The current issue and full text archive of this journal is available on Tarbawi at: https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/tarbawi E-ISSN : 2502-4353, P-ISSN : 2598-4128 Vol. 14, No. 01 2026|Hal.1-14 DOI: https://doi.org/10.55757/tarbawi. v14i1. 1274 Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Akhlak Mahmudah di Sekolah Menengah Pertama Atika Robiatul Adawiyah1*; Siti Rofiqoh At-Thobibi2; Rochmatus Saidah3 1 Universitas PGRI Wiranegara, Indonesia 2 Universitas PGRI Wiranegara, Indonesia 3 Universitas PGRI Wiranegara, Indonesia Email: tikaaadawiyah@gmail.com Article Info Abstrak Article history: Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan akhlak mahmudah (karakter mulia) di kalangan siswa kelas tujuh SMPN 11 Kota Pasuruan. Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAI, siswa, dan administrator sekolah. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi, termasuk teladan (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, integrasi nilai-nilai moral ke dalam kegiatan pembelajaran, dan pemberian nasihat serta motivasi. Selain itu, guru berkolaborasi dengan orang tua dan memanfaatkan kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah dan program zikir Al-Qur'an untuk memperkuat pengembangan karakter siswa, yang secara signifikan berkontribusi dalam membentuk kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat siswa terhadap sesama. Keterbatasan/implikasi penelitian: Tantangan seperti latar belakang siswa yang beragam dan pengaruh lingkungan eksternal tetap menjadi hambatan dalam proses implementasi; oleh karena itu, kolaborasi berkelanjutan antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah sangat penting untuk mengoptimalkan pengembangan karakter mulia siswa. Orisinalitas/nilai: Penelitian ini memberikan wawasan empiris tentang integrasi berbagai strategi pembentukan karakter dalam konteks sekolah menengah pertama, menyoroti peran gabungan dari teladan guru, pembiasaan, dan kolaborasi sekolah-keluarga dalam menumbuhkan nilai-nilai moral Islam. Abstract Submitted : February 12, 2026 Revision : March 15, 2026 Accepted : March 28, 2026 Published : April 30, 2026 Kata kunci: Akhlaq mahmudah, pendidikan karakter, pendidikan agama islam, strategi guru * Korespondensi author: Atika Robiatul Adawiyah; tikaaadawiyah@gmail.com Purpose: This study aims to analyze the strategies employed by Islamic Education (PAI) teachers in fostering akhlaq mahmudah (noble character) among seventh-grade students at SMPN 11 Pasuruan City. Design/methodology/approach: The research uses a qualitative approach with a case study design, where data were collected through observations, interviews, and documentation involving PAI teachers, students, and school administrators. Findings: The results indicate that teachers implement various strategies, including role modeling (uswah hasanah), habituation of positive behaviors, integration of moral values into learning activities, and providing advice and motivation. In addition, teachers collaborate with parents and utilize religious activities such as congregational prayers and Qur'an recitation programs to strengthen students' character development, which significantly contributes to Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… shaping students' discipline, honesty, responsibility, and respect toward others. Research limitations/implications: Challenges such as diverse student backgrounds and the influence of external environments remain obstacles in the implementation process; therefore, continuous collaboration among teachers, parents, and the school environment is essential to optimize the development of students' noble character. Originality/value: This research provides empirical insights into the integration of multiple character-building strategies in a junior high school context, highlighting the combined role of teacher exemplar, habituation, and school-family collaboration in fostering Islamic moral values. Copyright: © 2026 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0) How to cite this article (APA 7th Edition): Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. (2026). Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Akhlak Mahmudah di Sekolah Menengah Pertama. Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami, 14(1), 1–14. https://doi.org/10.55757/tarbawi.v14i1.1274 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat penting dalam kehidupan manusia (Abdullah & Sukari, 2025; Tri Lestari et al., 2024), karena melalui pendidikan seseorang dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dalam konteks pendidikan di Indonesia (Nabila & Darmayanti, 2024; Udin & Misbah, 2025; Yusuf et al., 2026), tujuan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik semata, tetapi juga menekankan pada pembentukan karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai moral, etika, dan agama (Effectiveness of the Use of Information Technology in the Merdeka Mengajar Platform in Islamic Religious Education Learning in Pringsewu Regency, 2024; Pandia et al., 2024; Qosim & Siri, 2025). Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, serta memiliki kecakapan yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (Afriandi et al., 2024; Feng et al., 2024). Salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik adalah pembinaan akhlak (Pangastuti et al., 2025). Akhlak merupakan cerminan dari kepribadian seseorang yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Dalam ajaran Islam, akhlak memiliki posisi yang sangat penting, bahkan menjadi salah satu tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad SAW, yaitu untuk menyempurnakan akhlak manusia. Akhlak yang baik atau akhlaq mahmudah meliputi sikap-sikap terpuji seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, saling menghormati, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, pembinaan akhlak mahmudah pada peserta didik menjadi hal yang sangat krusial dalam proses pendidikan, khususnya di tingkat sekolah menengah pertama yang merupakan fase penting dalam perkembangan remaja (Muniir & Yusuf, 2025). Pada masa remaja awal, peserta didik kelas VII SMP berada dalam tahap perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik (Gadille et al., 2026; Gehrlein & Dengel, 2024), emosional, dan sosial yang cukup signifikan. Pada tahap ini, peserta didik cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Kemajuan teknologi dan informasi yang pesat juga memberikan dampak yang cukup besar terhadap perilaku peserta didik. Akses yang mudah terhadap berbagai konten di media sosial dan internet dapat menjadi Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 2 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… peluang sekaligus tantangan dalam pembentukan akhlak. Tidak sedikit peserta didik yang terpengaruh oleh perilaku negatif seperti kurangnya sopan santun (Carson et al., 2026; Urmös et al., 2025), menurunnya rasa hormat kepada guru, perilaku tidak jujur, serta kurangnya kedisiplinan. Fenomena ini menunjukkan bahwa pembinaan akhlak mahmudah pada peserta didik memerlukan perhatian yang serius dari berbagai pihak, terutama guru sebagai pendidik di lingkungan sekolah (Lee et al., 2025; Soleh & Vahlepi, 2024). Dalam hal ini, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat strategis dalam membina akhlak peserta didik. Guru PAI tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi pembelajaran (Honra, 2026; Mohamed, 2026), tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan motivator bagi peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Peran guru PAI sangat penting karena mata pelajaran Pendidikan Agama Islam secara langsung berkaitan dengan penanaman nilai-nilai keimanan, ibadah, dan akhlak. Oleh karena itu, guru PAI dituntut untuk memiliki strategi yang efektif dalam membina akhlak mahmudah peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal (Maulani & Permana, 2025). Strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam membina akhlak mahmudah dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, pemberian nasihat, penguatan nilai-nilai moral dalam setiap pembelajaran, serta pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan. Keteladanan menjadi salah satu strategi yang paling efektif, karena peserta didik cenderung meniru perilaku yang ditunjukkan oleh gurunya. Selain itu, pembiasaan juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik, karena melalui kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus, nilai-nilai akhlak dapat tertanam secara mendalam dalam diri peserta didik. SMPN 11 Kota Pasuruan sebagai salah satu lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab dalam membina akhlak peserta didiknya. Berdasarkan pengamatan awal, terdapat berbagai upaya yang dilakukan oleh guru PAI dalam membina akhlak mahmudah peserta didik, seperti pelaksanaan kegiatan keagamaan, pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, serta penanaman nilai-nilai moral dalam proses pembelajaran. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi, seperti perbedaan latar belakang peserta didik, kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga, serta pengaruh negatif dari lingkungan luar sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan akhlak mahmudah tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan memerlukan proses yang berkelanjutan dan strategi yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian yang mendalam mengenai strategi guru PAI dalam membina akhlak mahmudah peserta didik, khususnya di kelas VII SMPN 11 Kota Pasuruan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai strategi yang digunakan oleh guru PAI, faktor-faktor yang mendukung dan menghambat, serta solusi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pembinaan akhlak peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini memiliki urgensi yang tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam aspek pembentukan karakter peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi guru PAI di SMPN 11 Kota Pasuruan, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi pendidik lain dalam mengembangkan strategi pembinaan akhlak mahmudah di berbagai lembaga pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan Islam, khususnya dalam bidang bimbingan dan pembinaan akhlak peserta didik di era modern yang penuh dengan tantangan. Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 3 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lihat Gambar 1. Gambar 1. Desain Penelitian (Ellaborasi Penulis) Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam fenomena yang terjadi di lapangan, khususnya terkait dengan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina akhlaq mahmudah peserta didik (Buwono, 2024). Melalui pendekatan ini, peneliti dapat menggali informasi secara komprehensif mengenai proses, makna, serta dinamika yang terjadi dalam pembinaan akhlak di lingkungan sekolah. Jenis studi kasus digunakan karena penelitian ini berfokus pada satu lokasi tertentu, yaitu SMPN 11 Kota Pasuruan, sehingga memungkinkan peneliti untuk memperoleh gambaran yang lebih rinci dan mendalam mengenai konteks yang diteliti. Subjek dalam penelitian ini meliputi guru PAI, peserta didik kelas VII, serta pihak-pihak lain yang terkait seperti kepala sekolah dan wali kelas (Soleh, 2024). Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling, yaitu dengan mempertimbangkan individu-individu yang dianggap memiliki informasi yang relevan dan mendalam terkait fokus penelitian. Guru PAI dipilih sebagai subjek utama karena memiliki peran langsung dalam membina akhlak peserta didik (Darmayanti et al., 2023; Laila et al., 2023; Zamzam et al., 2023), sedangkan peserta didik dipilih untuk mengetahui respon serta dampak dari strategi yang diterapkan. Kepala sekolah dan wali kelas turut dilibatkan untuk memberikan perspektif tambahan terkait kebijakan dan kondisi lingkungan sekolah (Jannata Anhar et al., 2023; Kusumaningsih et al., 2023). Objek penelitian ini adalah strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam membina akhlak mahmudah peserta didik kelas VII, termasuk bentuk-bentuk kegiatan, pendekatan yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 11 Kota Pasuruan dalam kurun waktu tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan pengumpulan data di lapangan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi (Asyari, 2022). Observasi dilakukan secara langsung untuk mengamati aktivitas pembelajaran serta perilaku peserta didik dalam keseharian di sekolah. Melalui observasi, peneliti dapat memperoleh data yang bersifat nyata dan kontekstual mengenai implementasi strategi pembinaan akhlak. Wawancara dilakukan secara mendalam (in-depth interview) dengan guru PAI, peserta didik, serta pihak terkait lainnya untuk menggali informasi mengenai pengalaman, Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 4 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… pandangan, serta kendala yang dihadapi dalam proses pembinaan akhlak. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk melengkapi data berupa arsip, catatan sekolah, program kegiatan keagamaan, serta foto atau dokumen lain yang relevan dengan penelitian. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument), yang berperan dalam merancang, mengumpulkan, menganalisis, serta menafsirkan data (Irbathy & Fahma, 2025; Vedianty et al., 2023; Zahroh et al., 2023). Selain itu, peneliti juga menggunakan instrumen pendukung seperti pedoman observasi, pedoman wawancara, dan lembar dokumentasi untuk membantu proses pengumpulan data agar lebih sistematis dan terarah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Chotimah et al., 2025; Pajarianto, 2025). Reduksi data dilakukan dengan cara memilah, merangkum, dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif agar mudah dipahami dan dianalisis. Selanjutnya, penarikan kesimpulan dilakukan dengan cara menginterpretasikan data yang telah dianalisis sehingga menghasilkan temuan penelitian yang bermakna. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dari berbagai informan, seperti guru, peserta didik, dan pihak sekolah. Sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, peneliti juga melakukan pengecekan ulang (member check) kepada informan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Melalui metode penelitian ini, diharapkan diperoleh data yang valid, akurat, dan mendalam mengenai strategi guru PAI dalam membina akhlak mahmudah peserta didik kelas VII di SMPN 11 Kota Pasuruan, sehingga hasil penelitian dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan praktik pendidikan, khususnya dalam pembinaan karakter peserta didik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini diperoleh melalui proses observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi yang dilakukan di SMPN 11 Kota Pasuruan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis untuk mengungkap secara komprehensif strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina akhlaq mahmudah peserta didik kelas VII. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, ditemukan bahwa pembinaan akhlak tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan pembiasaan dan budaya sekolah yang mendukung terbentuknya karakter peserta didik. Strategi Keteladanan (Uswah Hasanah) dalam Pembinaan Akhlak Salah satu strategi utama yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina akhlak peserta didik adalah melalui keteladanan (uswah hasanah). Dalam konteks ini, guru PAI tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai figur sentral yang menjadi panutan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan yang ditunjukkan oleh guru mencakup berbagai aspek perilaku, seperti bersikap sopan santun dalam berinteraksi, disiplin dalam menjalankan tugas, jujur dalam perkataan dan perbuatan, serta konsisten dalam menjalankan nilai-nilai religius. Sikap-sikap tersebut tidak hanya ditampilkan pada saat proses pembelajaran berlangsung, tetapi juga dalam berbagai aktivitas di lingkungan Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 5 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… sekolah, sehingga peserta didik dapat melihat secara langsung implementasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan nyata. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, guru PAI di SMPN 11 Kota Pasuruan secara konsisten memulai setiap kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam, mengajak peserta didik untuk berdoa bersama, serta menciptakan suasana kelas yang penuh dengan kehangatan dan rasa saling menghargai. Selain itu, guru juga menunjukkan sikap ramah, sabar, dan penuh perhatian terhadap peserta didik, baik ketika menyampaikan materi maupun saat menghadapi berbagai karakter peserta didik yang beragam. Perilaku ini secara tidak langsung memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan sikap peserta didik, karena mereka cenderung meniru apa yang mereka lihat dan rasakan dari gurunya. Dalam hal ini, proses imitasi atau peniruan menjadi salah satu mekanisme penting dalam pembelajaran sosial yang terjadi di lingkungan sekolah. Dalam perspektif pendidikan Islam, keteladanan (uswah hasanah) merupakan metode yang sangat efektif dalam pembinaan akhlak, karena nilai-nilai moral tidak hanya disampaikan secara teoritis melalui ceramah atau penjelasan semata, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata yang dapat diamati dan ditiru oleh peserta didik. Keteladanan memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan sekadar nasihat, karena peserta didik cenderung lebih percaya dan terpengaruh oleh apa yang dilakukan oleh gurunya daripada apa yang hanya diucapkan. Oleh karena itu, konsistensi antara ucapan dan tindakan guru menjadi hal yang sangat penting dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas di hadapan peserta didik (Kistoro et al., 2023; Sumanti, 2024; Waseso et al., 2025). Hasil wawancara dengan beberapa peserta didik menunjukkan bahwa mereka merasa lebih mudah memahami nilai-nilai akhlak ketika melihat contoh langsung dari guru. Mereka mengungkapkan bahwa sikap guru yang ramah, tidak mudah marah, serta selalu memberikan contoh yang baik membuat mereka terdorong untuk meniru perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Bahkan, beberapa peserta didik mengaku bahwa kebiasaan seperti mengucapkan salam, bersikap sopan kepada teman, serta menjaga kedisiplinan mulai terbentuk karena pengaruh dari keteladanan guru PAI. Lebih lanjut, keteladanan juga berperan dalam membentuk lingkungan belajar yang positif dan kondusif. Ketika guru mampu menunjukkan perilaku yang baik secara konsisten, maka peserta didik akan merasa nyaman, dihargai, dan termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik. Hal ini pada akhirnya akan berdampak tidak hanya pada aspek akhlak, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi keteladanan (uswah hasanah) merupakan fondasi utama dalam pembinaan akhlak mahmudah peserta didik. Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada kesadaran dan komitmen guru dalam menjaga konsistensi perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, guru PAI dituntut untuk senantiasa memperbaiki diri dan menjadikan dirinya sebagai contoh yang baik (role model) bagi peserta didik, sehingga nilainilai akhlak mahmudah dapat tertanam secara kuat dan berkelanjutan dalam diri peserta didik (Asyari & Sania, 2022). Strategi Pembiasaan dalam Membentuk Akhlak Mahmudah Selain keteladanan, strategi pembiasaan juga menjadi bagian penting dalam pembinaan akhlak. Guru PAI bersama pihak sekolah menerapkan berbagai kegiatan rutin yang bertujuan untuk membentuk kebiasaan positif pada peserta didik (Hadiati et al., 2025; Syamsiah & Aisyah, 2025; Yuliana et al., 2026a). Kegiatan tersebut meliputi pembacaan doa sebelum dan sesudah Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 6 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… pembelajaran, pelaksanaan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, serta kegiatan keagamaan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus mampu membentuk karakter peserta didik secara bertahap. Peserta didik yang awalnya kurang disiplin menjadi lebih terbiasa untuk mengikuti aturan sekolah, seperti datang tepat waktu dan menjaga ketertiban di kelas. Pembiasaan juga membantu peserta didik dalam menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari, sehingga akhlak mahmudah tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga di luar sekolah. Namun demikian, keberhasilan strategi pembiasaan ini sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaannya. Jika pembiasaan tidak dilakukan secara berkelanjutan, maka dampaknya terhadap pembentukan karakter peserta didik menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dari seluruh pihak sekolah untuk menjaga keberlangsungan program pembiasaan tersebut (Amrullah, 2021). Integrasi Nilai-Nilai Akhlak dalam Proses Pembelajaran Strategi lain yang diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah mengintegrasikan nilai-nilai akhlak dalam setiap proses pembelajaran secara menyeluruh dan berkesinambungan. Dalam praktiknya, guru tidak hanya berfokus pada penyampaian materi pelajaran yang bersifat teoritis, tetapi juga secara aktif mengaitkan setiap materi dengan nilai-nilai moral dan kehidupan nyata peserta didik (Syauqi et al., 2025; Yuliana et al., 2026b). Hal ini dilakukan agar pembelajaran tidak hanya berhenti pada tataran pengetahuan, melainkan mampu menyentuh aspek sikap dan perilaku peserta didik. Guru berupaya menjadikan setiap momen pembelajaran sebagai sarana penanaman karakter, sehingga nilai-nilai akhlak mahmudah dapat tertanam secara alami dalam diri peserta didik. Sebagai contoh, ketika membahas materi tentang kejujuran, guru tidak hanya menjelaskan pengertian dan dalil-dalil yang berkaitan, tetapi juga memberikan ilustrasi konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, seperti kejujuran dalam mengerjakan tugas, berkata jujur kepada orang tua, serta tidak menyontek saat ujian. Selain itu, guru juga mengajak peserta didik untuk melakukan refleksi diri dengan menanyakan pengalaman pribadi mereka terkait perilaku jujur maupun tidak jujur. Dengan cara ini, peserta didik menjadi lebih sadar akan pentingnya menerapkan nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integratif ini cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap pentingnya akhlak mahmudah. Peserta didik tidak hanya mampu memahami konsep akhlak secara kognitif, tetapi juga mulai menunjukkan perubahan dalam sikap dan perilaku mereka. Hal ini terlihat dari meningkatnya kesadaran peserta didik untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, serta menghargai orang lain dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Proses internalisasi nilai yang terjadi melalui pembelajaran yang kontekstual ini membuat peserta didik lebih mudah menghayati dan mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran seperti diskusi dan tanya jawab juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam keberhasilan strategi ini. Melalui diskusi, peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat, berbagi pengalaman, serta menanggapi pandangan teman-temannya. Hal ini tidak hanya melatih kemampuan berpikir kritis, tetapi juga menumbuhkan sikap saling menghargai dan toleransi. Metode tanya jawab yang dilakukan secara interaktif juga mampu meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan komunikatif. Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 7 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… Lebih lanjut, pendekatan ini juga membantu guru dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan peserta didik. Dengan adanya interaksi yang intens melalui diskusi dan refleksi, guru dapat memahami karakter, latar belakang, serta permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik. Hal ini memungkinkan guru untuk memberikan bimbingan yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu, tetapi juga menjadi proses pembinaan karakter yang holistik. Dengan adanya integrasi nilai-nilai akhlak dalam setiap proses pembelajaran, diharapkan peserta didik tidak hanya menjadi individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, strategi ini perlu terus dikembangkan dan diterapkan secara konsisten agar tujuan pendidikan yang menekankan pada pembentukan karakter dapat tercapai secara optimal (Nasution, 2023). Pemberian Nasihat dan Motivasi Pemberian nasihat (mau’izah) dan motivasi merupakan salah satu strategi yang sangat penting dan tidak terpisahkan dalam proses pembinaan akhlak peserta didik. Dalam praktiknya, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing moral yang secara aktif memberikan arahan, nasihat, serta dorongan kepada peserta didik agar senantiasa berperilaku sesuai dengan nilai-nilai akhlak mahmudah. Pemberian nasihat ini dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, baik dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas, seperti saat kegiatan keagamaan, upacara, maupun dalam interaksi sehari-hari antara guru dan peserta didik. Nasihat yang disampaikan umumnya berkaitan dengan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap jujur, disiplin, menghormati orang tua dan guru, menjaga sopan santun, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dalam pelaksanaannya, guru PAI menggunakan pendekatan yang bijaksana dan penuh kelembutan sehingga nasihat yang diberikan tidak terasa sebagai paksaan, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap perkembangan peserta didik. Guru juga sering mengaitkan nasihat dengan kisah-kisah teladan dalam Islam, pengalaman nyata, maupun fenomena yang dekat dengan kehidupan peserta didik, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan diinternalisasi. Selain itu, waktu penyampaian nasihat juga diperhatikan, misalnya ketika peserta didik melakukan kesalahan atau ketika suasana belajar memungkinkan untuk refleksi, sehingga nasihat dapat diterima secara lebih efektif. Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta didik, diketahui bahwa nasihat yang diberikan oleh guru memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap perubahan perilaku mereka. Peserta didik mengaku merasa lebih termotivasi untuk memperbaiki diri setelah mendapatkan nasihat, terutama ketika nasihat tersebut disampaikan dengan cara yang santun, tidak menghakimi, dan disertai dengan contoh konkret. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan emosional dan humanis yang dilakukan oleh guru mampu menyentuh kesadaran peserta didik, sehingga mereka lebih terbuka dalam menerima nilai-nilai yang disampaikan. Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 8 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… Selain pemberian nasihat, motivasi juga menjadi faktor pendukung yang sangat penting dalam pembinaan akhlak. Guru PAI secara aktif memberikan motivasi kepada peserta didik untuk senantiasa berbuat baik, baik melalui kata-kata penyemangat, penghargaan terhadap perilaku positif, maupun dorongan untuk terus meningkatkan kualitas diri. Motivasi yang diberikan tidak hanya bersifat verbal, tetapi juga melalui tindakan nyata seperti memberikan apresiasi kepada peserta didik yang menunjukkan akhlak terpuji. Dengan adanya motivasi ini, peserta didik merasa dihargai dan terdorong untuk mempertahankan serta meningkatkan perilaku baik yang telah mereka lakukan. Lebih lanjut, motivasi yang diberikan oleh guru juga berperan dalam membangun kesadaran internal peserta didik, sehingga mereka tidak hanya berperilaku baik karena takut terhadap hukuman, tetapi karena memiliki kesadaran dan keinginan dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting dalam pembentukan akhlak yang bersifat jangka panjang, karena perilaku yang didasari oleh kesadaran internal cenderung lebih konsisten dan bertahan lama. Dengan demikian, kombinasi antara pemberian nasihat yang bijaksana dan motivasi yang berkelanjutan terbukti menjadi strategi yang efektif dalam membina akhlak mahmudah peserta didik, serta membantu mereka dalam mengembangkan kepribadian yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari (Rahma, 2023). Peran Lingkungan Sekolah dalam Mendukung Pembinaan Akhlak Lingkungan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan akhlak mahmudah. SMPN 11 Kota Pasuruan telah menciptakan lingkungan yang religius dan kondusif melalui berbagai program keagamaan serta aturan sekolah yang mendukung pembentukan karakter peserta didik. Adanya kerja sama antara guru PAI, wali kelas, serta pihak sekolah lainnya menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan pembinaan akhlak. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pembinaan akhlak, seperti perbedaan latar belakang keluarga peserta didik, kurangnya pengawasan dari orang tua, serta pengaruh negatif dari lingkungan luar dan media sosial. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru PAI dalam membina akhlak peserta didik secara optimal. Analisis Efektivitas Strategi Pembinaan Akhlak Berdasarkan keseluruhan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam membina akhlak mahmudah peserta didik sudah cukup efektif. Hal ini terlihat dari adanya perubahan perilaku peserta didik yang lebih disiplin, sopan, serta memiliki kesadaran untuk berperilaku baik. Meskipun demikian, efektivitas strategi tersebut masih perlu ditingkatkan melalui berbagai upaya, seperti peningkatan kerja sama antara sekolah dan orang tua, serta pemanfaatan teknologi secara positif dalam pembelajaran. Dalam perspektif teori pendidikan, pembinaan akhlak yang dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, serta integrasi nilai dalam pembelajaran merupakan pendekatan yang sesuai dengan prinsip pendidikan karakter. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh guru PAI di SMPN 11 Kota Pasuruan telah sejalan dengan Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 9 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… konsep pendidikan yang menekankan pada keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan akhlak mahmudah tidak hanya bergantung pada satu strategi saja, tetapi merupakan hasil dari kombinasi berbagai strategi yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen dan kerja sama dari seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu mendukung terbentuknya generasi yang berakhlak mulia. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina akhlaq mahmudah peserta didik kelas VII di SMPN 11 Kota Pasuruan, dapat disimpulkan bahwa peran guru PAI sangat penting dan strategis dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan motivator yang secara langsung memengaruhi perkembangan akhlak peserta didik. Strategi yang digunakan oleh guru PAI dalam membina akhlak mahmudah meliputi keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan perilaku positif, integrasi nilai-nilai akhlak dalam proses pembelajaran, serta pemberian nasihat dan motivasi. Keempat strategi tersebut terbukti saling melengkapi dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter peserta didik menjadi lebih disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta memiliki sikap sopan santun dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, keberhasilan pembinaan akhlak juga didukung oleh lingkungan sekolah yang religius dan kondusif, serta adanya kerja sama antara guru, pihak sekolah, dan peserta didik. Program-program keagamaan yang diterapkan di sekolah, seperti pembiasaan berdoa, shalat berjamaah, dan kegiatan membaca Al-Qur’an, turut memperkuat internalisasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain perbedaan latar belakang peserta didik, kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga, serta pengaruh negatif dari perkembangan teknologi dan media sosial. Kendala-kendala tersebut menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui kerja sama yang lebih intensif antara sekolah dan orang tua, serta penguatan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa pembinaan akhlaq mahmudah peserta didik tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan memerlukan proses yang berkelanjutan, konsisten, dan terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dari seluruh pihak, baik guru, sekolah, orang tua, maupun masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya generasi yang berakhlak mulia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pendidik dalam mengembangkan strategi pembinaan akhlak yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 10 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik. Penulis menyadari bahwa dalam proses penyusunan penelitian ini tidak terlepas dari bantuan, dukungan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa yang akan datang. Semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. Akhir kata, semoga segala bantuan dan kebaikan yang telah diberikan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Aamiin. Pernyataan Etika & Peran Penulis (CRediT Statement) Penulis Satu (Atika Robiatul Adawiyah): Konseptualisasi, Metodologi, Penulisan – draf asli. Penulis Dua (Siti Rofiqoh At-Thobibi): Kurasi data, Validasi. Penulis Tiga (Rochmatus Saidah): Supervisi, Tinjauan & penyuntingan. Kebijakan Data Data yang mendukung temuan penelitian ini tersedia dari penulis korespondensi berdasarkan permintaan yang wajar. Persetujuan Etik Penelitian ini telah disetujui oleh Komite Etik Universitas PGRI Wiranegara (Nomor Protokol: 12/2025) dan mematuhi standar etika penelitian pada manusia. DAFTAR PUSTAKA Abdullah, M., & Sukari, S. (2025). Beyond Technical Efficiency: Integrating Islamic Reflective Pedagogy into Digital Learning Design. Assyfa Journal of Islamic Studies. https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/616 Afriandi, Amaliah, N., & Awaliah, N. I. (2024). Akhlak dalam Pendidikan Agama Islam. TEKNOS: Jurnal Pendidikan Dan Teknologi, 2(1), 104–111. https://doi.org/10.59638/teknos.v1i1.258 Amrullah, A. K. (2021). Akhlak Mahmudah. At-Ta’lim: Kajian Pendidikan Agama Islam. Asyari, A. (2022). Metode Deskriptif Kualitatif dalam Pembinaan Akhlak. El Midad. https://doi.org/10.20414/elmidad.v14i1.5314 Asyari, A., & Sania, A. W. (2022). Pembinaan Akhlak Mahmudah di Sekolah Dasar. El Midad. https://doi.org/10.20414/elmidad.v14i1.5314 Buwono, M. P. R. (2024). Literature Review dalam Pendidikan Islam. Jurnal Eduslamic. https://doi.org/10.59548/jed.v3i1.464 Chotimah, C., Qudsy, S. Z., & Yusuf, M. (2025). Superficial implementation of religious moderation in Islamic educational management. Cogent Education, 12(1). https://doi.org/10.1080/2331186X.2024.2442235 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 11 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… Darmayanti, R., Choirudin, C., Hadiroh, S., Sumani, S., Naim, M. A., & Aidha, A. S. (2023). Pizza Vs. PJBL: How mathematics learning media improves high school students creative thinking on trigonometric function limits. Assyfa Journal of Islamic Studies, 2(1). https://doi.org/10.61650/ajis.v2i1.313 Effectiveness of the Use of Information Technology in the Merdeka Mengajar Platform in Islamic Religious Education Learning in Pringsewu Regency, 2 Assyfa Journal of Islamic Studies 97 (2024). https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/550 Hadiati, E., Dwiyanto, A., Setianingrum, D. A., & Jatmiko, A. (2025). Women Academic Leadership in Islamic Higher Education: Embracing the Society 5.0 Era. Munaddhomah, 6(2), 345–357. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v6i2.1860 Irbathy, S. A., & Fahma, N. (2025). Reconstructing Pesantren Pedagogy: Integrating SocialEmotional Learning (SEL) and Sayyidah ’Ā’ishah’s Intellectual Rigor to Enhance Student Agency. Assyfa Journal of Islamic Studies. https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/688 Jannata Anhar, Rani Darmayanti, & Usmiyatun Usmiyatun. (2023). Pengaruh Kompetensi Guru Agama Islam Terhadap Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia Di Madrasah Tsanawiyah. Assyfa Journal of Islamic Studies, 1(1). Kistoro, H. C. A., Istiyono, E., Latipah, E., & Burhan, N. M. (2023). Islamic Character Education: Mapping and Networking Data Using Bibliometric Analysis. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 20(2), 195–214. https://doi.org/10.14421/jpai.v20i2.8027 Kusumaningsih, D., DARMAYANTI, R., LATIPUN, L., Rizki, N., Laila, A. R. N., Inganah, S., DARMAYANTI, R., Rahmah, K., Inganah, S., DARMAYANTI, R., Sugianto, R., Ningsih, E. F., Sah, R. W. A., DARMAYANTI, R., Maryanto, B. P. A., Vedianty, A. S. A., DARMAYANTI, R., Lestari, A. S. B., Rayungsari, M., … Prakongpan, P. (2023). Analysis of Mathematics Problem Solving Ability of Junior High School Students Based on APOS Theory Viewed from the Type of Kolb Learning Style. Assyfa Journal of Islamic Studies, 1(1), 1–12. https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0105031244740&doi=10.3390%2Fsocsci15020068&partnerID=40&md5=c5c236926a8d59 0f340683d66801ef06 Laila, A. R. N., Cholily, Y. M., Syaifuddin, M., Darmayanti, R., Sugianto, R., & Muhammad, I. (2023). Desain Modul Matematika Bilingual: Urgensi Pengembangan Media Matematika Bilingual dengan konten Islami. Assyfa Journal of Islamic Studies, 1(2). https://doi.org/10.61650/ajis.v1i2.133 Maulani, D. F., & Permana, H. (2025). Studi Analisis Akhlak Mahmudah dan Akhlak Mazmumah dalam Perspektif Pendidikan Islam. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.44833 Muniir, M. M., & Yusuf, M. S. (2025). Akhlak Mahmudah dalam Perspektif Tasawuf Akhlaki. Jurnal Teologi Islam. https://doi.org/10.63822/8brny685 Nabila, S., & Darmayanti, R. (2024). Islamic Leadership and Teacher Emotional Intelligence in Modern Schooling. Assyfa Journal of Multidisciplinary Education, 1(1). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation%5C&hl=en%5C&user=3YBrjMAAAAJ%5C&cstart=200%5C&pagesize=100%5C&citation_for_view=3YBrjMAAAAJ:4h3h8eWKHbMC Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 12 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… Nasution, N. L. (2023). Lingkup Studi Akidah Akhlak. Jurnal Yaqzan. Pajarianto, H. (2025). Sustainable development goals through Islamic education: a literature review. Journal of Education and Learning, 19(4), 2042–2053. https://doi.org/10.11591/edulearn.v19i4.21308 Pandia, W. S. S., Lee, S., & Khan, S. (2024). The fundamentals of Islamic religious education in inclusive schools meet special needs children’s PAI issues. Assyfa Journal of Islamic Studies. https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/322 Qosim, N., & Siri, A. (2025). Cultivating Intrinsic Motivation through Uswatun Hasanah Leadership and Satlogi Santri Core Values in Islamic Pedagogy. Assyfa Journal of Islamic Studies. https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/129 Rahma, A. D. (2023). Hubungan Akhlak Mahmudah terhadap Prestasi Belajar Siswa. Alacrity Journal of Education. Soleh, W. (2024). Metode Kualitatif dalam https://doi.org/10.22437/ijielc.v2i1.35734 Kajian Pendidikan Islam. IJIELC. Soleh, W., & Vahlepi, S. (2024). Identifikasi Akhlak Mahmudah dalam Pendidikan Agama Islam. Indonesian Journal of Islamic Education and Local Culture. https://doi.org/10.22437/ijielc.v2i1.35734 Sumanti, S. T. (2024). The Evolution of Islamic Educational Institutions in North Sumatra Indonesia. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 1–19. https://doi.org/10.31538/nzh.v7i1.4419 Syamsiah, N., & Aisyah, S. (2025). Gender Justice in Islamic Higher Education: Challenges and Opportunities in the Digital Age. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 24(8), 1092–1113. https://doi.org/10.26803/ijlter.24.8.49 Syauqi, M. L., Ghozali, M. Y., Khairah, R., Nurzen, K., Muksin, A., Romdhon, M. R., Prasetiawan, A. Y., Rezi, M., Sayska, D. S., & Muftadin, D. (2025). Embedding Islamic values in higher education: Trends, practices, and future research agenda. Research Journal in Advanced Humanities, 6(4). https://doi.org/10.58256/sfz8ag27 Tri Lestari, J., Darmayanti, R., Arifin, Z., Bina Anak Shaleh Pasuruan, S., & Bimbingan Belajar Assyfa Pasuruan, C. (2024). Integration of Artificial Intelligence in Islamic Education Curriculum. Journal of Pergunu and Contemporary Islamic Studies, 1(1). Udin, B., & Misbah, H. (2025). Sustainable Leadership: Mobilizing Islamic Social Finance for Digital Transformation in the 4.0 Education Era. Assyfa Journal of Islamic Studies. https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/886 Vedianty, A. S. A., Darmayanti, R., Lestari, A. S. B., Rayungsari, M., & ... (2023). What is the need for" UBUR-UBUR GABUT" media and its urgency in high school mathematics learning. Assyfa International Scientific Journal, 1(1). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation%5C&hl=en%5C&user=3YBrjMAAAAJ%5C&pagesize=100%5C&citation_for_view=3YBrj-MAAAAJ:BJB_-tUCMIIC Waseso, H. P., Albar, M. H., Zain, M. F., & Husnayain, F. (2025). Ma’had Aly and the Future of Islamic Higher Education: Bridging Tradition and Modernity in Indonesia’s Islamic Religious College System. Kharisma, 4(2), 145–156. https://doi.org/10.59373/kharisma.v4i2.119 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 13 Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami Adawiyah, A. R., At-Thobibi, S. R., & Saidah, R. Strategi Guru Pendidikan Agama… Yuliana, L., Hamdi, S., & Perdana, R. (2026a). Quality Assurance in Islamic Higher Education: Global Trends, Challenges, and Future Directions. Munaddhomah, 7(1), 202–215. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v7i1.2547 Yuliana, L., Hamdi, S., & Perdana, R. (2026b). Quality Assurance in Islamic Higher Education: Global Trends, Challenges, and Future Directions. Munaddhomah, 7(1), 202–215. https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v7i1.2547 Yusuf, M., Jaenullah, J., & Anwar, M. S. (2026). Pedagogical Strategies for Character Building in Islamic Education: Addressing Moral Degradation in Secondary Schools. Assyfa Journal of Islamic …. https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/975 Zahroh, U., Rachmawati, N. I., & ... (2023). Significance of Collaborative Learning Guidelines in 21st Century Education on Functional Limits Material in Madrasah Tsanawiyah. Assyfa Journal of Islamic …. https://journal.assyfa.com/index.php/ajis/article/view/239 Zamzam, R., Usmiyatun, U., Suharsiwi, S., Asmawati, D., Aziz, I., Wijaya, A., & ... (2023). Problems of Investment Literacy and Utilization of Security Crowdfunding in Digital Age Through the Islamic Capital Market. In Assyfa Journal of (Vol. 103). https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=3YBrjMAAAAJ&cstart=200&pagesize=100&citation_for_view=3YBrj-MAAAAJ:9ZUIJWZAAVgC Tarbawi : Jurnal Studi Pendidikan Islami | 14