data, analisis, dan penyusunan artikel.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada para praktisi industri, akademisi, dan pihak
terkait yang telah berkontribusi melalui berbagai referensi, pengalaman, dan informasi yang
mendukung kajian mengenai akurasi gambar teknik digital, keselamatan kerja, dan efisiensi
manufaktur. Kontribusi tersebut sangat membantu dalam memperkaya analisis dan
pembahasan penelitian ini.
Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan teknik,
peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, serta percepatan transformasi digital industri
yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development
Goals/SDGs) di Indonesia..
Pernyataan Kontribusi Penulis CRediT Statement
Sindy Nindia Maretha Haristanti: Konseptualisasi, Metodologi, Investigasi, Kurasi data, Analisis formal,
Penulisan – draf asli.
Samuel Karim: Supervisi, Validasi, Visualisasi, Administrasi proyek, Penulisan – tinjauan &
penyuntingan.
Pernyataan Ketersediaan Data
Data yang mendukung temuan penelitian ini tersedia dari penulis korespondensi dan dapat diperoleh
berdasarkan permintaan yang wajar..
Persetujuan Etik
Penelitian ini telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip etika penelitian yang berlaku. Seluruh
data dan informasi yang digunakan dalam penelitian diperoleh melalui prosedur yang sah dan telah
mendapatkan persetujuan dari pihak terkait. Penelitian ini tidak menimbulkan risiko yang merugikan
bagi responden maupun lingkungan penelitian.
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Budiyanto, D., Hendarto, T. ., Sutarmin, S., & ardianik, A│ Analisis Perbandingan Kualitas Pakan….
81
DAFTAR PUSTAKA
[1] W. Jiang, “A study on collaborative cultural storytelling in SketchUp-D5 empowered by
AIGC,” 2026. doi: 10.1117/12.3109859.
[2] A. Jaelani, “SketchUp-aided generative learning in solid geometry: Does it affected
students’ spatial abilities?,” 2021. doi: 10.1088/1742-6596/1778/1/012039.
[3] J. H. Park, “A SketchUp-Based Optimal Design Tool for PV Systems in Zero-Energy
Buildings During the Early Design Stage,” Buildings, vol. 15, no. 16, 2025, doi:
10.3390/buildings15162863.
[4] C. Uygan, “Solving Net-Related Problems with SketchUp: An Undergraduate Student’s
Emerging Instrumented Techniques Regarding Push/Pull Tool,” International Journal
for Technology in Mathematics Education, vol. 32, no. 1, pp. 11–27, 2025, doi:
10.1564/tme_v32.1.02.
[5] A. H. Abdullah, “DOES Sketchup Make Improve Students’ Visual-Spatial Skills?,” IEEE
Access, vol. 10, pp. 13936–13953, 2022, doi: 10.1109/ACCESS.2022.3147476.
[6] D. S. Hariyani, “Office Green Building Modeling Based on EDGE and SketchUp
Applications,” 2023. doi: 10.1088/1755-1315/1218/1/012036.
[7] C. Li, “Solar radiation calculation model of enclosure space based on SketchUp,”
Taiyangneng Xuebao Acta Energiae Solaris Sinica, vol. 42, no. 9, pp. 152–158, 2021, doi:
10.19912/j.0254-0096.tynxb.2019-0891.
[8] X. Peng, “Exploring the Application of SketchUp and Twinmotion in Building Design
Planning,” 2023. doi: 10.1007/978-981-99-1256-8_3.
[9] C. Wu, “Sketchup Software Supports the Key Technical Points of 3D Printing
Technology,” 2025. doi: 10.1016/j.procs.2025.04.054.
[10] S. D. Yong, “Interior design students’ perception for AutoCAD, SketchUp and
Rhinoceros software usability,” 2020. doi: 10.1088/1755-1315/490/1/012015.
[11] Z. Karaman, “Facility layout planning using ALDEP and SketchUp for a printing
company,” International Journal on Interactive Design and Manufacturing, vol. 19, no. 9,
pp. 6745–6771, 2025, doi: 10.1007/s12008-024-02198-y.
[12] Y. Zheng, “Research on the Curriculum Reform of ‘plant Planting Design’ Based on
SketchUP,” 2020. doi: 10.1088/1742-6596/1649/1/012013.
[13] Z. Yu, “Optimal layout design for photovoltaic shadow occlusion based on Sketchup
and PVsyst,” 2024. doi: 10.1109/CCSSTA62096.2024.10691777.
[14] B. Li, “Digital Intelligent Design of Interior Solutions: Exploring Embedded Systems for
SketchUp Modeling,” Computer Aided Design and Applications, vol. 21, pp. 146–165,
2024, doi: 10.14733/cadaps.2024.S8.146-165.
[15] J. A. Soriano-Colchero, “Anamorphic pictorial installations applied to architecture:
virtual design with Sketchup for real projects,” Artnodes, vol. 2023, no. 31, 2023, doi:
10.7238/artnodes.v0i31.402701.
[16] C. Uygan, “EXPLORING EIGHTH GRADERS’ SPATIAL STRUCTURING OF UNIT CUBES:
VISUALIZATION ABILITIES IN SKETCHUP CONTEXT,” 2022. [Online]. Available:
https://www.scopus.com/inward/record.uri?partnerID=HzOxMe3b&scp=851812037
34&origin=inward
[17] E. Carmona-Medeiro, “Future Teachers’ Perception Of The Usefulness Of Sketchup For
Understanding The Space And Geometry Domain,” Heliyon, vol. 7, no. 10, 2021, doi:
10.1016/j.heliyon.2021.e08206.
[18] F. H. Yahya, “Experts and designated users evaluations on visual tools screencast
SketchUp Make (ViToS-SUM),” Perspektivy Nauki I Obrazovania, vol. 54, no. 6, pp. 460–
472, 2021, doi: 10.32744/pse.2021.6.31.
[19] W. Li, “Professional Application and Performance of SketchUp Software Under the
Background of Innovation and Entrepreneurship,” 2020. doi: 10.1007/978-981-15-
5959-4_153.
[20] H. Akib, “Architectural Visualization Approach Using Google SketchUp and Lumion on
the Development of Maritime Tourism,” International Journal on Informatics
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Budiyanto, D., Hendarto, T. ., Sutarmin, S., & ardianik, A│ Analisis Perbandingan Kualitas Pakan….
82
Visualization, vol. 8, no. 1, pp. 255–261, 2024, doi: 10.62527/joiv.8.1.1673.