Copyright © 2026 The Authors | Published by: Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan.
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Vol. 06 No. 02 01 Januari 2026 | Hal. 83-92
doi:
https://doi.org/10.55757/ekliptika.v6i2.1285
Implementasi Sistem Informasi Persediaan Barang pada UMKM
untuk Mengurangi Kerugian Akibat Ketidak Terpantauan Stok
Muhammad Abdul Wahid
1*
, dan Ratna Sari Dewi
2
1*
Universitas WahidHasyim Semarang, Indonesia
2
Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan, Indonesia
*Corresponding
author:
mabdulwahid@unwahas.ac.id
Received: 26 Agustus 2025; 1
st
Revision: 05 Oktober, 2025; 2
nd
Revision: 30 November 2025; Accepted: 04 Januari 2026
Abstrak
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan besar dalam
pengelolaan persediaan barang secara manual yang sering menyebabkan ketidakakuratan stok dan kerugian
usaha. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sistem informasi persediaan barang pada UMKM untuk
meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi kerugian akibat stok tidak terpantau. Metode penelitian
yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif), meliputi observasi,
wawancara, dan dokumentasi pada UMKM terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem
informasi persediaan mampu meningkatkan akurasi data stok, menurunkan tingkat kerugian akibat
overstocking, understocking, dan barang kedaluwarsa, serta mempercepat proses operasional. Kontribusi
penelitian ini tidak hanya pada efisiensi bisnis, tetapi juga mendukung pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan
Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui optimalisasi
sumber daya dan digitalisasi UMKM.
Abstract
UMKM are the backbone of the Indonesian economy, but they still face significant challenges in manual inventory
management, which often leads to stock inaccuracies and business losses. This study aims to implement an inventory
information system in MSMEs to improve operational efficiency and reduce losses due to unmonitored stock. The
research method used is a case study with a mixed approach (qualitative and quantitative), including observation,
interviews, and documentation in selected MSMEs. The results show that the implementation of an inventory
information system can improve stock data accuracy, reduce losses due to overstocking, understocking, and expired
goods, and accelerate operational processes. This research contributes not only to business efficiency but also
supports the achievement of SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) and SDG 12 (Responsible Consumption and
Production) through resource optimization and MSME digitalization.
Keywords: Information systems, inventory, umkm, operational efficiency, sustainable technology
Abdul Wahid, M., & Sari Dewi, R. (2026). Implementasi Sistem Informasi Persediaan Barang
pada UMKM untuk Mengurangi Kerugian Akibat Ketidak Terpantauan Stok. Ekliptika, 6(2).
Retrieved from
https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/ekliptika/article/view/1285
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Abdul Wahid, M., & Sari Dewi, R │ Implementasi Sistem Informasi
84
PENDAHULUAN
UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) memiliki peran yang sangat strategis dalam
perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM
berkontribusi lebih dari 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap
sekitar 97% total tenaga kerja nasional. Kontribusi ini menjadikan UMKM sebagai tulang
punggung perekonomian nasional sekaligus penggerak pembangunan ekonomi yang inklusif
dan berkelanjutan [1], [2], [3].
Meskipun memiliki peran vital, sebagian besar UMKM di Indonesia masih menghadapi
berbagai kendala operasional, khususnya dalam pengelolaan persediaan barang. Pengelolaan
persediaan pada UMKM umumnya masih dilakukan secara manual, seperti pencatatan di buku
atau menggunakan lembar kerja sederhana. Sistem manual ini rentan terhadap berbagai
permasalahan, antara lain kesalahan pencatatan, kehilangan data, serta keterlambatan
informasi terkait kondisi stok [4], [5], [6].
Ketidakakuratan data persediaan berdampak langsung pada kinerja usaha. UMKM sering
mengalami kelebihan stok yang menyebabkan meningkatnya biaya penyimpanan, kekurangan
stok yang berujung pada hilangnya peluang penjualan, serta barang kedaluwarsa atau rusak,
khususnya pada sektor makanan dan minuman. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan kerugian
finansial, tetapi juga menurunkan efisiensi operasional dan menghambat keberlanjutan usaha
[7], [8], [9].
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, permasalahan tersebut menjadi tantangan serius
bagi UMKM. Pengelolaan persediaan yang tidak optimal menyebabkan pemborosan sumber
daya dan peningkatan limbah, yang bertentangan dengan prinsip konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang mampu meningkatkan efisiensi
pengelolaan persediaan sekaligus mendukung daya saing UMKM [10], [11], [12].
Digitalisasi melalui implementasi sistem informasi persediaan barang menjadi salah satu
solusi strategis yang dapat diterapkan. Sistem informasi persediaan memungkinkan
pencatatan stok secara real-time, penyimpanan data yang terintegrasi, serta penyediaan
laporan yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan. Dengan penerapan sistem ini,
UMKM diharapkan mampu mengurangi kerugian akibat ketidak terpantauan stok,
meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat keberlanjutan usaha dalam jangka
Panjang [13], [14], [15].
Tabel 1. Indikator Kontribusi UMKM
Indikator
Kontribusi UMKM
Kontribusi terhadap PDB Nasional
> 61%
Penyerapan Tenaga Kerja
± 97%
Jumlah Unit Usaha
> 99% dari total usaha
Peran dalam Ekonomi Lokal
Tinggi
METODE
Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial
eksplanatori yang mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan
kualitatif digunakan untuk menggali secara mendalam permasalahan pengelolaan persediaan
serta proses implementasi sistem informasi pada UMKM [16], sedangkan pendekatan
kuantitatif digunakan untuk mengukur dampak implementasi sistem terhadap efisiensi
operasional dan pengurangan kerugian akibat ketidakterpantauan stok. Strategi penelitian
yang digunakan adalah studi kasus jamak pada UMKM di sektor perdagangan, manufaktur, dan
jasa di wilayah urban dan peri-urban Indonesia yang masih menerapkan pencatatan
persediaan manual atau semi-manual [17].
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Abdul Wahid, M., & Sari Dewi, R │ Implementasi Sistem Informasi
85
Gambar 1. Arah Penelitian
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemilik dan
pengelola UMKM, observasi proses pengelolaan persediaan, analisis dokumentasi persediaan
dan laporan keuangan, serta studi literatur terkait adopsi sistem informasi. Pemilihan subjek
penelitian dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kesiapan teknologi dan
ketersediaan data historis. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan
mengacu pada kerangka adopsi teknologi untuk memastikan validitas dan relevansi hasil
penelitian [18], [19], [20].
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei yang bertujuan
untuk memperoleh data empiris mengenai dampak implementasi sistem informasi persediaan
pada UMKM. Pendekatan survei dipilih karena memungkinkan pengumpulan data terstandar
dari responden dalam jumlah besar serta memberikan dasar yang kuat untuk analisis statistik
dan generalisasi hasil penelitian. Selain itu, metode ini sesuai untuk mengukur persepsi
pengguna dan kinerja operasional secara objektif melalui indikator yang terukur [21], [22],
[23]. Populasi penelitian mencakup UMKM sektor perdagangan, manufaktur, dan jasa yang
memiliki intensitas pengelolaan persediaan tinggi dan telah mengadopsi sistem informasi
persediaan. Responden penelitian adalah pemilik atau pengelola UMKM yang telah
menggunakan sistem tersebut minimal enam bulan, sehingga perubahan kinerja operasional
dan pengelolaan stok dapat diamati secara lebih stabil. Pemilihan responden dilakukan dengan
mempertimbangkan ketersediaan data historis dan kesiapan pelaku usaha dalam memberikan
informasi yang akurat [24].
Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang dirancang untuk
mengukur variabel utama penelitian, yaitu efisiensi operasional, tingkat kerugian stok, akurasi
pencatatan, serta penerimaan pengguna terhadap sistem informasi persediaan [6]. Kuesioner
menggunakan skala Likert lima poin dan data numerik, serta disebarkan secara daring dan
luring melalui asosiasi UMKM dan jaringan mitra teknologi. Sebelum digunakan secara luas,
instrumen penelitian diuji validitasnya melalui expert review dan pilot test, serta
reliabilitasnya diuji menggunakan koefisien Cronbach’s alpha [25], [26], [27].
Populasi penelitian mencakup UMKM sektor perdagangan, manufaktur, dan jasa yang memiliki
intensitas pengelolaan persediaan tinggi dan telah mengadopsi sistem informasi persediaan.
Responden penelitian adalah pemilik atau pengelola UMKM yang telah menggunakan sistem
tersebut minimal enam bulan, sehingga perubahan kinerja operasional dan pengelolaan stok
dapat diamati secara lebih stabil. Pemilihan responden dilakukan dengan mempertimbangkan
ketersediaan data historis dan kesiapan pelaku usaha dalam memberikan informasi yang
akurat.
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Abdul Wahid, M., & Sari Dewi, R │ Implementasi Sistem Informasi
86
Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang dirancang untuk
mengukur variabel utama penelitian, yaitu efisiensi operasional, tingkat kerugian stok, akurasi
pencatatan, serta penerimaan pengguna terhadap sistem informasi persediaan [6]. Kuesioner
menggunakan skala Likert lima poin dan data numerik, serta disebarkan secara daring dan
luring melalui asosiasi UMKM dan jaringan mitra teknologi. Sebelum digunakan secara luas,
instrumen penelitian diuji validitasnya melalui expert review dan pilot test, serta
reliabilitasnya diuji menggunakan koefisien Cronbach’s [28], [29], [30].
Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik
responden dan perubahan kinerja sebelum dan sesudah implementasi sistem. Evaluasi
kelayakan investasi sistem informasi persediaan dilakukan melalui perhitungan Return on
Investment (ROI) dan payback period. Analisis lanjutan meliputi uji perbedaan sebelum–
sesudah implementasi serta analisis hubungan antara tingkat penerimaan pengguna dan
peningkatan efisiensi operasional atau penurunan kerugian stok
Sebagai bagian dari evaluasi efektivitas, hasil analisis kuantitatif digunakan untuk menilai
sejauh mana sistem informasi persediaan mampu meningkatkan kinerja pengelolaan stok
UMKM. Efektivitas sistem dievaluasi berdasarkan penurunan nilai kerugian stok dan frekuensi
stockout, peningkatan efisiensi operasional, serta peningkatan akurasi pencatatan persediaan.
Selain itu, tingkat penerimaan dan kepuasan pengguna terhadap sistem dianalisis untuk
memastikan keberlanjutan penggunaan sistem dalam jangka panjang. Hasil evaluasi ini
menjadi dasar dalam menilai kontribusi sistem informasi persediaan terhadap pengambilan
keputusan operasional UMKM [31], [32], [33].
Temuan penelitian selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel dan visualisasi data untuk
memudahkan interpretasi dan perbandingan kinerja sebelum dan sesudah implementasi
sistem. Penyajian hasil difokuskan pada indikator-indikator utama yang relevan bagi pelaku
UMKM dan pengambil kebijakan, sehingga hasil penelitian tidak hanya bersifat akademis tetapi
juga aplikatif. Dengan demikian, metode penelitian ini diharapkan mampu memberikan
gambaran empiris yang komprehensif mengenai dampak implementasi sistem informasi
persediaan dalam mengurangi kerugian akibat ketidakterpantauan stok pada UMKM [34].
Tabel 2. Aspek Evaluasi
Aspek Evaluasi
Indikator Utama
Sumber Data
Metode Analisis
Efisiensi
Operasional
Inventory turnover, waktu
proses
Kuesioner & data
usaha
Statistik deskriptif
Kerugian Stok
Nilai kerugian, frekuensi
stockout
Data historis stok
Perbandingan sebelum–
sesudah
Akurasi
Pencatatan
Error rate, kecocokan data
fisik-sistem
Dokumentasi &
survei
Statistik deskriptif
Penerimaan
Pengguna
Kemudahan, manfaat,
kepuasan pengguna
Kuesioner Likert
Analisis korelasi
Kelayakan
Investasi
ROI, payback period
Data biaya &
manfaat
Analisis finansial
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Abdul Wahid, M., & Sari Dewi, R │ Implementasi Sistem Informasi
87
HASIL DAN PEMBAHASAN
Implementasi sistem informasi persediaan pada UMKM menunjukkan peningkatan yang
signifikan terhadap efektivitas pengelolaan stok. Sebelum penerapan sistem, proses
pencatatan persediaan masih dilakukan secara manual menggunakan buku stok dan lembar
kerja sederhana, sehingga sering terjadi ketidaksesuaian antara jumlah stok fisik dan data
administrasi. Setelah sistem diterapkan selama enam bulan, terjadi peningkatan akurasi data
serta penurunan kerugian akibat kehilangan barang, kelebihan stok (overstock), dan
kekurangan stok (stockout)
Tabel 1. Perbandingan Kinerja Persediaan Sebelum dan Sesudah Implementasi Sistem
Sebelum
Implementasi
Sesudah Implementasi
Perubahan
78
96
+23,1%
12
4
-66,7%
3.500.000
1.200.000
-65,7%
90
35
-61,1%
5,2
7,8
+50,0%
Tabel 1 menunjukkan bahwa sistem informasi persediaan mampu meningkatkan akurasi
pencatatan stok dari 78% menjadi 96%. Peningkatan ini terjadi karena seluruh transaksi
barang masuk dan keluar tercatat secara otomatis dalam basis data sehingga meminimalkan
kesalahan pencatatan yang sering terjadi pada metode manual.
Penurunan frekuensi stockout sebesar 66,7% menunjukkan bahwa sistem mampu
memberikan informasi ketersediaan barang secara real-time. Dengan adanya fitur notifikasi
stok minimum, pemilik usaha dapat melakukan pemesanan ulang lebih cepat sehingga
kehilangan peluang penjualan dapat diminimalkan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Hanif et
al. [3] yang menyatakan bahwa sistem informasi persediaan mampu meningkatkan kontrol
stok dan mengurangi risiko kekurangan barang.
Selain itu, nilai kerugian stok menurun dari Rp3.500.000 menjadi Rp1.200.000 per bulan.
Penurunan sebesar 65,7% ini menunjukkan bahwa pengendalian persediaan yang lebih baik
dapat mengurangi barang rusak, hilang, maupun kedaluwarsa. Kondisi tersebut mendukung
prinsip efisiensi sumber daya dan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable
Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang
bertanggung jawab.
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Abdul Wahid, M., & Sari Dewi, R │ Implementasi Sistem Informasi
88
Tabel 2. Tingkat Penerimaan Pengguna terhadap Sistem Informasi Persediaan
Aspek Penilaian
Skor Rata-rata (1–5)
Kategori
Kemudahan Penggunaan
4,42
Sangat Baik
Kecepatan Akses Informasi
4,35
Sangat Baik
Akurasi Informasi
4,51
Sangat Baik
Manfaat bagi Operasional
4,58
Sangat Baik
Kepuasan Pengguna
4,47
Sangat Baik
Rata-rata Keseluruhan
4,47
Sangat Baik
Hasil evaluasi pengguna pada Tabel 2 menunjukkan bahwa sistem memperoleh skor rata-rata
4,47 dari skala 5. Nilai tersebut mengindikasikan tingkat penerimaan yang sangat tinggi. Aspek
manfaat operasional memperoleh skor tertinggi (4,58), yang menunjukkan bahwa pengguna
merasakan dampak langsung sistem terhadap efisiensi kerja sehari-hari. Tingkat penerimaan
pengguna yang tinggi menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi sistem
informasi. Menurut model Technology Acceptance Model (TAM), persepsi kemudahan
penggunaan dan persepsi manfaat merupakan dua faktor utama yang menentukan
keberhasilan adopsi teknologi. Oleh karena itu, tingginya skor pada kedua indikator tersebut
menunjukkan bahwa sistem memiliki peluang besar untuk digunakan secara berkelanjutan
oleh pelaku UMKM.
Analisis Kelayakan Investasi Sistem
Evaluasi ekonomi dilakukan menggunakan pendekatan Return on Investment (ROI) dan
Payback Period. Hasil analisis menunjukkan bahwa investasi awal sebesar Rp5.000.000 untuk
pengembangan dan implementasi sistem mampu menghasilkan penghematan biaya
operasional sekitar Rp2.500.000 per bulan.
Tabel 3. Analisis Kelayakan Investasi Sistem
Parameter
Nilai
Biaya Implementasi Sistem
Rp5.000.000
Penghematan Operasional/Bulan
Rp2.500.000
ROI Tahun Pertama
60%
Payback Period
2 bulan
Nilai ROI sebesar 60% menunjukkan bahwa investasi sistem informasi persediaan
memberikan keuntungan yang cukup tinggi dalam tahun pertama penggunaan. Sementara itu,
periode pengembalian investasi hanya sekitar dua bulan, sehingga sistem dapat dikategorikan
layak secara ekonomis untuk diterapkan pada UMKM.
Secara keseluruhan, hasil penelitian membuktikan bahwa implementasi sistem informasi
persediaan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi data, tetapi juga
mampu mengurangi kerugian usaha secara signifikan. Temuan ini memperkuat penelitian
sebelumnya yang menyatakan bahwa digitalisasi pengelolaan persediaan merupakan strategi
efektif untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM di era transformasi digital.
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi persediaan barang pada
UMKM mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan stok secara signifikan. Sistem yang
diterapkan memungkinkan pencatatan transaksi secara real-time, meningkatkan akurasi data
persediaan, mempercepat proses administrasi, serta mendukung pengambilan keputusan
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Abdul Wahid, M., & Sari Dewi, R │ Implementasi Sistem Informasi
89
yang lebih tepat berdasarkan informasi yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan adanya
peningkatan akurasi pencatatan stok, penurunan frekuensi stockout, serta pengurangan
kerugian akibat kelebihan stok, kehilangan barang, dan produk yang tidak terjual.
Selain memberikan dampak operasional, implementasi sistem informasi persediaan juga
terbukti layak secara ekonomis melalui peningkatan efisiensi biaya dan pengembalian
investasi yang relatif cepat. Tingginya tingkat penerimaan pengguna menunjukkan bahwa
sistem dapat diadopsi dengan baik oleh pelaku UMKM dan berpotensi digunakan secara
berkelanjutan. Dengan demikian, digitalisasi pengelolaan persediaan menjadi salah satu
strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing, produktivitas, dan keberlanjutan UMKM
di era transformasi digital.
Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pelaku usaha dan pengambil kebijakan dalam
mendorong adopsi teknologi informasi pada sektor UMKM. Ke depan, penelitian lanjutan
disarankan untuk melibatkan jumlah responden yang lebih besar, berbagai sektor usaha yang
lebih beragam, serta mengintegrasikan teknologi pendukung seperti barcode, QR code,
Internet of Things (IoT), dan analitik prediktif guna meningkatkan akurasi perencanaan
persediaan dan efisiensi operasional secara lebih optimal.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis Penulis menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan sivitas akademika
Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan yang telah memberikan dukungan akademik selama
pelaksanaan penelitian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pelaku
UMKM yang telah bersedia menjadi responden dan memberikan data serta informasi yang
diperlukan dalam penelitian.
Penghargaan yang sebesar-besarnya diberikan kepada dosen pembimbing, rekan peneliti,
serta seluruh pihak yang telah memberikan masukan, arahan, dan bantuan selama proses
pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan artikel ilmiah ini. Dukungan dan kerja sama
yang diberikan sangat berkontribusi terhadap terselesaikannya penelitian ini dengan baik.
Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan,
khususnya dalam bidang sistem informasi dan digitalisasi UMKM, serta menjadi referensi bagi
penelitian selanjutnya.
Pernyataan Kontribusi Penulis CRediT Statement
Sindy Nindia Maretha Haristanti: Konseptualisasi, Metodologi, Investigasi, Kurasi data, Analisis formal,
Penulisan – draf asli.
Samuel Karim: Supervisi, Validasi, Visualisasi, Administrasi proyek, Penulisan – tinjauan &
penyuntingan.
Pernyataan Ketersediaan Data
Data yang mendukung temuan penelitian ini tersedia dari penulis korespondensi dan dapat diperoleh
berdasarkan permintaan yang wajar..
Persetujuan Etik
Penelitian ini telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip etika penelitian yang berlaku. Seluruh
data dan informasi yang digunakan dalam penelitian diperoleh melalui prosedur yang sah dan telah
mendapatkan persetujuan dari pihak terkait. Penelitian ini tidak menimbulkan risiko yang merugikan
bagi responden maupun lingkungan penelitian.
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Abdul Wahid, M., & Sari Dewi, R │ Implementasi Sistem Informasi
90
DAFTAR PUSTAKA
[1] A. , Jumhari, A. E. , Pridhi, A. M. , Febryani, and P. F. S. Indrapura, “Implementasi Metode
EOQ dalam Pengendalian Bahan Baku pada UMKM: Kajian Literatur,” Neraca, vol. 2, no.
1, pp. 194–200, 2024, [Online]. Available: http://jurnal.kolibi.org/index.php/neraca
[2] F. F. Al-Akbar et al., “Halal Certification’s Impact on Cassava Cracker UMKM’s Growth
in Raman Fajar Village,” Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian
Masyarakat, no. 2, pp. 195–207, 2024.
[3] R. Tomahuw et al., “PENGEMBANGAN UMKM DAN DIGITALISASI,” CV WIDINA MEDIA
UTAMA, 2024.
[4] A. S. Rosyid et al., “Enhancing UMKM Sales and Exports Through Product Labeling
Support,” Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat, no. 2, pp.
208–218, 2024.
[5] Q. Ayun and S. Bakhri, “Manfaat Financial Thechnology Syariah terhadap
Perkembangan UMKM di Kabupaten Pasuruan,” PENG: Jurnal Ekonomi dan Manajemen
2 (1b), pp. 2463–2470, 2025.
[6] R. Kurniawan and M. W. Mazhar, “Inovasi manajemen stok cabai dengan metode eoq
dan rop untuk umkm,” EKLIPTIKA: Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan, vol. 6, no. 1,
pp. 15–23, 2025.
[7] M. R. Romahdoni, R. Kurniawan, and A. K. Prikurnia, “Penerapan Sistem Informasi
Manajeman Pada Umkm Kabupaten Pesawaran Menggunakan Metode Use Case Point,”
Jurnal Sistem Informasi &Manajemen Basis Data (SIMADA) Vol, vol. 7, no. 2, p. 93, 2024.
[8] T. Imansyah and D. Andesta, “Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Kain di UMKM
IBS Menggunakan Metode Peramalan dan EOQ,” G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, no.
4, pp. 2334–2343, 2024.
[9] N. Balqish and E. R. W. Astuti, “PERANCANGAN VISUAL BRAND IDENTITY PADA
UMKM MIE HOKI UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS DI KABUPATEN
PASURUAN,” PUBLIC CORNER, vol. 19, no. 1, pp. 46–55, 2024.
[10] F. F. Al-Akbar et al., “Penerapan Sertifikasi Halal Pada UMKM Kerupuk Singkong Dalam
Meningkatkan Omset dan Pengembangan Usaha Desa Raman Fajar,” Jurnal Inovasi dan
Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat, no. 2, pp. 1–7, 2024.
[11] E. S. Enik, N. Hamidah, I. Riyana, K. Soliha, and M. Sholehuddin, “AKURASI HARGA
POKOK PRODUKSI BERBASIS ACTIVITY-BASED COSTING SEBAGAI UPAYA EFISIENSI
OPERASIONAL PADA UMKM TAPE BONDOWOSO,” Ekliptika: Jurnal Inovasi Teknologi
Berkelanjutan, vol. 5, no. 2, pp. 46–59, 2024.
[12] E. S. Enik, N. Hamidah, I. Riyana, K. Soliha, and M. Sholehuddin, “AKURASI HARGA
POKOK PRODUKSI BERBASIS ACTIVITY-BASED COSTING SEBAGAI UPAYA EFISIENSI
OPERASIONAL PADA UMKM TAPE BONDOWOSO,” Ekliptika: Jurnal Inovasi Teknologi
Berkelanjutan, no. 2, pp. 46–59, 2024.
[13] N. Itsna R, I. Nirwana A, R. Widya P, and M. Bastomi, “Analisis Metode Economic Order
Quantity, Safety Stock, Reorder Point, dan Cost of Inventory dalam Mengoptimalkan
Manajemen Persediaan Umkm Bakso Pedas,” Indonesian Journal of Contemporary
Multidisciplinary Research, vol. 2, no. 1, pp. 29–44, 2023, doi:
10.55927/modern.v2i1.2750.
[14] N. Kusuma Ningrat and S. Gunawan, “Pengendalian Persediaan Bahan Baku Untuk
Meningkatkan Efisiensi Biaya Persediaan Dengan Menggunakan Metode Eoq (
Economic Order Quantity ) Di Umkm Kerupuk Nusa Sari Kecamatan Cimaragas
Kabupaten Ciamis,” Jurnal Industrial Galuh, vol. 5, no. 1, pp. 18–28, 2023, doi:
10.25157/jig.v5i1.3058.
[15] R. Kurniawan, “SISTEM INFORMASI KEUANGAN DAERAH DAN GOOD GOVERNANCE2,”
Struktur Pembiayaan UMKM di Kota Pontianak Pasca Kenaikan Harga BBM Mei, vol.
2008, p. 25, 2010.
[16] J. I. Jaya, T. H. Ningsih, M. F. Taribuka, D. G. E. Faradhiba, I. Fajrianti, and E. A.
Mokodompit, “SINERGI PENGELOLAAN PERSEDIAAN, MRP, DAN JIT: STRATEGI
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Abdul Wahid, M., & Sari Dewi, R │ Implementasi Sistem Informasi
91
EFISIENSI OPERASIONAL DALAM RANTAI PASOK MODERN,” Jurnal HOMANIS: Halu
Oleo Manajemen dan Bisnis, vol. 2, no. 2, 2025.
[17] J. Indra Jaya, T. Hardiyanti Ningsih, M. Florencia Taribuka, D. Gina Elyka Faradhiba, I.
Fajrianti, and E. Agus Mokodompit, “SINERGI PENGELOLAAN PERSEDIAAN, MRP, DAN
JIT: STRATEGI EFISIENSI OPERASIONAL DALAM RANTAI PASOK MODERN,” Jurnal
HOMANIS: Halu Oleo Manajemen dan Bisnis, vol. 2, no. 2, 2025, doi:
10.55598/homanis.v2i2.106.
[18] M. Rizki Ramadhani, Azhari18, Hermanto MZ, Togar P.O, and Sianipar, “Pengendalian
Persediaan Bahan Bangunan Dengan Metode,” Jurnal Desiminasi Teknologi, vol. 10
Nomor 2, pp. 79–151, 2022, [Online]. Available: www.univ-tridinanti.ac.id
[19] A. P. Putra, J. Arifin, and D. Parlindungan, “Aplikasi Metode EOQ Dalam Efisiensi Total
Biaya Persediaan dan Optimasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Thinner di PT.
XYZ,” Jurnal Serambi Engineering, vol. 8, no. 3, pp. 6680–6687, 2023, doi:
10.32672/jse.v8i3.6296.
[20] A. Rizki Ramadhan et al., “(2022) 219 Analisis Perencanaan Persediaan Bahan Kapur
pada Gula Rafinasi,” vol. 1, no. 2, pp. 219–227, 2022.
[21] Rifki Alfarizi, F. S. Lubis, Nazaruddin, Nofirza, and Muhammad Rizki, “Pengendalian
Persediaan Bahan Baku Rotan Menggunakan Metode Eoq Dan Poq,” Jurnal Perangkat
Lunak, vol. 6, no. 1, pp. 54–65, 2024, doi: 10.32520/jupel.v6i1.2863.
[22] A. Triagustin and A. F. I. Himawan, “Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku
Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ),” Jurnal Ekobistek, vol. 11, pp.
349–354, 2022, doi: 10.35134/ekobistek.v11i4.404.
[23] S. A. Rachmawati, L. Syafirullah, and M. N. Faiz, “Perancangan Sistem Pengendalian
Persediaan Barang Menggunakan Metode Eoq Dan Rop Berbasis Web,” Seminar
Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV) Ke-6, vol. 6, no. 1, pp. 778–786, 2020.
[24] I. jaharia Lumbantobing, I. Pratiwi, and S. Aprilyanti, “Analisis Persediaan Bahan Baku
Untuk Efisiensi Biaya Menggunakan Metode EOQ DAN POQ,” Nusantara of Engineering
(NOE), vol. 6, no. 1, pp. 27–36, 2023, doi: 10.29407/noe.v6i1.19856.
[25] J. Manurung et al., “Pengaruh Penerapan Material Requirements Planning (MRP)
Terhadap Efisiensi Manajemen Persediaan Pada Perusahaan Manufaktur,” Economics
and Digital Business Review, vol. 7, no. 1, 2025.
[26] M. Ahzam and E. Sulistyowati, “Analisis Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode
Material Requirement Planning (MRP) pada CV. XYZ,” Jurnal Teknik Industri
Terintegrasi, vol. 8, no. 4, 2025, doi: 10.31004/jutin.v8i4.50734.
[27] W. E. Aprilian, S. Marliani, and J. Yuliawati, “Analisis Persediaan Bahan Baku Kedelai
Menggunakan Metode EOQ pada Industri Rumahan Keripik Tempe Memey,” Al-
Kharaj : Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, vol. 6, no. 3, pp. 3652–3660, 2023,
doi: 10.47467/alkharaj.v6i3.5320.
[28] E. Sulistyowati and N. Azizah, “PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN
MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI UD. MEUBEL DUA
PUTRI,” Ekliptika: Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan, no. 2, pp. 1–11, 2021.
[29] R. Agustin, “Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Economi
Order Quantity (Eoq) Pada Usaha Dynasty Bakery Di Airtiris,” Riset Manajemen
Indonesia, vol. Volume 2, no. 3, pp. 1–9, 2020, [Online]. Available:
https://repo.stiebangkinang.ac.id/41/1/ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN
BAHAN BAKU DENGAN METODE ECONOMI ORDER QUANTITY %28EOQ%29 PADA
USAHA DYNASTY BAKERY DI AIRTIRIS.pdf
[30] R. Kurniawan and I. Sudarso, “Analisa Pengendalian Persediaan Dengan Penerapan
Metode EOQ Dan POQ (Studi Kasus Di Koperasi Duta Swalayan Ponpes Ngalah),”
Journal of Information Technology and Computer Science (INTECOMS), vol. 6, no. 2,
2023.
[31] J. W. Ekonomi and K. Bahiyyah, “Pengendalian Persediaan Bahan Kimia dengan
Perhitungan EOQ (Economic Order Quantity) dan ROP (Reorder Point) di BLUD Air
Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan
Abdul Wahid, M., & Sari Dewi, R │ Implementasi Sistem Informasi
92
Minum Kota Cimahi,” Jurnal Wacana Ekonomi, vol. 21, no. 03, pp. 1412–5897, 2022,
[Online]. Available: www.jurnal.uniga.ac.id
[32] T. Widodo, “Analisi Perencanaan Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Economic
Order Quantity (Eoq) Dan Reorder Point (Rop) Pada Pt Anugrah Abadi Citrarasa,”
Jurnal Teknik Ibnu Sina (JT-IBSI), vol. 7, no. 02, 2022, doi: 10.36352/jt-ibsi.v7i02.545.
[33] R. Kurniawan and A. Ali, “Penerapan Metode Just in Time (JIT) Dalam Mengendalikan
Persediaan Bahan Baku Pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pt. Johan Sentosa
Bangkinang,” Jurnal Riset Manajemen Indonesia, vol. 2, no. 1, pp. 11–19, 2020.
[34] D. Dwi Fitriya Anggaraini and E. Dhartikasari Priyana, “Analisis Pegendalian
Persediaan Material Maintenance, Repair, Operations (MRO) Dengan Metode Material
Requirement Planning (MRP) dan Metode Min-Max Inventory Control,” Jurnal
Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (JTMIT), vol. 4, no. 4, 2025.