Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan Vol. 4 No. 2 Januari 2024 | Hal. 51–62 doi: https://doi.org/10.55757/ekliptika.v4i2/147 [] Analisa Risiko MSDs dengan Metode Nordic Body Map terhadap Pekerja Proyek CV Makarya Engineering M. Nizar Mahabbi Rosul^(1*), Muh. Syahrul Ramadhan¹, Muhammad Irfan Rahmadani¹, Ratna Ayu Ratriwardhani¹, Andi Ananta Aziz Dwivangga¹ ¹ Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Surabaya, Indonesia *Corresponding author: m.nizar027.k319@student.unusa.ac.id Received: 26 Agustus 2023; Revised: 10 Januari 2024; Accepted: 26 Januari 2024 +---------------------------------------------------------------------------------------------------+ | Abstrak | | | | Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal pada pekerja proyek pembangunan | | gedung SDN Tembok Dukuh II Surabaya yang diawasi oleh CV. Makarya Engineering. Aktivitas proyek | | meliputi pengangkatan material, pekerjaan dengan posisi membungkuk, pemancangan, penggalian, dan | | pemecahan kepala pancang. Penilaian dilakukan menggunakan metode Nordic Body Map melalui | | wawancara terhadap lima pekerja dengan skala Likert empat tingkat, yaitu tidak sakit (0), agak | | sakit (1), sakit (2), dan sakit sekali (3). Hasil disajikan dalam skor dan persentase keluhan | | pada bagian tubuh. Keluhan sakit sekali paling banyak terdapat pada punggung, yaitu 60%, | | sedangkan keluhan sakit mencapai 60% pada leher bagian bawah dan betis kiri. Keluhan agak sakit | | mencapai 60% pada pergelangan tangan kanan dan tangan kiri. Berdasarkan klasifikasi dalam artikel | | sumber, tiga pekerja memiliki tingkat risiko MSDs sedang dan dua pekerja memiliki tingkat risiko | | rendah. | | | | Kata kunci: gangguan muskuloskeletal; Nordic Body Map; proyek pembangunan gedung | | | | Abstract | | | | This study aimed to identify musculoskeletal complaints among workers at the SDN Tembok Dukuh II | | Surabaya building construction project supervised by CV. Makarya Engineering. Project activities | | included lifting materials, working in bent postures, piling, excavation, and pile-head breaking. | | The Nordic Body Map method was applied through interviews with five workers using a four-level | | Likert scale: no pain (0), slight pain (1), pain (2), and severe pain (3). The findings were | | presented as scores and percentages of complaints by body region. Severe pain was most frequently | | reported in the back (60%). Pain was reported by 60% of workers in the lower neck and left calf, | | while slight pain reached 60% in the right wrist and left hand. According to the classification | | reported in the source article, three workers had a moderate MSDs risk level and two had a low | | risk level. | | | | Keywords: building construction project; musculoskeletal disorders; Nordic Body Map | +===================================================================================================+ +---------------------------------------------------------------------------------------------------+ [1] M. N. M. Rosul, M. S. Ramadhan, M. I. Rahmadani, R. A. Ratriwardhani, and A. A. A. Dwivangga, “Analisa Risiko MSDs dengan Metode Nordic Body Map terhadap Pekerja Proyek CV Makarya Engineering,” Ekliptika: Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan, vol. 4, no. 2, pp. 51–62, 2024, doi: 10.55757/ekliptika.v4i2.147. PENDAHULUAN Produktivitas dan kondisi kerja saling berkaitan. Produktivitas dapat terganggu apabila kondisi kerja tidak efektif. Pekerjaan yang tidak ergonomis dapat menimbulkan keluhan dan kecelakaan kerja, bahkan menghentikan proses produksi. Oleh karena itu, penerapan konsep ergonomi dalam pekerjaan diperlukan untuk mendukung produktivitas serta meminimalkan gangguan pada sistem otot dan kecelakaan kerja. Perancangan sarana dan pelaksanaan prosedur kerja yang kurang diperhatikan dapat menimbulkan permasalahan ergonomi. Salah satu dampaknya adalah keluhan pada bagian otot skeletal, mulai dari keluhan ringan hingga sangat sakit. Beban statis yang diterima otot secara berulang dalam waktu lama dapat menimbulkan keluhan dan kerusakan pada sendi, tendon, serta ligamen. Keluhan tersebut dikenal sebagai Musculoskeletal Disorders (MSDs) [1]. Gangguan muskuloskeletal berkaitan dengan nyeri pada otot, tendon, ligamen, kartilago, saraf, tulang, dan pembuluh darah yang berkembang akibat pekerjaan berulang. Gangguan dapat terjadi pada bagian tubuh tertentu sesuai dengan jenis pekerjaan, dengan tingkat keluhan dari sesekali hingga sangat parah. Keluhan yang berlanjut dapat disertai rasa panas, nyeri, kekakuan, dan kesulitan bergerak. Pekerjaan berulang dalam waktu lama dapat menimbulkan tekanan dan cedera pada jaringan tubuh. Postur kerja yang kurang baik dapat menimbulkan gangguan pada sistem otot dan rangka. MSDs dapat melibatkan kerusakan pada otot, saraf, tendon, ligamen, dan pembuluh darah, termasuk ketegangan pada punggung bagian bawah, bahu, dan tubuh bagian atas. Gangguan tersebut dapat menyebabkan rasa sakit dan kelelahan jangka panjang [2]. Aktivitas manual dengan postur janggal atau tidak alamiah dapat menimbulkan MSDs dan menurunkan produktivitas kerja. Menurut Tarwaka dkk. [1], postur tidak alamiah menyebabkan posisi bagian tubuh menjauhi posisi alamiahnya, misalnya punggung yang terlalu membungkuk atau leher yang mendongak. Selain postur, faktor yang berkaitan dengan keluhan mencakup beban, durasi, umur, jenis kelamin, masa kerja, dan frekuensi pekerjaan. Pekerjaan yang tidak ergonomis dapat menyebabkan ketidaknyamanan, peningkatan biaya, kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta penurunan performa dan efisiensi kerja [1]. Evaluasi keluhan muskuloskeletal diperlukan untuk mengidentifikasi bagian tubuh yang mengalami keluhan. Kajian NBM pada pekerja pembuatan karton box [3], hubungan posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja industri kerupuk [4], serta edukasi untuk mengurangi nyeri punggung bawah pada pengemudi bus [5] menunjukkan penerapan ergonomi pada berbagai pekerjaan. Perbedaan jenis pekerjaan dan rancangan penelitian perlu diperhatikan ketika membandingkan hasilnya. Kajian sistematis Umer et al. [6] dan pemetaan penelitian Antwi-Afari et al. [7] menunjukkan perhatian luas terhadap keluhan muskuloskeletal pekerja konstruksi. Analisis Wang et al. [8] serta studi tindak lanjut Boschman et al. [9] membahas keluhan dan dampaknya pada pekerjaan. Survei Kashif et al. [10] dan Lee, Hong, dan Man [11] menilai keluhan serta faktor terkait pada konteks konstruksi yang berbeda. Literatur tersebut menjadi pembanding konteks, tanpa memindahkan angka prevalensinya kepada lima pekerja dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan gedung SDN Tembok Dukuh II di Jl. Demak No. 45, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, dengan CV. Makarya Engineering sebagai konsultan pengawas. Aktivitas yang dikaji mencakup pemancangan, penggalian, dan pemecahan kepala pancang. Tujuan penelitian adalah menganalisis keluhan muskuloskeletal pekerja proyek menggunakan Nordic Body Map (NBM), sehingga bagian tubuh yang mengalami keluhan dapat diidentifikasi. METODE Penelitian dilakukan pada proses pemancangan, penggalian, dan pemecahan kepala pancang dalam pembangunan gedung SDN Tembok Dukuh II Surabaya yang diawasi oleh CV. Makarya Engineering. Penelitian menggunakan studi literatur serta metode Nordic Body Map untuk mendeskripsikan keluhan pekerja. Lima pekerja menjadi responden; sumber menyebut random sampling tanpa merinci prosedur pemilihannya. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengisian kuesioner NBM. Pekerja memberikan penilaian terhadap bagian tubuh yang merasakan keluhan selama aktivitas pekerjaan. Skala Likert terdiri atas empat tingkat, yaitu tidak sakit (TS) dengan nilai 0, agak sakit (AS) dengan nilai 1, sakit (S) dengan nilai 2, dan sakit sekali (SS) dengan nilai 3. Kuesioner yang digunakan ditampilkan pada Gambar 1. Kuesioner Nordic terstandardisasi dikembangkan untuk mencatat gejala muskuloskeletal [12]. NBM yang digunakan dalam penelitian ini memetakan 28 lokasi dengan skala 0–3; bentuk tersebut dibedakan dari kuesioner Nordic asli dan tidak diasumsikan memiliki batas klasifikasi yang sama. Analisis kuesioner melaporkan keluhan subjektif, bukan diagnosis klinis. Informasi diolah menjadi rekapitulasi skor dan persentase keluhan pada setiap bagian tubuh. Karakteristik responden mencakup usia, pendidikan terakhir, berat badan, tinggi badan, dan lama kerja per hari. Analisis bersifat deskriptif terhadap kelima responden. Waktu pengisian kuesioner dan pengukuran ulang tidak dicantumkan sehingga hasil menggambarkan jawaban yang tersedia, bukan perubahan keluhan sepanjang waktu. Evaluasi ergonomi dapat dilengkapi metode observasi paparan sebagaimana ditinjau David [13] dan Takala et al. [14], dengan pemilihan instrumen yang sesuai tugas [15]. RULA [16] dan REBA [17] merupakan contoh metode penilaian postur yang berbeda dari NBM. Kedua metode tersebut tidak dihitung dalam penelitian ini; penyebutannya memberikan arah evaluasi postur berikutnya. [] Gambar 1. Kuesioner Nordic Body Map HASIL DAN PEMBAHASAN Aktivitas Kerja dan Pengumpulan Data Penelitian dilakukan pada proyek pembangunan gedung SDN Tembok Dukuh II Surabaya dengan CV. Makarya Engineering sebagai konsultan pengawas. Pekerjaan berlangsung pada hari Senin hingga Sabtu selama delapan jam per hari, mulai pukul 08.00–16.00 WIB. Proses membawa dan menyambung tiang pancang serta penggalian ditampilkan pada Gambar 2–4. [] Gambar 2. Proses Membawa Tiang Pancang ke Titik Pemancangan [] Gambar 3. Proses Kerja Penyambungan Tiang Pancang [] Gambar 4. Proses Penggalian Proses pemecahan kepala pancang dan wawancara pengisian kuesioner NBM ditampilkan pada Gambar 5 dan Gambar 6. [] Gambar 5. Proses Pemecahan Kepala Pancang [] Gambar 6. Wawancara Pengisian Kuesioner NBM Karakteristik Responden Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PKL K3) dilakukan pada proyek tersebut. Kuesioner diberikan kepada lima pekerja utama untuk memperoleh data karakteristik responden sebagaimana disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Data Responden ------------------------------------------------------------------------------------------------------ No Nama Pekerja Usia Pendidikan Berat Badan Tinggi Badan Lama Kerja (tahun) Terakhir (kg) (cm) (jam/hari) ----- --------------- ----------- ------------------ ---------------- ---------------- --------------- 1 Budi 48 STM 55 168 8 2 Suryanto 48 SD 55 165 8 3 Sapari 57 SMP 52 175 8 4 Paiman 53 SD 67 173 8 5 Efendi 32 SMP 50 160 8 ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Sumber: Data Primer 2022 Kelima responden berjenis kelamin laki-laki. Usia responden berkisar 32–57 tahun, berat badan 50–67 kg, dan tinggi badan 160–175 cm. Seluruh responden bekerja selama delapan jam per hari. Pendidikan terakhir responden adalah SD, SMP, dan STM. Hasil Penilaian Nordic Body Map Hasil wawancara dengan lima responden dikelompokkan berdasarkan empat tingkat keluhan NBM. Frekuensi jawaban untuk setiap bagian tubuh ditampilkan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Kuesioner dengan Metode Nordic Body Map --------------------------------------------------------------------------------------------------- No Jenis Keluhan TS (0) AS (1) S (2) SS (3) ---- ------------------------------------------------------ --------- --------- --------- --------- 0 Sakit/kaku di leher bagian atas 1 2 2 0 1 Sakit/kaku di leher bagian bawah 2 0 3 0 2 Sakit di bahu kiri 2 0 2 1 3 Sakit di bahu kanan 1 0 2 2 4 Sakit pada lengan atas kiri 4 1 0 0 5 Sakit di punggung 1 1 0 3 6 Sakit pada lengan atas kanan 4 1 0 0 7 Sakit pada pinggang 2 0 1 2 8 Sakit pada bokong 4 1 0 0 9 Sakit pada pantat 5 0 0 0 10 Sakit pada siku kiri 5 0 0 0 11 Sakit pada siku kanan 5 0 0 0 12 Sakit pada lengan bawah kiri 5 0 0 0 13 Sakit pada lengan bawah kanan 3 1 1 0 14 Sakit pada pergelangan tangan kiri 4 1 0 0 15 Sakit pada pergelangan tangan kanan 1 3 1 0 16 Sakit pada tangan kiri 1 3 1 0 17 Sakit pada tangan kanan 2 0 2 1 18 Sakit pada paha kiri 2 1 1 1 19 Sakit pada paha kanan 2 1 1 1 20 Sakit pada lutut kiri 3 0 1 1 21 Sakit pada lutut kanan 2 1 1 1 22 Sakit pada betis kiri 1 1 3 0 23 Sakit pada betis kanan 1 1 2 1 24 Sakit pada pergelangan kaki kiri 4 1 0 0 25 Sakit pada pergelangan kaki kanan 3 1 1 0 26 Sakit pada kaki kiri 4 1 0 0 27 Sakit pada kaki kanan 4 1 0 0 --------------------------------------------------------------------------------------------------- Rekapitulasi Skor Keluhan Rekapitulasi skor keluhan dihitung dari frekuensi jawaban pada Tabel 2 dengan bobot TS = 0, AS = 1, S = 2, dan SS = 3. Hasil rekapitulasi lima responden ditampilkan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Total Nordic Body Map Lima Responden --------------------------------------------------------------------------------------------------- No Jenis Keluhan Rekap Skor ----- ------------------------------------------------------------------------------- ------------- 0 Sakit/kaku di leher bagian atas 6 1 Sakit/kaku di leher bagian bawah 6 2 Sakit di bahu kiri 7 3 Sakit di bahu kanan 10 4 Sakit pada lengan atas kiri 1 5 Sakit di punggung 10 6 Sakit pada lengan atas kanan 1 7 Sakit pada pinggang 8 8 Sakit pada bokong 1 9 Sakit pada pantat 0 10 Sakit pada siku kiri 0 11 Sakit pada siku kanan 0 12 Sakit pada lengan bawah kiri 0 13 Sakit pada lengan bawah kanan 3 14 Sakit pada pergelangan tangan kiri 1 15 Sakit pada pergelangan tangan kanan 5 16 Sakit pada tangan kiri 5 17 Sakit pada tangan kanan 7 18 Sakit pada paha kiri 6 19 Sakit pada paha kanan 6 20 Sakit pada lutut kiri 5 21 Sakit pada lutut kanan 6 22 Sakit pada betis kiri 7 23 Sakit pada betis kanan 8 24 Sakit pada pergelangan kaki kiri 1 25 Sakit pada pergelangan kaki kanan 3 26 Sakit pada kaki kiri 1 27 Sakit pada kaki kanan 1 Skor Total 115 --------------------------------------------------------------------------------------------------- Sumber: Data Primer 2022; rekapitulasi aritmetika dari Tabel 2 Skor keluhan tertinggi terdapat pada bahu kanan dan punggung, masing-masing bernilai 10. Pinggang dan betis kanan masing-masing bernilai 8. Penjumlahan skor dari frekuensi pada Tabel 2 menghasilkan 115. Tabel 5 memuat rekapitulasi terpisah per responden dengan total 117; kedua hasil disajikan menurut asal perhitungannya dan tidak diperlakukan sebagai satu total yang telah cocok. Persentase Keluhan Frekuensi jawaban pada Tabel 2 dinyatakan sebagai persentase dari lima responden. Hasil pengelompokan keluhan berdasarkan skala penilaian ditampilkan pada Tabel 4. Tabel 4. Pengelompokan Nordic Body Map Berdasarkan Skala Penilaian dalam Persentase --------------------------------------------------------------------------------------------------- No Jenis Keluhan TS (0) AS (1) S (2) SS (3) % % % % ---- ------------------------------------------------------ --------- --------- --------- --------- 0 Sakit/kaku di leher bagian atas 20 40 40 0 1 Sakit/kaku di leher bagian bawah 40 0 60 0 2 Sakit di bahu kiri 40 0 40 20 3 Sakit di bahu kanan 20 0 40 40 4 Sakit pada lengan atas kiri 80 20 0 0 5 Sakit di punggung 20 20 0 60 6 Sakit pada lengan atas kanan 80 20 0 0 7 Sakit pada pinggang 40 0 20 40 8 Sakit pada bokong 80 20 0 0 9 Sakit pada pantat 100 0 0 0 10 Sakit pada siku kiri 100 0 0 0 11 Sakit pada siku kanan 100 0 0 0 12 Sakit pada lengan bawah kiri 100 0 0 0 13 Sakit pada lengan bawah kanan 60 20 20 0 14 Sakit pada pergelangan tangan kiri 80 20 0 0 15 Sakit pada pergelangan tangan kanan 20 60 20 0 16 Sakit pada tangan kiri 20 60 20 0 17 Sakit pada tangan kanan 40 0 40 20 18 Sakit pada paha kiri 40 20 20 20 19 Sakit pada paha kanan 40 20 20 20 20 Sakit pada lutut kiri 60 0 20 20 21 Sakit pada lutut kanan 40 20 20 20 22 Sakit pada betis kiri 20 20 60 0 23 Sakit pada betis kanan 20 20 40 20 24 Sakit pada pergelangan kaki kiri 80 20 0 0 25 Sakit pada pergelangan kaki kanan 60 20 20 0 26 Sakit pada kaki kiri 80 20 0 0 27 Sakit pada kaki kanan 80 20 0 0 --------------------------------------------------------------------------------------------------- Kategori tidak sakit mencapai 100% pada pantat, siku kiri, siku kanan, dan lengan bawah kiri. Keluhan agak sakit mencapai 60% pada pergelangan tangan kanan dan tangan kiri. Keluhan sakit mencapai 60% pada leher bagian bawah dan betis kiri, sedangkan sakit sekali paling banyak terdapat pada punggung, yaitu 60%. Tingkat Risiko dan Pembahasan Data NBM per responden pada artikel sumber dikelompokkan ke dalam tingkat risiko MSDs sebagaimana ditampilkan pada Tabel 5. Skor per responden dipertahankan karena perhitungan dari frekuensi jawaban pada tabel tersebut sesuai secara aritmetika. Tabel 5. Data Tingkat Risiko Musculoskeletal Disorders ---------------------------------------------------------------------------------------------------- No Nama Responden TS AS S SS Total Skor NBM Tingkat Risiko MSDs (0) (1) (2) (3) ---- ----------------- -------- -------- -------- -------- ------------------- --------------------- 1 Budi 10 4 6 8 40 Sedang 2 Suryanto 15 5 6 2 23 Sedang 3 Sapari 22 4 2 0 8 Rendah 4 Paiman 10 7 6 5 34 Sedang 5 Efendi 21 2 5 0 12 Rendah ---------------------------------------------------------------------------------------------------- Menurut kategori deskriptif yang dilaporkan, tiga pekerja dikelompokkan sedang dan dua pekerja rendah. Kategori tersebut mengikuti pelaporan sumber, dengan batas kategori yang tidak dicantumkan. Total per responden pada Tabel 5 adalah 117, sedangkan total per bagian tubuh pada Tabel 2 adalah 115. Tanpa matriks jawaban individual, sel yang menyebabkan selisih dua poin tidak dapat diidentifikasi; tidak dilakukan perubahan jawaban untuk memaksakan kesamaan total. Pengamatan langsung menunjukkan adanya gerakan berulang, seperti mengangkut material, mengayunkan lengan, menahan beban pada tangan, dan naik turun galian. Aktivitas tersebut dalam artikel sumber dikaitkan dengan keluhan pada bagian tubuh tertentu. Temuan keluhan pada bahu, punggung, pinggang, dan betis perlu dibaca dalam konteks aktivitas kerja tersebut serta prinsip ergonomi mengenai postur dan pembebanan otot [1], [2]. Keterbatasan Data dan Validasi Data mencakup lima pekerja dan rekapitulasi jawaban. Matriks jawaban individual untuk 28 bagian tubuh tidak disertakan. Selisih total 115 dan 117 menjadi keterbatasan konsistensi antartabel; pembahasan keluhan per bagian tubuh menggunakan Tabel 2–4, sedangkan kategori per pekerja mengikuti Tabel 5. Kategori tidak ditafsirkan sebagai diagnosis klinis atau estimasi risiko seluruh populasi pekerja proyek. Prosedur pemilihan responden, periode keluhan, dan batas kategori yang tidak dirinci membatasi generalisasi. Rekomendasi dalam Artikel Sumber Pengendalian diarahkan pada pengurangan sumber pembebanan melalui alat bantu angkat, penyesuaian tinggi kerja, dan modifikasi alat yang mengurangi gaya serta postur janggal [2]. Pemindahan pekerjaan kepada pihak ketiga tidak dengan sendirinya menghilangkan bahaya ergonomi; mekanisasi dan perubahan peralatan merupakan pilihan rekayasa yang perlu dinilai terhadap tugas. Rotasi tugas, pengaturan jeda, pelatihan, dan pemilihan alat pelindung diri yang sesuai merupakan tindakan pendukung. Pemanasan tidak digunakan sebagai pengganti pengendalian beban dan postur. Penyesuaian tinggi kerja serta mekanisasi transportasi material dikaji van der Molen et al. [18]. Luijsterburg, Bongers, dan de Vroome [19] melaporkan berkurangnya pembebanan setelah perubahan metode kerja, tetapi tidak menemukan penurunan keluhan muskuloskeletal. Kajian implementasi ergonomi partisipatif van der Molen et al. [20] juga tidak menunjukkan peningkatan penggunaan seluruh tindakan yang diuji. Oleh karena itu, rekomendasi perlu diterapkan dengan pelibatan pekerja dan dinilai melalui pengamatan ulang, tanpa menjanjikan dampak yang belum diuji di proyek ini. KESIMPULAN Analisis keluhan MSDs dilakukan terhadap lima pekerja pada proses pemancangan, penggalian, dan pemecahan kepala pancang dalam proyek pembangunan SDN Tembok Dukuh II yang diawasi oleh CV. Makarya Engineering. Seluruh pekerja bekerja selama delapan jam per hari dan melakukan gerakan berulang, seperti mengangkut material, mengayunkan lengan, menahan beban pada lengan, dan naik turun galian. Keluhan agak sakit mencapai 60% pada pergelangan tangan kanan dan tangan kiri; keluhan sakit mencapai 60% pada leher bagian bawah dan betis kiri; serta keluhan sakit sekali mencapai 60% pada punggung. Temuan tersebut menunjukkan perlunya penerapan ergonomi dalam pekerjaan untuk mengurangi risiko cedera, kelelahan, dan keluhan muskuloskeletal pada pekerja. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada para pekerja proyek pembangunan SDN Tembok Dukuh II Surabaya yang telah berpartisipasi sebagai responden dalam pengisian kuesioner Nordic Body Map. Partisipasi responden menjadi dasar pengumpulan informasi mengenai keluhan muskuloskeletal pada aktivitas pemancangan, penggalian, dan pemecahan kepala pancang. +---------------------------------------------------------------------------------------------------+ | Pernyataan Kontribusi Penulis (CRediT Statement) | | | | M. Nizar Mahabbi Rosul, Muh. Syahrul Ramadhan, Muhammad Irfan Rahmadani, Ratna Ayu Ratriwardhani, | | dan Andi Ananta Aziz Dwivangga tercantum sebagai penulis artikel. Pembagian peran CRediT tidak | | dilaporkan. | | | | Pernyataan Ketersediaan Data | | | | Data ringkasan disajikan dalam tabel dan gambar artikel. Kuesioner individual serta ketentuan | | akses data mentah tidak disertakan. | | | | Persetujuan Etik | | | | Artikel sumber tidak mencantumkan lembaga atau nomor persetujuan etik maupun rincian persetujuan | | responden. | +===================================================================================================+ +---------------------------------------------------------------------------------------------------+ DAFTAR PUSTAKA [1] Tarwaka, Sholichul, dan L. Sudiajeng, Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA Press, 2004. [2] California Department of Industrial Relations dan National Institute for Occupational Safety and Health, Ergonomic Guidelines for Manual Material Handling. DHHS (NIOSH) Publication no. 2007-131, 2007, doi: 10.26616/NIOSHPUB2007131. [3] K. A. Fitri dan R. A. Ratriwardhani, “Analisa risiko ergonomi dengan metode Nordic Body Map terhadap pekerja pembuatan karton box di UD. Handia Makmur,” Ekliptika, vol. 2, no. 1, hlm. 1–10, 2021, doi: 10.55757/ekliptika.v2i01.25. [4] F. Ayu dan R. A. Ratriwardhani, “Relationship of work position with complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) in cracker industrial worker at Kedungdoro Village, Sidoarjo,” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, vol. 747, no. 1, art. 012105, Mei 2021. IOP Publishing. doi: 10.1088/1755-1315/747/1/012105. [5] F. Ayu dan R. Ayu, “Sosialisasi teknik mengurangi nyeri tulang punggung bawah (low back pain) pada pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Bungurasih,” Community Development Journal, vol. 2, no. 1, 2018. [6] W. Umer, M. F. Antwi-Afari, H. Li, G. P. Y. Szeto, dan A. Y. L. Wong, “The prevalence of musculoskeletal symptoms in the construction industry: a systematic review and meta-analysis,” International Archives of Occupational and Environmental Health, vol. 91, no. 2, hlm. 125–144, 2018, doi: 10.1007/s00420-017-1273-4. [7] M. F. Antwi-Afari et al., “A science mapping-based review of work-related musculoskeletal disorders among construction workers,” Journal of Safety Research, vol. 85, hlm. 114–128, 2023, doi: 10.1016/j.jsr.2023.01.011. [8] X. Wang, X. S. Dong, S. D. Choi, dan J. Dement, “Work-related musculoskeletal disorders among construction workers in the United States from 1992 to 2014,” Occupational and Environmental Medicine, vol. 74, no. 5, hlm. 374–380, 2017, doi: 10.1136/oemed-2016-103943. [9] J. S. Boschman, H. F. van der Molen, J. K. Sluiter, dan M. H. W. Frings-Dresen, “Musculoskeletal disorders among construction workers: a one-year follow-up study,” BMC Musculoskeletal Disorders, vol. 13, art. 196, 2012, doi: 10.1186/1471-2474-13-196. [10] M. Kashif et al., “Work-related musculoskeletal disorders among Pakistani construction workers: Prevalence, characteristics, and associated risk factors,” Work, vol. 72, no. 1, hlm. 119–126, 2022, doi: 10.3233/WOR-205009. [11] Y.-C. Lee, X. Hong, dan S. S. Man, “Prevalence and associated factors of work-related musculoskeletal disorders symptoms among construction workers: A cross-sectional study in South China,” International Journal of Environmental Research and Public Health, vol. 20, no. 5, art. 4653, 2023, doi: 10.3390/ijerph20054653. [12] I. Kuorinka et al., “Standardised Nordic questionnaires for the analysis of musculoskeletal symptoms,” Applied Ergonomics, vol. 18, no. 3, hlm. 233–237, 1987, doi: 10.1016/0003-6870(87)90010-X. [13] G. C. David, “Ergonomic methods for assessing exposure to risk factors for work-related musculoskeletal disorders,” Occupational Medicine, vol. 55, no. 3, hlm. 190–199, 2005, doi: 10.1093/occmed/kqi082. [14] E.-P. Takala et al., “Systematic evaluation of observational methods assessing biomechanical exposures at work,” Scandinavian Journal of Work, Environment & Health, vol. 36, no. 1, hlm. 3–24, 2010, doi: 10.5271/sjweh.2876. [15] P. G. Dempsey, R. W. McGorry, dan W. S. Maynard, “A survey of tools and methods used by certified professional ergonomists,” Applied Ergonomics, vol. 36, no. 4, hlm. 489–503, 2005, doi: 10.1016/j.apergo.2005.01.007. [16] L. McAtamney dan E. N. Corlett, “RULA: A survey method for the investigation of work-related upper limb disorders,” Applied Ergonomics, vol. 24, no. 2, hlm. 91–99, 1993, doi: 10.1016/0003-6870(93)90080-S. [17] S. Hignett dan L. McAtamney, “Rapid entire body assessment (REBA),” Applied Ergonomics, vol. 31, no. 2, hlm. 201–205, 2000, doi: 10.1016/S0003-6870(99)00039-3. [18] H. F. van der Molen, R. Grouwstra, P. P. F. M. Kuijer, J. K. Sluiter, dan M. H. W. Frings-Dresen, “Efficacy of adjusting working height and mechanizing of transport on physical work demands and local discomfort in construction work,” Ergonomics, vol. 47, no. 7, hlm. 772–783, 2004, doi: 10.1080/0014013042000193309. [19] P. A. J. Luijsterburg, P. M. Bongers, dan E. M. M. de Vroome, “A new bricklayers’ method for use in the construction industry,” Scandinavian Journal of Work, Environment & Health, vol. 31, no. 5, hlm. 394–400, 2005, doi: 10.5271/sjweh.923. [20] H. F. van der Molen et al., “Implementation of participatory ergonomics intervention in construction companies,” Scandinavian Journal of Work, Environment & Health, vol. 31, no. 3, hlm. 191–204, 2005, doi: 10.5271/sjweh.869. NOMENKLATUR AS : agak sakit, kategori keluhan dengan bobot 1. MSDs : Musculoskeletal Disorders atau gangguan muskuloskeletal. NBM : Nordic Body Map. S : sakit, kategori keluhan dengan bobot 2. SS : sakit sekali, kategori keluhan dengan bobot 3. TS : tidak sakit, kategori keluhan dengan bobot 0.