Pengaruh Konsentrasi Jahe pada Minuman Herbal Kapulaga dan Gula Semut Aren terhadap Karakteristik Kimia dan Organoleptik

Authors

  • Country of M. Sa'roni M. Sa'roni Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55757/ekliptika.v4i2.350

Keywords:

gula semut aren, jahe, kapulaga, minuman herbal, organoleptik

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jumlah jahe terhadap karakteristik kimia dan
organoleptik minuman herbal berbahan kapulaga dan gula semut aren. Percobaan
menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Jumlah jahe
berturut-turut adalah 3,5; 3,0; 2,5; 2,0; dan 1,5 g, sedangkan kapulaga dan gula semut aren
tetap sebesar 0,25 g dan 30 g pada setiap perlakuan. Parameter kimia meliputi kadar air,
kadar abu, dan total padatan terlarut; uji hedonik meliputi warna, aroma, tekstur, rasa, dan
kelarutan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dengan Minitab pada taraf signifikansi 5%.
Berdasarkan hasil yang dilaporkan, perlakuan berbeda nyata pada kadar abu, rasa, dan
kelarutan, tetapi tidak berbeda nyata pada kadar air, total padatan terlarut, warna, aroma,
dan tekstur. Perlakuan A5 dipilih sebagai formulasi terbaik dengan kadar air 2,0%, kadar
abu 0,175%, dan total padatan terlarut 97,8 °Brix. Skor warna, aroma, tekstur, rasa, dan
kelarutannya masing-masing 3,8; 3,5; 3,5; 4,2; dan 3,8. A5 memperoleh skor rasa dan
kelarutan tertinggi, sedangkan aroma tertinggi terdapat pada A2 dan tekstur tertinggi pada
A3.

References

[1] L. Hakim, Rempah dan Herba. Malang: Diandra Creative, 2015.

[2] N. B. Purwanto, Obat Herbal Andalan Keluarga. Flash Books, 2016.

[3] H. B. Santoso, Ragam & Khasiat Tanaman Obat. Agromedia Pustaka, 2008.

[4] M. Ware, “Ginger: Health benefits and dietary tips,” Medical News Today, 2017. [Daring].

Tersedia: https://www.medicalnewstoday.com/articles/265990.php. [Diakses: 21

Desember 2021].

86

M. Sa’roni

Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan

│

Minuman Herbal Jahe dan Kapulaga

[5] E. Nurhayati, S. Hartoyo, dan S. Mulatsih, “Analisis pengembangan ekspor pala, lawang,

dan kapulaga Indonesia,” Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, vol. 19, no. 2, hlm.

173–190, 2019, doi: 10.21002/jepi.2019.11.

[6] J. A. Lee, M. Y. Lee, I. S. Shin, C. S. Seo, H. Ha, dan H. K. Shin, “Anti-inflammatory effects of

Amomum compactum on RAW 264.7 cells via induction of heme oxygenase-1,” Archives

of Pharmacal Research, vol. 35, hlm. 739–746, 2012.

[7] Khusnul, D. M. Madinatul, dan L. A. Rahmah, “Uji daya hambat ekstrak etanol daun

kapulaga (Amomum compactum Soland ex. Maton) terhadap pertumbuhan Trichophyton

rubrum,” Pharmacoscript, vol. 2, hlm. 31–36, 2019.

[8] T. Juwitaningsih, I. S. Jahro, dan S. A. Sari, “Evaluation of North Sumatera cardamom

seed (Amomum compactum) extract as antibacterial and anticancer,” Journal of Physics:

Conference Series, vol. 1485, art. 012019, 2020, doi: 10.1088/1742

6596/1485/1/012019.

[9] Ifandari, Suranto, dan Y. N. S. Wuryaningsih, “Pengaruh pemberian ekstrak meniran

merah (Phyllanthus urinaria) terhadap penekanan jumlah limfosit pada organ timus

mencit balb/C yang diinfeksi bakteri Salmonella thypi,” Asian Journal of Tropical

Biotechnology, vol. 9, no. 1, hlm. 1–6, 2012, doi: 10.13057/biotek/c090101.

[10] Ashari, “Perilaku petani dalam pembuatan gula semut,” Universitas Indonesia, Jakarta,

2008.

[11] W. Syamsul, N. Alam, dan E. Priyantono, “Pengaruh rasio jahe dan gula aren terhadap

sifat fisikokimia dan sensoris jahe instan,” Agrotekbis: Jurnal Ilmu Pertanian, vol. 11, no.

3, 2023, doi: 10.22487/agrotekbis.v11i3.1734.

[12] Z. Fidela, I. Muflihati, E. P. Nurlaili, dan A. R. Affandi, “Efek jenis jahe dan pre treatment

blansing terhadap karakteristik fisikokimia minuman jahe instan,” Journal of Food and

Culinary, vol. 4, no. 2, 2021, doi: 10.12928/jfc.v4i2.5425.

[13] S. Assalam, “Optimasi formula minuman rempah serbuk instan menggunakan Design

Expert metode mixture D-optimal,” Pasundan Food Technology Journal, vol. 9, no. 1,

2022, doi: 10.23969/pftj.v9i1.5572.

[14] A. T. Septiana, Triyanto, dan H. Winarsi, “Pengaruh penambahan ekstrak jahe dan

ekstrak kencur terhadap sifat fisikokimia minuman temulawak instan dan sifat sensoris

minuman seduhannya,” Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman, vol. 3, no. 2, hlm. 157–166,

2019, doi: 10.20884/1.jgps.2019.3.2.2274.

[15] S. Koswara dan A. Diniari, “Peningkatan mutu dan cara produksi pada industri minuman

jahe merah instan di Desa Benteng, Ciampea, Bogor,” Agrokreatif: Jurnal Ilmiah

Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 1, no. 2, hlm. 149–161, 2015, doi:

10.29244/agrokreatif.1.2.149-161.

[16] T. Estiasih, K. Ahmadi, dan I. Purwantiningrum, “Determination of critical processing

parameters during instant ginger drink production in small scale industry,” Current

Research in Nutrition and Food Science, vol. 5, no. 3, hlm. 230–237, 2017, doi:

10.12944/CRNFSJ.5.3.07.

[17] D. S. Anastasia, S. Luliana, R. Desnita, Isnindar, dan N. Atikah, “Pengaruh variasi gula

terhadap karakteristik sediaan minuman serbuk instan kombinasi rimpang jahe dan

temu putih,” Journal Syifa Sciences and Clinical Research, vol. 4, no. 2, hlm. 253–262,

2022, doi: 10.37311/jsscr.v4i2.14003.

[18] I. P. Tarwendah, “Jurnal review: Studi komparasi atribut sensoris dan kesadaran merek

produk pangan,” Jurnal Pangan dan Agroindustri, vol. 5, no. 2, hlm. 66–73, 2017. [Daring].

Tersedia: https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/531.

87

M. Sa’roni

Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan

│

Minuman Herbal Jahe dan Kapulaga

[19] D. Setyaningsih, A. Apriyantono, dan M. P. Sari, Analisis Sensori untuk Industri Pangan

dan Agro. Bogor: IPB Press, 2010.

[20] F. G. Winarno, Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.

[21] Badan Standardisasi Nasional, Serbuk Minuman Tradisional, SNI 01-4320-1996, 1996.

[Daring]. Tersedia: https://pesta.bsn.go.id/produk/detail/4741-sni01-4320-1996.

[22] F. G. Winarno, Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002.

[23] R. Megavitry, A. Laga, A. Syarifuddin, dan S. Widodo, “Pengaruh suhu gelatinasi dan

waktu sakarifikasi terhadap produk sirup glukosa sagu,” dalam Prosiding Seminar

Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, vol. 2, hlm. 26–27,

2019.

[24] D. N. Midayanto dan S. S. Yuwono, “Penentuan atribut mutu tekstur tahu untuk

direkomendasikan sebagai syarat tambahan dalam standar nasional Indonesia,” Jurnal

Pangan dan Agroindustri, vol. 2, no. 4, hlm. 259–267, 2014. [Daring]. Tersedia:

https://jpa.ub.ac.id/index.php/jpa/article/view/98

Published

2023-11-29

How to Cite

Sa'roni, M. (2023). Pengaruh Konsentrasi Jahe pada Minuman Herbal Kapulaga dan Gula Semut Aren terhadap Karakteristik Kimia dan Organoleptik. Ekliptika, 4(2), 79–88. https://doi.org/10.55757/ekliptika.v4i2.350

Issue

Section

Articles