Integrasi Pendidikan Formal Dan Pendidikan Nonformal Di Pondok Pesantren As-Sholchah
DOI:
https://doi.org/10.55757/ashlach.v4i01.1361Keywords:
Integrasi pendidikan, pendidikan formal, pendidikan non formal, pondok pesantrenAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi pendidikan formal dan pendidikan nonformal di Pondok Pesantren As-Sholchah Warungdowo, Pohjentrek, Pasuruan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pengasuh pondok pesantren, kepala madrasah, ustadz/ustadzah, pengelola pendidikan nonformal, dan santri sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan formal dan pendidikan nonformal di Pondok Pesantren As-Sholchah dilaksanakan melalui penyelarasan jadwal kegiatan, penguatan nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran formal, serta pembinaan karakter santri melalui berbagai kegiatan kepesantrenan. Pendidikan formal berperan dalam mengembangkan kompetensi akademik santri, sedangkan pendidikan nonformal berfungsi dalam pembentukan akhlak, spiritualitas, dan kedisiplinan. Faktor pendukung integrasi meliputi kepemimpinan kiai, budaya pesantren yang kuat, koordinasi antarlembaga pendidikan, serta kerja sama antara guru dan ustadz. Adapun faktor penghambat meliputi padatnya jadwal kegiatan santri dan perbedaan orientasi antara pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi pendidikan di Pondok Pesantren As-Sholchah tidak hanya berlangsung pada aspek kurikulum, tetapi juga pada aspek kelembagaan dan budaya pesantren yang berperan sebagai mekanisme integratif dalam menyatukan seluruh aktivitas pendidikan. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan formal dan pendidikan nonformal dapat menjadi model pendidikan Islam yang efektif dalam membentuk lulusan yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter religius.
References
Abdillah, A. A. (2025). PERANAN PENDIDIKAN FORMAL DAN NON-FORMAL. 6(1), 24–37.
Aspiyah. (2024). INTEGRASI KURIKULUM PESANTREN DAN MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KARAKTER SANTRI ( STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AZZAHRO ) Aspiyah Manajemen Pendidikan Islam Program Doktoral Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Abstrak Al-Madrasa. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 8(1), 231–242. https://doi.org/10.35931/am.v8i1.2948
Azra, A. (2000). Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Millenium Baru.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.
Elkhatt, K. (2017). Modernisasi Kurikulum Pesantren Menurut Azyumardi Azra. Perspektif: Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 46–65.
Fauzi. (2006). Model Kajian Pesantren: Studi Kritis terhadap Buku Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren karya Mastuhu. JURNAL PEMIKIRAN ALTERNATIF KEPENDIDIKAN, 11(3), 1–9.
Fauzi, A., & Mokhtar, H. (2024). Implementasi Karakter Disiplin Santri Berbasis Budaya Pesantren. Journal of Islamic Education and Innovation, 5(2), 89–97.
Fitriani. (2022). Peran Budaya Pondok Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri. Jurnal Lentera Jurnal Studi Pendidikan, 4(1), 21–32.
Heriyudanta, M. (2016). Modernisasi Pendidikan Pesantren Perspektif Azyumardi Azra. Mudarrisa, Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 8(1), 145–172. https://doi.org/10.18326/mudarrisa.v8i1.145-172
Hopid, A. (2021). INTEGRASI ILMU DALAM PENDIDIKAN : Membaca Potensi Integrasi Sains dan Agama di Pondok Pesantren Mahasiswa UII Yogyakarta. ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albal, 2(2), 97–114.
Maryono. (2022). Budaya Pesantren dalam Pembentukan Karakter pada Santri Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantre. DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik, 6(2).
Mastuhu. (1994). Dinamika sistem pendidikan pesantren : suatu kajian tentang unsur dan nilai sistem pendidikan pesantren. In Seri INIS; 20 TA - TT -. https://doi.org/ LK - https://worldcat.org/title/246896529
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. In (No Title).
Purwanto, Y., & Siregar, C. N. (n.d.). Pesantren dalam Kebijakan Pendidikan Indonesia. 233–272.
Safitri, E. (2025). Efektivitas Kepemimpinan Kiai dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pesantren. IJoEd: Indonesian Journa Lon Educationn, 2(3), 267–275.
Sopwandin, I., Munawar, S. H., Sumarna, C. P., & Nurjalilah, S. (2024). Integrasi sistem pendidikan pada lembaga formal dan lembaga nonformal. JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN, 2(5), 993–1002.
Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Wibowo, A. (2019). NTEGRASI MANAJEMEN KESISWAAN PENDIDIKAN FORMAL DAN NON FORMAL DI PONDOK PESANTREN AN-NAWAWI BERJAN PURWOREJO. Jurnal Islamic Education Manajemen, 4(2), 221–228.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Faizah Maulidiyah, Muhammad Anang Sholikhudin, Achmad Yusuf, Saifulah Saifulah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





