Analisis Pengendalian Kualitas Doc Dengan Menggunakan Metode FMEA
DOI:
https://doi.org/10.55757/ekliptika.v5i1.469Keywords:
DOC, FMEA, pengendalian kualitas, risiko kegagalan, RPNAbstract
Pengendalian kualitas day-old chick (DOC) diperlukan untuk mengidentifikasi risiko kegagalan
pada proses penetasan dan penanganan anak ayam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
potensi kegagalan dan menentukan prioritas perbaikan menggunakan Failure Mode and Effects
Analysis (FMEA) di PT Super Unggas Jaya Hatchery Ngembal. Data diperoleh melalui observasi,
dokumentasi, dan wawancara, dengan periode pengamatan 10 September–27 November 2023.
Analisis menggunakan skor severity (S), occurrence (O), dan detection (D) serta perhitungan risk
priority number (RPN). Empat kategori ketidaksesuaian produk dilaporkan, yaitu pusar hitam,
kembung, cacat, dan lemah, dengan sebelas kondisi kegagalan potensial. Perhitungan ulang
terhadap sepuluh kondisi dengan skor lengkap menunjukkan RPN tertinggi pada kontaminasi
bakteri pada telur sebesar 175, diikuti telur grade out yang lolos seleksi sebesar 96 dan DOC terjepit
keranjang sebesar 64. Tiga nilai RPN sumber tidak sesuai dengan perkalian skor yang tercantum.
Risiko suhu mesin terlalu panas belum dapat dihitung karena skor occurrence tidak tersedia.
Prioritas perbaikan meliputi verifikasi sanitasi, penguatan seleksi telur, pemeriksaan keranjang,
serta pengendalian penanganan dan parameter mesin. Hasil merupakan penilaian deskriptif
berdasarkan data ringkasan; efektivitas tindakan perbaikan belum diuji.
References
[1] N. A. French, “Modeling incubation temperature: the effects of incubator design, embryonic development,
and egg size,” Poultry Science, vol. 76, no. 1, hlm. 124–133, 1997, doi: 10.1093/ps/76.1.124.
[2] A. Lourens, H. van den Brand, R. Meijerhof, dan B. Kemp, “Effect of eggshell temperature during incubation
on embryo development, hatchability, and posthatch development,” Poultry Science, vol. 84, no. 6, hlm.
914–920, 2005, doi: 10.1093/ps/84.6.914.
[3] K. Tona dkk., “Effects of egg storage time on spread of hatch, chick quality, and chick juvenile growth,”
Poultry Science, vol. 82, no. 5, hlm. 736–741, 2003, doi: 10.1093/ps/82.5.736.
[4] K. Tona dkk., “Effects of age of broiler breeders and egg storage on egg quality, hatchability, chick quality,
chick weight, and chick posthatch growth to forty-two days,” Journal of Applied Poultry Research, vol. 13,
no. 1, hlm. 10–18, 2004, doi: 10.1093/japr/13.1.10.
[5] I. A. M. Reijrink, D. Berghmans, R. Meijerhof, B. Kemp, dan H. van den Brand, “Influence of egg storage time
and preincubation warming profile on embryonic development, hatchability, and chick quality,” Poultry
Science, vol. 89, no. 6, hlm. 1225–1238, 2010, doi: 10.3382/ps.2009-00182.
[6] H.-C. Liu, L. Liu, dan N. Liu, “Risk evaluation approaches in failure mode and effects analysis: A literature
review,” Expert Systems with Applications, vol. 40, no. 2, hlm. 828–838, 2013, doi:
10.1016/j.eswa.2012.08.010.
[7] A. Wicaksono dan F. Yuamita, “Pengendalian kualitas produksi sarden mengunakan metode Failure Mode
And Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk meminimalkan cacat kaleng di PT XYZ,”
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan, vol. 1, no. 3, hlm. 145–154, 2022.
[8] Y. Syarifudin dan A. Pusakaningwati, “Analisis pengendalian kualitas produk stan kontainer dengan
metode FMEA (Failure Mode And Effect Analysis) di Bengkel Las Mulia Utama Perkasa,” Jurnal Cakrawala
Ilmiah, vol. 2, no. 11, hlm. 4177–4188, 2023, doi: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i11.6129.
[9] R. D. Hardianto dan Nuriyanto, “Analisis penyebab reject produk paving block dengan pendekatan metode
FMEA dan FTA,” Jurnal Cakrawala Ilmiah, vol. 2, no. 12, hlm. 4635–4648, 2023, doi:
10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i12.6394.
[10] Suseno dan S. I. Kalid, “Pengendalian kualitas cacat produk tas kulit dengan metode Failure Mode And
Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT Mandiri Jogja Internasional,” Jurnal
Cakrawala
Ilmiah,
vol.
1,
no.
10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i6.1131.
6,
hlm.
1307–1320,
2022,
doi:
[11] S. Anwar, R. B. Ulum, dan A. Widarman, “Analisis pengendalian kualitas dengan menggunakan metode
FTA (Fault Tree Analysis) dan FMEA (Failure Mode And Effect Analysis) pada proses produksi pita cukai
berperekat di perusahaan percetakan dokumen sekuriti Karawang,” Jurnal Ilmiah Multidisiplin, vol. 2,
no. 04, hlm. 114–128, 2023, doi: 10.56127/jukim.v2i04.813.
[12] R. Angely, “Model usulan perbaikan selisih persediaan barang menggunakan metode Failure Mode And
Effect Analysis (FMEA) di PT XYZ-Warehouse Mitra Adi Aktif Perkasa,” Innovative: Journal of Social
Science Research, vol. 3, no. 4, hlm. 2291–2305, 2023.
[13] R. D. Fitri, D. L. Sumarna, dan F. Sulistiyaningsih, “Analisis penyebab ketidakcocokan stock on hand dan
actual stock material di gudang material PT UTC Aerospace System Bandung menggunakan metode Fault
Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA),” Journal Scientific of Mandalika, vol.
4, no. 8, hlm. 141–150, 2023.
[14] S. Amanda, “Usulan perbaikan kesalahan penetapan nilai pabean pada PT SKA menggunakan metode
Failure Mode Effects Analysis (FMEA),” Jurnal Cahaya Mandalika, vol. 4, no. 3, hlm. 1173–1187, 2023, doi:
10.36312/jcm.v4i3.2090.
[15] E. I. Putra, M. Fitri, dan M. I. Adelino, “Analisis stagnasi mesin menggunakan FMEA dan FTA di PT
Perkebunan Nusantara VI Unit Usaha Solok Selatan,” Journal of Industrial and Systems Engineering, vol.
4, no. 1, hlm. 21–32, 2023.
[16] P. Fithri dkk., “Risk analysis for occupational safety and health in manufacturing company using FMEA
and FTA methods: A case study,” IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, vol. 1003, no.
1, art. 012073, 2020, doi: 10.1088/1757-899X/1003/1/012073.
[17] W. Gilchrist, “Modelling failure modes and effects analysis,” International Journal of Quality & Reliability
Management, vol. 10, no. 5, 1993, doi: 10.1108/02656719310040105.
[18] J. B. Bowles dan C. E. Peláez, “Fuzzy logic prioritization of failures in a system failure mode, effects and
criticality analysis,” Reliability Engineering & System Safety, vol. 50, no. 2, hlm. 203–213, 1995, doi:
10.1016/0951-8320(95)00068-D.
[19] A. Pillay dan J. Wang, “Modified failure mode and effects analysis using approximate reasoning,”
Reliability Engineering & System Safety, vol. 79, no. 1, hlm. 69–85, 2003, doi: 10.1016/S0951
8320(02)00179-5.
[20] R. K. Sharma, D. Kumar, dan P. Kumar, “Systematic failure mode effect analysis (FMEA) using fuzzy
linguistic modelling,” International Journal of Quality & Reliability Management, vol. 22, no. 9, hlm. 986
1004, 2005, doi: 10.1108/02656710510625248.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ekliptika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


