Tasharruf : Journal of Islamic Economics and Business | Pages : 1-8 Vol.05- No.02 - November 2024 | e-ISSN/p-ISSN : 2962-8407 / 2962-1836 https://ejournal.unupasuruan.ac.id/index.php/tasharruf DOI : https://doi.org/10.55757/tasharruf.v5i2.435 Penerapan Fungsi Pengorganisasian dalam Manajemen Sumber Daya Insani di Toko Basmalah Anisak1, Eki Puspita Ariyanti 2 1 Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan Jawa Timur, Indonesia Email: annisak2002@gmail.com 2 Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan Jawa Timur, Indonesia * Correspondence: annisak2002@gmail.com Submit : 20/06/2024 | Review : 10/10/2024 | Accept : 01/11/2024 | Publish : 25/11/2024 Abstrak Penelitian ini mengkaji penerapan fungsi pengorganisasian dalam Manajemen Sumber Daya Insani (MSDI) untuk meningkatkan pengelolaan Toko Basmalah Cabang Ngempit, sebuah unit koperasi pesantren Sidogiri. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pengelolaan sumber daya insani yang berkualitas untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing toko berbasis ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi fungsi pengorganisasian, tantangan, dan peluang dalam pengelolaan toko. Berdasarkan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toko Basmalah menerapkan fungsi pengorganisasian melalui penjadwalan waktu kerja, pembagian tugas berdasarkan kompetensi, dan penentuan target kegiatan untuk meningkatkan efektivitas operasional. Temuan penting lainnya adalah upaya toko dalam memperbaiki kinerja karyawan melalui improvisasi serta dedikasi dalam menyelesaikan kendala. Faktor pendukung utama adalah peran santri dan nilai keagamaan yang kuat, sedangkan tantangan utama meliputi inovasi pelayanan dan persaingan pasar. Kesimpulannya, implementasi fungsi pengorganisasian yang baik terbukti mendukung pengelolaan toko yang efektif dan efisien, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Penelitian ini menawarkan wawasan strategis bagi koperasi pesantren dalam mengelola unit usaha berbasis ekonomi Islam secara berkelanjutan. Kata Kunci: Koperasi Pesantren., Manajemen Sumber Daya Insani, Pengorganisasian, Toko Basmalah Abstract This study examines the implementation of the organizing function in Human Resource Management (HRM) to improve the management of the Basmalah Store, Ngempit Branch, a unit of the Sidogiri Islamic boarding school cooperative. The urgency of this research lies in the importance of managing quality human resources to maintain the sustainability and competitiveness of Islamic economic-based stores. This study aims to analyze the implementation of the organizing function, challenges, and opportunities in store management. Based on a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and literature studies. The analysis technique used data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the Basmalah store implements the organizing function through work schedules, division of tasks based on competencies, and setting activity targets to improve operational effectiveness. Another important finding is the store's efforts to improve employee performance through improvisation and dedication in overcoming obstacles. The main supporting factors are the role of students and strong religious values, while the main challenges include service innovation and market competition. In conclusion, the implementation of a good organizing function is proven to support effective and efficient store management, while strengthening the economic independence of Islamic boarding schools. This study offers strategic insights for Islamic boarding school cooperatives in managing Islamic economic-based business units sustainably. Keywords: Basmalah Shop, Human Resource Management, Islamic Boarding School Cooperative, Organization Pendahuluan Manajemen sumber daya insani (MSDI) telah menjadi elemen fundamental dalam operasional organisasi, termasuk di sektor ritel berbasis ekonomi Islam. Dalam ekosistem ekonomi pesantren, MSDI memegang peranan yang sangat penting untuk memastikan keberlanjutan, efisiensi, dan efektivitas unit usaha yang dikelola, salah satunya adalah Toko Basmalah (Bakhri et al., 2021). Sebagai bagian dari Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sidogiri, Toko Basmalah tidak hanya berfungsi sebagai unit bisnis, tetapi juga sebagai media pemberdayaan ekonomi dan pelatihan kewirausahaan bagi santri. Peran ini mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan praktik ekonomi modern, sekaligus menjawab tantangan era globalisasi yang menuntut kualitas sumber daya insani yang unggul (Winarsih et al., 2023). Namun, peningkatan kualitas pengelolaan tetap menjadi tantangan utama bagi banyak pesantren, khususnya yang masih mengadopsi sistem tradisional. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak pesantren mengalami stagnasi ekonomi akibat lemahnya sistem manajemen (Latifah & Ritonga, 2020), termasuk dalam hal pengorganisasian. Karyawan sering kali tidak memiliki tugas dan tanggung jawab yang terstruktur dengan baik, sehingga produktivitas organisasi menjadi tidak optimal. Dalam kasus Toko Basmalah Cabang Ngempit, meskipun telah memiliki beberapa cabang di berbagai wilayah, tantangan ini tetap relevan, terutama dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif (Agustin & Zainuri, 2023). Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya implementasi fungsi pengorganisasian dalam MSDI untuk mendukung pengelolaan toko yang lebih baik. Pengorganisasian yang efektif tidak hanya mencakup pembagian tugas yang jelas, tetapi juga melibatkan penentuan kegiatan strategis, penjadwalan kerja, dan penyesuaian struktur organisasi berdasarkan kebutuhan operasional (Z, 2023). Dalam konteks Toko Basmalah, pengorganisasian yang baik dapat menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas pelayanan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung kemandirian ekonomi pondok pesantren (Fitri & Ondeng, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fungsi pengorganisasian diterapkan dalam pengelolaan Toko Basmalah Cabang Ngempit. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toko Basmalah telah menerapkan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan pengelolaan, seperti penjadwalan kerja yang terstruktur, pembagian tugas berdasarkan kompetensi, dan penentuan target kegiatan yang jelas (Bakhri et al., 2021). Misalnya, karyawan diatur dalam dua shift kerja untuk memastikan operasional toko berjalan selama 16 jam sehari, dengan tugas yang dibagi berdasarkan area tanggung jawab masing-masing, seperti sembako, kebutuhan rumah tangga, dan alat kecantikan. Selain itu, Toko Basmalah juga menerapkan evaluasi dan improvisasi sebagai mekanisme untuk memperbaiki kinerja karyawan (Margareth, 2017b). Evaluasi dilakukan secara situasional, yakni hanya ketika terdapat kendala atau penurunan kinerja. Pendekatan ini berbeda dari praktik bisnis konvensional yang biasanya melakukan evaluasi secara berkala. Improvisasi juga menjadi langkah utama dalam meningkatkan kinerja karyawan, di mana masalah diidentifikasi dan diselesaikan secara langsung untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap operasional took (Khoiriyah C & Labibi, 2022). Tantangan utama yang dihadapi oleh Toko Basmalah termasuk persaingan dengan minimarket lain yang menawarkan produk serupa dan inovasi yang terus- menerus diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang dinamis. Meski demikian, Toko Basmalah memiliki keunggulan kompetitif berupa pendekatan berbasis nilai Islam, seperti menyambut konsumen dengan salam dan menjaga kebersihan produk sesuai standar halal. Faktor pendukung lain adalah semangat tinggi dari karyawan yang sebagian besar merupakan santri, yang bekerja tidak hanya untuk mencari penghasilan tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada pesantren (Bakhri et al., 2022). Penelitian ini juga mengungkapkan peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh Toko Basmalah, seperti memperluas jaringan distribusi, meningkatkan literasi masyarakat tentang ekonomi Islam (Alapján-, 2016), dan mengembangkan inovasi produk serta layanan. Dengan demikian, implementasi fungsi pengorganisasian yang baik dapat membantu Toko Basmalah untuk tidak hanya bertahan di tengah persaingan, tetapi juga berkembang menjadi model unit usaha pesantren yang sukses. Dalam konteks yang lebih luas, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literatur tentang MSDI dalam ekonomi Islam. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pengorganisasian yang efektif di unit usaha pesantren tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga pada penerapan nilai-nilai Islam yang menjadi landasan bisnis. Kebaruan dari penelitian ini adalah mengintegrasikan wawasan tentang MSDI dengan konteks ekonomi pesantren yang unik, yang belum banyak dibahas dalam literatur sebelumnya (Subijanto, 2010). Kesimpulannya, implementasi fungsi pengorganisasian dalam MSDI di Toko Basmalah Cabang Ngempit telah memberikan dampak positif terhadap pengelolaan toko. Dengan penjadwalan kerja yang terstruktur, pembagian tugas yang jelas, dan improvisasi yang responsif, Toko Basmalah mampu menjaga stabilitas operasionalnya. Meski menghadapi tantangan persaingan dan kebutuhan inovasi, toko ini tetap memiliki peluang besar untuk berkembang berkat dukungan nilai-nilai Islam dan semangat karyawan yang tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi koperasi pesantren lain yang ingin mengembangkan unit usahanya secara berkelanjutan. Bahan dan Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi fenomena yang terjadi secara mendalam dan memahami implementasi fungsi pengorganisasian dalam manajemen sumber daya insani (MSDI) di Toko Basmalah Cabang Ngempit. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu memberikan interpretasi yang lebih mendalam mengenai realitas sosial dalam konteks tertentu, seperti pengelolaan toko berbasis ekonomi Islam (Margareth, 2017a). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara rinci bagaimana fungsi pengorganisasian diterapkan untuk mendukung keberlanjutan dan efektivitas operasional toko. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari objek penelitian melalui wawancara dengan pihak yang terlibat dalam pengelolaan Toko Basmalah Cabang Ngempit, termasuk Wakil Ketua Toko dan karyawan. Observasi langsung juga dilakukan untuk memahami dinamika dan proses pengorganisasian yang terjadi di lapangan (Apridar, 2007). Data sekunder berupa literatur yang relevan, seperti jurnal, artikel, dan buku yang berkaitan dengan manajemen sumber daya insani dan fungsi pengorganisasian dalam konteks ekonomi Islam, digunakan untuk mendukung analisis data primer. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara semi-terstruktur memungkinkan penggalian informasi secara fleksibel berdasarkan pengalaman dan pandangan informan. Observasi partisipatif dilakukan dengan mengamati langsung aktivitas karyawan dan struktur organisasi Toko Basmalah selama jam operasional. Dokumentasi berupa catatan kerja, jadwal karyawan, dan laporan evaluasi digunakan untuk memverifikasi data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi (Gultom et al., 2020). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang melibatkan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Langkah pertama adalah mereduksi data yang tidak relevan dan mengelompokkan data berdasarkan tema utama, seperti jadwal kerja, pembagian tugas, dan penentuan kegiatan strategis. Selanjutnya, data yang telah dikelompokkan disajikan dalam bentuk narasi deskriptif untuk menggambarkan penerapan fungsi pengorganisasian secara rinci (Dewa & Setyohadi, 2017). Penarikan kesimpulan dilakukan dengan mencocokkan temuan lapangan dengan teori-teori manajemen yang relevan, sehingga menghasilkan output yang valid dan akurat (Rafi & Syaichu, 2019). Penelitian ini juga mempertimbangkan validitas data melalui triangulasi metode, yaitu membandingkan data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan demikian, hasil penelitian dapat dipercaya dan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai implementasi fungsi pengorganisasian dalam MSDI di Toko Basmalah Cabang Ngempit. Results/ Hasil Upaya Toko Basmalah Cabang Ngempit dalam Meningkatkan Pengelolaan Toko Dalam menjalankan sebuah bisnis, dinamika dan adaptasi terhadap perubahan merupakan faktor kunci untuk memastikan kelangsungan usaha. Perencanaan yang matang harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan mampu menjalankan tugas sesuai dengan fungsi pengorganisasian. Fungsi ini menjadi pondasi utama dalam mencapai keberhasilan suatu rencana yang telah disusun secara sistematis (Natasha, 2020). Berdasarkan temuan penelitian, Toko Basmalah Cabang Ngempit telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan tokonya, antara lain: 1. Melakukan Evaluasi dan Briefing Secara Berkala. Menurut Islahul Ibat, selaku Wakil Ketua Toko Basmalah (WKTB) 1, evaluasi merupakan komponen penting dalam pengelolaan toko. Namun, Toko Basmalah memiliki pendekatan yang unik dalam hal ini. Evaluasi tidak dilakukan secara rutin setiap bulan atau minggu, melainkan hanya ketika muncul masalah tertentu, seperti penurunan kinerja toko atau ketidaksesuaian dengan standar operasional. Briefing juga dilaksanakan sesuai kebutuhan, terutama ketika ada kendala yang memerlukan solusi segera. Pendekatan ini menunjukkan fleksibilitas dalam manajemen, di mana tindakan korektif diambil secara tepat waktu tanpa terjebak dalam rutinitas yang kaku. 2. Memperbaiki Kinerja Karyawan. Kinerja karyawan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan toko. Toko Basmalah tidak mengandalkan pelatihan formal untuk meningkatkan kinerja karyawan, tetapi lebih menekankan pada improvisasi dan pendekatan langsung terhadap akar masalah. Misalnya, ketika terjadi penurunan dalam pelayanan atau penjualan, manajemen akan menganalisis penyebabnya dan mencari solusi yang paling efektif. Islahul Ibat menjelaskan bahwa metode ini lebih tepat disebut sebagai "improvisasi dan dedikasi" daripada pelatihan konvensional. Hal ini memungkinkan karyawan untuk belajar langsung dari pengalaman dan mengembangkan solusi yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Implementasi Fungsi Pengorganisasian dalam Manajemen Sumber Daya Insani untuk Meningkatkan Pengelolaan Toko Basmalah Cabang Ngempit Partisipasi, komitmen, dan inovasi merupakan prinsip dasar dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di Toko Basmalah. Penerapan fungsi pengorganisasian dalam manajemen SDM bertujuan untuk memastikan bahwa setiap individu dapat berkontribusi secara maksimal sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya (Nasution & Syihabudin, 2004). Berdasarkan wawancara dengan Islahul Ibat, berikut adalah implementasi fungsi pengorganisasian di Toko Basmalah Cabang Ngempit: 1. Penjadwalan Waktu Kerja. Toko Basmalah menerapkan sistem shift kerja untuk memastikan kelancaran operasional. Shift dibagi menjadi dua: Shift 1 berlangsung dari pukul 06.00 hingga 14.00 WIB, sedangkan Shift 2 berjalan dari pukul 14.00 hingga 22.00 WIB. Penjadwalan ini tidak hanya memastikan toko beroperasi selama 16 jam sehari, tetapi juga melatih kedisiplinan karyawan dalam mematuhi waktu kerja. Selain itu, sistem shift membantu mengurangi risiko keterlambatan dan memastikan bahwa setiap tugas dapat diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan. 2. Penentuan Kegiatan dan Target. Untuk memotivasi karyawan, manajemen toko menetapkan target dan kegiatan yang harus dicapai. Salah satu target utama adalah menjaga stabilitas pelayanan dan kualitas produk, termasuk memastikan tidak ada barang yang kadaluarsa atau kotor (Henkel & Toporowski, 2021). Karyawan bertanggung jawab untuk mengecek kondisi barang setiap hari, membersihkan area toko, dan mengembalikan produk yang mendekati masa kadaluarsa ke gudang. Dengan adanya target yang jelas, karyawan terdorong untuk bekerja lebih efisien dan bertanggung jawab. 3. Pembagian Tugas yang Jelas. Struktur organisasi di Toko Basmalah Cabang Ngempit dirancang untuk memastikan pembagian tugas yang jelas. Setiap karyawan memiliki tanggung jawab spesifik, seperti mengelola rak tertentu (misalnya, rak sembako, produk kecantikan, atau kebutuhan rumah tangga). Selain itu, terdapat tiga peran kunci dalam toko: Admin: Bertugas mengatur operasional toko dan memastikan hak-hak karyawan terpenuhi. WKTB 1: Mengelola keuangan, data toko, dan memberikan arahan kepada karyawan terkait pelayanan.WKTB 2: Menangani gudang, menerima barang dari distributor, dan melakukan stok opname untuk mencegah kehilangan barang. Pembagian tugas ini menciptakan tatanan kerja yang teratur dan memungkinkan karyawan untuk fokus pada tanggung jawab masing- masing. Peluang dan Tantangan dalam Menerapkan Fungsi MSDI di Toko Basmalah Cabang Ngempit Sebagai bagian dari Pondok Pesantren Sidogiri, Toko Basmalah memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada perekonomian pesantren dan masyarakat sekitar. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, antara lain (Budiwiranto, 2021): 1. Kebutuhan Inovasi. Dalam menghadapi persaingan bisnis yang ketat, Toko Basmalah perlu terus berinovasi, baik dalam hal pelayanan, produk, maupun manajemen SDM (Aidhi et al., 2023). Inovasi diperlukan untuk memastikan toko tetap relevan dan mampu bersaing dengan minimarket lain. Misalnya, pengembangan layanan digital atau program loyalitas pelanggan dapat menjadi nilai tambah. 2. Persaingan dengan Minimarket Lain. Toko Basmalah menghadapi persaingan dengan minimarket lain yang menawarkan produk serupa. Namun, toko ini memiliki keunggulan berupa nilai-nilai Islami, seperti sapaan salam kepada pelanggan, yang menjadi pembeda. Untuk mempertahankan keunggulan ini, manajemen perlu terus memperbaiki strategi pemasaran dan pelayanan. Di sisi lain, faktor pendukung keberhasilan Toko Basmalah meliputi: * Semangat dan Komitmen Karyawan: Karyawan yang sebagian besar adalah santri memiliki motivasi tinggi untuk berkontribusi, tidak hanya sekadar mencari penghasilan tetapi juga sebagai bentuk pengabdian. * Peran Pesantren: Dukungan dari pesantren dalam hal sumber daya dan jaringan distribusi memudahkan pengelolaan toko. Kesimpulan Keberhasilan suatu usaha sangat bergantung pada perencanaan yang matang serta sumber daya manusia yang mampu menjalankan peran mereka secara efektif melalui penerapan fungsi pengorganisasian. Fungsi ini menjadi elemen krusial yang menentukan suksesnya implementasi berbagai rencana bisnis yang telah disusun secara komprehensif. Toko Basmalah secara konsisten berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan tokonya melalui berbagai pendekatan, termasuk pelaksanaan evaluasi dan diskusi rutin ketika menghadapi penurunan kinerja atau masalah operasional lainnya. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama, dimana kinerja karyawan yang optimal memungkinkan penyelesaian pekerjaan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan. Penerapan prinsip pengorganisasian dalam manajemen SDI di Toko Basmalah mencakup beberapa aspek penting. Penyusunan jadwal kerja yang teratur bertujuan untuk membangun budaya disiplin di kalangan karyawan. Penetapan tujuan dan target kerja yang jelas berfungsi sebagai panduan operasional harian. Pembagian tugas yang terstruktur menciptakan sistem kerja yang lebih efisien, memungkinkan setiap staf untuk fokus pada tanggung jawab utama mereka sesuai dengan deskripsi pekerjaan masing- masing. Dalam praktiknya, Toko Basmalah menghadapi berbagai tantangan pengembangan, termasuk kebutuhan akan inovasi berkelanjutan dan persaingan dengan bisnis sejenis. Namun, toko ini memiliki keunggulan kompetitif berupa komitmen dan dedikasi tinggi dari para karyawan yang kebanyakan berasal dari kalangan santri. Nilai-nilai kesantrian yang melekat dalam diri mereka menciptakan motivasi kerja yang tidak hanya didasarkan pada imbalan materi, tetapi juga dilandasi oleh semangat pengabdian. Faktor inilah yang menjadi pendorong utama meskipun dalam kondisi insentif finansial yang lebih rendah dibandingkan kompetitor. Referensi Agustin, F., & Zainuri, M. (2023). Implementasi Fungsi Pengorganisasian Dalam Manajemen Sumber Daya Insani Sebagai Upaya Meningkatkan Pengelolaan Koperasi Pondok Pesantren. FeakonomicS: Journal of Islamic Economics, 4, 49-65. Aidhi, A. Al, Harahap, M. A. K., Rukmana, A. Y., Palembang, S. P., & Bakri, A. A. (2023). Peningkatan Daya Saing Ekonomi melalui peranan Inovasi. Jurnal Multidisiplin West Science, 2(02), 118-134. https://doi.org/10.58812/jmws.v2i02.229 Alapján-, V. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Presepektif Islam (Rekrutmen dan Seleksi Karyawan pada PT. BPRS Madinah). 1-23. Apridar. (2007). Ekonomi Internasional Sejarah, Teori, Konsep dan Permasalahan dalam Aplikasinya. Bakhri, S., Iqbal Fatah, M., & Hanum, F. (2021). Analisis Peningkatkan Pendapatan Fee Based Income dengan Penggunaan Aplikasi Mobile Studi Kasus Pada KSPPS BMT UGT Nusantara. Tasharruf: Journal of Islamic Economics and Business, 2(2), 35-49. https://doi.org/10.55757/tasharruf.v2i2.81 Bakhri, S., Rofiq, A., & Faizun, D. (2022). Analisis Faktor - Faktor Penggunaan Aplikasi Mobile Dalam Meningkatkan Jasa Layanan Terhadap Lembaga Keuangan Mikro Syariah. Tasharruf: Journal of Islamic Economics and Business, 3(2), 73-87. https://doi.org/10.55757/tasharruf.v3i2.208 Budiwiranto, B. (2021). Pengembangan Masyarakat di Pesantren Antara Dominasi Elit dan Budaya Lokal. CV. Agree Media Publishing. Dewa, B. P., & Setyohadi, B. (2017). Analisis Dampak Faktor Customer Relationship Management dalam Melihat Tingkat Kepuasan Dan Loyalitas Pada Pelanggan Marketplace Di Indonesia. Telematika, 14(01), 33-38. https://doi.org/10.31315/telematika.v14i01.1964 Fitri, R., & Ondeng, S. (2022). Pesantren Di Indonesia: Lembaga Pembentukan Karakter. Al Urwatul Wutsqa: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 42-54. Gultom, D. K., Arif, M., & Fahmi, M. (2020). Determinasi Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepercayaan. MANEGGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 3(2), 273-282. http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/MANEGGIO Henkel, L., & Toporowski, W. (2021). Hurry up! The effect of pop-up stores' ephemerality on consumers' intention to visit. Journal of Retailing and Consumer Services, 58, 102278. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2020.102278 Khoiriyah C, N., & Labibi, S. (2022). Perilaku Masyarakat dalam Mengambil Keputusan Memperoleh Pinjaman Uang pada Rentenir Ditinjauan dari Ekonomi Islam. Tasharruf: Journal of Islamic Economics and Business, 3(1), 30-39. https://doi.org/10.55757/tasharruf.v3i1.87 Latifah, L., & Ritonga, I. (2020). Systematic Literature Review (SLR): Kompetensi Sumber Daya Insani Bagi Perkembangan Perbankan Syariah Di Indonesia. Al Maal: Journal of Islamic Economics and Banking, 2(1), 63. https://doi.org/10.31000/almaal.v2i1.2763 Margareth, H. (2017a). Analisis Manajemen Sumber Daya Insani Koperasi Guna Mencapai Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren. Ekonomika Regiona, 8(2), 32. Margareth, H. (2017b). Pola Rekrutmen Dan Seleksi Karyawan Pada BMT. Ekonomika Regiona, 5(2), 32. Nasution, D. R., & Syihabudin, S. (2004). Kritik Islam Terhadap Sistem Ekonomi Kontemporer. Alqalam, 21(100), 119. https://doi.org/10.32678/alqalam.v21i100.1651 Natasha, D. (2020). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. (Periode 2002-2013). Jurnal Ilmu Manajemen Retail (JIMAT), 1(1), 45-62. Rafi, M., & Syaichu, M. (2019). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas Perusahaan Asuransi Syariah Tahun 2014-2017. Diponegoro Journal Of Management, 8(2), 68-81. http://ejournal- s1.undip.ac.id/index.php/djom Subijanto. (2010). Prinsip-Prinsip dan Efektivitas Desentralisasi Pendidikan Dalam Rangka Meningkatkan Mutu dan Relevansi Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 16(5), 532-549. Winarsih, W., Iswanto, B., & Pratiwi, A. (2023). Analisis Penerapan Manajemen Sumber Daya Insani Di Koperasi Firdaus Berkah Bersama Kota Samarinda. Borneo Islamic Finance and Economics Journal, 3(1), 19-33. https://doi.org/10.21093/bifej.v3i1.5411 Z, P. E. P. G. (2023). Pengaruh Kemudahan, Manfaat Dan Pengetahuan Terhadap Minat. 4(01), 57-69.