Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan Vol. 4 No. 1 Juli 2023 | Hal. 11–20 doi: https://doi.org/10.55757/ekliptika.v4i1/266 [] Redesain Trolley Kanban dengan Aspek Ergonomis Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment Ratna Diah Yuniawati^(1*) dan Asri Amalia Muti² ¹,² Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia *Corresponding author: ratna.diah@itsnupasuruan.ac.id Email penulis kedua: asri.amalia@itsnupasuruan.ac.id Received: 29 Juni 2023; Revised: 15 Juli 2023; Accepted: 25 Juli 2023 doi: 10.55757/ekliptika.v4i1.266 +---------------------------------------------------------------------------------------------------+ | Abstrak | | | | Penelitian ini bertujuan menyusun redesain troli kanban pada area penerimaan material PT X | | berdasarkan kebutuhan pengguna dan data antropometri. Metode Ergonomic Function Deployment (EFD) | | digunakan untuk menghubungkan kebutuhan pengguna dengan respons teknis melalui House of Ergonomic | | (HoE). Data diperoleh dari observasi, kuesioner kepentingan dan kepuasan berskala 1–5, serta | | ringkasan antropometri. Sepuluh kebutuhan pengguna mencakup kemudahan pengoperasian, keamanan, | | kesesuaian dimensi, kemampuan menahan beban, dan kemudahan perawatan. Target tertinggi sebesar | | 4,27 serta rasio perbaikan tertinggi sebesar 1,23 terdapat pada kebutuhan agar troli tidak | | mencederai operator. Rancangan yang diusulkan memiliki panjang 155 cm, lebar 70 cm, tinggi | | pegangan 100 cm, tinggi ruas atas 130 cm, dan tinggi ruas bawah 60 cm. Dimensi tersebut mengacu | | pada persentil ke-50 dengan penambahan kelonggaran 3 cm dan penetapan ukuran desain. Hasil | | penelitian berupa usulan rancangan, sedangkan penurunan beban kerja, peningkatan produktivitas, | | dan kesesuaian bagi seluruh pengguna belum dibuktikan melalui uji prototipe. Validasi penggunaan | | dan penyelarasan dimensi gambar diperlukan sebelum implementasi. | | | | Kata kunci: troli kanban; EFD; antropometri; pemindahan material | | | | Abstract | | | | This study proposes a redesign of the kanban trolley used in the material receiving area of PT X | | based on user requirements and anthropometric data. Ergonomic Function Deployment (EFD) links | | user requirements to technical responses through a House of Ergonomic (HoE). Available data | | comprise observations, importance and satisfaction questionnaires using a 1–5 scale, and | | anthropometric summaries. Ten requirements address operation, safety, dimensional fit, load | | support, and maintenance. The highest target score of 4.27 and improvement ratio of 1.23 concern | | avoiding operator injury. The proposed dimensions are 155 cm in length, 70 cm in width, 100 cm | | for handle height, 130 cm for the upper section, and 60 cm for the lower section. These | | dimensions use the 50th percentile, a 3 cm allowance, and selected design sizes. The outcome is a | | design proposal; workload reduction, productivity gains, and accommodation of all users have not | | been demonstrated through prototype testing. Operational validation and reconciliation of drawing | | dimensions are required before implementation. | | | | Keywords: kanban trolley; EFD; anthropometry; material handling | +===================================================================================================+ +---------------------------------------------------------------------------------------------------+ [1] R. D. Yuniawati and A. A. Muti, “Redesain Trolley Kanban dengan Aspek Ergonomis Menggunakan Metode Ergonomic Function Deployment,” Ekliptika: Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan, vol. 4, no. 1, pp. 11–20, 2023, doi: 10.55757/ekliptika.v4i1.266. PENDAHULUAN Pemindahan material pada area penerimaan menghubungkan kegiatan pembongkaran, penyimpanan, dan proses produksi berikutnya. Troli membantu membawa material, tetapi pengguna tetap melakukan aktivitas mendorong, menarik, mengarahkan, serta menaikkan atau menurunkan muatan. Kurniawan dan Purnomo membahas penggunaan EFD untuk memperbaiki troli pemindah warp beam yang sulit dikendalikan dan kurang nyaman [1]. Kajian tersebut menunjukkan perlunya menilai alat bantu bersama karakteristik pengguna dan tuntutan pekerjaannya. Pekerjaan mendorong dan menarik dipengaruhi berat troli, tinggi pegangan, jarak perpindahan, frekuensi, postur, serta karakteristik pekerja [2]. Penelitian Snook dan Ciriello menghubungkan kondisi tugas dengan batas beban atau gaya yang dapat diterima [3]. Oleh karena itu, ukuran troli yang sesuai tubuh belum cukup untuk membuktikan rendahnya beban fisik. Gaya pengoperasian dan kondisi lintasan tetap perlu diukur pada alat yang membawa muatan representatif. Troli kanban di PT X dilaporkan belum sesuai dengan kebutuhan pengoperasian pengguna. Penelitian ini menempatkan persoalan tersebut sebagai kebutuhan perbaikan desain, tanpa menetapkan diagnosis gangguan kesehatan maupun besarnya kehilangan produktivitas karena data pengukuran keduanya belum tersedia. Pendekatan ergonomi mempertimbangkan kesesuaian sistem kerja dengan kemampuan manusia serta tujuan kinerja dan kesejahteraan pengguna [4]. Kebutuhan pengguna dapat diterjemahkan menjadi atribut desain melalui pendekatan voice of the customer [5]. House of Quality merupakan perangkat utama dalam QFD [6]. Pada EFD, penerjemahan kebutuhan tersebut disertai pertimbangan ergonomi dalam House of Ergonomic (HoE). Zadry dkk. menunjukkan penerapan QFD untuk mengidentifikasi kebutuhan desain alat yang memperhatikan aspek ergonomi [7]. Hubungan kebutuhan dan respons teknis membantu menjelaskan alasan pemilihan spesifikasi, sedangkan pengujian fisik diperlukan untuk menilai keberhasilannya. Penerapan EFD telah dilaporkan pada alat penurun balok kayu [8], pembawa pelet kayu [9], dan perbaikan mesin pencuci galon [10]. Wibowo dkk. menggunakan EFD serta persentil antropometri dalam perancangan kursi bus [11]. Studi tersebut menjadi rujukan pendekatan perancangan; hasil pada produk lain tidak digunakan sebagai bukti keberhasilan troli kanban di PT X. Antropometri menyediakan dasar kesesuaian ukuran produk dengan kelompok pengguna [12]. Hartono menunjukkan bahwa karakteristik antropometri perlu mempertimbangkan kelompok populasi dan keragaman pengguna [13]. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan pengguna troli kanban, menyusun hubungan kebutuhan dengan respons teknis, dan menentukan usulan dimensi berdasarkan data antropometri yang tersedia. Hasil dibatasi pada rancangan yang masih memerlukan validasi operasional. METODE Pengumpulan data dan kebutuhan pengguna Penelitian dilakukan pada konteks penggunaan troli kanban di PT X. Observasi dan kuesioner digunakan untuk memperoleh kebutuhan pengguna. Kuesioner memuat tingkat kepentingan serta kepuasan dengan skala 1–5. Jumlah responden, karakteristik pengguna, waktu pengumpulan data, cara pemilihan responden, dan deskripsi setiap kategori skala belum disertakan. Sepuluh kebutuhan yang teridentifikasi disusun sebagai masukan HoE. Dokumentasi penelitian menyebutkan uji validitas dan reliabilitas untuk penilaian kepentingan maupun kepuasan. Koefisien pengujian, ambang keputusan, serta hasil setiap butir belum tersedia. Cronbach menjelaskan koefisien alpha dalam pengukuran konsistensi instrumen [14], sementara Tavakol dan Dennick membahas perlunya penafsiran alpha secara tepat [15]. Kedua rujukan memperjelas kebutuhan pelaporan; penelitian ini tidak menetapkan nilai alpha maupun menyatakan kelayakan seluruh butir tanpa keluaran uji yang mendukung. Penyusunan House of Ergonomic HoE menghubungkan kebutuhan pengguna, target perbaikan, dan respons teknis. Aspek ergonomi mencakup efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien (ENASE). Target menunjukkan kondisi yang ingin dicapai. Rasio perbaikan membandingkan target dengan tingkat kepuasan awal sebagaimana kerangka perencanaan EFD [1]. Secara umum, hubungan tersebut dapat ditulis sebagai Persamaan (1). ${IR}_{i}\ = \ \frac{G_{i}}{S_{i}}$ (1) IRᵢ adalah rasio perbaikan kebutuhan ke-i, Gᵢ nilai target, dan Sᵢ kepuasan awal. Nilai kepuasan awal per atribut belum disertakan, sehingga rasio dipertahankan sesuai matriks yang dilaporkan, tanpa menghitung balik skor kepuasan sebagai data responden. Simbol pada matriks menunjukkan hubungan kebutuhan dan respons teknis; legenda bobot, bobot kepentingan lengkap, serta prioritas teknis akhir belum diberikan. Penentuan dimensi rancangan Data antropometri mencakup jangkauan tangan ke samping, jangkauan tangan ke depan, tinggi siku berdiri, tinggi bahu, dan tinggi bahu dalam posisi duduk. Ringkasan persentil ke-5, ke-50, ke-95, serta simpangan baku digunakan sebagai informasi variasi ukuran. Definisi pengukuran mengacu pada kerangka ISO 7250-1:2017 [16], sedangkan kebutuhan dokumentasi basis data dijelaskan dalam ISO 15535:2012 [17]. Kepatuhan terhadap standar tidak dinyatakan karena prosedur pengukuran belum dilaporkan. D = P₅₀ + a (2) D adalah ukuran sebelum penetapan dimensi desain, P₅₀ persentil ke-50 dimensi tubuh yang dipilih, dan a kelonggaran sebesar 3 cm. P₅₀ merupakan median distribusi acuan, bukan jaminan kesesuaian bagi seluruh pekerja Indonesia. Pemilihan persentil perlu disesuaikan dengan fungsi jangkauan, ruang bebas, dan pengoperasian [12]. Data individual, asal basis data, serta cakupan populasi antropometri belum dijelaskan; hasil dianalisis secara deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Kebutuhan pengguna dan target perbaikan Tabel 1. Target kebutuhan pengguna dan rasio perbaikan. ---------------------------------------------------------------------------------------------------- No. Kebutuhan pengguna Target Rasio perbaikan ------ --------------------------------------------------------- --------------- ------------------- 1 Troli dilengkapi pendorong 3,73 1,08 2 Troli dilengkapi alat penggerak 3,82 1,10 3 Troli dapat bergerak maju 3,45 1,00 4 Troli dapat bergerak menyamping 3,55 1,03 5 Troli tidak mencederai operator 4,27 1,23 6 Dimensi sesuai dengan pengguna troli 3,64 1,06 7 Troli mengurangi beban pengguna 3,91 1,13 8 Troli menahan beban di atasnya 3,45 1,00 9 Perawatan troli mudah 4,00 1,16 10 Bahan troli awet 3,91 1,13 ---------------------------------------------------------------------------------------------------- Target tertinggi sebesar 4,27 terdapat pada kebutuhan agar troli tidak mencederai operator. Rasio perbaikan atribut tersebut juga tertinggi, yaitu 1,23. Nilai ini menunjukkan perhatian pengguna terhadap aspek keamanan dalam perencanaan desain. Target berikutnya adalah kemudahan perawatan sebesar 4,00, disusul pengurangan beban pengguna dan keawetan bahan, masing-masing sebesar 3,91. Nilai target tidak diperlakukan sebagai ukuran kejadian cedera atau hasil pengujian keselamatan. Rasio perbaikan yang lebih besar menunjukkan kesenjangan target terhadap kepuasan awal yang lebih besar dalam kerangka perhitungan yang digunakan. Kemudahan perawatan memiliki rasio 1,16; pengurangan beban dan keawetan bahan masing-masing 1,13. Kebutuhan bergerak maju serta menahan beban mempunyai rasio 1,00. Nilai tersebut tidak berarti bahwa kedua fungsi telah lulus uji teknis, karena kapasitas muatan, gaya pengoperasian, dan hasil pemeriksaan struktur belum tersedia. Atribut kebutuhan memadukan aspek pengoperasian, ukuran, keamanan, dan perawatan. Pendekatan voice of the customer membantu menyusun kebutuhan sebagai masukan desain [5], tetapi beberapa kebutuhan masih memerlukan indikator terukur. Keamanan dapat dijabarkan melalui kendali gerak dan stabilitas; kekuatan memerlukan kapasitas muatan; kemudahan perawatan membutuhkan rincian akses komponen. Indikator tersebut merupakan kebutuhan pengembangan, bukan hasil pengujian penelitian ini. Tabel 1 mempertahankan nilai target dari tabel penelitian dan rasio dari matriks HoE. Ukuran variasi penilaian serta data kepuasan awal belum disertakan. Karena itu, perbedaan nilai antarkebutuhan dibahas sebagai urutan deskriptif dan tidak dinyatakan signifikan secara statistik. Prioritas teknis akhir juga belum dapat dihitung ulang hanya dari nilai target dan rasio tersebut. Penerjemahan kebutuhan menjadi respons teknis Tabel 2. Kebutuhan pengguna dan respons teknis yang diusulkan. --------------------------------------------------------------------------------------------------- No. Kebutuhan pengguna Respons teknis ------ ---------------------------------------------- --------------------------------------------- 1 Troli dilengkapi pendorong atau penarik Pegangan dengan sistem knock down 2 Troli dilengkapi alat pengangkat Alat pengangkat beban 3 Troli dapat bergerak maju Empat roda dinamis 4 Troli dapat bergerak menyamping Gerakan yang fleksibel 5 Troli tidak mencederai operator Aman saat digunakan 6 Dimensi sesuai dengan pengguna troli Nyaman saat bekerja 7 Troli mengurangi beban pengguna Meringankan beban kerja 8 Troli menahan beban di atasnya Kuat menahan beban 9 Perawatan troli mudah Proses perawatan mudah 10 Bahan troli awet Awet dan tahan lama --------------------------------------------------------------------------------------------------- Respons teknis mencakup pegangan, alat pengangkat, dan roda. Respons berupa aman, nyaman, atau awet masih merupakan sasaran kinerja yang perlu diterjemahkan menjadi spesifikasi terukur. Istilah alat penggerak pada atribut kedua Tabel 1 berbeda dari alat pengangkat dalam Tabel 2; kesetaraan fungsi keduanya belum dijelaskan. [] Gambar 1. Matriks hubungan kebutuhan pengguna dan respons teknis. Matriks mempertahankan hubungan simbolis yang dilaporkan. Jumlah simbol tidak digunakan sebagai pengganti prioritas teknis karena bobot hubungan dan prosedur agregasinya belum disertakan. Hubungan antarkarakteristik teknis dan antropometri [] Gambar 2. Hubungan antarkarakteristik teknis dalam HoE. Bagian atap HoE memperlihatkan keterkaitan antarkarakteristik teknis. Hubungan tersebut membantu mempertimbangkan perubahan satu komponen terhadap komponen lain [1]. Interpretasi arah dan kekuatan korelasi memerlukan legenda simbol. Nilai korelasi dan urutan prioritas teknis tidak dapat dipastikan tanpa keterangan simbol dan bobot hubungan yang lengkap. Tabel 3. Ringkasan data antropometri yang digunakan dalam rancangan. ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Dimensi P₅ (cm) P₅₀ (cm) P₉₅ (cm) SD (cm) ------------------------------------------ -------------- -------------- -------------- -------------- Jangkauan tangan ke samping (JTS) 111,41 152,71 194,00 25,10 Jangkauan tangan ke depan (JTD) 48,36 66,18 84,00 10,83 Tinggi siku berdiri (TSB) 73,13 95,65 118,17 13,69 Tinggi bahu (TB) 96,60 126,79 156,99 18,36 Tinggi bahu dalam posisi duduk (TBPD) 37,75 54,89 72,03 10,42 ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Keterangan: P₅, P₅₀, dan P₉₅ masing-masing merupakan persentil ke-5, ke-50, dan ke-95; SD merupakan simpangan baku. Satuan sentimeter mengikuti perhitungan dimensi dalam penelitian. Nilai persentil menunjukkan rentang ukuran tubuh pada data acuan. Seluruh ukuran akhir dalam uraian desain menggunakan P₅₀, meskipun P₅ dan P₉₅ turut disajikan. Pemilihan median perlu diuji pada operator yang memiliki dimensi lebih kecil maupun lebih besar [12]. Keragaman populasi yang dibahas Hartono [13] mendukung perlunya menjelaskan kelompok acuan, tanpa memindahkan data populasi khusus pada studi tersebut menjadi ukuran operator PT X. Dimensi usulan rancangan troli kanban Tabel 4. Dasar antropometri dan penetapan dimensi usulan. ----------------------------------------------------------------------------------------------------- Komponen Dasar P₅₀ P₅₀ + 3 cm Usulan (cm) ------------------------- ----------------------------------- ------------------- ------------------- Panjang troli JTS: 152,71 cm 155,71 155 Lebar troli JTD: 66,18 cm 69,18 70 Tinggi pegangan TSB: 95,65 cm 98,65 100 Tinggi ruas atas TB: 126,79 cm 129,79 130 Tinggi ruas bawah TBPD: 54,89 cm 57,89 60 ----------------------------------------------------------------------------------------------------- Panjang 155 cm merupakan ukuran desain yang dipilih dari nilai 155,71 cm; nilainya bukan pembulatan ke bilangan bulat terdekat. Penetapan 70, 100, 130, dan 60 cm juga diperlakukan sebagai pemilihan ukuran praktis dari hasil penambahan kelonggaran. Dasar tinggi ruas bawah adalah 54,89 cm sesuai Tabel 3, sehingga penambahannya menghasilkan 57,89 cm. [] Gambar 3. Gambar rancangan troli kanban yang disertakan dalam penelitian. Gambar 3 memuat label lebar 70,0 cm dan ukuran vertikal 139,7 cm. Label vertikal tersebut belum selaras dengan tinggi ruas atas 130 cm pada uraian dan kesimpulan. Panjang 155 cm, tinggi pegangan 100 cm, serta tinggi ruas bawah 60 cm juga belum dapat ditelusuri seluruhnya dari tampak ini. Gambar dipertahankan sebagai dokumentasi asli; gambar kerja dengan tampak, titik acuan, dan dimensi yang konsisten diperlukan sebelum fabrikasi. Evaluasi rancangan dan keterbatasan penelitian Usulan dimensi menghubungkan kebutuhan pengguna dengan data tubuh, tetapi hasilnya masih berada pada tahap rancangan. Ukuran awal troli, kapasitas muatan, bahan rangka, dan gaya dorong atau tarik belum dilaporkan. Penambahan panjang tidak dihitung sebagai persentase perbaikan karena ukuran pembanding tidak tersedia. Persentil median dan kelonggaran 3 cm juga belum membuktikan kesesuaian bagi seluruh pengguna atau kemampuan manuver pada lintasan kerja. Validasi pengoperasian dapat mengacu pada ISO 11228-2:2007 untuk penilaian pekerjaan mendorong dan menarik [18]. Pengujian perlu mencatat gaya awal dan gaya selama bergerak, muatan, frekuensi, jarak, kondisi lantai, serta kendali saat berbelok. REBA [19] dan RULA [20] dapat menjadi rujukan penilaian postur sesuai lingkup masing-masing. Kedua metode belum diterapkan dalam data penelitian ini, sehingga skor risiko sebelum dan sesudah desain tidak dinyatakan. Keawetan bahan dan kemudahan perawatan merupakan kebutuhan pengguna. Hubungannya dengan umur layanan, penggunaan bahan, atau dampak lingkungan masih memerlukan data. Rancangan ini belum menyediakan perbandingan biaya, waktu pemindahan, kehilangan material, maupun konsumsi energi. Manfaat produktivitas dan keberlanjutan diperlakukan sebagai sasaran evaluasi lanjutan, bukan hasil terukur. KESIMPULAN EFD menghasilkan sepuluh kebutuhan pengguna dan usulan respons teknis troli kanban. Kebutuhan agar troli tidak mencederai operator memiliki target tertinggi 4,27 serta rasio perbaikan tertinggi 1,23. Dimensi usulan adalah panjang 155 cm, lebar 70 cm, tinggi pegangan 100 cm, tinggi ruas atas 130 cm, dan tinggi ruas bawah 60 cm. Dimensi menggunakan P₅₀ dan kelonggaran 3 cm dengan penetapan ukuran desain. Kesesuaian ergonomi, keselamatan, dan peningkatan produktivitas memerlukan uji penggunaan serta penyelarasan gambar kerja. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan terima kasih kepada pengguna troli kanban yang berpartisipasi dalam observasi dan pengisian kuesioner kebutuhan rancangan. +---------------------------------------------------------------------------------------------------+ | Pernyataan Kontribusi Penulis (CRediT Statement) | | | | Ratna Diah Yuniawati dan Asri Amalia Muti tercantum sebagai penulis artikel. Pembagian peran | | individual menurut taksonomi CRediT belum dilaporkan. | | | | Pernyataan Ketersediaan Data | | | | Data ringkasan disajikan dalam tabel, matriks, dan gambar artikel. Kuesioner individual serta | | ketentuan akses data mentah belum disertakan. | | | | Persetujuan Etik | | | | Artikel sumber belum mencantumkan lembaga atau nomor persetujuan etik maupun rincian persetujuan | | responden. | +===================================================================================================+ +---------------------------------------------------------------------------------------------------+ DAFTAR PUSTAKA [1] E. Kurniawan dan H. Purnomo, “Perancangan Ulang Warp Beam Trolley Menggunakan Ergonomic Function Deployment,” Performa: Media Ilmiah Teknik Industri, vol. 20, no. 2, hlm. 61–68, 2021, doi: 10.20961/performa.20.2.44245. [2] M. J. M. Hoozemans, A. J. van der Beek, M. H. W. Frings-Dresen, F. J. H. van Dijk, dan L. H. V. van der Woude, “Pushing and pulling in relation to musculoskeletal disorders: a review of risk factors,” Ergonomics, vol. 41, no. 6, hlm. 757–781, 1998, doi: 10.1080/001401398186621. [3] S. H. Snook dan V. M. Ciriello, “The design of manual handling tasks: revised tables of maximum acceptable weights and forces,” Ergonomics, vol. 34, no. 9, hlm. 1197–1213, 1991, doi: 10.1080/00140139108964855. [4] J. Dul, R. Bruder, P. Buckle, P. Carayon, P. Falzon, W. S. Marras, J. R. Wilson, dan B. van der Doelen, “A strategy for human factors/ergonomics: developing the discipline and profession,” Ergonomics, vol. 55, no. 4, hlm. 377–395, 2012, doi: 10.1080/00140139.2012.661087. [5] A. Griffin dan J. R. Hauser, “The Voice of the Customer,” Marketing Science, vol. 12, no. 1, hlm. 1–27, 1993, doi: 10.1287/mksc.12.1.1. [6] J. R. Hauser dan D. Clausing, “The House of Quality,” Harvard Business Review, vol. 66, no. 3, hlm. 63–73, 1988. [7] H. R. Zadry, D. Rahmayanti, L. Susanti, dan D. Fatrias, “Identification of Design Requirements for Ergonomic Long Spinal Board Using Quality Function Deployment (QFD),” Procedia Manufacturing, vol. 3, hlm. 4673–4680, 2015, doi: 10.1016/j.promfg.2015.07.559. [8] F. R. El Ahmady, S. Martini, dan A. Kusnayat, “Penerapan Metode Ergonomic Function Deployment dalam Perancangan Alat Bantu untuk Menurunkan Balok Kayu,” JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri, vol. 7, no. 1, hlm. 21–30, 2020, doi: 10.24853/jisi.7.1.21-30. [9] W. R. Pradani, M. Rahayu, S. Martini, dan M. I. Kurniawan, “Design of Wood Pellets Carrier using Ergonomic Function Deployment (EFD) Approach to Increase Productivity of Work: A Research at PTPN VIII Ciater,” IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, vol. 528, no. 1, artikel 012011, 2019, doi: 10.1088/1757-899X/528/1/012011. [10] Z. Fakhriza, M. Rahayu, dan M. Iqbal, “Design improvement of automated gallon washing machine to minimize musculoskeletal disorders (MSDs) in CV Barokah Abadi using ergonomic function deployment (EFD) approach,” IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, vol. 277, no. 1, artikel 012021, 2017, doi: 10.1088/1757-899X/277/1/012021. [11] R. K. K. Wibowo, S. Soekarno, A. Syuhri, dan D. D. Vayendra, “Analysis and Design of Bus Chair for Economic Class Using Ergonomic Function Deployment (EFD) Method,” International Journal of Advances in Scientific Research and Engineering, vol. 4, no. 10, hlm. 161–167, 2018, doi: 10.31695/IJASRE.2018.32921. [12] S. Pheasant dan C. M. Haslegrave, Bodyspace: Anthropometry, Ergonomics and the Design of Work, ed. 3. Boca Raton: CRC Press, 2006. [13] M. Hartono, “Indonesian anthropometry update for special populations incorporating Drillis and Contini revisited,” International Journal of Industrial Ergonomics, vol. 64, hlm. 89–101, 2018, doi: 10.1016/j.ergon.2018.01.004. [14] L. J. Cronbach, “Coefficient alpha and the internal structure of tests,” Psychometrika, vol. 16, hlm. 297–334, 1951, doi: 10.1007/BF02310555. [15] M. Tavakol dan R. Dennick, “Making sense of Cronbach’s alpha,” International Journal of Medical Education, vol. 2, hlm. 53–55, 2011, doi: 10.5116/ijme.4dfb.8dfd. [16] International Organization for Standardization, ISO 7250-1:2017 Basic human body measurements for technological design — Part 1: Body measurement definitions and landmarks. Geneva: ISO, 2017. [17] International Organization for Standardization, ISO 15535:2012 General requirements for establishing anthropometric databases. Geneva: ISO, 2012. [18] International Organization for Standardization, ISO 11228-2:2007 Ergonomics — Manual handling — Part 2: Pushing and pulling. Geneva: ISO, 2007. [19] S. Hignett dan L. McAtamney, “Rapid Entire Body Assessment (REBA),” Applied Ergonomics, vol. 31, no. 2, hlm. 201–205, 2000, doi: 10.1016/S0003-6870(99)00039-3. [20] L. McAtamney dan E. N. Corlett, “RULA: a survey method for the investigation of work-related upper limb disorders,” Applied Ergonomics, vol. 24, no. 2, hlm. 91–99, 1993, doi: 10.1016/0003-6870(93)90080-S.