Perancangan Cinderamata Pada Umkm Wisata Islami Sebagai Strategi Branding Awareness Untuk Generasi Muda Di Pasuruan
DOI:
https://doi.org/10.55757/jurnaldimensi.v5i2.581Keywords:
Brand Awareness, Cindramata Generasi Muda, Wisata IslamiAbstract
Tujuan kajian ini adalah untuk melakukan pengembangan terhadap daya tarik obyek wisata yang dimiliki
oleh pemandian Banyu Biru dengan menggunakan pendekatan matriks IFAS dan EFAS. Matriks IFAS (Internal
Factor Analysis Summary) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor internal, berupa kekuatan dan kelemahan
yang dimiliki oleh suatu usaha Sedangkan matriks EFAS (External Factor Analysis Summary) digunakan untuk
menganalisis faktor-faktor eksternal suatu usaha, yang mana terdiri dari peluang dan ancaman yang dihadapi.
Lokasi kajian berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
dengan subyek kajian yaitu pengelolan wisata dan pengunjung wisata pemandian Banyu Biru. Teknik
pengumpulan data terdiri dari (1) observasi, (2) wawancara mendalam (indepth interview), dan (3) dokumentasi
dan triangulasi.
Hasil penilaian terlihat bahwa kegiatan wisata Pemandian Banyu Biru Kabupaten Pasuruan terletak
pada posisi kuadran II yang berarti obyek wisata tersebut dalam keadaan stabil (Stability), sedangkan secara lebih
rinci obyek wisata Pemandian Banyu Biru berada pada ruang C sehingga strategi yang digunakan adalah Agresif
Maintenance Strategy dimana pengelola obyek melaksanakan pengembangan secara aktif dan agresif. Dengan
posisi tersebut berarti obyek wisata Pemandian Banyu Biru memiliki potensi yang lebih kecil daripada masalah
yang ada serta memiliki peluang lebih besar daripada ancaman yang ada
References
Intan S. Fadhlan M. 2014. Lingkungan Geologi Sektor Banyu Biru, Situs Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan. Bagian Laporan Penelitian Balai Arkeologi Palembang.
Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.
Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan Dan Pariwisata. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Djakfar, M. (2017). Pariwisata halal perspektif multidimensi : peta jalan menuju pengembangan akademik & industri halal di Indonesia. Pasuruan, P. K. (2022). Matangkan Konsep Wisata Halal, Pemkab Pasuruan Terus Benahi Infrastruktur Di Banyubiru.
Rogers, E. M. (1976). Komunikasi Pembangunan Pendekatan Terpadu.
Undang-Undang RI. (2009). UndangUndang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.
Wuryasti, F. (2013). Wisata Halal, Konsep Baru Kegiatan Wisata di Indonesia. Detiktravel.
Pasuruan, P. K. (2022). Matangkan Konsep Wisata Halal, Pemkab Pasuruan Terus Benahi Infrastruktur Di Banyubiru. Rogers, E. M. (1976). Komunikasi Pembangunan Pendekatan Terpadu.
Undang-Undang RI. (2009). UndangUndang Republik Indonesia Nomor 10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.
Pasuruan, P. K. (2022). Matangkan Konsep Wisata Halal, Pemkab Pasuruan Terus Benahi Infrastruktur Di Banyubiru.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dimensi : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





